aku ke kota untuk mencari kerja, tapi nyatanya malah mendapat suami !!!
bagaimana bisa aku mendadak jadi seorang mama dan istri seorang CEO kaya?
di usiaku yang baru menginjak 18 tahun aku harus menikahi duda tampan nan kaya yang terpaut usia 10 tahun dariku, aku sangat menyayangi anak itu, juga menyayangi ayahnya, tapi apakah suami ku juga mencintaiku???
Follow ig author bunda dan kakak sekalian sebangsa dan setanah air : @unchiha.sanskeh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon unchihah sanskeh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
terlampau bahagia
aku bersyukur, nina ku adalah gadis yang baik, dia begitu pengertian, dan menerima semua penjelasanku, aku hampir hancur saat dia bilang ceraikan dia.
" sayang, ayo tidur, aku sudah ngantuk" ucap ku padanya, kami hanyut dalam pelukan tanpa sadar kami masih di depan pintu kamar.
" iya" jawab nina, dia perlahan merenggangkan tangannya dan melepas pelukan kami.
" emm itu pak bagas, nina lupa mau bilang sesuatu." sambungnya kembali saat kami sudah berada di dalam kamar.
" mau bilang apa sayang?"
" sebenarnya tadi nina ke kantor pak bagas, mau kasih tau sesuatu sama pak bagas, tapi karna hal itu, jadi nya tidak jadi" ucap nina kembali.
" maaf sayang, jadi kamu mau bilang apa?" jawabku.
" pak bagas, sebenar nya ada yang ingin menyapa bapak, dia bilang " papa" " kata nina. membuatku jadi kembali kebingungan. maksud nina, dio?
" nina, tumben tumben sekali ya dio, mau menyapa papa nya, haha anak itu sampai minta bantuan kamu lagi buat bilang" aku jadi tertawa kecil, ya ampun dio sejak kapan kamu jadi romantis begini.
" bukan pak bagas, bukan dio. yang mau ketemu bapak ada disini, di dalam perut nina" jawab nina kembali, dia menunjuk perutnya.
" sayang maksud kamu apa?"
" pak bagas sebenarnya nina hamil, ah itu nina juga baru tahu tadi, waktu periksa sama dokter rama" ucap nina, dia tertawa kecil dan memalingkan mukanya dari ku.
" kamu hamil sayang?" jawabku, aku bengong, seketika tubuhku mematung saat nina bilang begitu.
" iya pak, maaf ya pak nina tidak tau bapak akan senang atau tidak tapi nina..."
belum selesai nina bilang, aku langsung berjalan ke arahnya dan mengangkat tubuhnya. menggendongnya seperti menggendong anak kecil, aku bahkan memutar mutar kan tubuh nina dalam gendongan ku, aku begitu senang seperti tidak percaya dengan apa yang nina bilang.
"yeee..heeyy hahahaha siapa yang bilang aku tidak senang sayang, anakku kamu mengandung nya sayang, aku senang sekali sungguh. " ucap ku kembali.
" pak bagas, berhenti nina pusing jangan putar putar, turunin nina sekarang pak, bapak gendong nina kaya anak kecil" jawab nina agak kesal.
aku tidak bisa tidak mau menurunkan nya aku begitu senang, tidak terkira.
" sayang, aku benar benar tidak tahu mau bilang apa, kamu tahu aku sangat senang saat ini, jantungku seperti mau meledak" aku tetap mengangkat tubuh nina, tapi aku berhenti memutar mutar tubuh kami.
" pak bagas, turunin nina, bapak tidak pegal angkat nina begini? bapak juga jangan teriak teriak, ini udah malam." ucap nina.
" sayang aku tidak pernah lelah untuk kamu, dio dan keluarga kita. aku terlalu bahagia, tidak tau mau bilang apa, terima kasih sayang" ucap ku kembali, aku mendekatkan tubuh nina ke padaku, aku tidak tahan untuk tidak menciumnya, mencium bibir manisnya. dan perlahan menurunkan tubuh kecilnya dari peganganku.
" pak bagas.. ayo tidur. nina sudah ngantuk" katanya berbisik di telingaku.
" ah, benar aku terlampau senang sampai lupa, sayang kamu harus jaga kesehatan ya, aku siap masak buat kamu, sungguh. dan nina terima kasih, kamu sudah menjadi cahaya di kehidupan gelapku sayang" kataku kembali sambil mencium pipi nya, aku kembali menggendong nya dan menidurkan nya di kasur.
tidak lama nina pun terlelap, aku tidak bisa tidur, tidak bisa, perasaan ku tidak karuan, aku sangat bahagia mendengar kabar ini. aku tidur di sebelah nina sambil mengelus elus perutnya.
" sayang, terima kasih kamu sudah hadir di sini, papa senang sekali, kamu tahu papa dan kakak mu dio sangat menantikan kamu, kamu jangan nakal di perut mama ya, jaga mama baik baik ya sayang. papa dengar kalian kalau dalam kandungan suka tendang tendang ya sayang? tapi kamu jangan tendang perut mama ya sayang, nanti mama kesakitan. kalau sudah besar kamu jangan pernah bikin mama marah ya, mama galak kalau lagi marah. tapi papa sayang sekali sama mama. kamu juga kan? papa sudah ngantuk, kamu juga tidur ya, anak papa selamat tidur sayang." kataku dalam hati.
aku seperti anak kecil. aku mengobrol dengan buah hati kami di perut nina, hehe sayang papa tidak sabar lihat kamu, tidak terasa mataku mulai berat, aku mencium perut nina, dan mencium keningnya.
" selamat tidur sayang, aku mencintai kalian semua melebihi hidupku sendiri."