NovelToon NovelToon
Sang Pendongeng

Sang Pendongeng

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kencan Online / Cintapertama / Tamat
Popularitas:38.6k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Siapa sangka tulisan dongengnya yang ia tulis diblog, menjadi penolong seorang remaja yang tengah putus asa. Sejak saat itu Jiva Arunika menjadi sahabat online Kai Gentala Bhalendra, akankah hubungan keduanya berlanjut hingga ke dunia nyata?
Cerita selengkapnya hanya di novel Sang Pendongeng ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29 - Persaingan Sengit

"Assalamualaikum. Nek, aku pulang..."

Cempaka langsung menghampiri Gita, ketika mendengar suara cucu perempuannya. "Kau ini dari mana saja..." kalimatnya terhenti begitu melihat sosok Kai bediri di belakang Gita, ia begitu terkejut sampai-sampai jantungnya seperti mau copot.

Begitu pula dengan Kai yang juga terkejut melihat nenek kandungnya yang selama ini ia cari. "Nenek..." Pria itu menghampiri Cempaka kemudian memeluknya untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia melepaskan dan beralih ke Gita. "Apa yang terjadi bagaimana bisa?" tanyanya bingung.

"Sudah nanti saja, Nenek jelaskan." Cempaka menarik Gita menjauh dari Kai, ia mengabaikan rasa bingungnya Kai karena ada hal yang lebih penting yang terjadi. "Gita, bagaimana kau bisa bersama dengannya? Kenapa kau bawa dia ke sini?" bisik Cempaka, ia melirik ke arah Kai, berharap Kai tak mendengarnya.

"Memangnya kenapa? Apakah Nenek tidak senang bertemu dengan cucu kandung Nenek?" bisik Gita heran.

Cempaka menggeleng. "Tidak untuk sekarang," jawabnya dengan tegas.

"Loh kenapa? Bukankah kalian sudah lama tidak bertemu? Nenek tidak merindukan Kai?" Gita semakin heran.

Cempaka kembali mencondongkan tubuhnya. "Didapur ada Gala, dia datang untuk membuatkan makan malam untuk kita."

"Hah?"

Niat hati ingin membuat kejutan untuk neneknya, kali ini justru ia yang terkejut karena ternyata Gala juga ada di rumahnya. "Tapi aku tidak melihat mobilnya di depan."

"Mobilnya ada di bengkel, tadi dia ke sini naik taxi," ujar Cempaka.

"Astaga. Bagaimana ini, Nek?" Gita tidak mungkin mengusir Kai, apalagi Gala yang sudah lebih dahulu ada di dapur.

Di tengah perdebatan mereka, tiba-tiba saja Gala dari dapur menghampiri Gita dan nenek yang tengah berbisik-bisik, ia juga melihat pintu depan terbuka dan ada sosok pria di sana.

"Gita, Nenek. Apakah ada tamu diluar?" tanya Gala.

Gita dan Cempaka nampak gugup menjawab pertanyaan Gala.

"Aku Kai, cucu kandung Nenek Cempaka." Kai melangkahkan kakinya masuk ke ruang tamu, kemudian satu tangannya terulur ke arah Gala untuk menyalaminya, sementara tangannya yang lain tatap memegang barang belanjaan.

Gala memperhatikan penampilan Kai sekilas dari atas ke bawah, lalu menerima jabatan tangan Kai. "Aku Gala. Atasan sekaligus teman dekat, Gita. Sangat dekat sekali," ucapnya penuh penekanan.

Kai mengangguk. "Oh, kalau begitu aku juga akan sekalian masakan sesuatu untukmu," ucap Kai, kemudian ia beralih ke Cempaka. "Nenek pasti rindu masakanku kan?"

"I-iya..."

"Aku sudah lebih dahulu masak untuk kita semua, aku tidak keberatan berbagi masakanku untukmu."

"Tidak perlu. Kalau begitu mari bertanding masakan siapa yang paling enak?" Kai menoleh ke arah Gita dan neneknya. "Kalian berdua yang akan menentukan masakan siapa yang paling enak." Kai berjalan menuju dapur, di ikuti oleh Gala dari belakang, kemudian Gita dan neneknya.

Gita dan Cempaka terlihat begitu tegang, mereka saling menggenggam erat tangan satu sama lain menyaksikan Gala dan Kai memasak di dapur, suasana pertandingan jelas terasa diantara keduanya. "Bagaimana ini, Nek?"

"Ini semua salahmu, Nenek sudah katakan lupakan Kai. Tapi kau malah membawanya kemari di saat yang tidak tepat," bisik Cempaka.

***

"Bagaimana New York? Kapan kau kembali?" tanya Gala mengawali obrolannya dengan Kai, saat ia memasukan garam dan lada pada sup buatannya.

Kai yang tengah memotong kentang, langsung melirik ke arah Gala. "Dari mana kau tau aku tinggal di New York?"

Saat pesta relasi beberapa waktu lalu, Kai sengaja bersembunyi dan tak bergabung dengan keluarganya agar wajahnya tidak di liput oleh media. Inilah tujuannya, ia tidak ingin ada orang yang mengetahui bahwa dia adalah bagian dari keluarga Maharaja Group.

"Nenek Cempaka yang cerita, beliau mengatakan cucu laki-lakinya tinggal di New York bersama ibunya," jawab Gala terus terang.

"Aku hanya sekolah di sana, begitu lulus aku kembali dan mencari kerja di sini." Kai merasa tidak perlu menceritakan tentang hidupnya kepada orang yang ia anggap saingannya.

"Apa di sana tidak ada perusahaan yang mau menerimamu?" tanya Gala setengah mengejek Kai, ia tertawa melihat Kai yang tampak kesal dengan pertanyaannya. "Aku hanya bercanda. Dari penampilanmu, kau pasti bekerja di perusahaan keluarga orang tuamu. Apa nama perusahaannya? Siapa tahu kita bisa bekerja sama." Kali ini Gala terdengan serius.

"Bukan urusanmu." Terlanjur kesal dengan ucapan Gala, Kai menghentakan pisaunya hingga mengenai jari telunjuknya.

Kai mengerang, darah segar mengalir dari luka sayatan yang begitu lebar. "Kau baik-baik saja?" tanya Gala khawatir, namun Kai malah membalik tubuhnya menjauh dari Gala.

Gita melompat dari meja makan, bergegas mengambil kotak P3K. Sementara nenek Cempaka langsung menghampiri Kai dan membimbingnya ke meja makan. "Ayo obati lukamu, biar Gala saja yang masak."

"Tapi Nek..."

"Sudahlah, tanganmu terluka begini mana bisa masak. Lain kali saja kau yang masak untuk kami."

"Betul apa yang di katakan Nenek. Aku tidak kebaratan kok kapan-kapan memakan masakan calon kakak iparku," sahut Gala sembari tersenyum.

Mata Kai langsung melotot mendengar ucapan Gala, ingin sekali ia menghampiri Gala dan menghajarnya tapi nenek Cempaka sudah terlebih dahulu menariknya, dan mendudukannya di meja makan.

Dengan cekatan Gita mengobati luka pada tangan Kai. Selama di obati oleh Gita, Kai terus memandangi wajah cantik Gita. "Kau benar-benar penyelamat hidupku," ucapnya lembut.

Tak selang berapa lama, Gala datang membawa semua hasil masakannya ke meja makan. Awalnya Kai menolak untuk memakan masakan Gala, tapi Gita dan neneknya terus memaksa Kai untuk makan.

"Jadi, bagaimana bisa Gita menjadi cucu nenek?" tanya Kai pada Cempaka, di tengah obrolan makan malam mereka.

"Ayahmu mengadopsi Gita dari panti asuhan di Bandung." Cempaka menceritakan kejadian malam dimana Gita datang ke Jakarta, hingga Baskara memutuskan untuk mengadopsi Gita.

'Ternyata Ayah menepati janjinya,' gumam Kai dalam hati, ia teringat pada malam terakhir ia bersama ayahnya menceritakan Gita, dimana mereka berencana mencari Gita.

Kai tersenyum memandangi Gita, wanita yang ia impikan selama ini ternyata sangat dekat dengan keluarganya. Tapi ia juga ingat dengan umpatan yang ia lontarkan pada cucu perempuan neneknya, saat ia mencari keberadaan neneknya dulu. 'Umpatan itu aku tarik kembali,' batinnya.

"Aku rindu sekali dengan Nenek, malam ini aku menginap di sini," ucap Kai menatap Cempaka.

"Kalau begitu aku juga menginap disini malam ini," sahut Gala.

Kai menoleh kearah Gala dengan kesal. "Hei, kau bukan keluarga. Mana boleh menginap di sini?"

"Kau memang cucu kandung Nenek, tapi tujuanmu menginap untuk menghoda Gita. Aku tidak akan membiarkan kau menggoda calon istriku..."

"Calon istri?" Kai langsung menoleh ke arah Gita. "Bukankah kau belum punya pacar?"

"Dia memang belum menerimaku, tapi aku sudah melamarnya...."

"CUKUP!!" Cempaka menggebrak meja, menghentikan perdebatan Kai dan Gala. "Tidaka ada yang menginap di sini, kalian berdua pulang!" ia mengusir keduanya keluar dari kediamannya, kepalanya sudah hampir mau pecah melihat perdebatan Kai dan Gala.

Keduanya sempat menolak, tapi akhirnya Cempaka mampu mengeluarkan mereka berdua dari kediamannya.

Kai menatap tajam ke arah Gala. "Aku tidak peduli kau sudah melamarnya, selama janur kuning belum melengkung aku masih punya kesempatan. Dia adalah penyelamat hidupku, dongeng-dongengnya sudah menyelamatkan aku. Dia juga adalah cinta pertamaku, jadi aku akan terus mengejarnya sampai dapat." ia mendorong tubuh Gala, dan berjalan menuju mobilnya.

Sementara Gala hanya terdiam. "Dongeng? Sejak kapan Gita mendongeng?" pikirnya.

1
Sarah
Keren banget ceritanya. Ini... cerita romance paling bagus kedua yang pernah aku baca di novel toon! Dan bagiku, ini bukan sekadar cerita cinta yang rumit. Tapi ini kisah tentang dua gadis panti yang berhasil tumbuh dengan baik dan menciptakan sebuah keluarga hangat yang selama ini mereka impikan. /Heart/😢
Sarah
/Facepalm/
Sarah
Cucu kandung laki-laki, kalah sama cucu perempuan adopsi. 😂
Sarah
Pfffttt.
Sarah
Aduh... kemarin Jiva yang jatuh, sekarang Gala yang jatuh. Ini couple kok senasib banget yah? 🗿
Sarah
Hahaha, trauma dimarahin karena pakai baju tidur doang. 😂
Sarah
Rumahku juga kayak gitu, thor. Gabung. 😂
Sarah
Aduhh main megang dagu aja nehh. 😌
Sarah
What? Ngusir ular? Gimana caranya kamu ngusir ular di umur yang masih kecil, Jiva? Edan... 😭
Sarah
Ladi dapet... ke medan terjal yang seperti itu? Geloo... 😭
Sarah
Dari analisaku, ini tuh... performa terbaiknya karakter Jiva sih sejauh ini. Dia keren banget di sini.
Development-nya (jujur aja) bahkan lebih berasa dari pada developmentnya Gita. Aku rasa karena Gita ya karakternya udah baik, jadi yaudah stuck aja... gak perlu banyak development. Sementara Jiva kan beda. Jujur, Jiva itu karakter dengan development terbaik yang underrated sih. 👍😌
Sarah
Bagus, Gita. Kamu gak khilaf. Gak kayak di bab pas mereka pelukan terus rupanya dilihatin Gala dari kejauhan. 😌
Sarah
Kalau dulu Gita merelakan Jiva yang diadopsi, kini Jiva yang merelakan cinta pertamanya untuk adiknya. Keren deh mereka. 👍
Sarah
Beuhh badass bangett. /CoolGuy/
Sarah
Jiwa kakaknya muncul nih. Keren banget.
Sarah
Kalau menurut ku... kalau orangnya bukan Gita sih... kecil kemungkinannya yah. Realistis aja sih. Tapi karena orangnya Gita yang sejak awal baiknya ala-ala tokoh utama banget dan kurang realistis (Jujur Gita tuh sebenarnya naif sih) jadi bisa-bisa aja~ 😌
Sarah
Heh, diem-diem paparazi lu, Kai! Melanggar hukum itu! 😂
Sarah
Gentleman banget. 👍
Sarah
Kerenn... tetap confident seperti perusahannya... 👍
Sarah
Kai gentleman banget meskipun mungkin hatinya ada di Gita, tapi sebagai cowok yang baik dia tetep minta maaf sama perlakuan dinginnya selama ini ke Si Jiva. Good, Kai. 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!