NovelToon NovelToon
Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Cinta Arini (Love Story Is Complicated)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahkontrak / Cintamanis / Tamat
Popularitas:151.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Laylatul Jannah

Arini dituduh melakukan penganiyaan terhadap atasannya. Dipecat secara tidak hormat hingga nyaris membuatnya dipenjara.

Seolah takdir buruk itu belum cukup untuknya. Ia harus menikahi lelaki yang terang-terangan mencintai wanita lain tapi mengambil keuntungan darinya.

Akankah takdir baik menghampiri kehidupannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laylatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam yang Indah

Pov 3

___________

Di rumah Mama Damia, Riski duduk di sofa dengan bersila kaki. Sedangkan di sampingnya, Galuh terus saja menempel padanya. Gadis itu bahkan tak ada segan-segannya meskipun kedua orang tua mereka ada di hadapan.

Bahkan, gadis cantik dengan tinggi badan semampai tersebut begitu antusias ketika kedua orang tua mereka mengungkit lagi perihal rencana pertunangan.

Berbeda dengan Riski, pria tampan lulusan Harvard Business School tersebut lebih suka memainkan ponselnya —mengecek pergerakan harga saham secara daring, dari pada ambil pusing tentang obrolan gila yang sedang berlansung. Setidaknya, begitulah menurut dirinya.

Mama Arumi bukannya tanpa alasan memaksa mereka untuk segera melangsungkan pertunangan.

Semua itu berpunca dari kisah kekerabatan mereka. Ditambah lagi, Galuh adalah kekasihnya Riski yang sebenarnya meski mereka jarang terlihat bersama.

Galuh yang memilih melanjutkan S2 ke Amerika memutuskan hubungan sepihak dengan Riski. Namun gadis itu berjanji akan bersamanya lagi jika study-nya telah selesai.

Tak ingin lama-lama kesepian menyerangnya, ia mencari pelarian hingga berakhir bersama Ruka. Wanita yang telah lama mengincar cintanya. Bahkan saat Galuh masih menjadi kekasih Riski.

"Bagaimana jika pertunangan mereka di adakan minggu depan saja. Lagi pula perkara baik memang harus disegerakan, bukan?" Mama Arumi kembali melancarkan ultimatum.

"Bagi saya tidak masalah, Bu Arumi! Cuma inikan masalah anak-anak. Biar mereka saja yang memutuskan." jawab Danuarta, ia mencoba menyikapinya dengan bijak.

Bayu yang ada di antara mereka tidak terlalu ikut campur. Meski raganya berada di sini, namun pikirannya sedang memikirkan Arini. Ia tidak mengerti kenapa Riski bisa mengajak Arini ke rumah ini. Karena yang Bayu tau, Arini hanya teman biasanya Riski. Tidak lebih dari itu.

"Justru kita sebagai orang tua harus mengambil tindakan, semua ini demi kebahagian mereka juga. Ya kan, Pah!" Arumi terus saja berkilah.

Papa Suha terlihat gamang, pandanganya tertuju kepada Riski. "Mah, biarkan semua ini Riski yang memutuskan, mengingat dialah yang akan menjalaninya."

"Tapi, Pah ....!"

"Sudahlah, Mah! Berikan kesempatan kepada anak-anak dalam menentukan masa depan mereka,"

"Pak Suha benar, Bu Rumi! yang berhak memutuskan adalah mereka."

Percakapan terus saja mengalir diantara kedua keluarga tersebut. Namun meski begitu, keputusan tentang pertunangan mereka belum juga menemui titik terang.

Terlihat sekali Galuh merengut. Sedangkan Riski, lelaki itu lebih memilih pergi dari pada urusannya makin panjang.

_______

Riski telah pulang ke rumahnya, lebih tepatnya rumah peninggalan mendiang Oma Dwi yang kini atas nama Arini. Satu-satunya harta keluarga Anjana yang di wariskan Oma Dwi kepada istrinya tersebut.

Di dalam kamar, Riski terus saja memainkan ponselnya. Kali ini bukan karena ingin mengecek pergerakan harga saham, melainkan ia sedang menunggu seseorang menelponnya. Siapa lagi jika bukan Bi Ijah, guna melapor keberadaan Arini.

Di tempat lain, Arini telah tertidur dengan pulas. Kenyataannya, hati yang sedang berbunga - bunga telah membuat ia tidur lebih cepat.

"Ma ...! Mama, ku mohon jangan tinggalkan Arini. Arini gak mau Mama pergi."

Gadis kecil itu terus saja mencekal tangan wanita cantik yang ia panggil dengan sebutan Mama. Namun wanita tersebut lebih suka melangkah pergi sambil menyeret koper berukuran besar. Pipinya telah basah dengan air mata.

Arini kecil menangis tersedu di pinggir jalan sambil berteriak, memanggil Mamanya. Ia tidak menyangka jika pertengkaran kedua orang tuanya yang disaksikan tadi pagi ternyata membuat Mamanya pergi.

"Kamu kenapa?" tiba-tiba saja seorang anak lelaki yang lebih tua dari nya bertanya sambil mencondongkan kepalanya ke bawah, lalu berjongkok di hadapan Arini.

Arini kecil tak juga menyahut, ia terus saja terisak.

"Baiklah jika kamu tidak mau menjawab. Aku akan menciummu sekarang."

Seketika tangisannya terhenti "Apa maksudmu?" tanya Arini dengan polos, tangan kirinya sibuk menyeka air mata. Ia masih tersedu-sedu.

Melihat sang gadis kebingungan, anak lelaki tersebut tertawa renyah, tangan kanannya menyodorkan sesuatu "Ambil ini, ini adalah sapu tangan pembawa keberuntungan."

"Benarkah?"

"Emh"

Suara ponsel yang berdering membangunkan Arini dari tidur lelapnya. Ia menggeliat sambil meraba-raba, mencari sesuatu.

"Sapu tanganku ..." ucap Arini begitu membuka mata. Namun, akhirnya ia tersadar. "Hmm! ternyata cuma mimpi."

Arini sadar jika tadi ia hanya bermimpi, mimpi tentang masa lalunya lagi.

Ia bangkit duduk lalu mengecek ponselnya. Ternyata yang menelpon tadi adalah Riski.

Kembali panggilan dari Riski muncul.

"Assalamualaikum!"

"Waalaikumsalam!"

"Ada apa malam-malam begini menelpon?" tanya Arini ketus. Mendengar suara Riski membuatnya kembali memikirkan tentang Galuh. Apa lagi jika bukan masalah rencana pertunangan itu.

"Buka pintu sekarang!"

"Apa?"

Arini memutuskan sambungan. Ia bergeming sejenak, mencoba mencerna tentang apa yang baru saja didengar. Lalu meringsut ke tepi ranjang dan pergi keluar kamar.

"Lama banget, sih!" ucap Riski begitu pintu rumah itu terbuka.

Riski masuk begitu saja, sedangkan Arini mengamati gelagat suaminya dengan alis bertautan.

"Apa yang terjadi . . . ." gumamnya sambil mengikuti Riski dari belakang.

"Yang mana kamar kita?"

"Kamar kita?" tanya Arini ketus, membuat Riski sedikit gengsi.

"Kamar kamu yang mana?" Riski merubah pertanyaan, dengan kedua tanganya ia masukkan kedalam saku celana. Berdiri menghadap sang istri.

Arini melangkah masuk ke dalam kamar sambil berdengus kesal, bagaimana bisa Riski datang menggangunya di jam seperti ini.

"Kenapa kamu kemari tengah-tengah malam begini?" Arini kesal, kini ia telah duduk di bibir ranjang.

"Woah . . . rasanya ngantuk sekali."

Bukannya menjawab pertanyaan, Riski justru melepas mantelnya lalu berbaring di atas ranjang. Sedangkan Arini, gadis itu melonggo menatap aneh suaminya itu.

"Kenapa belum tidur? Ayo! Cepatlah." ucap Riski sambil menepuk bantal di sampingnya.

Gadis itu tak menggubris ajakan Riski, ia lebih suka menuju sofa lalu membaringkan tubuhnya di sana.

Melihat itu, Riski bangkit menuju tempat Arini berbaring. Memindai sang istri tidur sambil memeluk tubuhnya sendiri.

Tanpa ba bi bu, lelaki bertubuh tinggi itu merangkul sang istri lalu mengangkatnya menuju ranjang.

Meski kaget. Namun, tak ada perlawanan yang berarti dari Arini sampai akhirnya tubuh mungilnya di baringkan ke atas ranjang. Bahkan kini, kedua pasang mata tersebut saling memandang satu sama lain.

Lama keduanya bergeming, meresapi setiap keindahan yang di suguhkan masing-masing.

Semuanya terasa sangat indah.

Hingga akhirnya terjadilah apa yang seharusnya terjadi antara sepasang suami istri yang telah sah secara hukum agama dan negara.

.

.

Bersambung!

_________

Tes! Tes! Satu dua, suara di coba. 😁😁😁

Assalamualaikum!

Hai Reader semuanya. Ini Author!!

Jika kamu suka dengan cerita CINTA ARINI (Love story is complicated), jangan lupa tinggalkan jejak ya! Berupa like, komen dan vote supaya Author makin semangat dalam menulis.

Salam sayang untuk kalian semuanya!

1
Remince Silalahi
iiiiihhh itu arini bodo ato buta tuli dll sdh dihianiti di fitnah kdrt masih aj berbunga2 hati cuma ramuan sedikit g kls
Remince Silalahi
usirlah semua yg menjadi bokicot itu rini
Remince Silalahi: 💪😍👍🤣😍😍😍😍😍😍👍👍👍
total 1 replies
Hap£!π
endingnya krg greget thor
gmn kbr keluargga galuh
Hap£!π
kok ak deg2an ya thor bacanya
Hap£!π
baru nemu thor
😘
jejak dlu
halutiaphari
semangat💪
TK
lanjut 👍
Hannah
Makasi sudah mampir..hehe
♋Ichageul💞
Hai kemana aja baru up lagi? semangat terus ya
Vanni Maulida
arini terlalu bodoh
halutiaphari
Apa cuma aku ya yang merasa kesal sama sikapnya Riski , dia terlalu plin-plan. Seharusnya jika mencintai Arini tidak perlu main kasar terlebih lagi main tangan.

Maaf ya author, aku jadi ikutan kesel sama Riski 🙏
TK
lanjut
NinLugas
kk aq hdr jgn lp mmpir balik ka
Hannah: makasi ya.
ia..🤗
total 1 replies
Jungkook wife
"Istri yang Terabaikan" Datang lagi memberikan like nya. Maaf telat berkunjung, Tapi saya selalu mendukung karya Kakak. Mari saling mendukung, ditunggu Feedback nya selalu. Terimakasih.
Elisabeth Ratna Susanti
suka😍
Rini Rahma
kak, jangn konflik terus nah. kasih arini dan riski bahagia gitu
Hannah: ia, Dek.
makasi y tuk masukannya.
ini rencana mau kk endingkan jdi kk buat konflik dulu sebelum berakhir
total 1 replies
♋Ichageul💞
Ayo tetap semangat dong. Banyak kok yang nunggu kelanjutan kisah Arini dan Risky💪
Hannah: Makasi, Kak
total 1 replies
Kohaku
First
TK
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!