NovelToon NovelToon
Pria Manis Yang Ku Benci

Pria Manis Yang Ku Benci

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda
Popularitas:347
Nilai: 5
Nama Author: ScarletWrittes

Alia merupakan wanita yang cantik dan lugu dulunya dirinya, hanya wanita polos yang mungkin bisa di bilang hanya wanita biasa dengan paras yang biasa dan tidak tertarik sama sekalia, karena alia hanya tertuju kepada keinginanya yaitu belajar, sampai dirinya bertemu dengan arnold pria yang kakak kelas tingkat 3 di banding dirinya, kakak itu sma 3 dan alia smp 3, alia menganggumi arnold layaknya pasangan sayangnya cinta alia tidak di balas melainkan hanya di permalukan di depan umum, sampai akhirnya 4 tahun sudah mereka bertemu kembali, di tempat perjodohan arnold awalnya tidak tahu siapa wanita cantik itu, sampai akhirnya dia tahu dan kaget.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ScarletWrittes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25

Alia hanya menggeleng kepala dan menatap ke arah Tobi. Tobi bingung apa yang harus dibicarakan untuk meyakinkan Alia agar Alia mengakui dirinya itu beruang juga.

“Gimana sih lu, padahal udah sah-sah gua beruang, tapi lu masih nggak mengakui kalau gue itu beruang.”

“Terus kalau lu beruang kenapa? Lucu kok. Emang kalau lu beruang, gue harus gimana?”

“Harusnya lu malu punya teman beruang kayak gue. Masa lu tetap kekeh punya teman beruang kayak gua?”

“Lagian gue juga nggak bisa maksa lu untuk kurus kali kalau lu nggak mau. Lagian kurus itu nyiksa. Gue maunya kurusnya sehat, bukan kurus nyiksa. Perkataan orang lain itu kan nyiksa elu. Jadinya lu kurusnya terpaksa, bukan karena kemauan lu. Bener nggak sih gue, apa gue juga salah?”

Tobi yang mendengar itu merasa perkataan Alia selalu benar. Seketika hatinya nyes, pandangannya terbuka, dan tidak menutup diri lagi.

“Udahlah, nggak usah berpikir yang aneh-aneh. Sekarang beli makan dan cari makanan yang bisa buat lu sarapan, oke? Biar lu nggak sakit dan nggak pingsan. Kalau lu nanti pingsan, gue yang susah bawa lu ke UKS.”

“Tuh kan, berarti lu juga menganggap gue kayak beruang. Makanya lu bilang susah kalau ngangkat gue kalau gue pingsan ke UKS.”

Alia hanya tertawa. Semua orang melihat ke arah mereka, tapi Alia tidak peduli. Baginya, persahabatan dirinya dengan Tobi adalah hal yang tulus.

“Sudahlah, Tobi, nggak usah dipusingin. Kalau emang lu kayak beruang ya udah. Gue seneng kok temenan sama beruang. Jadinya kalau gue sendiri, kan ada beruang yang bisa nemenin gue.”

“Jadi lu mau gua selamanya jadi beruang lu gitu? Jadi gua nggak boleh kurus-kurus maksudnya?”

“Gua nggak bilang gitu sih. Tapi kalau lu mau kurus ya nggak apa-apa. Cuman, gue kehilangan sosok beruang gua aja. Cuman nggak papa sih. Gue juga penasaran kalau lu kurus gimana ya. Kayaknya makin ganteng deh. Soalnya kan sekarang udah ganteng, pas kurus jadi makin ganteng. Iya nggak sih?”

Tobi yang mendengar itu hanya diam. Wajahnya memerah. Ia mencoba menutupi itu, tapi ketahuan oleh Alia.

“Lah, Tobi, kenapa wajah lu merah gitu? Lu nggak apa-apa kan? Jangan-jangan lu demam tuh. Kan udah gue bilang jangan diet yang aneh-aneh. Makanya kalau mau makan, makan aja. Kalau mau diet tuh olahraga, jangan minum obat diet. Awas aja lu.”

Tobi makin merasa wajahnya semakin merah ketika melihat sifat Alia yang terlalu memperhatikannya, sampai-sampai dirinya tidak bisa menghentikan perasaan sendiri.

“Al, cukup Al. Gua butuh waktu. Kalau gitu gua beli makan dulu, dan lu tunggu di sini ya. Jangan ikutin gua, oke?”

“Loh, kenapa? Kamu lagi nggak sehat. Kalau gua nggak ikutin lu, nanti kalau lu bener-bener pingsan gimana? Kan kasihan mbak-mbak kantin mau ngangkatin lu.”

“Tenang aja, gue nggak bakal pingsan kok. Lagian gua masih kuat, tenang aja.”

“Janji ya sama gue, jangan pingsan. Nanti kalau pingsan ribet soalnya gue nggak bisa ngegotong lu. Lagian bapak guru di sini juga kurus-kurus. Mana bisa gotong lu. Yang ada kita orang gotong lu nanti pakai paket rame-rame.”

Tobi hanya terdiam mendengar perkataan Alia. Walau mulut Alia terkesan pedas dan tajam, tetapi itu membuat Tobi paham bagaimana caranya berteman dengan Alia.

Alia juga merasa dirinya jauh dari kata sempurna. Namun bisa dekat dengan Tobi adalah salah satu hal baru yang membuatnya bahagia.

Kepala sekolah melihat kedekatan Alia dengan Tobi, membuat dirinya tidak suka. Akhirnya kepala sekolah memanggil Alia ke ruangannya. Namun Alia tidak mau karena merasa tidak punya masalah apapun.

Tobi, sebagai sahabat, tetap menemani Alia. Walau di ruang kepala sekolah Tobi tidak boleh masuk, ia tetap menunggu di luar.

Saat di dalam ruangan, Alia hanya diam saja. Kepala sekolah menatapnya dengan pandangan yang tidak enak, seolah penuh makna tersembunyi.

“Ada apa bapak manggil saya? Langsung to the point aja, nggak usah ribet. Saya masih ada urusan dan harus masuk kelas.”

“Kamu kurang ajar banget sama saya. Saya ini kepala sekolah. Kalau saya mau, nggak naikin kamu kelas juga saya bisa. Ngerti kamu?”

“Bapak tahu kan siapa papa saya. Jadi bapak juga harus tahu kalau papa saya itu banyak berkontribusi di sekolah ini, Pak.”

“Yah, kamu hanya menang dari kontribusi. Tapi kan kamu nggak menang dari segala aspek. Lagian kamu juga masih rata-rata, nggak terlalu pintar banget.”

Alia mendengar itu hanya diam dan langsung mau keluar ruangan. Tetapi kepala sekolah menahan dan tidak membolehkannya keluar.

Terdengar teriakan dari dalam ruangan, suara Alia. Tobi langsung mendobrak pintu dan membuat kepala sekolah terjatuh.

Alia masih merasa takut, tetapi juga lega karena kepala sekolah jatuh. Tobi bahkan hendak memukul kepala sekolah karena sudah menyakiti Alia.

Alia mencoba menahan Tobi. Walau badan Tobi sangat besar, ia tetap menurut pada Alia.

“Udah, Tob, nggak usah. Lagian aku baik-baik aja kok. Berkat kamu. Makasih ya, kamu udah selalu stay di depan pintu. Kalau nggak ada kamu, aku nggak tahu lagi harus gimana.”

“Tapi kamu nggak apa-apa kan? Kalau ada apa-apa aku bisa nuntut kepala sekolah, biar dia dikeluarin dari sekolah.”

“Nggak ada kok, tenang aja. Lagian aku nggak diapa-apain. Tadi sih dia baru mau ngelecehin aku, tapi karena ada kamu jadi nggak sempat.”

“Bener-bener ya nih si aki-aki tua. Udah tua, nggak tahu diri banget. Masa mau ngelecehin anak muda. Otaknya di mana sih? Emang dia nggak punya anak apa? Pengen banget gua rasanya ngeremukin tulangnya. Mumpung gue masih jadi beruang.”

Alia tersenyum dan langsung mendekat, memeluk Tobi erat. Tobi hanya diam, tahu bahwa di sisi lain Alia juga masih takut, tapi mencoba terlihat tegar.

“Al, lain kali kalau lu merasa takut jangan dipendam sendiri. Biarin kasih tahu gue juga kalau misalkan lu takut, ya. Mengerti kan?”

“Tapi nggak segala situasi selalu ada lu, Tobi. Dan gue juga harus bisa lah nanganin sendiri. Walau bagaimanapun, gue nggak boleh bergantung sama lu.”

“Iya, bener, nggak boleh bergantung. Tapi kan lu sendiri juga butuh gua. Emang gua nggak bisa 24 jam sama lu, tapi seenggaknya kalau masih ada di lingkungan yang deket, kenapa nggak?”

“Tapi sekarang lu udah ngelindungin gua kok. Itu sama aja dengan udah cukup banget. Makasih ya, Tobi. Kalau nggak ada lu, gue nggak tahu lagi harus berbuat apa. Boleh nggak sih kita keluar dulu dari sini? Gua bener-bener muak banget, Tob.”

Tobi langsung membawa Alia keluar dan menuju perpustakaan. Entah kenapa, perpustakaan selalu menjadi tempat healing Alia.

“Akhirnya kita di ruangan yang gua suka. Di ruangan di mana hanya beberapa orang doang yang bisa masuk, dan nggak semua orang bisa masuk.”

“Gua beruntung sih punya temen yang punya akses perpustakaan. Entah kenapa ya, gue nggak suka baca buku jadi suka baca buku gara-gara ngelihat perpustakaan.”

“Baca aja. Mau gue rekomendasiin buku nggak? Tapi di sini nggak ada komik ya, jadi jangan berharap ada komik.”

“Nanti gua beli komik yang banyak. Gua taruhin di selipan buku, biar orang nggak tahu. Jadi mereka ada alasan buat ke perpustakaan, ya buat baca komik kayak gua.”

Keduanya tertawa. Di satu sisi, situasi terkadang tidak bisa ditebak. Tapi di sisi lain, situasi bisa membuat mereka lebih bahagia, jauh dari kata-kata yang tidak bisa mereka ungkapkan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!