NovelToon NovelToon
ME | Possessive BadBoy

ME | Possessive BadBoy

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Fantasi Isekai / Nikahmuda
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Smarrr

Nadia tak suka dengan perjodohan yang orang tuanya berikan padanya dengan Jayden Mahendra.

Jayden san Nadia kini resmi menjadi suami istri, tapi pernikahan mereka masih harus di sembunyikan sampai mereka lulus sekolah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Smarrr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

"Bo- boleh pa," seketika ruangan itu hening saat Bramasta dan Jayden meninggalkan ruangan tamu.

"Papa mau ngomong apa Ma? kok keliatanya serius banget sih?" tanya Nadia penasran.

"Mama juga nggak tahu, papa mu ngak bilang apa - apa tadi di jalan sama Mama."

Nadia dan mama Nagita juga penasaran, hal apa yang akan Bramasta bicarakan dengan Jayden.

Sementara Jayden mengikuti langkah sang mertua ke arah kolam renang.

"Papa sudah tahu semuanya," ucap Bramasta tapi Jay masih merasa ambigu.

"Tahu apa Pa?" tanya Jay benar-benar tak tahu apa yang di maksud papa mertuanya itu.

Bramasta menghembuskan nafasnya dengan panjang, ia baru tahu jika apa yang di alami Jay selama ini sunggu berat, Bramasta juga terkejut dengan hal tersebut, karena apa yag di pikiranya selaam ini, keluarga Mahendra erlihat harmoni dan baik-baik saja.

"Mengenai papa mu."

Seketika Jay terdiam, Jay terlalu takut jika Bramasta akan menarik Nadia kembali dari sisinya karena tahu bagaimana kehidupanya yang burtal.

"Maaf pa, bukan maksud Jay bohong atau menutupi semua ini, Jay harap papa mau memberi Jay kesempatan kedua." tukasnya dengan wajah menunduk.

ini?" "Sejak kapan kamu tidak percaya diri seperti

Jay mendongak dan menatap papa mertuanya itu dengan tatapan heran.

"Maksud papa?"

"Maksud papa, sejak apan kamu tidak percaya diri seperti ini? bukankah Jay yang papa kenal selalu percaya dengan kemampuanya? tapi kali ini kamu tampak berbeda."

"Aku cuma takut kalau papa tidak memberikan ku kesempatan dan akan menarik kembali Nadia ke sisi papa," ucap Jay sungguh-sungguh.

"Setelah apa yang baru saja papa lihat? sepertinya Nadia mulai menyukai mu dan melupakan pria yang sebelumnya, oh iya. Papa juga tahu hal yang baru saja menimpa Mela, papa ikut prihatin, tapi papa juga bersyukur karena kalian bergerak dengan cepat untuk menyelesaikan masalah ini."

jay mengangguk, "lya pa, Jay tidak sendirian untuk hal ini."

"Ya papa tahu itu."

"Lalu bagaimana tanggapan papa setelah papa mengetahui semua hal tentang keluarga Mahendra? papa akan memutuskan semua pejanjian?"

"Untuk kamu dan Nadia, papa rasa Klian berhak bahagia, tapi masalah keluarga Mahendra. Itu urusan papa dengan ayah mu, selama urusan bisnis lancar dan tidak menyangkut pautkan dengan hubungan kalian, papa rasa semua akan baik-baik saja, tapi jika papa mu bertindak di luar kendali dan merecoki hubungan kalian, papa akan maju terlebih dhulu sebelum kamu."

"Jadi papa percaya dengan Jay?" tanya Jay memastikan.

Bramasta menatap Jayden dari atas ke bawah bberapa kali, membuat jay sedikit takut jika Bramasta papa mertuanya itu tidak akan memberikan kepercayaan pada dirinya.

"Lumayan lah," sahut Bramasta kemudian dan mereka berdua terkekeh bersama.

Jay menghembuskan nafasnya lega. " Papa benar-benar membuat ku tegang kali ini."

Bramasta menepuk pundak Jay lalu mengajaknya kembali masuk ke dalam, di mana disana Nadia dan Nagita sudah menyiapkan makan malam bersama.

"Eh... udah siap aja ini makan malam? tahu aja perut papa udah keroncongan."

"Cih... dasar pak tua," cibir Nadia yang selaau berantem dengan papanya.

"Anak durhaka ya kamu,"

"Maklum ya jay, udah lama nggak ketemu jadi begini deh, "kata Nagita menjelaskan pada Jay.

Jay malah tersenyum melihat anak dan papa itu bertengkar tapi di kemas dengan candaan.

"Nggak apa-apa Ma," sahut Jay dengan senyum yang hangat.

Hal yang seperti inilah yang Jay impikan di keluarganya, suatu hal kebersamaan yang hangat dan tidak ada perselisihan di antara satu dengan yang lainya.

Tapi sayangnya impian Jay harus di kubur dalam, nyatanya. Keluarga Mahendra memanipulasi semuanya agar terlihat baik - baik saja di depan umum, tak ada yang tahu kelamnya keluarga Mahendra yang selalu berselisih dan betentangan satu dengan yang lainya.

Bahkan Jay memilih untuk membuka perusahaanya sendiri dan tidak mengandalkan hak waris dari keluarga Mahendra, ia tak mau jika nanti akan mejadi boomerang bagi Jayden yang seharusnya mewarisi 30% dari keseluruhan.

Dalam kehangatan makan malam bersama dengan keluarga Bramasta, Bramasta melirik Jay baik - baik saja itu, padahal Bramasta tahu bagimana sepak terjang Jayden dengan sang ayah.

Malam semakin larut, Bramasta juga berpamitan untuk pulang walau Nadia sebenarnya masih merasa kangen dengan papa dan juga mamanya itu.

"Yakin kamu kangen sama kita?" lagi - lagi Bramasta mencibir Nadia dengan jahil.

"Aku kangenya sama mama, bukan sama papa! Wlee" Nadia menjulurkan lidahnya mengejek sang papa.

"Papa kutuk kamu jadi makin cantik ya!"

"Aaaaaa...." Nadia yang tak bisa tahan dengan air matanya kini berhambur ke pelukan papa dan juga mamanya sebelum mereka pulang.

"Dadaaaahhhh..." kata Nadia dengan mengusap sisa - sia air mata yang masih mengalir di pipi chubynya itu sebelum mobil papanya benar-benar sudah tak terlihat lagi

"Papa dan mama sudah pergi," bisik Jay tapi Nadia masih tak mengerti.

"Terus kenapa?"

"Yang tadi belum beres."

Nadia terbelalak, ia tak menyangka jika Jay masih saja mengingat hal tersebut padahal sudah lumayan lama.

"Hehe..." cengir Nadia dan langsung berlari kabur menaiki anak tangga menuju kamar.

"Aku kejar kamu Nadia!" seru Jay lalu ikut berlari megejar Nadia.

"Aaaaaaaaa....." Nadia berteriak saat Jay berhasil menangkap badanya ke dalam gendonganya.

"Kena kan kamu! mana bisa kari aku!"

"Mau mandi loh Jay, belum mandi ini," keluh Nadia tapi tak di dengar oleh Jayden.

"Mandi bareng kalau gitu."

"ENGGAK!!!!" dengan cepat Nadia menjawab dengan berteriak lagi.

"Ehh...." ponsel Jay berbunyi membuat Jay tak sempat mejawab protesan dari Nadia.

Jay menurunkan Nadia darigendinganya lalu menggeser tombol hija untuk mengangkat telepon yag tak lain adalah dari Arnold.

"Kenapa?" tanya Jay yang sebenarnya malas untuk mengangkat telepon.

"Semuanya udah siap bos, tinggal datang aja ke area sirkuit."

"Oke!" sahut Jay singkat lalau meutuskan

"Sirkuit?" tanya Nadia yang sedikit bisa mendengar karena menempelkan telinganya di ponsel Jay. " Kamu mau mau balapan?' tanya Nadia lagi.

"Kamu mandi ya, aku keluar bentar kok."

"Jawab dulu yang aku tanya, kamu mau balapan? sama siapa?" Nadia menghujani pertanyaan pada suaminya itu

"Bentar doang kok sayang, aku janji nggak akan lama," Jay mencoba memberikan pengertian pada Nadia.

Cowok itu mengecup ekning Nadia dengan lembut, "Aku janji nggak akan lama, okay!" bisk Jay di tekinga Nadia.

Nadia menatap tajam ke arah Jay, bukanya dia marah karena jay tak berkata dengan jujur, Nadia takut jika balapan itu akan menyelakai Jay nanti

"Satu jam, kalau kamu nggak balik dalam satu jam aku marah!" ketus Nadia.

"jangan satu jam dong sayang, dua jam ya, aku janji balik dalam dua jam dari skearang, kamu boleh ngelakuin apa aja ke aku kalau aku sampai telat datang."

Jay memeblai lemnut pipi Nadia yang mengembung, "Hem..." sahut Nadia hanya berdehem.

"Thanks baby."

Sebelum pergi, Jay mengecup bibir Nadia sekil, cowok itu mengambil kunci mobil di atas nakas dan bergegas pergi.

"Sirkuit? dia sering balapan kah? tapi sama siapa?" gumam Nadia mencoba menenangkan hatinya yang cemas.

.

.

.

.

.

Tak lama kemudian, mobil jay datang di area sirkuit kedatangan Jay di sambut dengan sorakan dari para wanita juga pria yang mengagumi Jayden dalam berkendara.

"Ini dia yang kita tunggu-tunggu, akhirnya datang juga, Jayden Mahendra....!!!!" seru Arnold tapi ekspresi Jay biasa saja.

"Di percepat aja, gue nggak bisa lama - lama di sini, kasian bini gue di rumah sendirian," tegas Jay pada Arnold.

"Duh ileh, yang udah punya bini."

tak mau menunggu lama, Arnold juga bergegas mengantarkan Jay ke lingkuoan di mana sang lawan sudah menunggu sejak tadi.

Senyumnya menyeringai saat kedua mata yang berwarna coklat itumelihat Jay berjalan ke arahnya.

"Akhirnya lo datang juga," kata Jams Mahendra yang tak lain adalah kakak dari Jayden Mahendra.

"Gue kira udah nggak bakal dateng karena udah repot ngurusin nenek- nenek di rumah," cibir Jams sengaja.

"Berisik! gue nggak ada waktu buat ngeladenin banyolan lo! tapi kalau lo sampe ngehina istri gue lagi, gue pastiin lo pulang tinggal nama doang!"

Jay mulai naik ke atas jok motor besarnya dan memakai helm full facenya. Begitu juga dengan Jams yang juga mulai bersiap untuk bersaing dengan Jayden untuk memenangkan pertandingan ini.

Brummmmm..... Brum...... Brummm.....

Keduanya saling aduk suara motordengan menggeber.

Dari balik helm full face yang Jams pakai, dia kembali menyeringai dan percaya diri bahwa dia bia mengalahkan Jayden dengan mudah.

Sebelum akhirnya bendera berkibar dan mereka berdua akan muali melaju dengan kencang, Jams sengaja memancing emosi Jayden dengan mengancungkan jempolnya ke bawah, mengcibir Jay agar jay tersulut emosi kareena cemoohnya.

"Masih aja pake lagu lama," jay hanya bisa mengelengkan kepalanya, melihat tingkah Jams yang tak pernah berubah dari dulu.

Brummmmm.....

Satu geberan panjang terdengar dan akhirnya keduanya melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Semuanya berorak dengan idpla mereka masing-masing. Yakni dengan jayden dan Jams yang senngaja menggelar pertandingan ini untuk suatu hal, siapa yang menang akan mundur dalam proyek yang saat ini mereka berdua juga sedang bersaing memenangkan tander.

Semua orang ada di sirkuit begitu cemas menunggu kedatangan salah satu di antara keduaya, siapa yang akan menang malam ini adalah sebuah final untuk masa depan.

Tak lama kemudian sorot lampu motor terlihat, satu motor dengan kecepatan kencang melewati garis finis. ya, jayden datang lebih awal dari pada Jams.

Dan itu berati kemenangan telak di tangan Jayden, tatapan jams sangat tajam saat ia baru saja membuka helm nya, cowok itu seolah tak terima dengan kemenangan Jay malam ini, Jams sudah bisa memastikan amukan seperti apa yang akan ia dapatkan ketika ia berhadapan dengan Jodi Mahendra, yang tak lain adalah ayah kandung nya yang selalau ingin Jams lebih unggul dari Jayden.

Dengan kecepatan ang tinggi, Ja mengemudi karena ia ingin ssegera sampai ke rumah untuk bertemu dengan Nadia lagi.

Tapi sayangnya mobil Jay oleng saat ada lampu merah dan ia tak bisa menggunakan remnya.

''WTF!! AHH SIA LAN!!'' umpat Jay karena ia tahu bahwa dia tahu ada yang menyabotase rem mobilnya

1
S.Marrr
Halloweeww gGuysss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!