robi lihat jodohku calon masa depan gw. menunjuk ke arah cowo berseragam SMA
yang mana ege di sana banyak orang. Lo masih bocil aja udah jodoh jodoh segala. robi menoyor kepala puri.
puri tertawa di atas sepedah miliknya.
ayo balik bentar lagi mau ujan udah gelap. ajak Robi.
jangan tinggalin gw rob rob. ucap puri namun sebelum dia mengayuh sepedanya dia menoleh kembali ke arah anak cowo yang berseragam SMA itu.
kan katanya ucapan adalah doa maka dari itu gw mau ucapin itu biar nanti jodoh gw kaya dia kalau bisa dia aja tuhan.ucapnya dalam hati puri.
pagi hari yang cerah menyilaukan setiap mata yang melihatnya begitu pun dengan mata puri yang begitu terpesona dengan ke wajah rupawan sang anak laki laki yang dia sebut jodohku.
tutup mulut Lo laler masuk.robi menutup mulut puri dengan tangannya
sialan Lo mana ada laler di sini. lagian bibir gw nga terbuka juga. puri memukul lengan Robi
lagian Lo dari tadi liatin Mulu tuh cowo kenapa. tanya Robi
cowo itu yang gw maksud. ucap puri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyzi4, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 29
Juwi yang tidak ke bagian tempat duduk pun menghampiri geng Al. " gw boleh numpang sini nga."
mereka pun menoleh ke arah sumber suara. " cari bangku lain aja, tumben Lo sendiri mana temen karib Lo." tanya dera
" dia bukan temen gw lagi." jawab Juwi melangkah pergi
namun di tahan oleh Ali. " duduk sini Juwi, samping gw."
Juwi mengitari mereka dan duduk samping Ali. Juwi duduk santai menyantap makan miliknya dan bermain ponsel
mereka bertiga menatap saling memberi kode. Namun kode itu menganggu Juwi.
" kalo kalian mau tanya, tanya aja, kode kalian terlalu berisik." ucap Juwi
" Lo lagi marahan sama si Leni." tanya Bimo
" nga..." jawab Juwi
" terus kenapa Lo ngomong kalau Lo bukan temennya lagi. Apa si Leni punya temen lain selain Lo." tanya dera
" ya dia bukan temen gw lagi, lagian orangnya juga kan nga ada di sini lagi." ucap Juwi
membuat Al menyambungkan ingatannya pada cerita sang mama. ' apa ini yang membuat puri tidak masuk. Apa yang telah di lakukan Leni pada puri." gumam Al
" Lo temennya pasti tahu, apa yang udah di lakuin si Leni." tanya Al
" dia bully anak kelas 10 sampe masuk rumah sakit." jawab Juwi menyantap makanannya.
" sialan...." Al menggebrak meja membuat seisi kantin menoleh ke mejanya
Bimo pun langsung berpikir sama seperti Al. " jadi si Leni dapat hukuman apa dari sekolah."
" di keluarkan dari sekolah. Cuman orang tuanya mohon mohon agar tidak di keluarkan tapi kepala sekolah menolak permohonannya. Makanya si Leni akan di pindahkan sama orang tuanya keluar kota." ucap Juwi
" sekolah mana." tanya Ali
" gw nga tahu sekolah mana, yang gw tahu dia di tempatkan sama orang tuanya di sekolah yang ada asramanya." Jawan Juwi
" sebentar lagi kan kita ujian, itu sekolah emang mau nampung dia." ucap Bimo
" mana gw tahu kalau masalah itu." ucap Juwi
" makanya jadi orang tuh yang bener jangan cari masalah sama orang, jangan sok deh. Dapet lawan yang sepadan kan kena." ucap dera.
" lagian gw nga cari gara gara, gw cuma bela temen. Lo juga Al, udah punya Leni masih gatel sama tuh cewe anak 10." ucap Juwi
" gw nga pernah pacaran sama si Leni, kenapa Lo ngomong gw gatel." jawab Al
" Lo nga usah bohong Al, tiap hari Lo anter jemput si Leni, kalau kalian nga pacaran apa namanya." ucap Juwi dengan kesal
" nah apa gw bilang Al, nga ada yang percaya kalau Lo bilang nga pacaran sama si Leni." ucap dera
" gw cuma di suruh. Nga ada alasan lain selain itu gw males di marahin terus sama mama gw." jawab Al
" jadi maksud Lo, si Leni ngancem Lo pake mama Lo. Tapi si Leni bilang Lo temen masa kecil, Lo cinta banget sama dia. Lo nga mau jauh dari dia." ucap Juwi
semua tertawa... " lebay banget anjirrr...." ucap ali
" kenapa Lo semua ketawa, itu yang gw denger dari si Leni." ucap Juwi
" gw mau Deket sama dia juga, supaya gw nga banyak yang deketin, gw males sama cewe cewe yang natap gw kaya gitu." jawab Al
" sialan Lo Al, secara nga langsung Lo juga udah manfaatin si Leni." ucap Juwi
" tapi gw nga ngerugiin dia, toh dia gw anter walau gw ke paksa." ucap Al
" tapi masa Lo nga cicip gitu." tanya dera
" Lo pikir gw kaya Lo suka cicip cicip. Gw nga Sudi, gw mau istri gw yang pertama gw cicip." ucap Al
" yeeaaaaa.... Masa sih." ucap ali
" Ting Ting nih.... Kalau nga dapet gimana Al. Jangan sampai tua Lo nga nyicip ya." ucap Bimo
" kalau dia gw cicip." ucap Al
" si anyiiinn...... Sama aja Lo." Bimo melempar bekas kacang yang di makan mereka.
" dia siapa woyy.... Kok gw ketinggalan." ucap dera dan Ali
" siapa lagi.... Masa Lo nga paham." ucap Bimo
" Lo suka sama anak 10 yang kemarin itu." ucap Juwi
Al hanya membalasnya dengan senyuman saja tidak mengatakan apapun.
" gila Lo, dia kan udah punya cowo yang suka bareng terus sama tuh cewe." ucap Juwi
" ooowww... Owww..... Ternyata ketua kita mau jadi PHO." ucap dera
Ali manggut manggut. " sebelum janur kuning melengkung masih bisa di bicarakan."
" gassss polllll....." ucap Bimo
" Lo semua gila.... Dukung orang yang mau merusak." ucap Juwi
" kalau kita sih setuju, supaya apa????." ucap ali
" Al tetap di sini....." ucap semuanya
" emang Lo mau kemana?" tanya Juwi
" gw..." ucap Al
" iya lah Lo, siapa lagi." ucap Juwi
" gw nga kemana mana, gw masih duduk di sini. Cuma bentar lagi masuk kelas." ucap Al
" anjiirrrrr Lo sama kaya temen Lo, stresss semua. lebih baik gw pergi dari sini sebelum ketularan Lo semua." ucap Juwi
semua tertawa melihat Juwi pergi dengan kesal.
Jam terus bergulir...
Setelah pulang sekolah latihan basket terus di adakan karena Minggu depan sudah bertanding dengan sekolah lain.
Al bergantian dengan yang lain, saat itu Bayu juga beristirahat bersama Dio
Al duduk samping Bayu untuk memberitahu cara cara bermainnya, trik trik yang di ajarkan oleh Al pada mereka semua yang tengah duduk beristirahat.
Setelah selesai berdiskusi tentang cara bermain dan trik. Al bertanya kabar puri pada mereka.
Dio dan Bayu saling pandang. " puri baik." ucap keduanya.
" salam buat dia, maaf gw nga tahu masalah yang terjadi, maaf juga kalau gw yang udah membuat susah dia." ucap Al
" maaf juga sama temen Lo yang suka bareng puri, gw nga tahu menahu tentang masalah ini, kalau mereka menuntut tanggung jawab gw, gw bakalan tanggung jawab kalau puri terjadi sesuatu." ucap Al
" iya bang, tapi puri baik kok." ucap Dio
" dia sehat kok bang, kenapa emang. Si Robi ngomong apa sama Abang." tanya Bayu
" gw cuma nga enak aja, gara gara gw Deket sama puri, puri jadi kena bully si Leni." ucap Al
" itu cewe Abang kan, mungkin cemburu. Makanya bang kalau udah punya cewe jangan deketin cewe lain lagi. Untung puri nga kenapa kenapa kalau sampai terjadi sesuatu pasti berabe." ucap Bayu
" si Leni bukan pacar gw, dia cuman temen aja." ucap Al
" bang kita juga cowo, kadang ada bosennya sama cewe tapi jangan gitu lah bang, sampe nga di akuin gitu." ucap Dio
" beneran gw sama dia cuma temen, kalau masalah gw suka balik bareng dia, karena dia tetangga gw. Kadang gw juga suka ningalin dia, kalau gw lagi males bareng dia." ucap Al