Maira adalah gadis yang menjadi simpanan seorang pria tampan yang kaya raya, sebenarnya Maira juga adalah masa lalu dari pria itu. Mereka berpisah karena sebuah perjodohan yang memaksa pria itu harus meninggalkan Maira, tapi pada dasarnya mereka tetap tak bisa saling melepaskan, mereka bahkan masih sering bertemu tanpa sepengetahuan istri dan keluarga pria tersebut.
Akan seperti apakah perjalan hidup mereka? akankah pria itu mengejar dan memperjuangkan kembali cintanya dengan Maira, atau malah jatuh cinta pada wanita yang saat ini telah menjadi istri sahnya secara hukum?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sahabat Lama Ku
"Lu Maira kan? " tanya pria yang saat ini ada di hadapan Maira.
Maira terdiam sejenak sambil menatap dan mengingat kembali tentang siapa pria itu sampai akhirnya ia dapat mengingat siapa dia.
"Elu, ngapain ada di sini? " tanya Maira.
"Yang harusnya nanya itu gue, ngapain lu ada di sini sambil hujan-hujanan? " tanya balik pria itu.
"Ah gak papa kok, " balas Maira sambil tersenyum.
Mereka bicara sambil setengah berteriak karena air hujannya cukup deras.
"Masuk mobil yuk, gue anterin ke rumah. Kasian lu kehujanan, " pria itu mengajak Maira untuk pulang bareng.
"Nanti mobil lu basah lagi, gak usahlah gue bisa jalan sendiri kok. Lagian rumah ku tinggal beberapa meter lagi kok, " balas Maira yang merasa tidak enak.
"Gak usah kek gitu lah, udah yuk. Dingin nih, " ucap Pria itu yang tetap meminta Maira untuk pulang bersamanya.
"Ya udah deh yuk, " pada Akhirnya Maira pun mau ikut pulang bersama dengan pria itu.
Di dalam mobil sang pria yang tak lain merupakan sahabatnya dulu pas di SMA mengambil jaket dari kursi belakang.
"Pakai nih, nanti kedinginan lagi, " Pria itu langsung memberikannya pada Maira.
"Lu juga nanti kedinginan, mending lu aja yang pakai, " balas Maira yang lagi-lagi menolaknya.
"Gue tuh cowok, lu aja yang pakai, " ucap pria itu.
Maira tersenyum sambil memakaikan jaket yang sahabat lamanya berikan, "Apa hubungannya kedinginan sama cowok, emangnya kalau cowok kedinginan gak bakalan sakit gitu? " tanya Maira sambil menyindir pria itu.
"Yah tapikan kalau cowok lebih bisa bertahan dalam kedinginan lebih lama dari wanita, " balas pria itu sambil menjalankan mobilnya kembali.
"Iyah deh terserah lu aja, BTW lu Miko kan? " tanya Maira yang masih belum tau pasti siapa pria ini.
"Ampun Ra, jadi lu dari tadi sebenarnya gak tau siapa gue? " tanya balik pria itu sambil menatap Maira dengan tatapan sekilas.
Maira pun tertawa kecil, "Kagak gitu maksudnya, cuman kan sahabat sama temen gue tuh banyak dulu. Jadi susah hafal nya, " balas Maira yang masih tertawa.
"Bukan masalah susah hafal sama banyak sahabatnya, lu nya aja yang terlalu bodoh. Bukannya dulu lu cuman punya tiga temen doang kan waktu sekolah, " ucap pria itu.
"Iyah gue tau, tapi pertanyaan gue yang tadi belum lu jawab, " balas Maira.
"Pernyataan yang mana sih Ra? " tanya pria itu.
"Iyah lu Miko apa siapa? " Tanya Maira.
"Iyah gue Miko, masa lu mau samain gue sama si Dika sih? Diakan jeleknya kagak ketolong, " balas Miko.
"Yeh gak boleh gitu tau, nanti kalau dia denger dia marah sama lu, " ucap Maira.
"Kagak peduli gue, yeh bodoamat, " balas Miko tak peduli.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di depan rumah Maira, "Ini rumah lu? Lu pi dah rumah? Bukannya dulu rumah lu bukan di sini yah? " tanya Miko.
"Kalau mau tanya satu-satu bisakan? Jadi bingung kalau langsung banyak mau Jawab yang mana dulu gitu, " balas Maira.
"Ya ampun Ra, sekarang lu makin rese aja yah tertanya. Gue pikir setelah keluar sekolah otak lu bakalan agak bener dikit, eh tapi ternyata tetep koslet yah, " ucap Miko.
"Ah udah ah yuk ke dalam, udah dingin nih, " Maira langsung mengajak Miko untuk masuk ke rumah Maira.
Saat mereka berada di ruang tamu mereka melihat Ken dan Naura sedang terduduk dan mengobrol di sana berduaan.
"Elu, ngapain lu ada di sini? " tanya Miko saat melihat Ken berada di situ.
"Lu kenal sama dia? " tanya Maira sambil menatap Miko dan Ken bergantian.
"Ya kenal lah, orang dia adek gue, " balas Miko sambil menatap Maira.
"Ternyata di Ken itu punya abang ke elu? Tau gitu gue gak jadi deh restuin hubungan adek gue sama dia, " ucap Maira sambil memutar bola matanya.
"Emangnya kenapa? " tanya Miko sambil menatap serius Maira.
"Takut nanti adek gue ketularan **** kayak lu," balas Maira sambil tertawa.
"Yah elah gue pikir apaan, " ucap Miko yang takutnya Maira bucara serius.
"Kalian udah saling kenal? " tanya Naura.
"Udahlah, orang dia babu kakak dulu waktu sekolah, " balas Maira bangga.
"Yeh siapa bilang? " tanya Miko tidak Terima dirinya di permalukan di depan Ken dan Naura.
"Kan gue yang barusan bilang, emangnya lu berharap siapa yang bilang? Agnes Monica? Yah gak mungkin lah, " balas Maira sambil menatap Miko.
"Udah ah, mending kamu ke kamar mandi ganti baju kamu, " sambung Maira sambil memutarkan tubuh Miko untuk segera pergi ke kamar mandi.
Tapi Miko malah mematung, " Kalau gue ganti baju pakai baju siapa? " tanya Miko.
"Di rumah gue ada bajunya Arga, lu bisa pakai baju dia, " balas Maira.
"Ok baiklah kalau begitu, " Miko kembali melanjutkan jalannya menuju kamar mandi.
Sedangkan Maira pergi ke kamarnya untuk mandi dan juga menganti pakaiannya. Naura dan Ken saling tatap saat ini, mereka nampaknya masih kebingungan.
"Jadi mereka berdua udah saling kenal? " tanya Naura pada Ken.
"Yah kayaknya sih begitu, " balas Ken sambil mengangkat pundaknya.
"Ah bagus deh, jadi kita gak perlu susah-susah buat deketin mereka. Orang mereka udah deket, kita hanya perlu buat mereka saling ketemu, " ucap Naura sambil tersenyum bahagia.
Kak sekarang tinggal aku yang ingin melihat dan membuat mu bahagia, aku yakin kakak bisa melupakan kak Arga. Biarkan kak Arga hidup di kehidupannya sekarang. Gumam Naura dalam hatinya.
Setelah beberapa menit Maira dan Miko berjalan bersamaan menuju ke sofa untuk bertemu dengan Naura dan Ken, setelah di sana mereka langsung duduk secara berdampingan.
"Jadi dia adik kamu? " tanya Maira sambil menunjuk Ken.
"Iyah, ganteng kan? Sama lah kayak kakaknya," balas Miko sambil menampilkan wajah sok tampannya.
"Adik lu emang ganteng, tapi lu enggak, " ucap Maira sambil memalingkan tatapannya dari Miko.
"Kalian udah kenal lama? " tanya Naura yang masih penasaran.
"Dia itu musuh sekaligus temen kakak dulu, " balas Maira.
"Waktu sekolah? " tanya Naura kembali.
"Iyah waktu sekolah, " timpa Miko.
"Bagus deh, " ucap Ken sambil tersenyum.
"Kok bagus sih? Gak bagus tau, kalau aja kalian tau kelakuan nih orang di sekolah dulu. Wah di jamin kalian gak bakalan percaya, " ujar Miko.
Maira menutup mulut Miko menggunakan tangannya, "Bisa gak? Gak usah bahas masa lalu, udah mulai jadi orang baik nih. Mereka kan masih sekolah, jadi kalau mereka contoh bagaimana? " ucap Maira sambil menekankan setiap ucapannya.
Miko memukul tangan Maira yang ada di mulutnya. Maira pun langsung membuka tangannya.
"Mau mati gue Ra, Iyah gue gak bakalan bilang, " ucap Miko sambil menatap Maira.
"Bagus, " senang Maira sambil tersenyum manis.
Ken dan Naura tertawa melihat kelakuan kakaknya itu yang seperti anak kecil sedang rebutan permen.