Inayah, gadis cantik nan solehah, lahir disalah satu desa di kota Semarang harus menjalani takdir yang tak di sangka-sangka sebelumnya.
Tragedi tenggelam di sungai demi menyelamatkan baju kesayangan Ibunya, membawa dirinya harus menerima takdir menikah dengan laki-laki menyelamatkannya.
Menikah didesak warga karena sebuah kesalahfahaman. Menerima takdir adalah keputusan akhir yang tidak bisa diganggu gugat lagi.
Inayah yang berprinsip tidak mau berpacaran, dan Mas Gagah yang beberapa bulan lalu di tolak saat melamar kekasihnya. Mereka berdua ditakdirkan menjadi suami istri secara mendadak.
Bagaimana ya perasaan Inayah dan Mas Gagah, campur aduk tentunya.
Bagaimana kisah mereka yang sebenarnya??
Nantikan terus ya setiap episodenya, jangan lupa like, komen dan Vote😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
Assalamualaikum Readers semuanya, novel Kekasih Halal mohon dukungannya yah dengan cara like (tekan tombol icon jempol di bawah, jangan lupa icon love juga biar selalu tahu jadwal updatenya), komen (kritik, saran, kesan boleh banget😘), dan Vote. Terimakasih ya😘😘
☘️Selamat membaca☘️
Aku dan Mas Gagah sudah bersiap untuk tidur. Aku naik ke atas kasur, tidak lupa aku membuka jilbabku terlebih dahulu. Mas Gagah ikut naik ke atas kasur.
"Nanti Mas akan ajak kamu ke Monas minggu depan,"ucap Mas Gagah sambil menarik selimut.
Aku menggeleng.
" Kenapa?"
Aku bisikan sesuatu di telinga Mas Gagah.
(Mbak Author ga mau nulis cerita tentang Monas, ada pengalaman pahit waktu zaman jahiliyah, habis main di Monas doi, Eh...2 minggu kemudian ditinggal nikah sama si doi. Kam to the pret emang🤭🤭😁😁😁)
Mas Gagah tertawa terbahak-bahak. Mas Gagah lalu mengajakku tidur berbaring. Aku memiringkan tubuhku, begitu juga dengan Mas Gagah. Aku dah Mas Gagah saling berhadap-hadapan.
Mas Gagah tersenyum manis ke arahku. Beuh...senyumannya itu lhoo, bagaikan alat pencabut nyawa, disenyumin sedikit saja sudah berasa hilang nyawaku😁. Lemes Mak😁
Mas Gagah lalu mengelus pipiku. Haduh jantungku rasanya dag dig dug duer. Mas Gagah selalu bisa menabuhkan genderang perang di jantungku ini.
"Sayang ... seneng kan hari ini?"
Kalimat sayang yang lembut, bagaikan pantat bayi yang halus sekali membuatku tersihir dengan sejuta pesona Mas Gagah.
Aku mengangguk, " Terimakasih ya Mas"
Mas Gagah membalasnya dengan senyuman.
Arggghh, kenapa sih Mas Gagah senang sekali tersenyum, kan aku jadi tidak tahan.
Tidak tahan memandangnya maksudnya, jangan ngeres deh😁
" Sudah Mas, jangan senyum-senyum terus ih"
" Memangnya kenapa? kan Mas senyum buat pacar halal Mas"
"Nanti Aku laporin polisi lhoo"
Mas Gagah mengernyitkan dahinya," Memangnya Mas salah apa?"
"Senyuman Mas itu bikin hati aku klepek-klepek, secara tidak langsung Mas sudah mencuri hatiku, Mas pencuri,"ucapku dengan polos.
Mas Gagah tertawa terbahak-bahak, setelah terdiam, Mas Gagah langsung mengecup bibirku.
Cup
Aku membelalakan mataku mendapat serangan mendadak dari Mas Gagah. Aku terdiam. Aku seolah-olah mati kutu.
Karena aku terdiam, Mas Gagah melanjutkan dengan *******-******* kecil.
Aku memegangi dadaku, ini lhoo yang dinamakan deg-degan edan meledak-ledak hingga aku sulit bernafas.
Mas Gagah terus saja nyosor. Tidak perduli jika aku sulit bernafas.
Aku memukul dada Mas Gagah. Mas Gagah mengehentikan ciumannya. Aku langsung mengatur nafasku.
"Tidak usah belajar lewat drama korea lagi, ada Mas yang siap mengajarimu"
"Sudah ayo tidur, besok kita akan mengadakan syukuran pernikahan kita, agar tetangga tahu Mas sudah punya istri"
Aku mengangguk, Mas Gagah mengecup keningku lumayan lama lalu membelai pipiku sambil tersenyum manis.
Seperti biasa ritual sebelum tidur membaca doa dan mengusapkan ke seluruh tubuh.
Mas Gagah lalu memberikan lengannya untuk menjadi bantalan walaupun sudah ada bantal yang tersedia.
Aku sangat bahagia memiliki suami baik seperti Mas Gagah. Semua terasa mimpi. Walaupun pernikahan ini tak diduga-duga sebelumnya, tapi aku sangat bersyukur karena aku dan Mas Gagah bisa menjalaninya dengan baik.
Ya Allah semoga Mas Gagah menjadi jodohku selamanya dunia akhirat, tapi kalau bukan ya jodohkan dong biar aku selalu melihat senyuman yang membuat jantungku deg-degan tak karuan, Batinku.
Sudah 15 menit berlalu, aku tak kunjung bisa memejamkan mata, tapi sepertinya Mas Gagah sudah tertidur begitu lelapnya. Ah jangan-jangan sudah sampai Jepang😁.
Aku memposisikan tidurku menghadap Mas Gagah.
Aku mengamati wajah tampan Mas Gagah. Jemariku mulai nakal. Aku menelusuri dahi, hidung, pipi serta bibir Mas Gagah dengan jemariku.
"Benar-benar gagah, ayah dan Ibu mu pasti dulu mengadonimu dengan benar sesuai dengan takaran😁 jadi tidak bantat apalagi gosong😆 benar-benar sempurna," gumamku lirih.
Mas Gagah sama sekali tak bergeming
Akhirnya aku mengantuk juga dan terlelap menyusul Mas Gagah terbang ke Jepang 😁.
menurut ku ya thor 🤭✌