Dunia baru, aturan baru: yang kuat makan, yang lemah dimakan.
Yudha terbangun di dunia asing dengan membawa Apocalypse Hunger System—kekuatan yang bisa melahap apa saja untuk menjadi lebih kuat, tapi dengan harga: ia harus selalu lapar, atau dunia ini yang akan menanggung akibatnya.
Dingin, pragmatis, dan tidak percaya pada siapa pun, ia hanya punya satu tujuan: bertahan hidup, menjadi yang terkuat, dan tidak akan pernah lagi merasakan kelaparan atau diinjak-injak seperti masa lalunya.
Segalanya berubah saat ia bertemu Carmelia—anak kecil polos yang ia anggap hanya sebagai petunjuk jalan dan alat bantu. Di balik senyum dan sikap lembutnya, tersembunyi sesuatu yang jauh lebih tua, jauh lebih gelap, dan jauh lebih berbahaya daripada sistem yang ada di dalam tubuh Yudha sendiri.
Dari pemangsa, ia perlahan sadar: ia mungkin bukan yang berburu... tapi justru yang sedang diburu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xian Nying, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Bunga Dalam Pot
Cerita ini Adalah mimpi panjang Yudha dalam pingsannya...Dimana ia kembali mengenang masa lalunya..
Ia teringat masa lalu dimana dirinya dicampakan oleh orang yang ia cintai karena Kehilangan pekerjaan, Penghinaan,sulitnya mencari pekerjaan sampai sampai harus menjual rumah demi bertahan hidup...
Semua itu dia lalui dengan air mata samar yang mengalir bagaikan darah yang membawa luka menyakitkan...
Menyedihkan
batin yudha dalam diam
Sampai pada akhirnya dia cuma menghabiskan hidupnya dengan fakta bahwa dia tidak bisa berguna meskipun bersedia untuk digunakan...
Berakhir diatas tanah gang lembab dialasi kardus yang Menyerap lembabnya tanah bercampur keringatnya...Matipun semut tak sudi melirik ...
Namun di dunia baru ini...Dia sadar...kini dia tak sendiri lagi...dia teringat perjuangan Carmelia Dan Lyra Yang bertahan sesulit apapun di sisinya...ia pun sedikit terharu setelah mengingatnya...bahkan sempat membayangkan Jikalau dirinya menjadi Mereka.
Disitulah dia sadar kalau dia lupa memberi apresiasi Kepada mereka...Dan Mulai Saat ini dia memutuskan untuk sedikit terbuka kepada mereka...Menyadari bahwa pasti pedih juga bila jadi mereka.
"Seenggaknya,Aku harus memberi mereka imbalan Dan rasa terbayar Yang memuaskan ...agar mereka bisa lebih berkembang"
Batin Yudha
Saat pikirannya mulai tenang,kegelapan perlahan memudar...Hingga akhirnya yudha pun merasakan sentuhan hangat dari tangannya
Yudha pun perlahan membuka mata...Ia pun melihat sosok Chikaryu yang terlihat kesal seraya memegang tanganku didampingi oleh Lyra dan Carmelia Yang Senantiasa menungguku sadar...
Mereka pun langsung tersenyum diiringi isak tangis Lega melihatku Membuka mata
"TUANNN!!!"
Seru Lyra dan Carmelia
"Aahhh Akhirnya bangun juga kau sialan!!" Ucap Chikaryu Agak kesal namun terlihat lega
Akupun melihat lihat keadaan di sekitarku ...Aku berada di kasur megah didalam kamar yang mewah...Ada 2 Pelayan di samping pintu yang mana salah satunya pun pergi...sepertinya ingin mengabarkan kepada Raja...
"Apa yang terjadi?Kenapa aku disini?"
Tanyaku dengan nada pelan lemas namun tetap dingin
"Kau pingsan selama 10 hari penuh...Hehe,Ternyata untuk mengalahkanku.Kau terpaksa melampaui Batasmu"
Ujar Chikaryu Bangga
"Kau diam sialan..Aku pingsan karena cuma aku yang ga pernah istirahat dari lantai Dasar sampai Lantai terdalam...Cuma untuk memastikan cecunguk cecunguk sialan di belakangmu itu tidak mati sebelum benar benar berguna.Wajar saja aku pingsan.Dasar bocah sombong"
Chikaryu pun seketika menyadari betapa mengerikannya monster dihadapannya ini...Dia pun cuma bisa tertawa canggung yang seperti tertekan 😭
Gila ni anak
Batin Chikaryu
sedangkan Lyra dan Carmelia pun Tersenyum Bangga dengan air mata haru menyadari bahwa selama ini tuannya bukannya tidak perduli,bengis,dan kejam.Melainkan dia Perduli dalam diam namun dibutakan oleh rasa sakit mendalam dan trauma yang belum mereka ketahui tentang tuannya...
"Apa apaan muka menyedihkan kalian itu?!ambilkan aku makanan...aku lapar"Ucap yudha dingin
"Ba-Baiklah tuan!Biar saya yang ambilkan"
Ujar Lyra Dengan Senyum Bangga
Carmelia pun mendekat dan menawarkan pijatan kepada Yudha...Yudha pun mengiyakan saja karena tidak perduli.Carmelia pun memijati tangan dan bahu Yudha
Tak lama kemudian datanglah Lyra membawakan makanan mewah yakni Sup kaldu emas Daging Muda..
Dengan nampan Dan mangkok bercorak logo kerajaan.Lyra pun berkata
"Tuan...Hidangan ini khusus untuk tuan yang baru sadar untuk memulihkan tenaga"
"Terimakasih...Kucing kecill" Ujar yudha dingin seraya meraih nampan tersebut.Seketika Lyra pun tersipu malu dengan senyum ramah yang diiringi merah malu di pipinya
"Tuan ini kesambet apaan dah!!!kok auranya jadi beda banget >\<" Batin Lyra
Carmelia yang menyaksikan menggunakan kedua mata dan telinganya di hadapannya sendiri pun Terlihat kesal dan memperkuat pijatannya
"Kau kenapa?Aku sengaja memprovokasimu supaya pijatanmu lebih kuat...aku nyaman dengan
pijatanmu itu,Hanya saja aku tadi merasa kurang kuat makannya aku memprovokasimu"
Carmelia pun balik tersipu malu sedangkan Lyra pun malah bertukar emosi dengan Carmelia ...
Saat itu tiba tiba Tuan putri dan Raja Secara langsung mengunjungi kamar ini dan Memberi salam hormat kepadaku "Salam hormat kepada Tuan Yudha"
Aku yang sedang menikmati makananku pun merasa sedikit kesal karena Carmelia menghentikan pijatannya untuk berlutut...
"Oiii... siapa suruh berhenti...lanjutin,Nanggung"
Kata yudha dingin
Carmelia pun berdiri dan lanjut memijat
Yudha pun berkata kepada sang raja
"Jikalau mahkota itu melambangkan kehormatan dan kekuasaanmu...maka tidak sepantasnya kau berlutut dihadapanku yang bahkan tak membawa senjata menghadapmu,yang mulia"
Valerius pun tersenyum dan berkata "Justru karena lidahmu adalah pedang yang lebih kokoh dari Pedang Gladius Pembelah Petir sekalipun...Aku pantas untuk memberimu hormat"
Yudha pun Hanya menatap ke jendela di depannya dengan tatapan kosong
"Memangnya apa yang. membuatmu begitu menghormatiku.Bukannya dulu aku yang berlutut padamu,orang yang kau akui sebagai Pahlawan?"
Valerius menjelaskan dengan tenang
"Kesadaran anda sekarang adalah yang paling ditunggu tunggu Semua orang di Negara ini...Anda Menaklukkan Dungeon Catacomb...Anda telah membuktikan Bahwa kekuatan anda mutlak.Kau bukan hanya Pahlawan,Melainkan Cahaya yang melahap kegelapan"
Akupun tertawa kecil dengan senyuman sinis...
"Tcihh...Dimata manusia emang orang yang berguna yang berperan,Selebihnya hanyalah sampah.Dan tanggapanmu terkait cahaya dan kegelapan...Sepertinya akulah kegelapan yang melahap cahaya itu sendiri"
Sang raja pun menutup mata dengan senyuman...Ia merasa bahwa Yudha adalah orang yang cukup menarik sekaligus misterius.
"Baiklah langsung saja ke intinya...ada apa?"
Kata Yudha
"Sebenarnya dari kemarin saya ingin membuat perayaan Atas takluknya Dungeon Tersebut...Namun ketiga gadis ini bersikeras menunggu anda Tersadar...Jadi kami menghargai itu dan sekarang kami menantikan Datangnya tokoh utama dalam pesta yang akan datang...Berhubung Anda sudah bangun...Besok akan kuadakan perayaan sekaligus pengumuman penting Menyangkut kalian semua para Abyssal Chord...Saya harap tuan berkenan"Ucap sang Raja
Yudha pun Membatin
Padahal Mereka bisa merayakannya tanpaku,Kan ada 3 Gadis ini Seharusnya Cukup untuk mewakili nama Abyssal Chord...Apa mereka sekarang benar benar menganggapku sebagai tuan mereka?
"Yahhh Baiklah...Aku ikut..Lalu?."Jawabku Tenang Seraya meminum kuah Makanannya
"Sebelum itu...aku ingin bertanya...Apakah anda berkenan menikahi putriku?"Tanya Raja
Yudha cuma Bereaksi dalam diam dan mencoba untuk tetap tenang..."Apa maksudmu?Merawat 3 Orang ini saja sudah membuatku pusing...Apa yang membuatmu berpikir aku akan menerimanya?"
Sang Raja pun Berkata..."Dengan menikahinya...kau akan mendapat akses untuk Menerima Harta istana,Termasuk Prasasti Dan Senjata Senjata kuno.Jangan Salah Paham...Aku Tidak Menyuap Tuan...Melainkan ingin Mendapatkan Sandaran Yang tepat untuk Putriku"
Sheraphina pun Memberi hormat ala tuan putri bangsawan Dengan mengangkat Kedua sisi Samping Gaunnya Dengan Kedua Jempol dan kedua telunjuknya
"Menikah Dengan Tuan Adalah Suatu Kehormatan Bagiku"Katanya Lembut
Yudha Pun Cuma Bisa Mendongakkan satu alisnya tak percaya dengan kondisi Yang dia alami
"Selain itu.Istana ini juga akan menjadi rumah untuk Kalian..."Kata raja
ckk...Tiga aja udah repot...malah ditambahin lagi...sialan
Batin Yudha...
Tapi meskipun begitu si Yudha tetap mempertimbangkan harta tawaran itu...Meskipun pada akhirnya...jawabannya adalah
"Yang Mulia Raja...Sepertinya untuk Hal itu ..Kita Bisa Diskusikan lain kali...Beri aku waktu untuk menutuskan..."
Yudha memang benar benar perhitungan terkait apa saja yang keluar dan masuk dalam lingkup hidupnya semenjak dia menginjak tanah di dunia barunya ini...
[Menurt Kalian,Apakah Yudha Akan Menerima Lamaran Tersebut?Lalu,Pengumuman Apasih Kira kira Di Pesta besok?Baca Terus Yawww]