NovelToon NovelToon
Marwah Yang Ternoda

Marwah Yang Ternoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Bad Boy
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: ayuwidia

"Malam ini Lo hancur! Biar kakak Lo paham, ada harga mahal buat tangan yang berani menyentuh adik gue." --Xavier--

"Aku bersumpah, aku akan jadi neraka terpanjang di hidupmu, Xavier!" --Sukma--

Dunia Sukma runtuh dalam satu malam. Perbuatan nista Hamdan, kakaknya, menyulut api dendam di nadi Xavier--pemimpin Geng Bima Sakti Yang Tak mengenal ampun. Dalam buta amarah, Xavier merenggut paksa kesucian Sukma sebagai balasan atas Marwah adiknya yang hampir ternoda.

Hamdan mengakhiri hidup dengan cara tak diberkati, meninggalkan Sukma sebatang kara.

Kesucian tercabik. Masa depan hancur. Satu-satunya penguat jiwa telah pergi.

Di ambang napas terakhirnya, Gea--kekasih Xavier, menitipkan wasiat yang menjadi belenggu sekaligus penebusan dosa: Xavier harus menikahi Sukma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayuwidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 29 Ikatan Batin

Kafe Renjana menjadi tempat yang dipilih Ryuga untuk berbincang serius dengan Xavier.

Hanya ada mereka berdua, empat mata, disaksikan oleh deretan miniatur klasik yang terbuat dari logam tembaga, dinding kayu berukiran tokoh Pandawa, lampu gantung kuno, dan radio jadul yang tengah memutar lagu lawas--bervolume pelan.

"Buruan ngomong. Gue lagi nggak betah nongkrong di ruang ber-AC," ujar Xavier, berusaha keras menahan gejolak mual di dalam perutnya yang kini kembali terasa.

Ryuga menarik napas panjang, lalu mengunci atensinya pada lawan bicara. "Sukma ada di Desa W," sahutnya kemudian. "Nara yang ngasih tahu."

Sesaat, Xavier bergeming, mencoba menelaah setiap kata yang mengalir pelan dari bibir Ryuga.

"Gue bilang ke Nara, lo pasti bakal tanggung jawab. Gue juga bilang, gue sendiri yang bakal nganterin lo ke Desa W buat menemui Sukma."

Xavier masih bergeming. Namun, hanya sesaat.

Ia meraup udara dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan.

"Jujur, gue sebenarnya malu ketemu Sukma. Gue ngerasa nggak pantas dapet maaf dari dia, apalagi kalau harus meminta dia... nikah sama gue."

Xavier menundukkan kepala sembari mengepalkan tangan di bawah meja, mencoba menguatkan jiwanya yang tengah rapuh.

"Gue laki-laki bejat, blangsak, berandal bodoh yang mudah banget kepancing emosi. Sementara Sukma... dia terlalu sempurna buat jadi istri gue."

Ucapan Xavier menyentil ulu hati, membungkam bibir Ryuga sepersekian detik.

Sama seperti Xavier, ia pun sebenarnya merasa tak pantas mendapatkan maaf dan bersanding dengan sosok Hawa sesempurna Aluna.

Namun, Ryuga segera mengempas perasaan itu jauh-jauh. Ia menanamkan kuat-kuat di dalam hati bahwa ia harus berjuang demi 'memantaskan diri', menjadi rumah yang nyaman untuk Aluna tinggali sepulang dari Inggris nanti.

"Kalau ngomongin pantas atau nggak pantas, gue juga sama kayak lo. Insecure. Tapi, karena gue ngerasa Aluna patut diperjuangin, makanya gue berusaha mengempas perasaan itu dan berharap... gue bisa jadi rumah ternyaman buat adek lo, sepulang dia dari Inggris," Ryuga memecah suasana hening yang sejenak singgah.

"Vier, lo mesti inget. Ada janin yang butuh kehadiran lo sebagai ayah. Ada wanita yang butuh dikuatin dan didampingi selama dia mengandung darah daging lo. Jadi, kali ini lo mesti dengerin gue. Minta maaf ke Sukma, nikahin dia, kembaliin marwahnya, dan cintai dia setulus hati, bukan semata karena janji yang diamanahin Gea," imbuhnya.

Setiap kata yang mengalir dari bibir Ryuga, meresap dalam ke lubuk kalbu Xavier.

Untaian kalimat itu ampuh menguatkan kembali tekadnya yang sempat runtuh karena rasa insecure atau tidak pantas.

"Sore ini, lo ada waktu?" Xavier meraih cangkir di hadapannya, lalu menyesap Americano yang sudah mulai mendingin.

"Ada. Mau ke Desa W?" Ryuga menyahut sembari meletakkan cangkir miliknya yang baru saja ditandaskan isinya. Ia menerka, seperti cenayang yang bisa membaca pikiran lawan bicara.

"Iya," jawab Xavier, teramat singkat.

"Lo mau minta gue buat nemenin?" terka Ryuga lagi.

"Nggak. Gue cuma mau nitip wasiat buat bokap nyokap. Siapa tahu di tengah perjalanan gue malah kena halangan, terus langsung wasalam--terbang nyusul Gea," Xavier terkekeh pelan di ujung kalimatnya.

"Candaan lo garing. Nggak lucu."

"Makanya gue nggak kepilih jadi finalis stand-up comedy."

"Kalau finalis stand-up comedy bermuka dingin kayak lo dan gampang emosian, penontonnya bakal langsung kabur. Terus pindah nonton konser Cortis."

"Cortis?" Xavier mengerutkan dahi, melayangkan tatapan penuh tanya.

"K-Pop. Salah satu personelnya gue, Juhoon." Ryuga menarik kedua sudut bibirnya, lalu tertawa lepas. Tawa khas sahabat yang sudah teramat lama tidak dilihat oleh Xavier.

"Ck, kumat narsisnya!" Xavier berdecak, namun ia tetap memaksa bibirnya untuk ikut melepas tawa.

Hening kembali turun saat seorang waiter datang membawa nampan berisi sepiring selat Solo dan nasi uduk ayam suwir. Ia mempersilakan kedua pelanggan Kafe Renjana itu untuk segera menyantap dua hidangan spesial yang kini telah tersuguh di atas meja.

Tidak ada lagi obrolan yang mengalir, tidak ada lagi canda tawa. Tergantikan oleh suara denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring.

Inginnya menikmati selat Solo kesukaannya, namun lagi-lagi rasa mual datang. Membuat nafsu makan Xavier seketika menghilang.

"Lo kenapa?" tanya Ryuga. Ia menghentikan ritual makan siangnya, lalu menatap heran wajah Xavier yang kini terlihat pucat.

"Nggak tahu. Gue mual, pengen ngeluarin semua isi perut."

Usai memberikan jawaban itu, Xavier segera beranjak dari posisi duduk. Ia melangkah cepat menuju kamar mandi kafe, mencengkeram erat pinggiran wastafel, lalu menumpahkan seluruh isi perutnya.

Mual yang ia rasakan kali ini terasa jauh lebih hebat dari biasanya. Membuat tubuhnya lemas dan kehilangan daya.

Bruk!

Tubuh Xavier limbung, luruh tak berdaya di atas lantai keramik yang dingin.

"Vier..." Ryuga berteriak panik. Ia bergegas membawa tubuhnya bangkit, lalu melangkah cepat menghampiri Xavier.

.

.

Desa W...

Sukma mengusap lembut perutnya yang tiba-tiba berdenyut samar. Ia mengunci seluruh atensinya di sana.

"Nak, kamu lapar, ya? Sebentar, ya, kita tunggu Nenek. Beliau sedang memasak untuk kita... selat Solo," bisiknya lembut, diiringi rekahan senyum hangat.

Tanpa ia tahu, di sudut kota--tepatnya di Kafe Renjana, ayah biologis dari janin yang tengah dikandungnya juga ingin mencicipi kelezatan selat Solo--sebelum rasa mual kembali mendera, dan membuat lelaki bermata elang itu jatuh pingsan tak sadarkan diri.

Terdengar suara nada dering yang sukses mengalihkan perhatian Sukma dari perutnya. Mendorongnya untuk segera meraih gawai yang tergeletak di atas meja.

-Nara-

Nama yang tertera di layar benda pipih itu.

Sukma segera menggeser layar, menerima panggilan telepon dari sahabatnya terkasih.

"Assalamu'alaikum, Nara," sapanya lembut.

"Wa'alaikumsalam, Sukma..."

"Tumben langsung menelepon? Biasanya, ngirim chat dulu."

Helaan napas pelan mengudara dari seberang sana, sebelum Nara kembali bersuara.

"Urgent, Ma. Aku lagi di klinik, dekat Kafe Renjana."

"Kamu sakit?"

"Bukan, tapi Xavier."

Deg!

Jantung Sukma seketika berdegup kencang saat mendengar nama lelaki itu disebut. Dadanya berdesir hebat, membuat seluruh tubuhnya mendadak gemetar

"Dia... sakit apa?" tanyanya dengan nada suara yang terdengar ragu.

"Kata Dokter, dia cuma kurang asupan gizi dan kecapekan. Tapi menurutku, kemungkinan Xavier mengalami Sindrom Couvade. Kamu yang hamil, tapi dia yang menderita." Nara terkekeh pelan.

"Tadi waktu nongkrong di Kafe Renjana, aku dan Haidar mendengar teriakan Ryuga meminta tolong. Ternyata Xavier pingsan. Kami langsung membawanya ke Klinik Dokter Raikhan. Begitu Xavier tersadar dari pingsannya, dia terus-menerus menyebut nama Kinan. Dan itu... nama kamu." Nara menjeda sejenak ucapannya, membiarkan kata-kata itu meresap jauh ke relung kalbu sahabatnya.

"Ryuga bilang, rencananya, hari ini Xavier akan pergi ke Desa W untuk menemuimu. Dia ingin meminta maaf dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tapi, karena kondisinya saat ini sangat lemah, ia terpaksa harus beristirahat total dan menunda perjalanannya ke Desa W."

Sukma memejamkan mata erat-erat. Mencoba membangun kembali benteng di hatinya yang hampir runtuh karena rasa iba--yang tiba-tiba saja muncul ketika mendengar kondisi fisik Xavier.

Tanpa menanggapi ucapan Nara lagi, Sukma langsung mengakhiri sambungan telepon.

Ia duduk bersandar dan merapal asma Tuhannya.

"Allah... kuatkan hatiku. Jangan biarkan pertahananku kembali melemah..." bisiknya lirih sembari menekan kuat dadanya yang terasa sesak.

🍁🍁🍁

Bersambung

1
Najwa Aini
sini..aku peluk..mbak Raina...
Najwa Aini
Dan putranya mengulang dosa yg sama. Tapi untungnya..sapir punya inisiatif utk bertanggung jawab lbh awal
Najwa Aini
Jangan sampai Sukma nanti seperti Larasati..
Najwa Aini
Sukma kekeuh ingin melupakan. ia juga bertahan agar tdak merasa iba, apalagi tersentuh dengn ketulusan sapir..

intinya..Sukma itu sebenarnya sdah tidak marah. sudah memaafkan. hanya belum disadari. belum dirasakan. atau justru sdah disadari, tapi ditolak..

pertanyaannya, dgn itu, dia lagi menghukum sapir, atau menghukum dirinya sendiri...
Najwa Aini
Yahh..aku mikir gimana cara nyampein salamnya ya...
apa nyampek beringharjo..diam bentar. trus ngomong gitu..aja..ya udah terserahlah..
Ayuwidia: Sebelum ngomong, mampir dulu ke warung soto Pak Muh, Kak. Habis itu baru nyampein salamnya si comel
total 1 replies
Najwa Aini
Nahhh...👍👍👍...
Aku suka ini Sapirr
Nofi Kahza
Woah..teges banget Lo, Pir. tapi gpp. gue dukung. semakin cepat semakin bagus😌😌
Nofi Kahza
omelete plus mayones. Ya Ampun laper aku jadinua/Hunger//Hunger/
Ayuwidia: Gassss bikin 😀
total 1 replies
Nofi Kahza
ish! si Nofi, Lo usil banget jadi cewek. Anak siapa sih?🫣🫣
Ayuwidia: Anak mami 😆
total 1 replies
Queen tie
namanya jg novel,,, kalau direal kehdpnan, sdh pasti Suksma mau dinikahi, lagian jg semua dr awal kesalahan dr kakaknya berimbas keadik, kita ikuti terus pantenginnnnn, semangat2 buat vier sj dah,, si Nyai mah bnrnya nau, cuma trs inget diperkaos,, lagian si ustaz kyk nda ada wanita baik saliha lain🤭😄
Ayuwidia: Woah, makasih Kak 😄
total 1 replies
Nofi Kahza
jaga hati agar tak berpaling dari Sapir kan maksudnya??🤭🤭
Nofi Kahza
kayak nggak rela kalau Xavier harus pulang. kan jadi jauh dengan Sukma..🥹
Najwa Aini
loh..kok disuruh baca istighfar.
sukma itu lagi menemukan salah satu tanda kebesaran Allah..harusnya bertasbih dia, bukan disuruh baca istighfar
Nofi Kahza
ini mah paling kesukaan Kirana, atau kesukaan othornya juga🤣🤣
Ayuwidia: Tau aja
total 1 replies
Nofi Kahza
ciee.. cieee.... udah sayang sayang ajanih si Sapir🤭
Najwa Aini
Udah paten nih ya, Sukma dipanggil Nyai
Najwa Aini
Lumayan lah. dari pada gak sama sekali...🤣
Nofi Kahza
aku baru aja ke Gugel, tanya arti hamba yang papa. Baru tau aku🫣
Nofi Kahza
nah, bentar lagi habis ini jadi imam sholat Sukma ya, Pir...
sekarang kau dh nggk benci lho ma kamu🤭
Najwa Aini
Aku semangatin dari jauh ya Pirr...🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!