NovelToon NovelToon
Jina Si Gadis Bodoh

Jina Si Gadis Bodoh

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Contest / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.6
Nama Author: oppusunggu

Seorang gadis dari desa kecil menjalani hidupnya dengan banyak harapan. Sejak kecil dia selalu menderita dan tertekan. Hingga dirinya beranjak remaja, tekanan dan kesulitan ekonomi selalu ada dan erat bersamanya.

Hingga suatu hari, tanpa menyelesaikan sekolah, atau berbekal pendidikan yang terbatas, dia memberanikan diri pergi merantau ke tempat yang jauh. Tempat yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya. Dia berharap, suatu saat hidupnya bisa berubah menjadi lebih baik.

Tapi yang ada hanyalah kekecewaan dan sakit hati. Semua kerja kerasnya tak pernah dipandang.
Sampai suatu ketika, kekecewaan terbesar datang dari teman dekatnya sendiri. Teman dekat yang dia sudah anggap seperti saudara, tega meninggalkannya dengan semua kerugian yang harus dia tanggung sendiri.


Seperti apa kisah selanjutnya?
Silahkan baca cerita, dan jika suka, jangan lupa vote yah teman-teman
😆😆😆
Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oppusunggu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29. Rahasia Mengejutkan

Belakangan candaan itu berubah semakin menjengkelkan di hati Doni. Hingga dia terpaksa turun dari panggung meninggalkan istrinya dan teman-temannya. Tapi ke empat temannya malah tertawa melihatnya kesal dan membiarkannya pergi, lalu lanjut bernyanyi. Lalu salah seorang dari mereka berkata dengan bahagianya,

"Yeah...

Kita berhasil mengerjai pengantin baru. Hahaha...."

Doni berjalan ke arah pintu dan berdiri di sana menantikan kedatangan ayahnya yang dijanjikan akan segera datang.

Namun bahkan sampai malam dia menunggu, sampai semua tamu juga ke empat temannya itu pergi, ayahnya tak kunjung kembali. Maka karena lelah dan bosan, dia pun masuk dan raut wajahnya sangat lesu bercampur kesal. Dia bahkan tidak ingin berbicara dengan siapa pun. Dia masuk ke kamar dan merebahkan dirinya di atas ranjang tanpa mengganti pakaiannya.

Istrinya sangat takut untuk menanyakan keadaannya meskipun dia sangat ingin mengetahuinya, karena suaminya telah dengan tegas memberinya peringatan untuk tidak mengganggunya sebelum dia membanting pintu dan mengurung diri. Bahkan Ibu mertuanya pun tak mampu mendekati anaknya.

Entah kenapa perasaannya kali ini begitu hancur dan sakit.

Maka malam itu, malam pertama yang selalu dinantikan oleh setiap pengantin baru, tidak bisa gadis itu rasakan. Karena dirinya terpaksa harus tidur di kamar lain karena permintaan suaminya. Namun dia tidak keberatan, dan melakukannya dengan rela, berharap suaminya kelak bisa bersikap lebih dewasa seiring pertambahan usia dan perubahan statusnya.

Namun karena rasa penasarannya yang tinggi, yang membuat hatinya bergejolak, dia memutuskan beranjak dari tempat tidurnya meski matanya telah mengantuk. Dia menahannya dan pergi menemui ibu mertuanya yang tengah duduk sendiri di depan TV yang menyala namun tanpa suara. Wanita itu mematikannya karena tidak ingin mendengar kebisingan. Namun dia menyalakan TV itu untuk membuat matanya lelah sehingga bisa tidur.

"Untunglah ibu masih belum tidur." Ujar Jina dengan suara rendah bercampur sedikit ragu.

"Ada apa Jina? Kenapa kamu masih belum tidur? Doni dimana?"

"Dia mungkin sudah tidur bu."

"Mungkin katamu? Kenapa mungkin? Kalian kan tidur dalam satu kamar? Dan kenapa kamu di sini?"

"Bu, aku tidur di kamar lain. Doni sangat lelah sekali dan dia butuh ketenangan. Jadi lebih baik aku pindah ke kamar lain untuk sesaat sampai suasana hatinya kembali membaik."

"Begitu yah. Nak, kemarilah! Ayo duduk!

Ibu ingin menceritakan satu hal padamu. Kau harus tahu ini karena sekarang kau adalah menantuku. Setelah kau mengetahuinya, pikirkanlah cara yang tepat untuk menceritakannya pada suamimu tentang hal ini. Karena ibu bingung harus menceritakannya padanya. Rahasia ini sudah lama tersimpan. Doni anak ibu satu-satunya sangat mudah hancur hatinya. Perasaannya seperti perasaan perempuan, yang mudah goyah. Kini dia sudah dewasa dan dia harus tahu. Tapi apapun yang terjadi nanti, ibu yang akan bertanggung jawab."

"Maksudnya apa yah bu. Aku tidak mengerti."

"Nak, sebenarnya ayahnya Doni pergi bukan untuk urusan bisnis. Tapi untuk urusan lain."

"Urusan lain apa bu?"

"Bagaimana aku harus mengatakannya yah? Aku pun bingung harus mulai dari mana. Cerita ini sangat rumit."

"Katakan saja bu. Aku akan berusaha memahaminya."

"Ayah Doni pergi menemui istrinya."

"Istrinya? Tapi ibu adalah istrinya."

"Bukan nak. Ibu adalah adiknya."

"Apa? Adik? Tapi hubungan kalian persis seperti hubungan suami istri. Bagaimana mungkin itu terjadi? Aku melihat terkadang kalian tampak mesra.

Ups...Maaf bu kalau perkataan ku sedikit kasar. Aku hanya terbawa perasaan."

"Sandiwara itu terpaksa kami lakukan demi Doni."

"Jadi istrinya, maksudku ibunya Doni sekarang ada di mana bu? Dan apa yang telah terjadi padanya?"

"Dia sakit keras. Dia sudah bertahun-tahun menjalani pengobatan, terapi, namun tak kunjung sembuh. Kakakku sangat mencintai istrinya. Rasanya seluruh hidupnya dia korbankan untuk istrinya."

"Tapi dia sakit apa bu?"

"Ibu tidak tahu pasti. Namun kakakku mengatakan kalau istrinya menderita penyakit sumsung tulang belakang namun sudah sangat parah. Sehingga dia memerlukan seseorang untuk mendonorkan sumsung tulang belakangnya. Memang pendonor utama seharusnya berasal dari keluarganya. Namun istrinya adalah yatim piatu. Kakakku mengenalnya ketika dia bepergian ke luar kota. Dan wanita itu adalah sekretaris pribadi rekan kerjanya."

"Lalu apa yang terjadi selanjutnya bu."

"Kakakku telah menghabiskan banyak uang untuk perawatan istrinya. Dia bahkan membayar 10 dokter sekaligus perawat untuk merawat isttinya. Kau tahu? Kakakku begitu baik. Dia tidak berat hati membuang air kencing dan kotoran istrinya. Bahkan membersihkannya dengan tangannya sendiri. Terkadang ibu sangat iri. Apakah nanti ibu bisa dapatkan lelaki yang baik seperti kakakku? Tapi aku sudah cukup tua untuk mencari seorang suami. Aku menghabiskan masa mudaku untuk mengurus anak kakakku sendiri.

Waktu itu kakakku sangat bahagia melihat istrinya sudah sedikit pulih. Namun dibalik itu semua, ada banyak orang yang harus berkorban. Ketika istrinya nyaris tidak tertolong, kakakku sangat frustasi. Dia sangat marah kepada semua orang bahkan hampir memukulku karena aku mengatakan, lebih baik wanita itu disuntik mati saja daripada harus melihatnya tersiksa karena penyakitnya. Rasa nyeri yang tidak tertahankan membuat wanita itu sangat menderita.

Dan karena penyakitnya yang parah, tak hanya donor sumsung tulang belakang yang dia butuhkan. Tapi paru-paru, hati, ataupun otak. Penyakit itu sudah menggerogoti hampir seluruh organ tubuhnya. Tapi karena kakakku begitu mencintai istrinya, dia tega mengambil banyak nyawa demi mendapatkan organ itu. Jika dia membelinya, dia harus mengeluarkan banyak uang. Itu pun kalau ada."

Lalu dia berkata lagi,

"Nak, aku sudah muak dengan semua itu. Kau tahu? Aku bahkan berdoa untuk kematian wanita itu, yang sudah membuat kakakku seperti budak. Berapa banyak lagi nyawa yang harus hilang demi menyelamatkan satu orang?"

"Artinya selama ini...?

"Yah, kakakku menculik orang-orang jalanan, yang hidup terlantar di jalanan. Dia membunuhnya dan mengambil organ tubuhnya. Dan ke sepuluh dokter itu melakukan semua yang dia suruh, sementara perawat-perawat itu akan menguburkan jasadnya yang sudah kosong dan hancur. Entah sudah berapa banyak orang yang telah dia kubur di halaman belakang rumah demi wanita sialan itu."

Jina pun merasa terpuruk mendengar semua cerita ibu mertuanya. Rasanya sulit untuk mempercayainya. Mengingat semua tindakan keluarga itu sangat baik di pandangannya. Tak ada sedikit pun kekerasan yang pernah dia lihat.

Dalam hati dia berpikir, 'Bagaimana bisa ada keluarga yang begitu kejam seperti iblis? Ya Tuhan, semoga wanita itu cepat mati.'

1
Becky D'lafonte
kerasnya hidup jina
Shinta Dewiana
hhh...🤔😐😠
Shinta Dewiana
kejamnya....
Kiki Emil: terima kasih udah baca novelnya. semoga bersedia baca yang lainnya juga yah😀😀😀
total 1 replies
Shinta Dewiana
hmmmm
Shinta Dewiana
aduh ngerinya....
Kiki Emil: terima kasih yah sudah baca novelnya dan komen. 😀😀😀
total 1 replies
Shinta Dewiana
emang cinta itu buta ya thor....he..he..he..
Kiki Emil: yah.... kadang2 begitulah
total 1 replies
Shinta Dewiana
sedih banget ya ampun....
ROSIDAH
aku juga suka sama novelnya mba🙂
Kiki Emil
makasih yah udah komen😬😬😬😬
Jenna Joni
gw pikir cuma gw yg ngerasa gak nyambung....ternyata bnyak wkwkwkwk
Kiki Emil: makasih yah udah bersedia komen😬😬😬🙂🙂🙂
total 1 replies
Dita
smngat jina
Dita
smngat jina
Dita
yg sbr y.jina
Elvipangau
jaan hidup tiap orang memang berbeda, tapi jika kita mendapat bagian yg sulit artinya kita diberikan ALLAH kemampuan yg lebih
Elvipangau
bingung masih bingung ceritra apa ini
lanjut
Sahmiran
wkkkk
Harlina Sb
ceritanya bgs nggak EA. 😄
Kiki Emil: selamat baca.
jangan lupa baca karya yang lainnya juga yah.
terima kasih🙂🙂🙂
total 1 replies
Joemiati
kok jd ngeri2 sedap bgni ya alur cetanya
Kiki Emil: terima kasih yah udah komen
total 1 replies
Qurniadi Syah Putra Putra
terus lah berjuang
Qurniadi Syah Putra Putra
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!