NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pengangguran

Aku Bukan Pengangguran

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:55.9k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Soehardi

Wati seorang istri yang diperlakukan seperti babu dirumah mertuanya hanya karena dia miskin dan tidak bekerja.

Gaji suaminya semua dipegang mertuanya dan untuk uang jajannya Wati hanya diberi uang 200ribu saja oleh mertuanya.

Diam-diam Wati menulis novel di beberapa platform dan dia hanya menyimpan gajinya untuk dirinya sendiri.

Saat melahirkan tiba kandungan Wati bermasalah sehingga harus melahirkan secara Caesar. ibu mertua Wati marah besar karena anaknya harus berhutang sama sini untuk melunasi biaya operasi Caesar nya.

Suaminya tidak menjemputnya dari rumah sakit. saat Wati tiba dirumah mertuanya dia malah diusir dan suaminya hanya terdiam melihat istrinya pergi dengan membawa bayinya.

Bagaimana nasib Wati dan bayinya? Akankah mereka terlantar dijalanan ataukah ada seseorang yang menolong mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Soehardi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29

Fitri dan mpok Leha pergi ke kota naik mobil juragan Bisri.

Fitri memperhatikan jalan-jalan desa yang dihampari sawah terkadang mereka melewati hutan bambu dan jalanan cukup curam. Mobil terguncang-guncang. Fitri meringis menahan sakit. Tapi setelah keluar dari jalan desa semua berjalan dengan lancar. Kota kecil yang mereka tuju cukup lengkap fasilitasnya ada Mall walau tidak besar. Hal pertama yang dituju Fitri adalah ATM. Dia meminta sopir berhenti di ATM karena dia akan mengambil uang tunai.

Kemudian dia ke toko pakaian untuk membeli pakaiannya sendiri juga dalaman. Lalu dia minta diantar ke toko ponsel.

Ternyata di toko ponsel yang dia datangi bisa dibayar dengan kartu debit. Fitri ingin membeli ponsel baru dan dia juga membelikan ponsel untuk Bagas dan orang tuanya.

Selesai membeli ponsel Fitri mengajak makan di restoran cepat saji dan pulangnya membeli beberapa potong ayam untuk makan malam.

Terakhir dia minta diantar ke toko emas. Dia membeli satu set perhiasan emas untuk mpok Leha. Setiap berhenti di tujuan sopir juragan Bisri harus membantu Fitri naik dan turun dari mobil karena kondisi fisik Fitri masih lemah.

Fitri minta segera pulang, dia kelelahan. Dalam perjalanan pulang Fitri tertidur dan sesekali bangun karena guncangan mobil yang mereka kendarai.

Akhirnya mereka sampai. Sopir juragan Bisri melihat Fitri nampak kelelahan berinisiatif langsung menggendong Fitri sampai ke rumah mpok Leha dan membaringkannya di atas balai yang di dapur tempat Fitri tidur.

“Istirahat saja neng, harusnya neng belum kuat bepergian tapi neng Fitri bersikeras pergi.” Kata mpok Leha.

“Tidak apa-apa Mpok. O ya. Tolong bayarkan sewa mobilnya pok ini uangnya.” Kata Fitri sambil menyodorkan sejumlah uang kepada mpok Leha.

Mpok Leha menerima uangnya dan memberikan kepada sopir juragan Bisri.

Fitri mengetik pesan pada no suaminya mengabarkan keadaannya dan dimana dia sekarang.

Tak lama kemudian dering ponsel baru Fitri berbunyi Fitri mengangkat video call dari suaminya.

“Ma benarkah ini kamu ma?” Mama dimana sekarang?.

Fitri sangat lega ternyata suaminya fast response. Fitri menceritakan apa yang telah dialaminya dan sekarang berada di rumah mang Edun di Sukabumi. Dia pun memberikan sharelock keberadaannya kepada suaminya.

Tono tidak membuang waktu dia langsung persiapan menjemput istrinya dikawal dengan beberapa bodyguard yang dia sewa menuju ke tempat istrinya berada.

Malam itu adalah malam terakhir Fitri berada dirumah keluarga mang Edun. Bagas sangat gembira menerima hadiah handphone dari Fitri. Begitu juga mang Edun terlebih mpok Leha yang langsung memakai perhiasan yang dibelikan Fitri.

Fitri mengetik pesan kepada suaminya untuk menyiapkan hadiah berupa uang tunai untuk keluarga mang Edun yang telah menyelamatkan nyawanya.

Esok hari Fitri menerima video call suaminya dia sudah mandi dan sedang berjemur di halaman rumah mang Edun. Udara pagi itu dingin tapi matahari bersinar tanpa halangan kabut pagi. Rumah kang Edun sederhana tapi taman bunga tertata rapi dan ada gemericik air sungai yang airnya sangat jernih di belakang rumahnya.

Malam sebelumnya Tono menerima pesan dari Fitri dan sudah video call dengan Fitri dia mempersiapkan penjemputan istrinya dia berangkat dini hari dengan membawa bodyguard. Ibu mertuanya ingin ikut tapi dilarang oleh Tono.

“Ibu di rumah jaga Satria saja bu yang penting ibu sudah tahu Fitri baik-baik saja. Nanti kalau ibu ikut gantian Satria yang diculik bagaimana?”

Oh iya ya. Ya sudah ibu dirumah saja.” Akhirnya ibu mertuanya mengalah.

Hasil penyelidikan Tono selama ini mengarah ke pengkhianatan teman Fitri sendiri karena makanan hidden gem yang katanya akan dituju ternyata tidak disitu tempatnya. Tapi masih sulit membuktikan kalau dia adalah pengkhianatnya.

Bagi Tono yang terpenting adalah istrinya selamat dan baik-baik saja.

Hari menjelang pagi, rombongan Tono mulai memasuki desa tempat Fitri ditampung di rumah mang Edun. Medan yang cukup sulit menuju desa mang Edun membuat Tono berpikir sungguh mujizat Tuhan istrinya masih hidup.

Fitri mendengar suara mobil berhenti di ujung gang. Bagas yang saat itu akan berangkat ke sekolah kembali berbalik arah mengantarkan suami Fitri.

“Fitri…” panggil Tono. Sambil setengah berlari menuju istrinya.

Fitri menoleh dia ingin beranjak tapi harus pelan-pelan dan ditopang oleh tongkat. Tapi belum sempat berdiri suaminya sudah memeluknya. Aroma tubuh suaminya membuat Fitri tersadar kalau dia tidak bermimpi. Dia balas memeluk suaminya.

“Ayo kita masuk mas, kau harus bertemu dengan tuan rumah yang menyelamatkan nyawa ku. Itu Bagas kenalin dialah orang pertama yang menemukan tubuhku.” Kata Fitri.

Tono menjabat tangan Bagas dan memeluknya. Terimakasih sudah menyelamatkan istriku.”

“Ini suaminya kak Fitri?” Tanya Bagas.

“Iya gas dia suami kakak.”

“Ayo masuk kak. Ayah dan ibu ada didalam” kata Bagas.

Fitri bangkit dan berjalan dengan tertatih tatih.

Bagas masuk ke dapur memanggil orang tuanya. Dan mereka keluar menemui suami Fitri.

“Oh jadi ini suami neng Fitri, senang akhirnya bisa ketemu den. Mari silahkan duduk.” Kata mang Edun setelah bersalaman dengan Tono.

Mang Edun menceritakan bagaimana dia menemukan Fitri awalnya dia mengira Fitri mengalami kecelakaan lalu lintas. Dia tidak menyangka kalau Fitri korban penculikan.

Tono memberikan totebag kepada mang Edun sebagai oleh-oleh. Tote Bag itu berisi sarung dan baju Koko dibawahnya ada bungkusan berwarna coklat yang akan membuat mang Edun terasa mau pingsan saat membukanya setelah kepergian Fitri dan suaminya.

Fitri bersiap-siap akan pulang tapi mpok Leha menyuruhnya makan dulu. Mpok juga menyajikan makanan untuk rombongan Tono. Mereka makan dirumah mang Edun yang sederhana.

Setelah selesai sarapan dan ngopi di rumah mang Edun. Tono dan Fitri berpamitan. Mpok Leha menangis saat berpelukan dengan Fitri.

“Hati-hati di jalan ya neng. Kapan-kapan mampirlah ke rumah kalau kebetulan lewat daerah sini.” Kata mpok Leha.

“Iya pok, Fitri pasti akan datang lagi kalau kangen. Mpok sudah seperti kakak sendiri bagi Fitri. Terimakasih banyak atas semua kebaikan Mpok dan mang Edun. Berkat kalian Fitri masih hidup dan punya kesempatan berkumpul kembali dengan keluarga Fitri.” Kata Fitri sambil terisak.

Fitri menyalami mang Edun dan memeluk Bagas. “Belajar yang rajin ya gas kamu sudah menyimpan nomor kakak. Nanti lulus SMA kamu harus kuliah. Hubungi kakak kalau kamu kelulusan ya.”

“Iya kak, terima kasih. Kakak jaga diri baik-baik ya kak.” Kata Bagas.

Rombongan Tono berjalan menuju ke mobil. Tono menyesuaikan diri dengan langkah istrinya yang pelan tertatih-tatih. Hatinya teriris-iris melihat kondisi istrinya. Dia membuka pintu untuk istrinya. Seperti biasa Fitri kesulitan naik ke mobil yang tinggi. Saat itu Tono menggunakan mobil Alphard yang biasa dia pakai sehari-hari. Tono menggendong istrinya dan mendudukkan di kursi. Lalu memutar dan duduk disampingnya.

Fitri membuka jendela dan melambaikan tangannya pada keluarga mang Edun.

Akhirnya rombongan Tono beriringan meninggalkan desa itu kembali ke Jakarta.

1
Evy
Intel tuh calon suami Ira..
Evy
Harusnya cari kost an aja'..biar lebih hemat...
Nany Susilowati
klu tidak salah di awal cerita di bilang ayah doni seorang tenaga pendidik artinya kan pns kok bisa nikah siri n nyuruh istrinya menggugat bukannya klu di laporin ke atasan bisa langsung di pecat maaf bukan membela istrinya tapi begitulah undang* di negeri kita 🙏🙏🙏
Sri Wahyuni: byk PNS yg nikah diam-diam. semua tergantung istri klo mau mempertahankan pensiun dia tdk akan melaporkan. tp klo mau cerai ya dipecat dg tidak hormat.
total 1 replies
Lee Mbaa Young
maaf ilfil waktu penulis bela pelakor sorry apapun alasannya hub mereka perselingkuhan.
Sri Wahyuni: setiap orang bebas berpendapat. tapi inilah realita yg jarang diperhatikan orang. ada yg Legawa menerima poligami ada yg menentang.
total 1 replies
Lee Mbaa Young
sebegitunya mmbela perselingkuhan ayah dony si penulis knp apa sdng di posisi itu.
tak Ada wanita baik baik yg mau nikah ma laki orang apapun alasannya.
Kl dulu dpt perlakuan kurang baik Dr lakinya hrse gk jd duri di rumah tangga orang lain itu baru janda bermartabat.
Lee Mbaa Young
Selingkuh an kan bukan nikah setelah cerai, jng memutar balik kan fakta.
mereka selingkuh 🤣🤣🤣.
sebegitunya penulis mmbuat nm baik pezina. nikah saja cm siri kan 🤣🤣.
bukan nikah sah.
yg bgini nih selalu menormalisasi perselingkuhan dng dalih istri gk baik.
pdhl sm sama gk baik loh.
Nany Susilowati: emang udah end thor...
total 1 replies
Lee Mbaa Young
Kok enak ya hidup pelakor, dng alasan istri pertama gk baik trus nikah lagi.
sama aja zina, poligami hrs dng izin istri pertama. kdang yg bgini mlh di dukung padahal mereka pasangan selengki.
hrse dpt karma lah tu pasangan zina
Lisa Yacoub
anjing menggonggong/ menyalak bukan mengaum, thor.
Sri Wahyuni: anjing mengaum kalau ada entitas gaib. bukan menyalak atau menggonggong. kalau bahasa Jawa asu baung
total 1 replies
Wanita Aries
lanjutt
Nany Susilowati
lupa apa thor di bab sebelumnya bukannya bilang anak kakak wati cewek semua
Nany Susilowati
udah 5 bulan lho... anaknya mosok belum mau di sentuh
Wanita Aries
Trnyata hanya ank pungut aja tp kelakuan kyk setan si rani.
Akhirnya ira bs hidup tenang wlw gk brteman dgn fitri lg
Wanita Aries
Makin seru
wiwid
lanjut
⨀⃝⃟⃞☯Ayodyatama🌹
untung mertuaq baik🤭
⨀⃝⃟⃞☯Ayodyatama🌹
wati kamu keren..lanjutkan🤭
⨀⃝⃟⃞☯Ayodyatama🌹
bener kan...bab pertama aja udah bagus...ok wati bikin suami dan keluarganya menyesallllll
Wanita Aries
Nah lho rani siap” aja
Marifatul Marifatul
yg bnykkkkk dooong 🥰
Wanita Aries
Wahh jodohnya ira nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!