NovelToon NovelToon
Budak Nafsunya

Budak Nafsunya

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:13.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: nadia

WARNING
Semua adegan dewasa di sensor.
My Instagram @Uzay1720 follow me😍
Sesion duanya berjudul Istri Tuan Smith.
Novel baru sang perebut kehormatan

Jangan ada yang plagiat, coba-coba gue santet lu. Tapi kalau terinspirasi bolehlah, bedain yah mana terinspirasi sama plagiat.

Jonathan Smith adalah seorang Mafia terkenal dari Amerika yang pindah ke jepang untuk mengurus beberapa pekerjaan kotornya itu, selama ia berada di Jepang ia menangkap seorang wanita bernama Haruka Kujo yang Jonathan jadikan budak nafsunya.


Haruka sudah berusaha kabur dari rumah Jonathan tapi ia selalu tak pernah berhasil, Haruka sangat membenci Jonathan. Karena Jonathan selalu memperlakukan Haruka dengan kasar, saat Haruka benar-benar sudah muak dan tak kuat dengan perlakuan kasar Jonathan, Jonathan malah jatuh cinta pada Haruka.

Akankah Haruka mencintai Jonathan, atau Jonathan akan terus memaksa Haruka tetap bersamanya walaupun Haruka tak mencintainya.

Yang abis baca sesion
ini lanjut ke sesion selanjutnya yuk.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Beberapa saat kemudian, saat ini Haruka dan Tasya sudah pulang ke rumahnya. Haruka menyenderkan tubuhnya ke senderan kursi karena kelelahan.

"Kak tadi kakak keren banget tau," ucap Tasya menatap Haruka dengan tatapan kagum.

Haruka duduk tegap sambil membalas tatapan Tasya, "Bukan apa-apa," balas Haruka merasa itu hanyalah hal biasa.

Nathan turun dari tangga sambil menatap ke arah Haruka dan Tasya, Haruka membalas tatapan Nathan. Nathan menghampiri Haruka dan duduk di sebelah Haruka, "Sudah selesai?" tanya Nathan datar.

"Kau bisa lihat sendiri kan? Aku sudah selesai atau belum?" tanya balik Haruka sambil memalingkan tatapannya ke arah lain.

Nathan memutar kepala Haruka agar Haruka menatap ke arahnya, "Sudah berani melawan yah kau ini," balas Nathan menatap tajam Haruka.

"Sudahlah aku lelah, aku ingin istirahat di kamar," Haruka berdiri dan berjalan meninggalkan Nathan.

Nathan ikut berdiri dan mengejar Haruka, Nathan menarik tangan Haruka dan menggendong tubuh Haruka.

"Kamu mau ngapain?" tanya Haruka menatap Nathan dengan tatapan kaget.

Nathan berjalan membawa Haruka menuju kamarnya, "Turunin aku," Haruka meminta Nathan untuk menurunkan tubuhnya.

Tapi Nathan tak mendengarkan ucapan Haruka, di bawah Tasya dan Felicia tersenyum kecil melihat kelakuan kedua kakaknya itu, "Kak Nathan sama kak Haruka semakin hari tambah lucu saja," ucap Tasya.

"Iyah, mereka sudah semakin dekat," balas Felicia.

"Ah senangnya, semoga sama mereka cepat-cepat punya anak, biar aku punya keponakan," Tasya berharap semoga Haruka dan Nathan segera punya anak.

"Ya sudah anterin ke kamar, aku juga mau istirahat," tambah Tasya.

Felicia bangun dari duduknya dan mendorong kursi roda Tasya menuju lift, "Tapi Nona belanjaannya mau di bawa sekalian juga?" tanya Felicia.

"Tidak usah, simpan saja dulu di sini," balas Tasya datar.

Di kamar Nathan menjatuhkan tubuh Haruka ke kasurnya, saat ini mereka berada di kamar Nathan, "Ah sakit," rintis Haruka sambil memegang pinggangnya.

"Jangan lebay," balas Nathan menaiki tubuh Haruka.

Haruka menatap wajah Nathan, "Jangan dulu sekarang, aku sedang tidak mau melakukannya," ucap Haruka sambil mendorong tubuh Nathan.

Nathan bangun sambil tertawa kecil, "Lagipula aku memangnya mau melakukan apa? Aku hanya ingin tidur saja," balas Nathan duduk di ujung kasur.

Haruka ikut duduk sambil masih menatap Nathan, "Terus kenapa ajak aku kemari?" tanya Haruka.

Nathan membalas tatapan Haruka dengan tatapan tajam, "Kenapa? Memangnya tidak boleh?" tanya Nathan mendekatkan wajahnya ke hadapan Haruka.

Haruka memundurkan tubuhnya karena kaget Nathan mendekatkan wajahnya ke arahnya, "Yah biasa aja kali," balas Haruka mendorong tubuh Nathan menjauh dari hadapannya.

"Aku mau mandi dulu, jadi boleh kan aku keluar pergi ke kamarku?" izin Haruka sambil mengerutkan keningnya.

"Kau bisa mandi di sini," Nathan menarik tangan Haruka menuju kamar mandi untuk mandi bersama.

Mereka sampai di kamar mandi, "Enggak mau, aku gak mau mandi bareng," Haruka menolak permintaan Nathan.

"Ini perintah, lagipula ini bukan kali pertamanya kita mandi berdua," kekeh Nathan.

"Ya sudahlah percuma juga kalau aku menolaknya," balas Haruka pasrah.

Nathan berjalan menuju bak mandi sambil menggenggam tangan Haruka, Nathan mengisi bak mandi itu dengan air dan juga sabun ke dalamnya, setelah menunggu beberapa menit air di bak mandi pun akhirnya penuh.

"Naik," perintah Nathan sambil menatap Haruka.

Tangan Haruka masih di genggam oleh Nathan, Haruka mulai melangkahkan kakinya ke dalam bak mandi di ikuti oleh Nathan yang juga masuk, Haruka duduk di depan Nathan. Merekapun berendam bersama, Nathan membunyikan televisi yang ada di depan bak mandinya.

Haruka dan Nathan sudah membuka pakaiannya tadi sebelum masuk ke bak mandi, Nathan menyimpan dagunya di pundak Haruka, "Jangan tinggalkan aku," bisik Nathan.

Haruka sedikit mematung karena kaget dengan apa yang Nathan katakan barusan, entah mengapa jantungnya mendadak berdetak begitu kencang tak karuan.

Nathan memeluk tubuh Haruka dari belakang dan memejamkan matanya, Haruka masih terdiam tak tau harus melakukan apa, rasanya ini lebih canggung dari biasanya. Bak mandi itu di penuhi oleh busa yang banyak, jadi tak akan ada yang bisa melihat tubuh mereka dari luar.

"Pelayan, ambilkan vodka," panggil Nathan pada pelayannya.

Haruka langsung melirik Nathan, "Hey kenapa kau memanggil mereka?" tanya Haruka malu.

"Tidak papah, lagipula tubuhmu tidak akan terlihat oleh orang lain," balas Nathan.

Salah satu pelayan rumahnya datang sambil membawa dua gelas tinggi dan satu botol Vodka, "Ini tuan," pelayan itu memberikan nampannya pada Nathan.

Nathan mengambilnya dan menyimpan nampan itu di pinggiran bak mandi, pelayan tadi kembali keluar dari kamar mandi, Nathan menuangkan Vodka ke dua gelas tadi, satu gelas ia berikan pada Haruka dan satunya ia pegang.

Haruka meminumnya sedikit, "Kapan kita akan pergi ke Korea selatan?" tanya Haruka tanpa berbalik menatap Nathan.

"Minggu depan," balas Nathan datar.

"Ah kenapa secepat itu? Aku belum bisa bahasa Korea tau," tanya Haruka mundur dan berbalik ke hadapan Nathan.

"Dasar bodoh, bukannya aku sudah kirimkan guru bahasa terbaik untukmu?" balas Nathan membalas tatapan Haruka.

"Tapi susah tau," ucap Haruka yang tidak hafal-hafal bahasa Korea.

"Tidak masalah, kau bisa berbahasa Inggris kan? Lagian di sana kita juga punya banyak waktu untuk hafalin bahasanya," balas Nathan.

Nathan meminta Haruka menghafal bahasa Korea Selatan agar penyamaran mereka di Korea berhasil dengan sempurna, takutnya jika Haruka tidak bisa berbahasa Korea Selatan mereka akan di curigai.

"Sudahlah jangan dulu memikirkan hal itu, saat ini bukannya kau ingin istirahat," Nathan meminta Haruka untuk tak membicarakan masalah itu dulu.

"Baiklah," Haruka menyenderkan tubuhnya di sudut yang berlawan dengan Nathan.

Nathan dan Haruka berbarengan meneguk vodka di gelas mereka masing-masing. Haruka mulai rileks, sedangkan Nathan tak henti-hentinya memandangi wajah Haruka yang sangat indah menurutnya.

Haruka menatap Nathan ada hal yang kini mengganjal pikirannya, tentang ucapan Nathan yang tadi Nathan bisikan tepat ke telinganya, Haruka berpikir apakah itu benar-benar tulus dari hatinya atau hanya omong kosongnya saja.

Haruka menggelengkan kepalanya, "Ah jangan berpikir yang macam-macam, aku yakin dan percaya kalau itu hanyalah omong kosongnya saja," gumam Haruka membantah semua pikiran tentang Nathan.

"Lagipula mana mungkin seorang Jonathan Smith bicara seperti itu dengan tulus pada gadis seperti aku," tambah Haruka dalam hatinya sambil tersenyum.

"Hey, kau tidak gila kan?" tanya Nathan yang melihat Haruka tersenyum sendiri.

Haruka menatap Nathan sambil kembali memasang wajah datar, "Tidak, aku baik-baik saja," balas Haruka tegas.

"Kalau memang baik-baik saja kenapa kau tersenyum sendiri?" tanya Nathan sinis.

"Memangnya tidak boleh aku tersenyum?" tanya balik Haruka.

"Tidak boleh," balas Nathan tegas.

"Kenapa?" tanya Haruka.

"Pokoknya tidak boleh," kekeh Nathan.

Haruka menghela nafasnya sambil memutar bola matanya malas ke arah lain.

1
sakura
..
Andy Mauliana
lucu jugak hihi penasaran ma story othor laennya
Bastard_🗡️
Jepang? mau ke sana
Uink
Luar biasa
Deistya Nur
keren
Karmila
pelayannya baik banget
Karmila
sangat menyentuh
Karmila
sayang nasib haruka
Ira ita
jadi ini tentang Fiona.😧 AQ mencurigai dia yg Dalangin ini
Ira ita
nama namanya agak kurang srek
susi
wow
Hadirah Tungkal
mampir
Deyooooo
ditunggu kelanjutannya Thor yangcseruuu
Deyooooo
sosweet banget Harry sama tasya
Deyooooo
pasti Haruka lagi ngidam
Deyooooo
kenapa Nathan tak membawa piona sebagai Sandra setelah mengetahui bahwa piona anak dari musuh mereka 5 thn yang lalu orang tuanya dibunuh sama Nathan
Deyooooo
benarkan kan tebakan ku piona dan pelicia adalah dalang dibalik semua ini ajang balas dendam pun ahirnya sebentar lagi akan terungkap orang yang dipercaya sama Nathan adalah musuhnya sendiri
Deyooooo
siapa dalang dibalik semua rencana ini kenapa mereka tahu jangan " piona dan pelicia sang ketua mereka musuh dibalik selimut ini
Deyooooo
ada apa dibalik senyuman piona jangan sampai punya maksud lain kakanya Pricilia pegang adik Nathan ,Haruka dipegang pacar Nathan dipegang piona orang penting dalam hidup Nathan ada dalam genggamanya
Deyooooo
benih benih cinta mulai tumbuh di hati Nathan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!