NovelToon NovelToon
Seindah Cinta Bulan Dan Bintang

Seindah Cinta Bulan Dan Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Teen / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Kisah cinta masa kecil / Idola sekolah
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Apa jadinya jika dua orang sahabat memiliki perasaan yang sama, tapi sama-sama memilih untuk memendam perasaan itu daripada harus mengorbankan persahabatan mereka? Itulah yang saat ini dirasakan oleh dua orang sahabat, Bulan dan Bintang.

Bulan, sahabat sejak kecil seorang Bintang, menyukai pemuda itu sejak lama tapi perasaan itu tak pernah terungkap. Sementara Bintang, baru menyadari perasaannya terhadap gadis cantik itu setelah dirinya mengalami kecelakaan.

Keduanya terjebak dalam perasaan yang tak terungkap. Mereka tidak tahu harus melakukan apa. Keduanya hanya tahu bahwa mereka saling membutuhkan satu sama lain. Tapi, akankah persahabatan itu berubah menjadi sesuatu yang lebih?

---------------------------------------------------------------------------

"Lo keras kepala banget! Lo gak tau apa gue khawatir, gue sayang sama lo." gumam gadis itu lirih, bahkan hampir tak terdengar.

"Lo ngomong apa tadi?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Permulaan konflik baru

Bel pulang berbunyi, menandakan berakhirnya pembelajaran di hari itu. Bulan membereskan buku-bukunya, lalu menggendong tas sekolahnya itu di atas punggungnya, bersiap-siap untuk pulang.

"Ayo, jadi kan ke rumah Bibi?" Tanya Bulan sembari memegang erat tali tasnya.

"Jadi," ujar Bintang singkat yang masih sibuk dengan buku dan tasnya. "Udah, ayo berangkat!" Ujarnya kemudian.

Bulan pun mengangguk dengan seutas senyum, lalu mendorong kursi roda Bintang menuju keluar kelas. Bulan merasa sedikit lebih senang hari ini, entah apa sebabnya.

Sementara Bintang, ia merasa antusias sekaligus was-was dengan pekerjaan yang diambilnya itu. Ia merasa deg-degan, takut bahwa Bibi Bulan itu langsung menolaknya. Bintang hanya mencoba untuk berpikir jernih, mengabaikan tentang pikirannya itu sejenak.

Beberapa menit kemudian, mereka pun tiba di lapangan sekolah. Terlihat jelas bahwa sekolah itu sudah sepi, hanya ada beberapa orang lagi yang terlihat berlalu-lalang di sana. Teriknya matahari membuat bulir-bulir keringat pun muncul di wajah kedua remaja itu.

"Panas banget hari ini, Bintang. Yakin mau ke rumah Bibi hari ini?" Tanya Bulan yang berhenti sejenak di bawah bayangan sebuah pohon yang teduh.

"Ya, terserah lo aja sih. Gue ikut aja, kalo gak sanggup ya gapapa, masih ada hari esok juga kan?" Ujar Bintang sambil menoleh ke arah sahabatnya itu.

"Tapi gue gak enak sama lo. Gue yang ajak, masa iya gue yang batalin?" Ujar Bulan serius.

"Ya gapapa kali. Lagian nih cuacanya terik banget, entar lo kenapa-napa di jalan gimana? Gue mah langsung cabut aja kalo hal itu terjadi." Ujar Bintang dengan niat bercanda.

Mendengar candaan Bintang, Bulan pun langsung memukul lengan Bintang pelan, sembari menggelengkan kepalanya. Begitu akrabnya Bintang dengan dirinya, bahkan dalam keadaan serius pun pemuda itu sempat-sempatnya bercanda. Hal itu jelas saja membuat ikatan persahabatan mereka semakin erat saja, meskipun Bintang sendiri masih tidak menyadari akan perasaan lain Bulan untuk dirinya.

"Yee nyebelin lo!" Ujar Bulan dengan nada sedikit kesal, tapi hanya ditanggapi dengan tawa kecil oleh sahabatnya itu.

"Haha, bercanda kok. Baperan amat sih!" Ujar Bintang sambil menaik-naikkan alisnya.

"Karena gue manusia, makanya baper! Bikin panas aja lo!" Ujar Bulan dengan nada yang dibuat kesal, padahal ia sebenarnya sedang menahan senyum dengan aktingnya itu.

Bintang hanya menanggapinya dengan gelengan kepala, senyuman tipis pun terukir di wajahnya. Ia suka ketika melihat Bulan yang kesal seperti itu, dan ia selalu merasa bahwa sifat sahabatnya itu tidak pernah berubah sejak dulu.

Byuurrr!

Saat sedang menikmati momen itu, tiba-tiba saja Bulan disiram air oleh seseorang yang muncul dari belakang mereka. Bulan yang terkejut langsung mengibaskan tangannya ke arah bajunya yang tersiram air itu.

"Lo panas kan? Nih, pendinginan buat lo!" Ujar Jessica sembari menyunggingkan senyum sinisnya.

"Heh! Maksud lo apa nyiram gue kayak gitu!" Ujar Bulan yang sudah benar-benar kesal saat ini, pandangannya pun langsung tertuju pada gadis di hadapannya itu.

"Jes, maksud lo apa sih kayak gitu? Bulan gak ngapa-ngapain lo." Ujar Bintang merasa tidak suka dengan tindakan Jessica yang tiba-tiba.

Jessica tidak menghiraukan perkataan keduanya, ia justru tertawa lalu menyilangkan tangannya di dada. Ia merasa ini merupakan suatu kemenangan baginya untuk hari ini.

"Ya, anggap aja ini sebagai hadiah buat Bulan. Lagipula lo tau kan, Bulan? Betapa bencinya gue sama lo!" Ujar Jessica sembari mendorong Bulan dengan jari telunjuknya.

Melihat sikap Jessica, Bulan pun langsung mengepalkan erat tangannya. Hubungannya dengan Jessica memang tidak pernah akur sejak awal bertemu di SMA itu. Tapi, Bulan tidak menyangka bahwa Jessica bisa bertindak seperti ini, terlebih yang sering didapatkan Bulan hanya perkataan tidak menyenangkan dari Jessica saja.

"Gue gak ngerti sama lo, Jes! Apa sih yang buat lo sebenci itu sama gue, hah?!" Ujar Bulan sedikit meninggi bahkan ia berjalan mendekat ke arah Jessica.

Tapi, Bintang langsung menghentikan langkah Bulan dengan mencengkram pergelangan tangan Bulan. Ia hanya tidak ingin Bulan kelepasan karena emosinya. Terlebih Bintang pun tahu bahwa Bulan sulit mengontrol emosinya jika Bulan sudah benar-benar marah seperti ini.

Langkah Bulan terhenti, tapi tatapan matanya sama sekali tidak luput dari gadis itu. Bintang pun tidak mengatakan apa-apa, ia hanya mencoba menghentikan Bulan agar tidak terlalu jauh dalam bertindak. Ia membiarkan Bulan dan Jessica berdebat dulu, karena ia tahu bahwa sahabatnya itu benar-benar marah saat ini.

"Hello, lo itu jadi pusat perhatian di taekwondo tau gak?! Dan gue gak suka lo yang jadi anak emasnya Pak Suryo!" Ujar Jessica dengan nada tinggi sembari memutarkan bola matanya.

"Jealous? Iri lo sama gue?!" Ujar Bulan tak kalah emosinya, bahkan ia bisa merasakan bahwa dirinya semakin merasa hawa panas ketika berdebat dengan gadis itu. "Heh, kalo mau jadi anak emasnya Pak Suryo ya usaha bukannya iri sama pencapaian orang lain!"

"Ihhhh!! Awas aja lo Bulan! Urusan kita belum kelar!" Ujar Jessica kesal, lalu berbalik pergi. Tapi tidak sebelum ia menghentakkan kakinya dan mengibaskan rambutnya tepat di wajah Bulan, seakan langsung terkena mental setelah kata yang dilontarkan oleh Bulan.

Bulan menghela nafas kasar, ia menatap Jessica yang sudah berlalu dengan tatapan tajam. Ia tidak mengerti pola pikir gadis itu, Jessica terang-terangan menunjukkan rasa tidak sukanya terhadap dirinya.

Cukup lama Bulan menatap gadis itu, ia pun akhirnya mencoba untuk menenangkan diri setelah emosi yang sempat menguasai. Bahkan ia lupa untuk sejenak, bahwa Bintang ada di sana.

"Udah tenang?" Tanya Bintang setelah dirasa emosi Bulan sudah cukup berkurang.

"Sedikit, masih kesal gue sama tuh cewek! Udah nyiram gue malah ngatain! Emang gak tau diri!" Ujar Bulan yang meluapkan emosinya dengan mengomel.

Bintang hanya memperhatikan dan tersenyum tipis ketika mendengarkan celotehan Bulan. Tanpa sadar, ia memperhatikan wajah Bulan yang terlihat lucu ketika sedang kesal seperti itu. Bahkan, ia tidak mendengar celotehan Bulan akan rasa kesalnya.

"Lagian nih ya, dia siapa coba ngomong gitu! Dikira dia udah hebat banget apa?!" Ujar Bulan yang terus saja mengomel.

Lagi-lagi Bintang hanya diam tanpa kata, ia benar-benar tidak mendengarkan omelan sahabatnya itu. Ia justru merasa teduh ketika memperhatikan wajah Bulan. Bintang tidak tahu sejak kapan ia suka memperhatikan wajah Bulan seperti itu, tapi baginya saat ini benar-benar merasa berbeda.

"Bintang! Ihh! Lo juga sama ngeselin nya! Lo gak dengerin gue?!" Ujar Bulan yang kembali merasa kesal, bahkan ia pun langsung bersedekap dada. "Hmph!!"

Tersadar dari lamunannya, Bintang pun langsung bersikap seperti biasanya. Ia pun mengangguk perlahan, berpura-pura bahwa ia mendengarkan celotehan Bulan sejak tadi.

"Gue denger." Ujar Bintang singkat.

Bulan tidak menghiraukannya, baginya tetap saja Bintang tidak mendengarkan dirinya tadi. Ia masih mempertahankan posisinya, bahkan tatapannya pun ia alihkan ke arah lain.

"Yee, ngambek mulu." Ujar Bintang yang hanya melihat keheningan dari sahabatnya itu.

Hening, tak ada respon apapun dari Bulan. Bintang menghela nafas panjang, merasa bahwa sahabatnya itu memanglah sangat terbawa perasaan. Tanpa sadar, Bintang meraih tangan Bulan dengan lembut, mencoba untuk menenangkan sahabatnya itu.

"Sorry," ujarnya singkat.

Bulan yang awalnya kesal, perlahan mulai melunak. Terlebih suara Bintang yang sangat lembut jelas saja membuat hatinya merasa luluh. Bulan belum mengatakan apa-apa, tapi tiba-tiba saja Bintang merapikan anak rambut Bulan yang menutupi wajahnya. Bulan terkejut dengan tindakan Bintang itu, dan lagi-lagi jantungnya berdegup kencang seakan ingin melompat keluar dari dalam sana.

"Rambut lo nutupin muka." Ujar Bintang kemudian. "Sekali lagi maaf ya, jangan ngambek lagi. Iya, gue paham kok lo lagi kesal sama Jessica. Tapi harusnya lo bisa kontrol emosi juga."

Bulan tidak tahu harus mengatakan apa, terlebih perhatian singkat Bintang serta sentuhan singkatnya jelas saja membuat hati Bulan terenyuh. Rasa kesalnya tadi hilang seketika setelah Bintang mencoba menenangkan dirinya.

Bagaimana mungkin Bulan bisa menganggap Bintang hanya sebatas sahabat, sementara perasaannya yang kian bergejolak membuat Bulan benar-benar jatuh hati pada sahabatnya itu.

Cukup lama ia terdiam tanpa kata, akhirnya Bulan pun berujar. "Iya sorry, gue kebawa suasana."

"It's oke, gapapa. Kayaknya kita pulang aja dulu, ke rumah Bibi lo bisa nanti aja. Lagian baju lo basah, cuacanya juga terik banget." Ujar Bintang yang mengalihkan pembicaraan.

Bulan hanya mengangguk singkat, membenarkan perkataan Bintang. Ia pun menarik nafas sejenak, sebelum akhirnya memegang kembali pegangan kursi roda Bintang itu.

"Ya, mungkin lo bener. Thanks ya," ujar Bulan.

Bintang hanya menanggapinya dengan anggukan singkat. Tanpa kata lagi, mereka pun berlalu pergi meninggalkan area sekolah itu di belakang.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

Sekitar jam 3 sore, Bulan dan Bintang sudah tiba di rumah Bibi Bulan itu untuk membicarakan tentang pekerjaan yang disetujui Bintang. Keduanya di sambut hangat oleh wanita itu, bahkan mereka juga disuguhkan teh dan camilan ringan.

Bintang sudah sangat akrab dengan keluarga Bulan, tapi untuk bibinya baru hari ini Bintang bertemu dengannya. Memang rumah Bulan dan bibinya itu tidaklah jauh, hanya terpisah oleh beberapa gang saja.

"Jadi Bintang, kamu setuju kalo kerja sama Tante? Kerjanya ringan kok, kamu cuma review barang aja di live." Ujar bibi dari Bulan itu. "Tapi tante penasaran, apa yang membuat kamu ingin menghasilkan uang sendiri?"

"Jadi gini tante, Bintang kan sekarang tinggalnya sama Bulan karena suatu hal. Bintang gak mau aja merepotkan keluarga Bulan terus-menerus, setidaknya Bintang punya penghasilan sendiri. Sekurang-kurangnya untuk bantu ekonomi mereka juga, tante." Jelas Bintang yang langsung berterus terang, walaupun ia tidak menyebutkan tentang sebab ia tinggal bersama Bulan sekarang.

Bibi Bulan itu langsung menganggukkan kepalanya perlahan, merasa sedih dan simpati dengan cerita Bintang. Sementara Bulan, gadis itu sedang tidak ada saat pembicaraan itu karena ia sedang berada di dalam toilet.

"Tante ngerti sekarang. Kamu bisa kesini besok, sekalian tante ajarin caranya." Ujarnya.

Bintang mengangguk perlahan, ia merasa sedikit lebih lega setelah mendapatkan pekerjaan itu. Niatnya sudah bulat, dan Bintang berjanji akan membantu keluarga Bulan sebisanya. Terlebih, keluarga Bulan memang sangat baik padanya bahkan sejak kecil.

"Terima kasih, tante. Besok pulang sekolah Bintang langsung kesini." Ujar Bintang dengan seutas senyum tipis.

"Sama-sama Bintang, semoga betah ya kerja sama tante. Soalnya tante agak cerewet orangnya," ujar bibi Bulan yang bernama Sinta itu.

Bintang pun tertawa kecil menanggapinya, ia merasa santai dengan kejujuran bibi Bulan itu. Saat itu juga, Bulan kembali dari arah belakang dan bergabung dalam percakapan mereka.

Setelah beberapa menit berlalu, Bulan dan Bintang pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Waktu pun sudah menunjukkan pukul 4 sore, yang mengharuskan keduanya pulang karena tugas sekolahnya.

"Bi, Bulan sama Bintang pamit dulu ya, soalnya ada tugas." Ujar Bulan pada bibinya itu.

"Iya tante, kami pamit dulu ya. Insya Allah setelah pulang sekolah besok Bintang kesini lagi." Ujar Bintang sopan.

Setelah berpamitan dan mendapatkan balasan dari si pemilik rumah, keduanya langsung berbalik pergi menuju ke rumah Bulan. Bintang merasa tidak sabar untuk hari esok, ia begitu semangatnya untuk memulainya.

Sementara Bulan, ia tidak menyadari bahwa di kejauhan ada seseorang yang sedang mengawasi mereka, tatapannya tajam seakan tidak suka melihat kedekatan di antara keduanya. Bulan hanya fokus pada perbincangannya dengan Bintang, tanpa memperhatikan siapapun di sekitar mereka.

^^^Bersambung...^^^

1
ndah_rmdhani0510
Ayo jangan lupa tinggalkan jejaknya ya, like komen dan dukungannya dibutuhin banget biar semangat juga aku buat up-nya😊
JJ Official
PENDAPAT :
Hai bang/kak, aku lumayan suka sama Cerita Abang/kakak, karena penggunakan Kalimat Deskriptif yang baik serta Rasa Cinta yang Mulai Tumbuh Antara Bulan Dan Bintang

SARAN/PERBAIKAN:
novelnya Lumayan Bagus, Saya Suka, Tapi Alangkah Baiknya kakak/Abang tambahkan konflik eksternal pada karakter Bulan/bentang

REKOMENDASI :
Aku Punya Rekomendasi buat Kakak/Abang buat ngembangin Cerita ini, mungkin Kamu bisa bikin Konflik eksternal yang dihadapi Bulan/bintang, kayak misal-kan ada orang yg suka sama bulan/bintang dan dia gak suka kalau mereka berdua-duaan dan membuat Rencana untuk melakukan tindakan eksterem terhadap bulan/bintang atau mungkin orang itu terus bikin rencana supaya Bulan Dan Bintang Saling Benci untuk Eps selanjutnya...

PESAN :
Ingat ya! Jangan pernah menyerah Dalam Berkarya! aku tau karya ada yang rame dan ada yang tidak, tapi tetap pertahankan karyamu! jangan karena Ceritanya tidak populer, kamu berpikir bahwa kamu harus menyerah! TETAP SEMANGAT, DAN JANGAN MENYERAH, WALAU BADAI MENYERANG!
ndah_rmdhani0510: Terima kasih buat saran dan dukungannya, dan memang konflik seperti itu memang sudah direncanakan, tinggal tunggu bab nya saja. Nanti di bab bab selanjutnya konfliknya bakal ke arah seperti yang anda katakan. Mohon bersabar untuk menunggu bab-bab itu ya🙏😊
total 1 replies
yuningsih titin
sabar bulan, kalo jodoh ngga kemana
yuningsih titin
wah bulan cemburu ya
yuningsih titin
wah bulan diam diam suka ama bintang ya
yuningsih titin
bintang kamu bandel banget ya, bulan sabar ya
yuningsih titin
bagus ceritanya... bintang kamu yang nurut kalo dinasehati tuh
JJ Official
Kapan Up kak?
kalea rizuky
lanjut donk
kalea rizuky
kapok di ingetin yg bner ma bulan ngeyel mereka. temen toxic
kalea rizuky
aneh ngeluh doank bisanya lu aja naik. motor kayak punya nyawa dobel. giliran lumpuh sok nyalahin Tuhan dih laki kok. GOblok amat
kalea rizuky
buat bulan tegas thor dia kn suka taekwondo biasanya cwek yg suka. olahraga g menye menye cengeng.. ini bulan malah cengeng
ndah_rmdhani0510: Oh iya... Makasih ya kak buat sarannya
total 1 replies
kalea rizuky
g salah rev. klo. g di bles ya mundur alon alon
kalea rizuky
g tau diri emank si bintang uda biarin aja bulan dia mau di siksa ortunya mau balapan cuekin aja
JJ Official
Hai Kak, Saya Sudah membaca Novel Kaka dari Bab 1 - 7 dan saat saya baca novel Kaka, Saya sedikit Kebingungan, sebenarnya Konflik Apa yang sebenarnya Dihadapi Oleh bintang sehingga dia menjadi anak yang nakal dan acuh tak acuh? dan apa pekerjaan Orang Tua Bulan sehingga dia bisa tinggal di keluarga yang Tidak Terlalu Kaya dan tidak terlalu Miskin? dari Bab 1 Bintang dan Bulan Tampaknya sudah Kenal, tidak dijelaskan bahwa mereka ketemu dimana? kenalan dimana? dan suka ngobrolin apa? begitu ya kak. itu saja kritik dari saya semoga Kaka bisa Up Episode 8 Dengan Alur yang Lurus ya kak 😊
ndah_rmdhani0510: Sudah di revisi, semoga suka ya sama ceritanya... Happy reading 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!