Alisha Inara gadis cantik yang berusia 20 tahun, dia biasa di panggil Nara. Nara seorang gadis lugu, sederhana dan suka membantu Ibunya.
Suatu hari Nara di pertemukan laki-laki yang suka padanya, laki-laki itu bernama Adit Irawan yang satu tempat kerja dengannya dan berteman pula di Facebook.
Di hari yang bersamaan setelah berada di rumah Nara berkenalan dengan Veri Firmansyah melalui media sosial Facebook dari pesan Messenger.
Kisah Percintaan mereka seperti roller coaster penuh dengan lika liku.Siapakah yang akan mendapatkan Nara.
Buat yang penasaran dengan ceritanya, langsung saja ya baca ceritanya..
Terimakasih banyak 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windye Indie Prakoso, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Pertemuan Pertama Adit dengan Orang Tua Nara.
"Mobilnya parkir di lapangan seberang rumah aku saja ya sayang, biar tidak mengganggu orang jalan." Ucap Nara.
"Siap sayang Laksanakan." Jawab Adit sambil memarkirkan mobilnya.
Setelah parkir Adit mematikan mesin mobilnya.
"Kamu beneran sayang mau ketemu sama orang tua Aku sekarang?" Tanya Nara karena masih tidak percaya dengan keberanian Adit.
"Iya beneran sayang, aku sudah niat dari kemarin. Sebentar aku mau buka bagasi dulu kamu jangan turun dulu ya." Ucap Adit sambil tersenyum.
Adit turun dari mobilnya dan berjalan menuju bagasi mobilnya untuk mengambil buah tangan yang berisi parsel buah yang sudah di persiapkannya untuk bertamu ke rumah Nara dan bertemu dengan kedua orang tua kekasihnya.
"Iya..Memangnya ada apa si Kak, kok aku tidak boleh turun dulu." Sahut Nara sambil melihat Adit berjalan kebelakang dan membuka bagasi mobilnya.
Adit berjalan ke arah Nara dan membuka pintu mobilnya untuk memperlihatkan apa yang sudah ia bawa.
"Aku bawa ini buat orang tua kamu sayang, kira-kira Ibu bapak kamu suka tidak ya?" Tanya Adit sambil memperlihatkan buah tangan yang ia bawa.
"Kamu kapan belinya? tadi kan kita tidak mampir kemana pun Langsung pulang ke rumah aku." Tanya Nara terkejut melihat keseriusan Adit untuk bertemu orang tuanya.
"Aku sudah beli persel buah ini dari semalam sayang" Jawab Adit sambil tersenyum melihat wajah Nara yang terkejut.
"Terimakasih ya sayang, kamu kok repot-repot banget si sayang." Ucap Nara yang berterimakasih kepada Adit.
"Iya sama-sama sayang, sama sekali tidak repot kok.kan mau ketemu sama calon mertua" Jawab Adit sambil tersenyum menatap Nara.
"Kamu benar-benar perhatian sama aku dan keluargaku. Kamu juga tempatin janji kamu untuk ketemu dengan kedua orang tuaku." Ucap Nara yang berterimakasih kepada Adit sambil membalas senyum Adit.
"Iya sama-sama sayang, aku kan juga mau kenal lebih dekat sama keluarga kamu juga. Lebih cepat bertemu kan lebih baik." Jawab Adit.
"Iya sayang.. Semangat" Ucap Nara yang memberikan semangat untuk Adit.
"Aku kok jadi deg-degan gini ya sayang" Ucap Adit.
"Kenapa kok deg-degan gitu?" Tanya Nara sambil tersenyum melihat wajah Adit yang sedang gerogi.
"Aku pertama kali main ke rumah pacarku, biasanya kan mantan-mantanku yang datang ke rumah aku sayang." Jawab Adit.
"Terus kamu kenapa mau main kerumah aku?" Tanya Nara.
"Kamu kan perempuan yang paling spesial buat aku sayang, kamu itu beda dari perempuan perempuan lain yang pernah aku kenal sebelumnya." Jawab Adit sambil memegang erat tangan Nara dan tersenyum menatap Nara.
"Alhamdulilah.. Terimakasih ya sayang" Ucap Nara membalas senyum Adit.
"Ya sudah ayo kita masuk kedalam, Mamah aku pasti sudah menunggu kedatangan kita." Ucap Nara yang mengajak Adit segera kerumahnya.
Nara pun turun dari mobil dan Adit otomatis mengunci pintu mobilnya dengan remot mobil yang ada di tangannya.
Nara dan Adit berjalan ke rumah Nara. Sesampainya di rumah Nara dan Adit melepaskan sepatunya.
"Tok..Tok..Tok..Assalamualaikum Mah." Ucap Salam Nara sambil mengetuk pintu.
"Walaikumsalam, Tunggu sebentar Nak" Teriak Ibu Lisa dari dalam rumahnya.
Ibu Lisa berjalan ke arah ruang tamu dan membukakan pintu untuk Nara dan Adit.
"Ini yang Namanya Kak Adit Mah". Ucap Nara sambil mencium tangan Ibu Lisa.
"Oh ini yang namanya Nak Adit yang biasa di bicarakan Rangga ke Mamah." Jawab Ibu Lisa sambil tersenyum melihat Adit.
"Salam kenal Ibu, Iya saya Adit ibu" Sahut Adit sambil bersalaman dan membalas senyum Ibu lisa.
"Ayo silahkan masuk Nak" Ucap Ibu Lisa.
"Terimakasih Ibu, maaf Ibu ini ada sedikit oleh-oleh buat Ibu dan Bapak, mohon di terima ya bu." Ucap Adit sambil memberikan parsel buah kepada Ibu Lisa.
"Ya ALLAH..Terimakasih ya Nak, kamu kok repot-repot banget si Nak, kalau mau main main saja Nak tidak usah bawa apa-apa" Jawab Ibu Lisa sambil menerima pemberian dari Adit dan tersenyum melihat Adit.
"Tidak repot kok bu" Ucap Adit dan membalas senyum Ibu Lisa.
"Ya sudah duduk dulu ya Nak Adit, ibu masuk kedalam dulu ambilkan minum buat nak Adit" Ucap Ibu Lisa.
"Biar aku saja Mah yang buatkan minum untuk Kak Adit." Sahut Nara.
"Oh ya sudah Ini sekalian kamu bawa masuk kedalam ya Nak, biar Mamah yang menemani Nak Adit disini sambil menunggu Bapak kamu pulang." Jawab Ibu Lisa sambil memberikan buah tangan yang di berikan Adit untuk di letakkan di dalam oleh Nara.
"Memangnya Bapak hari ini lembur lagi Mah?" Tanya Nara.
"Hari ini Bapak tidak lembur kok Nak, tadi pas kamu telepon Mamah. Mamah juga langsung telepon Bapak kamu untuk segera pulang, paling sebentar lagi juga sampai Nak".
"Alhamdulilah, Ya sudah aku masuk kedalam dulu ya Kak. Aku mau buatin kamu minum dulu ya, kamu ngobrol saja dulu sama Mamah Aku." Ucap Nara dan tersenyum sambil melihat wajah Adit yang sangat terlihat gugup.
"Iya, kamu jangan lama-lama ya." Jawab Adit sambil tersenyum.
"Ok bos" Sahut Nara dan bergegas masuk kedalam untuk membuatkan Adit minum.
"Bapak memangnya kerja dimana Ibu?" Tanya Adit yang membuka percakapan dengan Ibu Lisa.
"Bapak kerja di percetakan Nak, sebentar lagi juga balik." Jawab Ibu Lisa.
Beberapa menit kemudian sampailah Pak Toni di depan rumah dan mematikan motornya.
"Alhamdulilah.. Panjang Umurnya itu Bapak sudah pulang tunggu sebentar ya NAK Adit ibu keluar menemui Bapak dulu." Ucap Ibu Lisa.
"Iya Ibu silahkan" Jawab Adit.
Ibu Lisa bergegas jalan menghampiri Pak Toni yang sedang melepaskan helm dan jaketnya.
"Assalamu’alaikum Mah" Ucap salam Pak Toni saat melihat istrinya menghampirinya.
"Walaikumsalam Pak, Alhamdulillah.. Lancar pak tadi di jalan?" Tanya Ibu Lisa sambil bersaliman mencium tangan Pak Toni.
"Agak macet Mah, mungkin karena ini hari jumat kali ya banyak yang pulang ngantor juga." Jawab Pak Toni.
"Iya mungkin Pak" Sahut Ibu Lisa.
"Nara sama temannya sudah sampai rumah Mah?" Tanya Pak Toni.
"Sudah Pak, itu lagi duduk di dalam sedang menunggu bapak pulang juga" Jawab Ibu Lisa.
"Ini Mah Bapak tadi beli Martabak, Sana di letakkan di piring biar temennya Nara Makan." Ucap Pak Toni sambil memberikan martabak ke IBU Lisa.
"Iya Pak" Jawab Ibu Lisa.
Ibu Lisa dan Pak Toni masuk ke dalam dan menghampiri Adit yang sedang duduk di ruang tamu.
"Assalamualaikum" Ucap salam Pak Toni.
"Walaikumsalam Pak, salam kenal Pak saya Adit." Jawab Adit sambil bersalaman mencium tangan Pak Toni.
Pak, Ibu masuk kedalam dulu ya mau letakkan martabaknya ke piring ini Pak.
"Iya Mah, ya sudah sana" Jawab Pak Toni.
"Oh Ini yang Namanya Nak Adit" Sahut Pak Toni sambil menatap wajah Adit.
"Iya Pak benar" Jawab Adit dengan gugup.
"Kamu duduk dulu ya, Bapak masuk ke dalam dulu mau berganti pakaian dulu" Ucap Pak Toni dengan tegas.
"Iya pak" Jawab Adit singkat sambil tersenyum melihat wajah Pak Toni karena begitu gugupnya.
Nara pun keluar dari dalam membawakan minuman untuk Adit dan Pak Toni.
"Hmm.. Bapak sudah pulang, ini Pak minum dulu" Ucap Nara sambil meletakkan gelas minumnya dan piring yang berisi martabak di atas meja dan segera mencium tangan Pak Toni.
"Bapak mau mandi dulu ya Nak sebentar, kamu temenin dulu itu temen kamu ya." Ucap Pak Toni.
🌸BERSAMBUNG 🌸
Maaf ya teman-teman jika ada kesalahan dalam penulisan, mohon kritik dan sarannya ya.. Jangan lupa tinggalkan jejak yaa 😉
Jangan lupa Like, Komen, Vote dan Rate ya
Terimakasih banyak sudah mampir 🙏 🙏 🙏
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Semangat Up kak, lanjut 🌸🌸🌸
salam dari -ZEVANAYA-
salam hangat dari Zahra Anak Yang Tak Berdosa