NovelToon NovelToon
KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

KONTRAK CINTA SANG MEKANIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Olshop sukses Jaya

Arga Pratama, seorang mekanik tangguh yang hidupnya sederhana namun penuh prinsip, tak sengaja bertemu dengan Clara, wanita cantik pewaris perusahaan besar yang sedang lari dari perjodohan. Karena suatu keadaan terpaksa, mereka harus terikat perjanjian kontrak palsu. Siapa sangka, dari bau oli dan mesin, tumbuhlah benih cinta yang tak pernah disangka-sangka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Olshop sukses Jaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta yang Bertambah dan Harapan Baru

Kabar kehamilan Clara bagaikan sinar matahari pagi yang menyinari seluruh sudut rumah besar mereka. Suasana rumah yang tadinya sudah sangat bahagia, kini menjadi jauh lebih hangat, penuh tawa, dan dipenuhi rasa sayang yang meluap-luap.

Arga benar-benar berubah menjadi suami yang super perhatian. Pria yang biasanya tegas dan galak di kantor, kini berubah menjadi sosok yang sangat lembut dan perhatian di rumah.

Pagi itu, sinar matahari masuk melalui celah gorden jendela yang tebal, menerwajah cantik Clara yang sedang duduk di balkon kamar sambil memegang perutnya yang mulai sedikit membuncit.

"Sayang... jangan duduk di situ terlalu lama, anginnya dingin nanti masuk ke badan," suara Arga terdengar lembut dari belakang.

Arga mendekat membawa nampan berisi sarapan spesial buatan sendiri. Roti bakar, jus buah segar, dan susu hangat. Ia meletakkan nampan itu di meja kecil, lalu duduk di samping istrinya.

"Makasih ya Mas... Masak sendiri lagi?" tanya Clara sambil tersenyum manis.

"Iya dong. Kan istriku lagi hamil muda, harus makan yang bersih dan sehat. Aku tanya sama dokter, ini makanan bagus buat perkembangan janin dan buat kamu juga biar nggak lemes," jawab Arga sambil merapikan selimut yang menutupi kaki Clara.

Tangan kokoh Arga perlahan terulur, menyentuh lembut perut istrinya. Ada getaran aneh yang ia rasakan. Rasa haru bercampur syukur yang tak terlukiskan.

"Dede kecil di dalam... Ayah sayang banget sama kamu. Sehat-sehat ya sama Bunda. Nanti kalau keluar, Ayah janji bakal kasih dunia yang paling indah buat kamu," bisik Arga penuh cinta.

Clara tersenyum melihat tingkah suaminya itu. "Mas... Mas tahu nggak? Aku merasa jadi wanita paling beruntung di dunia ini. Dulu waktu kita hidup susah, aku bahagia. Sekarang kita hidup mewah, aku bahagia banget. Tapi yang paling bikin aku bahagia itu... melihat Mas jadi ayah yang baik dan suami yang setia."

Arga menatap mata indah istrinya dalam-dalam. Ia mengusap pipi mulus itu dengan ibu jarinya.

"Justru aku yang harusnya bersyukur, Clara. Kalau nggak ada kamu, mungkin aku masih jadi Arga yang biasa saja, yang cuma tahu bengkel dan bengkel. Kamu yang bikin hidupku berwarna, kamu yang bikin aku punya tujuan buat terus maju."

 

Beberapa bulan berlalu, perut Clara semakin membesar. Kehamilan keduanya ini membuat wajah Clara bersinar lebih cantik dan anggun. Arga bahkan mulai mengurangi jam kerjanya di kantor. Ia lebih sering membawa pekerjaan pulang ke rumah agar bisa terus mengawasi dan menemani istri tercintanya.

Suatu hari, Arga mengajak Clara dan Arfan pergi ke pusat perbelanjaan ternama untuk membeli perlengkapan bayi.

Mereka berjalan bergandengan tangan. Arga membiarkan Clara bersandar di lengannya, berjalan pelan menyesuaikan langkah istrinya.

"Mau lihat baju yang mana, Sayang? Yang warna pink atau biru?" tanya Arga sambil menunjuk rak-rak berisi pakaian bayi yang sangat lucu-lucu.

"Kok Mas santai banget sih? Biasanya kalau siang Mas sibuk banget di kantor," tanya Clara penasaran.

Arga tersenyum. "Aku sudah atur semua. Hari ini aku libur khusus. Prioritas utamaku sekarang cuma kamu dan anak-anak. Uang dan jabatan bisa dicari kapan saja, tapi momen kehamilan istriku ini cuma sekali seumur hidup, Sayang."

Clara terharu mendengarnya. Hatinya terasa hangat membara.

Di toko itu, Arga benar-benar belanja dengan sangat antusias. Ia tidak hanya membeli satu atau dua, tapi langsung mengambil lusinan. Baju, selimut, mainan edukatif, hingga kereta dorong bayi yang paling canggih dan nyaman.

"Ayah boros banget!" seru Clara tertawa. "Nanti kepakeknya cuma sebentar lho, Mas."

"Gak masalah. Anakku harus pakai yang terbaik. Seperti ibunya," jawab Arga santai. "Lagipula, ini kan hadiah buat adiknya Arfan. Biar tahu kalau Ayah dan Bundanya sayang banget."

Arfan yang melihat orang tuanya akur pun ikut senang. "Bunda... nanti adiknya lahir, Arfan mau ajak main mobil-mobilan ya!"

"Iya Nak, nanti diajarin jadi anak pinter kayak Ayah ya," jawab Clara sambil mengelus kepala putra sulungnya.

 

Malam harinya, suasana di rumah menjadi sangat romantis. Setelah Arfan tidur, Arga mempersiapkan kejutan kecil di ruang tengah. Ia menyalakan lilin-lilin aromaterapi dan memutar musik klasik yang menenangkan.

"Masuk sini Sayang, ada yang mau aku kasih," panggil Arga.

Clara berjalan masuk dengan gaun tidur sutra berwarna soft blue yang membuatnya terlihat sangat anggun.

"Apaan sih Mas? Heboh banget," tanyanya sambil tersenyum.

Arga mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna biru tua. Saat dibuka, terlihat sebuah kalung berlian yang sangat indah. Bentuknya unik, ada dua lingkaran berlian besar yang menyatu, dan satu kecil di tengahnya.

"Ini...?" mata Clara membelalak.

"Ini simbol keluarga kita. Yang besar itu Ayah dan Bunda, yang kecil itu kamu dan adik di perut," jelas Arga lembut. Ia memakaikan kalung itu di leher Clara dengan sangat hati-hati.

"Terima kasih ya Mas... Indah banget," bisik Clara terharu.

"Clara..." Arga menggenggam kedua tangan istrinya, menatapnya dengan tatapan paling serius dan tulus.

"Aku janji sama kamu. Seumur hidupku, aku akan jagain kamu. Apa pun yang terjadi, aku nggak akan biarin air mata kesedihan jatuh lagi dari mata kamu. Kita bakal liat anak-anak kita besar, sekolah, sukses, dan kita bakal tua bareng-bareng."

"Aku sayang banget sama kamu, Clara Pratama. Lebih dari apapun di dunia ini."

Clara tidak kuasa menahan air matanya. Ia memeluk tubuh bidang suaminya erat-erat, merasakan detak jantung yang kuat dan penuh kasih sayang itu.

"Aku juga sayang Mas Arga... Selamanya..."

Di bawah cahaya lampu yang remang-remang, di tengah kemewahan dan kesuksesan yang mereka raih, mereka menyadari satu hal. Bahwa harta yang paling berharga bukanlah perusahaan, bukanlah piala, dan bukanlah uang... melainkan cinta dan keluarga yang utuh dan bahagia.

1
Susana Sari Sari
menarik Ceritanya yg penting dibuat simple Jln Ceritanya Jgn yg ber tele²
rindu_takdir: "Terima kasih banyak Bu Susana sudah membaca dan memberi like ❤️. Senang sekali ceritanya dianggap menarik dan simple. Tenang saja Bu, alurnya akan kami jaga agar tetap seru, lancar, dan tidak bertele-tele sampai tamat. Mohon dukungannya terus ya Bu 🥰🙏"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!