Hati Lilian hancur seketika setelah sang suami, "Alen" kembali dari dinas di luar kota membawa seorang perempuan hamil bersama nya.
"Siapa wanita itu mas? Kenapa kau membawanya pulang ke rumah kita?"
Tiga tahun pernikahan Lilian tidak memiliki anak, karena itu ia memiliki untuk mengabdi sebagai menantu, ipar serta istri yang baik di keluarga "Bayron" ia tidak pernah membocorkan tentang siapa dirinya dan siapa keluarganya, sehingga mereka semua menganggap Lilian sebagai yatim piatu yang tunduk dan patuh.
"Dia istri asisten ku, sesuatu terjadi di luar kota, asisten ku meninggal karena menyelamatkan ku dan sekarang istrinya hanya punya aku dan keluarga ini untuk melanjutkan hidup, atas wasiat asisiteku dia meminta ku untuk menjaga anak dan istrinya,"
Dilanda keputusan suami yang begitu menyakitkan, akan kah Lilian tetap bertahan? Apalagi setelah kedatangan wanita itu, Alen selalu mengabaikan nya.
Penasaran? Ayo baca kisah mereka di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
"Iya pak, aku benar-benar tidak tau apa penyebab nya, mereka juga tidak menghubungi ku untuk konfirmasi," jelas asisten nya Alen.
"Coba hubungi penanggung jawab proyek itu dan tanyakan padanya kenapa tiba-tiba ada hal sperti ini, kalau infestasi nya di tarik otomatis proyek nya akan gagal dan perusahaan kita akan menanggung kerugian besar," jelas Alen sambil berusaha tetap tenang.
"Maaf pak, tapi aku sudah menghubungi pak Dimas, dia tidak menjawab telpon ku bahkan memblokir nya," jelas sang asisten lagi.
"Apa?! Kurang hajar, mentang-mentang perusahaan ku hanya perusahaan kecil, mereka bisa seenaknya saja, atur jadual kita akan pergi kesana untuk menanyakan secara langsung soal ini," ucap Alen yang kini kepala nya seperti hampir meledak akibat masalah tersebut.
"Baik pak, kalau begitu aku akan segera mengatur waktu agar kita bisa pergi ke perusahaan Pratama grup untuk mengkonfirmasi tentang permasalahan yang muncul secara tiba-tiba ini," ucap sang asisten yang kemudian berlalu pergi dari hadapan Alen.
"Astaga, kenapa sekarang permasalahan muncul tiba-tiba sperti ini, sajak Lilian pergi aku merasa ada yang aneh, sudah selama ini dia masih saja betah di luar dan belum kembali, apa aku harus menghubungi nya sekarang?" batin Alen.
Karena merasa begitu sulit menghadapi semua masalah ini sendirian, Alen pun memutuskan untuk menurunkan ego nya, dia mengambil ponselnya dan kemudian menekan tombol panggilan ke nomer Lilian.
Akan tetapi kejutan lain sudah menunggu Alen, nomer Lilian sudah tidak bisa di hubungi, jelas-jelas ia sudah di blokir oleh sang pemilik nomer.
"Sial! Apa dia memblokir ku? Lilian kau dimana? Kenapa sampai sekarang belum kembali dan malah memblokir nomer telepon ku? Apa yang sebenarnya kau lakukan di luar sana dan dimana kau sebenarnya!?" ucap Alen tampak frustasi.
Jujur saja, selama ia menikah dengan Lilian ia merasa semua hal yang sulit jadi mudah, bahkan saat dia mengalami kesulitan Lilian selalu ada untuknya, kali ini berbeda dia benar-benar sudah kehilangan sosok itu.
Tak kuat menghadapi semua hal itu, Alen pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sementara itu di perusahaan Pratama...
"Lapor nona besar, tugas sudah aku kerjakan dengan baik, aku jamin sekarang mereka sudah terkena serangan jantung terutama Alen," ucap Dimas dengan wajah sumringah.
"Bagus, kau memang bisa di andalkan," ucap Lilian sambil memainkan bulpen nya.
"Tentu saja dong," jawab Dimas lagi.
"Baik, kau boleh kembali bekerja," ucap Lilian lagi.
"Siap nona," jawab Dimas. Ia segera melangkahkan kakinya pergi meninggalkan ruangan CEO.
"Alen, ini baru hal kecil, aku akan membuat kau dan keluarga mu membayar setiap rasa sakit yang sudah kalian berikan padaku, semuanya akan aku kembalikan satu persatu," ucap Lilian sambil menatap layar ponsel nya.
Tak ... Tak ... Tak ...
Suara keyboard ponsel Lilian, ia menghubungi nomer yang tampak tidak asing.
Call on
"Hallo, ada tugas untuk mu," ucap Lilian sambil menempelkan ponsel itu ke kuping nya.
"Wah wah wah, sudah tiga tahun tidak pernah menghubungiku, kau tiba-tiba menelpon hari ini dan langsung memberikan tugas? Ini sangat gila," ucap seseorang yang ada di seberang telpon.
"Maaf, tapi aku benar-benar membutuhkan bantuan mu sekarang," ucap Lilian lagi.
"Baiklah Lilian, kau sudah lama tidak menghubungi ku, ada tugas apa? Bayaran nya besar tidak?" tanya orang itu lagi.
"Soal bayaran, itu aman, tapi lakukan dulu pekerjaan yang ku suruh dengan baik," jelas Lilian sambil tersenyum miring.
"Siap, katakan saja sekarang, apa yang harus aku kerjakan untuk nona besar keluarga Pratama ini," ucap orang itu lagi tampak seolah-olah sudah terbiasa dengan printah dari Lilian.
"Cari tau soal laki-laki bernama Miko, ini ada hubungannya dengan mantan ibu mertuaku," ucap Lilian yang kemudian menjelaskan itu dan ini tentang laki-laki tersebut secara singkat.
"Apa? Mantan ibu mertua? Apa kau dan Alen sudah berpisah?" tanya sosok tersebut terdengar sangat kaget.
"jangan banyak tanya, nanti setelah bertemu baru akan aku jelaskan, tapi aku benar-benar sudah bercerai dengan nya, intinya kau harus menyelidiki laki-laki itu," ucap Lilian.
"Oke baiklah, aku akan menyelidiki nya, sepertinya ada yang sedang sadar dari kebodohan ya, sekarang sedang balas dendam?" ucap orang tersebut terdengar mengoda Lilian.
"Zoey, tolong jangan bercanda dan mengejekku seperti itu, lakukan saja, kau mau uang tidak?" ucap Lilian seketika merasa kesal.
"Baik, laksanakan," ucap Zoey yang kemudian mematikan telepon secara sepihak karena ketakutan.
Call of
Zoey, sosok yang sangat sulit dikenali jenis kelamin nya, antara perempuan dan laki-laki.
Rambut nya pendek seperti laki-laki pakaian nya juga pakaian laki-laki, tapi apa kalian mau tau faktanya? Dia adalah seorang perempuan tomboy.
Zoey sosok anak yatim-piatu, dia teman masa SMA Lilian yang sekarang punya banyak koneksi serta keahlian khusus dalam bidang penyelidikan atau mata-mata.
Lilian dan Zoey bukan tidak ada hubungannya, walaupun tidak bersahabat dekat tapi Zoey adalah salah satu siswi yang menerima amal dari keluarga Pratama, dia di beri beasiswa penuh dan juga biaya pendidikan oleh keluarga nya Lilian, karena itu Zoey selalu mengatakan kalau dirinya akan selalu mengabdi dalam Kata lain balas budi terhadap keluarga Pratama terutama Lilian.
Akan tetapi, Lilian tidak pernah merendahkan Zoey, setiap apapun yang di lakukan Zoey untuk nya Lilian selalu memberikan uang sebagai imbalan agar Zoey terus bisa bertahan hidup di kota yang kejam untuk seorang yatim piatu dan orang tanpa kekasih seperti Zoey.
"Huh, aku tunggu kabar baik darimu Zoey." batin Lilian.
****
punya nama. jadi bagus ,,,ehhh malah berhianat sekarang belum tau siapa Lilian
enakan,,,coba loe kelurahan anaknya abis lah nasib loe,,,,
rasa rasa enakan kan ketika ada Lilian,,,uang lancar dapur ngebul rumah bersih,,,tapi kalian jahat lupa semua itu sumbernya dari mana dan merdeka' Lilian kalian kelaparan kapokkk Modarrrr,,,Karin tinggal di mana kalau di Jawa Surabaya ,,,naik saja kereta exekutif gubeng gambir,,,jawa tengah naik argo lawu ,,,
👍👍👍👍