NovelToon NovelToon
Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Gara-gara Kepeleset, Jadi Istri Gus Duda!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Nikahmuda
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: adelita

Delina Azzahra Gustia, gadis 21 tahun yang paling anti dengan yang namanya duda, harus menghadapi kenyataan pahit... ancaman dari ayahnya.

"Kalau kamu masih bangun siang terus, Bapak nikahkan kamu sama duda!"

Ancaman itu selalu ia anggap angin lalu.
Sampai suatu hari... semuanya berubah.

Sebuah kejadian konyol yang tak pernah ia bayangkan-kepeleset, lalu jatuh tepat di atas seorang pria asing-membuat hidupnya jungkir balik.

Lebih parahnya lagi, warga memergoki mereka dalam posisi yang... tak bisa dijelaskan.

Pria itu adalah Muhammad Agam Alfariz. Seorang gus berusia 30 tahun.

Dan sialnya... dia adalah tipe pria yang paling Delina benci. Namun karena fitnah yang terlanjur melebar, satu keputusan harus diambil.

Menikah...

Dalam semalam, Delina yang anti duda... justru sah menjadi istri seorang gus mantan duda.

Hidupnya yang dulu bebas, kini berubah total.

ig: adelgustian_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Kami keluar dari rumah sakit menuju parkiran mobil. Sepanjang lorong, Agam baru menyadari wajah Delina tampak pucat. Tapi setiap kali dtanya jawaban wanita itu tetep sama dirinya baik-baik saja.

Agam, yang awalnya khawatir mulai agak tenang melihat tingkah Delina tampak biasa saja sejak tadi. Ia berpikir mungkin pengaruh mendonorkan darah 2 kantung tadi jadi nya berefek seperti itu. Buktinya, sedari tadi ia tersenyum cengar-cengir dan berlari kecil mengikuti Agam.

" Mas, kita beli makan siangnya dimana?"

" Ke Warung Mama Eko aja, langganan Mas. "

Delina mengangguk-angguk saja. Ia tetap mengikuti Agam dari belakang, sesekali diliriknya Delina mulai tampak sempoyongan. Memegangi kepalanya dan mengucek kedua matanya.

" Kamu beneran gk apa-apa? Gak bohong sama Mas?" Tanya Mas Agam yang berbalik ke arah Delina dan menghentikan langkahnya.

" Enggak kenapa-napa kok Mas. Suer deh, ini mataku kelilipan aja." Ucap Delina bohong ia mencoba menampilkan senyuman nya menutupi kecurigaan Mas Agam padanya.

" Ya sudah, kita kedepan." Ucap Agam ia melepaskan tangan nya di kedua bahu Delina dan berbalik kembali jalan.

Baru beberapa langkah...

Tiba-tiba...

BRUK.............

Agam langsung berbalik, kedua matanya terbelalak kaget. Ia berlari pelan , karena jarak mereka rupanya agak berjauhan saat melihat Delina yang ambruk di lantai dingin rmah sakit.

" Delina! Buka matamu dek?! " Ucap Agam memanggil nama Delina sembari mendekap nya dan menguncang pipi wanita itu.

Suhu tubuh Delina terasa panas.

Agam bergegas cepat, menggendong Delina ala Bridal Style menuju ruangan IGD.

" Suster tolong istri saya pingsan. "

" Baringkan disini Pak, tolong menjauh sedikit. Beri ruang pada istrinya Pak. " Ucap suster itu memberithu sembari memeriksa keadaan Delina ia memberi instruksi pada suster lain untuk memanggil dokter.

...➰➰➰➰...

Delina membuka matanya perlahan, pusing mendera kepalanya. Ia hendak bangkit tapi sebuah suara mengintrupsinya untuk tetap merabahkan diri.

" Perlahan saja." Ucap Agam.

Delina menggeleng pelan menghalau rasa pusing. " Pusing..." Gumam Delina pandangan nya masih agak buram.

" Saya panggilkan dokter dulu. " Ucap Agam ia beranjak dari duduknya memencet tombol darurat.

Tak lama dokter datang. Memeriksa keadaan Delina, dokter memberikan sebuah vitamin dan beberapa obatan yang lainnya.

" Kondisinya baik-baik saja, hanya kelelahan dan tekanan darahnya sangat rendah perbanyak minum susu dan juga makan makanan mengandung protein tinggi seperti dagign, kacang merah atau kacang hijau, daun katuk juga, dan vitaminnya sudah saya berikan penambah darah. "

" Saya sakit apa dok? Dan.... Kenapa? Ini?" Tanya Delina ia baru sadar saat tangan nya terpasang selang infusan sekali dua, yang satunya infusan darah satunya lagi antibiotik.

" Ibu Delina tidak sakit, ini hanya vitamin penambah darah dan juga vitamin mualnya."

" Jadi sakit apa saya dok? Kenapa di infus segala?"

" Ibu kkurangan darah, ibu hamil tidak boleh mendonorkan darahnya. Bisa berakibatkan fatal, bagi janin dan ibu nya juga." Jelas dokter.

DUAR...

Bagaikan disambar petir Delina mendengarnya, seolah dunia runtuh detik itu juga....

Otaknya langsung kosong, ia masih mencerna ucapan dari dokter barusan.

" H-hamil? Siapa dok? " Tanya Delina seperti orang bodoh.

" Kamu hami dek." Jelas Agam ia menggenggam jemari istrinya itu yang juga menatapnya.

Agam hanya tersenyum kecil.

" Gak salah dok?" Tanya Delina lagi.

" Saya tidak mungkin salah mendianogsa Bu Delina, ini adalah bukti rekam medis anda dan foto USG janinnya. Yang sudah 4 minggu."

" Silahkan diminum dulu bu Delina vitamin dan anti mualnya." Ucap suster menyadrkan delina dari rasa ketiddak percayaan ini.

" Dek, minum dulu." Ucap Agam mengelus jemari Delina, wanita itu tersentak dari keterkejutan nya dan segera meminumnya.

Lagi-lagi Delina tidak percaya, ia takut ini hanyalah prank. Delina menarik tngan nya yang digenggam Agam setelah dokter dan suster pergi.

" Beneran aku hamil Mas? "

" Kamu masih gak percaya? Tadi kan sudah diperiksa dokter, ada foto USG juga."

" Gak mungkinlah Mas, kita kan baru- em..." Ucap Delina tampak ragu mengatakan nya jika mengingat kejadian aktivitas malam mereka.

" Hayo, baru apaa..." Ledek Agam.

" Ish, ini... semua gara-gara mas Agam! " Kesel Delina.

" Loh kenapa jadi saya?" Tanya Agam keheranan.

" Mas tega hamilin aku\~" isak Delina.

" Kan, kita baru sebulan ngelakuin. Kok jadi aja dedeknya? Mas apain aku Mas?" Tambah cerca nangisnya Delina.

Agam sampai memijat kepalanya pusing, gimana mau menjelaskan wong. Mereka prakteknya dengan sadar dan sehat walafiat.

" Mas tidurin kamu tiap malam sampai kamu tekdung anak Mas." Jawab Agam kegilaan Delina sepertinya sudah menurun pada Agam.

" Bukan itu! Yang bener dong mas!?" Rengek Delina.

" Iya bener dong! saya peluk kamu. Saya menyusu dan saya masukan an-u saya ke dalam kam- "

BUGH....

Bunyi bantal yang dipukul, tepat mengenai wajah Agam hingga lelaki itu menoleh kesamping saking kuatnya.

" DASAR OMES! " Teriak Delina yang masih megangkat tinggi bantal ditangan nya.

" Dek! Sudah, nanti dikira saya KDRT-in kamu."ucap Agam mencoba menarik bantal pada Delina.

" Mulutnya Om! Gak sopan banget." Ucap Delina menurunkan bantalnya.

" Kan, kamu suruh jujur. Saya gak salah dong." Jawab Agam tidak mau kalah.

" Tau ah! Aku kesel sama Mas. " Ucap Delina merebahkan tubuhnya menghadap sebaliknya tidak ma melihat wajah Delina.

TOK...

TOK...

TOK...

Ummi Jemmah dan Abah Ahmad, yang datang. Wajah Ummi jemmah tampak begitu khawatir.

" Lin? Kamu gak apa-apa?" Tanya Ummi Jemmah langsung menghampiri menantunya.

" Iya, Ummi aku gakpapa. Gak perlu sekhawatir itu, ada Mas Agam yang jga aku." Ucap Delina tersenyum kecil.

" Tib-tiba kami dikabarin Agam, kamu pingsan terus dirawat. Apa gak kaget Abah sama Ummi ." Terus terang Abah Ahmad.

" Iya, kenapa bisa sampai pingsan? Telat makan atau tekanan darah mu rendah? Tadii kan kamu habis donor 2 kantong darah sama Syifa." Jelas Ummi Jemmah.

" Semua nya bener Ummi, dan ada kabar bahagia buat kalian. " Jawab Agam.

" Kabar apa? Wong bini mu sakit, dibillang kabar bahagia? Bocah gembleng!? " Ucap Abah Ahmad memukul kepala anaknya itu.

PLAK...

" Aww! Sakit abah! Dengerin, dulu. Anaknaya kalau mau bilang, jangan dipotong disetengah jalan! " Ucap Agam mencoba sabar dengan kelakukan abahnya yang tidak pernah berubh.

" Apaan! Kalau aneh-aneh, abah tambahin jadi 5 pukulan." Jawab Abah Ahmad memasang wajah galaknya.

" Kalian jadi nenek dan kakek lagi." Beritahu Agam.

Wajah Abah Ahmad yang sebelumnya terlhat garan, perlahan melunak. Begitu juga Ummi Jemmah ia menangkup wajahnya tak percaya.

" Masya allah, sayang... Alhmadulillah." Ucap Ummi Jemmah menangi terharu dpeluknya menantu muda nya itu.

" Alhamdulillah, akhirnya kamu jadi ayah lagi nak." Ucap Abah Ahmad pastinya ada rasa syukur dan terharu dalam hati Abah ahmad walaupun tidak ia ungkapkan lewat kata-kata tapi Abah Ahmad berdoa agar kali ini semuanya diberi kelancaran dan kebahagian kedepan nya untuk kehidupan anak tertuanya.

" Iya Abah, ternyata tuhan. Masih kasih kesempatan buat Agam jadi seorang ayah lagi." Ucap Agam matanya memerah menahan tangis tidak etis rasnaya menangis dihadapan orang tua dan juga istrinya.

Biasalah, gengsi setinggi langit!!!!

" Kalian sudah kabarin, Bu Lela?" Tanya ummi Jemmah.

" Sudah Mi, katanya mereka mau kesini besok." Jawab Agam.

" Mas gak ada kaish thu aku kalau Mak mau kesini?" Tanya Delina.

" Rencana nya nanti, cuman keburu Umi yang tanya duluan heheh." Jawab Agam terkekeh pelan.

BRAK....

Tidak lama pintu terbuka dari luar.

" LIN? LO GAKPAPA KAN?! " Teriak orang itu sembari masuk kedalam.

" AYAM KESERUPUAN! " Latah Abah Ahmad, pria itu berjengkit dari kursinya.

" EH COPOT! KETAHUAN TAHUN DEPAN! " Kaget Ummi Jemmah spontan melempar tasnya ke wajah si pelaku utama yang berteriak bak orang gila.

" Awww! Sakit Tante! " Ringisnya memegang idung nya.

" Gakpapa, biar tambah pesek idung mu." Jawab ummi Jemmahsantia.

" Kamu! Kalau mau kesinii, bisa ucap salam dulu gak? Apa mau Om hukum hem?" Ucap Abah Ahmad wajahnya kembali garang ia berkacak pinggang menatap si pelaku yang hanya menyengir pelan bak tanpa rasa bersalah sama sekali.

1
Dhika Bundanya Dedeg Afnan
bagus lanjut lgi donk
Eu Angel Lie
kena omongan ortu dapat duda ya🤣
Aimee Aiko
kok lama kelanjutannya
Anime aikō-kā
p
Aimee Aiko
kok lama gak muncul" lanjutannya
Adelita0305: Malam ini mimin update ka ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!