NovelToon NovelToon
Riyan & Vania

Riyan & Vania

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

"Kan ku kejar, akan ku cari kemanapun, dimanapun, di sudut Dunia sekalipun, akan ku dapatkan kamu, lagi. Tidak ada alasan lain, selain karna aku ingin hidup dengan mu, selamanya. " ~Riyan Adijaya

Berkisah tentang Riyan dan Vania, kisah cinta manis berujung pahit. Dimana, setelah satu tahun berkuliah di Jerman, Riyan mengalami kecelakaan mengakibatkan Amnesia Retrograde pada dirinya. Dan melupakan, Vania.

Setelah dua tahun kemudian, Riyan malah di paksa untuk menjadi guru pengganti di SMA MERAH PUTIH. SMA di mana Vania berada.

Akankah, kisah asam manis keduanya masih berlanjut? akankah mereka benar -benar bersanding di pelaminan, nanti? Ataukah, itu memang hanya masa lalu belaka?

yuk simak~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Rumit!

***

Bel istirahat telah berbunyi beberapa menit yang lalu. Vania membereskan bukunya,  bersiap untuk ke kantin. Entah kenapa,  masih istirahat pertama. Dan Vania benar-benar sudah lapar.

"Mau ke kantin kan? Bareng gue ya? " tawar Arka.

"Iya,  ya udah bareng deh. " sahut Vania.

"Awas awas lo Ka. Binik gue, jangan di sentuh. " Terobos Sandy memishkan dua insan yang berdekatan itu.

"Berisik, resek, narsis, dan Najis aku liat kamu San. " Disha menarik Vania jauh dari dua orang yang menurut Disha jauh dari kata waras.

Mereka berlima berjalan bersamaan ke kantin. Dengan dua pria aneh itu di belakang.

Namun,  saat di tengah koridor, banyak kusak Kusuk aneh. Mata mereka menyorot tajam Vania yang berada di tengah.

Entah apa yang mereka bicarakan. Tapi, Arka tau jelas bahwa pandangan itu bukanlah pandangan perdamaian.

Vania menggaruk pelan lehernya. Tentu karna gadis kecil itu merasa tak nyaman kan? Wajar.

***

Tidak hanya di sepanjang koridor. Bahkan saat ada di kantin, Vania tetap saja menjadi pusat perhatian.

"Gue tau lo itu cantik Van. Cantik banget malah. Maklum, kan calon makmum gue. Pertanyaan nya cuman satu. Mereka Kenapa liatin lo gitu ya? " Tanya sandy, yang duduk tepat di depan Vania.

"Entah. Aku juga gak tau. Emang hari ini ada yang salah yah sama ku? " tanya balik Vania pada mereka.

shina menggeleng cepat. "enggak sih, kayaknya kamu biasa aja Van. "

"Tapi, kok mereka liatin kamu gitu yah Van? " heran Disha.

"Udahlah gak usah di pikirin. Kesambet kali mereka semua. Mending langsung pesen makanan sana. " lerai Arka.

Meski Arka bilang jangan di pikirkan. Tapi, Arka lah yang paling memikirkannya. Tatapan-tatapan itu terlalu mengganggu.

***

Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Hari ini Disha dan Vania akan menaiki angkot yang sama. Namun, di belakang perjalanan lagi-lagi siswa siswi lain menatap aneh Vania, sembari mulutnya berkomat-kamit bergosip.

"Emang ada apa sama aku sih? Kok sampai mereka liatin aku segitunya? " gumam Vania heran.

"Enggak usah di perhatiin Van. Udah udah, tuh angkot dah datang. Kuy naik. " Disha menarik tangan Vania masuk.

Arka yang sedari tadi mencari tahu Apa yang sebenarnya terjadi, tidak mendapatkan jawaban sedikit pun. Begitu juga Sandy.

***

Vania berbaring di kamarnya. Dia masih memikirkan soal kejadian di sekolahnya.

Hingga keesokan harinya, Vania memutuskan berpenampilan biasa dan datang lebih pagi.

Alhasil benar saja, masih pukul enam dan Vania sudah ada di kelasnya. Hanya dia sendiri.

Hawa ngantuk mengundang Vania untuk menutup matanya.

"Loh Van? Lo udah datang? Tumben datang pagian? " suara seseorang mulai mengisi ruangan yang senyap itu. Vania menoleh ke asal suara.

"Eh? Arka?! Tumben kamu datang pagian gini? Kesambet? " Vania mulai mencoba mengumpulkan kesadarannya.

"Tumben apaan? Lo gak tau ya? Gue mah selalu datang jam segini. Terus tidur bentar, atau ngerjain PR. Kalo ada murid datang, gue ke luar. Masuk lagi pas udah bel. Dan akhirnya terlambat. " jelas Arka duduk di sebelah Vania.

Vania diam menatap Arka. "Hidup mu itu simpel Ka. Kenapa kamu buat seribet itu. Tinggal datang tepat waktu apa susahnya? Emang perlu ya, metode se ribet itu? " Vania menggelengkan kepalanya.

Ctakk.

Arka memukul jidat Vania pelan.

"Gak gitu juga Van. Lo mah gak paham. Kadang, kita itu harus melakukan banyak hal, di waktu yang singkat. Karena, ada kala waktu itu gak bisa di ulang. "

"Gak paham ka, Beneran gak paham. " Vania hanya diam menatap bingung Arka.

"Ya udah, kalo gak paham tidur aja lagi. " Arka menarik kepala Vania untuk bertempelan dengan meja, begitupun juga dengan Arka. Keduanya saling bertatapan sebentar.

Sampai Vania menyadari itu, dan menutup matanya.

Apa ini? Engg-gak! Mana mungkin gue suka Vania. Tapi, perasaan ini? Jantung ini? Kenapa tidak seperti biasanya.

Arka juga menutup matanya. Terlalu mendebarkan juja dia harus benar-benar menatap wajah Vania dari jarak itu.

Perasaan mendebarkan. Namun terasa begitu nyaman. Gue jadi tertagih, untuk merasakan perasaan ini lagi.

Tanpa Arka sadari, dia tersenyum di balik mata nya yang terpejam.

***

Bruak!!!

Suara itu berasal dari sebuah tangan yang memukul kasar meja Vania. Membuat sang gadis yang tertidur di sana terbangun.

Vania membuka matanya, tapi dia tidak melihat Arka di depan nya. Melainkan perempuan berambut gelombang yang sedang menatap nya begitu sinis.

"Oi cewek kurang ajar gak tau diri ataupun sopan santun! Bener-bener gak ada etika! Lo receh banget ya! " Ujarnya dengan kecepatan penuh.

"Apa sih kamu ini. Aku baru aja ngumpulin nyawa. Datang-datang udah marah-marah. " sahut Vania acuh tak acuh sembari mengucek matanya.

"Eh! Lo itu murahan! Sadar diri! Malah nyolot lagi!! " Kasar perempuan itu. Vania kenal dengan orang ini. Dia adalah Siska, si Cewek supel incaran seantero sekolah.

Plakkk!!!

Disha yang baru datang, melihat temannya di hina, langsung mendaratkan satu tamparan keras di wajah Siska.

"Eh cewek nolep tukang halu! Apa maksud lo nampar gue! Punya hak apa lo!!! "

"Siapa suruh kamu hina temen aku. Cih! "

"Bukan menghina! Ini namanya Fakta!! Sahabat kamu itu udah berbuat mesum sama pak Riyan di ruang kosong sekolah kita!! Gue yakin, ini semua karna dia yang ngerayu pak Riyan, dengan dada datarnya itu!! " Tegas Siska lantang.

"Eh, mulut di jaga ya! Apa mau aku laporin ke guru! Kamu gak punya bukti apa-apa!! "

"Bukti? Gue punya kok. " Siska mengeluarkan Hpnya dengan percaya diri. Dia lalu menunjukkan sebuah Video dimana Vania keluar dari ruang kosong, dan tidak lama. Riyan juga keluar dari ruangan yang sama.

"Apa? Mau lapor ke guru, hayuk lah. "

***

1
Qaisaa Nazarudin
DASAR GILA,DIA YG MABOK MALAH NYALAHIN ANAKNYA..
Qaisaa Nazarudin
Ratden kalo niat mau nolong Vania tuh jangan setengah2,Tolong sampe tuntas..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata Shandy beneran suka sama Vania? ku pikir cuman iseng nakal doang,udah terbiasa bercanda gitu..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan lagi tambah kepo aku,Apa maksud Rayden dgn rasa BERSALAH??
Qaisaa Nazarudin
Kok aku curiga ya sama Ortunya Riyan??
Dan aku masih kepo apa maksud Rayden tadi soal kecelakaan ortunya Vania?? 🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Lha kalo ia terus apa hubungannya dgn loe..Kenapa loe yg marah2? Dasar gak jelas..
Qaisaa Nazarudin
Noh udah sembuh kan dari Amnesianya..
Qaisaa Nazarudin
OMG Raka sakit apa??
Qaisaa Nazarudin
Nah pasti sembuh nih Amnesia nya. 🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kamu udah gede Vania,Masih punya Rumah sendiri,Usaha Cafe sendiri,Kenapa harus bertahan jafi benalu di rumah orang? Dulu kamu masih kecil jadi ortu nya Riyan kasian sama kamu yg hidup sendiri.. Sekarang belajarlah untuk hidup mandiri..
Qaisaa Nazarudin
Kok tau tuh bibi kerja udah puluhan tahun?? katanya Amnesia..😅😅😜😜
Qaisaa Nazarudin
Whaat baru 20 tahun umurnya yg bener thor? Saat Vania 3 SMP umur Vania 15 tahun,Dan umurnya Riyan 19 tahun lho,BEDA UMUR MEREKA 4 TAHUN lho, Sekarang Vania umur 18 Tahun, Masa ia Riyan masih 20 tahun?? Mana hilang umurnya Riyan yg lagi 2 tahun ya?? 🤔🤔🤔🤔🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kok manggilnya Om?? Beda umur 4 doang,Lagian Riyan umurnya baru 19 tahun juga..Ku pikir Vanoa manggil Om tuh umurnya Riyan udah 26-27 tahun gitu 🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
3 SMP Berarti Vania umur 15 tahun ya,Riyan 19 tahun,Beda cuman 4 tahun doang..
Qaisaa Nazarudin
Waahh memory otak Riyan mundur beberapa tahun nih...
Qaisaa Nazarudin
Emang umur nya Vania ini berapa thor?
Yo rin
karena ganti hp sampai lupa sama novel ini
Siti Mas Ulah Ulah
si nathan noh bapaknya arfen,si legenda
🐾❤︎❣︎𝕲𝖗𝖊𝖞𝖓𝖆𝖙𝖙𝖆✰༆🌿
arka balik yuk nak, belum saatnya masuk😭
🐾❤︎❣︎𝕲𝖗𝖊𝖞𝖓𝖆𝖙𝖙𝖆✰༆🌿
udah pernah baca tapi gak bosen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!