[SEDANG DIREVISI] S2 nya silakan baca—{Menikahi Mantan Dewa Tertinggi} generasi anak Fu Chan Yin.
Dia menjadi istri surga sang Raja Neraka
Sebelumnya, Fu Chan Yin merupakan agen termuda zaman modern. Tiba-tiba berpindah dimensi ke zaman kuno yang membutuhkan energi spiritual untuk bertahan hidup. Sebagai pewaris esensi delapan dewa-dewi, dia menjadi yang disegani di dunia langit. Dan hidupnya telah ditakdirkan menjadi bintang phoenix sang Raja Neraka, Xiu Jichen.
Pria itu masih ras iblis yang dingin, sombong, kuat dan mendominasi. Dia ditakdirkan untuk memegang gadis itu dalam hidupnya, agar tidak ada orang lain yang berani menatap kecantikannya.
Gadis itu pintar, tak terkalahkan, mampu membuat racun, menjinakkan binatang roh dan memasang array spiritual. Bahkan mengontrak binatang roh suci kuno.
Tapi dibalik itu semua, Fu Chan Yin memiliki kelahiran yang misterius. Dan perjalanan ini, akan mengungkapkan semua jati dirinya. Akankah semuanya terjawab?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengunjung di Malam Hari
DI LUAR, hari sudah menjelang sore. Karena ruang spiritual biasa telah terhubung dengan Dunia Pagoda Neraka, keempat makhluk suci ilahi kuno sibuk memilih buah-buahan yang diambil dari dunia kecil. Keempatnya makan camilan. Adapun Roh Bunga, dia telah menyimpan beberapa camilan untuk diri sendiri.
"Tuan, bisakah lain kali memetik banyak buah-buahan kuno lagi ke sana?"
"Tentu. Masih ada banyak, hanya saja aku tidak memiliki banyak waktu karena ingin segera keluar. Kamu tidak tahu, enam bulan di sana rasanya setahun," jawab gadis itu datar. Ia juga memakan beberapa buah anggur jumbo.
Masih ada waktu tiga bulan sebelum dunia kecil array kuno dibuka. Fu Chan Yin harus memikirkan cara untuk berpartisipasi dalam pembukaan itu. Pertama-tama, dia harus memasuki sekte dan menjadi murid inti. Atau cara kedua, menyelinap pergi.
Gua yang awalnya merupakan gerbang dunia kecil array kuno, sekarang hanya tempat biasa. Tidak ada dinding spiritual atau tekanan aneh yang menyedotnya. Dengan begini, ia memasuki gua dan melihat sekitar—memastikan tidak ada binatang roh tinggal.
"Sepertinya portal spiritual itu telah hilang. Dan gua menjadi normal. Malam ini kita akan bermalam."
"Tuan, masih akan membuat pil?"
"Tentu saja."
Segala peralatan memasak muncul dan bahan-bahan disiapkan. Roh Bunga dan Fu Chan Yin menikmati waktu berdua untuk memasak. Setelah menghabiskan cukup waktu makan, hari semakin gelap.
Fu Chan Yin segera menyiapkan tungku dan beberapa tanaman spiritual. Bagaimanapun juga, malam ini ia harus berhasil membuat pil dan eliksir.
"Membuat pil dan eliksir ternyata cukup merepotkan. Aku bahkan harus membaca buku untuk melihat resep. Bagaimana para apoteker dan pil master bekerja?" tanyanya sedikit mengantuk.
"Aku tidak tahu. Tapi yang ku tahu, mereka kaya dan memiliki banyak mitra."
Sebelum memulai, ia membaca buku pil dan eliksir kuno yang hanya bisa dipelajari oleh alkemis ranah surga ke atas. Ini juga membutuhkan energi mental yang kuat serta energi spiritual besar.
Fu Chan Yin telah membuat beberapa pil dan eliksir setelah empat jam berlalu. Keringat di dahinya terlihat jelas saat cahaya inti kristal roh menyinari sekitar gua.
"Tuan, bisakah itu berhasil?" tanya Roh Bunga rendah.
"Aku harus berhasil. Tunggu dan lihat saja!"
Roh Bunga memperhatikan dari samping, khawatir jikalau majikannya menemukan masalah. Untunglah semua berjalan lancar. Besok pagi, mereka bisa melanjutkan perjalanan meninggalkan Hutan Tujuh Pagoda.
Memperhatikan pil dan eliksir di tangan, Fu Chan Yin tersenyum senang. Ternyata seperti ini rasanya menjadi alkemis. Apa yang dia baca di novel memang bagus. Jual itu di pelelangan dan dapatkan banyak uang.
Setelah merapikan semua peralatan, Fu Chan Yin menghela napas lelah. "Bagaimana kabar Huang Fu Jung dan yang lainnya? Bisakah kau merasakan keberadaan mereka?"
"Aku hampir melupakan mereka ...."
Roh Bunga sedikit mengerutkan keningnya. Ia menyelisik sekitar hutan melalui bunga-bunga yang tumbuh di luar sana. Setelah mendapatkan informasi dari para bunga, Roh Bunga mengangguk serius.
"Mereka belum keluar hutan, masih jauh dari pinggiran. Saat ini seharusnya beristirahat di tempat aman. Tapi sepertinya mereka menemui beberapa pembunuh bayaran lagi hari ini."
Sudah satu bulan dan mereka belum keluar?
Hutan Tujuh Pagoda tidak terlalu besar dan mudah keluar setelah memecahkan array pelindung. Mungkin para pembunuh itu terus bermunculan untuk berurusan dengan mereka. Ini cukup merepotkan. Tapi bagi Fu Chan Yin, sekelompok pembunuh bayaran hanyalah semut kecil.
"Kenapa belum keluar? Tidak banyak gelombang binatang roh di sana. Aku telah memerintahkan raja binatang roh di hutan ini untuk membiarkan mereka lewat hingga perbatasan," kata Fu Chan Yin sedikit khawatir.
"Mungkin karena hal lain?"
"Bisakah hal seperti itu terjadi? Mereka tampaknya bukan orang-orang yang memburu harta."
"Mungkin juga. Kultivasi mereka ditekan saat di hutan ini, cukup masuk akal jika terlambat keluar hutan. Besok kita harus menyusul mereka." Roh Bunga menyarankan.
Gadis itu mengangguk, "Yahhh, kamu mungkin benar ...," Mungkin lebih baik bergabung dengan mereka untuk segera mencapai kota ibu kota kekaisaran. Ia penasaran dengan keberadaan gunung sakral, tempat tinggal Raja Neraka di istana Blackhell.
Malam ini sangat dingin, musim gugur akan segera berakhir, ini wajar untuk menyambut kedatangan musim dingin.
Fu Chan Yin menyiapkan tikar untuk alas, kasur lantai, bantal dan selimut hangat. Semuanya barang-barang zaman modern yang tersimpan dalam ruang spiritual pribadi.
Tidak lupa, ia mengeluarkan kulit berbulu war craft beast kuno yang disayat ya waktu di dunia kecil array kuno. Bulu-bulu itu tidak mengeluarkan bau menjijikkan, tapi hangat. Menyusunnya di sekitar kasur lantai.
"Kamu kembalilah ke ruang. Tidak perlu menjagaku," katanya.
"Tapi Tuan, bahaya bisa kapan saja datang. Meski tidak ada gelombang binatang roh ke sini, bagaimana dengan orang lain?"
"Bisakah orang lain memasuki tempat ini?" tanyanya.
"Mungkin orang biasa tidak. Bagaimana dengan pria iblis itu. Bagaimana jika dia datang lagi?"
"Yakinlah, semuanya akan baik-baik saja. Kenapa dia harus mencariku lagi? Dia memberiku gantungan giok, bukankah untuk menemukannya?"
"Itu ... Juga mungkin. Baiklah ...."
Roh Bunga masuk ke ruang Pagoda Neraka setelah gadis itu mengusirnya. Malam ini ia harus istirahat untuk perjalanan besok. Setelah memasang array pelindung di sekitar gua, ia jatuh dalam kantuk dan tertidur pulas.
Napasnya sangat santai dan damai. Rambutnya tergerai di samping dan selimut tebal menutupi sebagian tubuhnya. Dia tampak imut.
Setelah kesunyian aneh berlalu cukup lama, sosok bayangan hitam muncul di depan gua. Sosok tinggi itu berperawakan pria, rambut peraknya seketika menjadi hitam dan zaoshan bersulam naga emas menghilang, menyisakan hanfu hitamnya yang elegan.
Pria itu berjalan tanpa bersuara, menyentuh pelindung gua dan masuk tanpa hambatan. Jika Fu Chan Yin terjaga, pasti memiliki kejutan tak terduga. Selain dia, masih ada orang lain dengan kemampuan menembus array tanpa masalah. Pria itu tak lain adalah Xiu Jichen.
Di ruang Pagoda Neraka, keempat makhluk suci ilahi kuno hanya diam. Roh Bunga ingin keluar namun tidak bisa tanpa seizin majikannya. Ia hanya bisa pasrah melihat pria dengan aura mendominasi itu mendekati Fu Chan Yin.
Xiu Jichen mengamati wajah cantik yang tertidur itu, senyumnya terukir. Ia hanya duduk tak jauh dari sana dan memperhatikan Fu Chan Yin tidur. Matanya sedikit menyipit.
"Yakinlah, jika kalian memberi tahu dia kedatanganku ... Percaya atau tidak, memakan makhluk suci ilahi kuno cukup enak juga," katanya tanpa nada ramah. Ada sedikit sentuhan dingin dalam kata-katanya.
Keempat makhluk suci ilahi kuno dan Roh Bunga yang berada di ruang Pagoda Neraka sedikit merinding.
Aura mendominasi dari pria itu sangat mengerikan dan mampu merontokkan rambut mereka. Keberadaan mereka diketahui oleh Xiu Jichen, bukankah itu menandakan bahwa kultivasinya jelas bukan milik dunia langit.
Saat pagi jatuh, Xiu Jichen segera meninggalkan gua. Sebelum pergi, ia mendaratkan kecupan di dahi bintang phoenix-nya. Kucing kecil berbulu harimau itu harus cepat tumbuh agar ia bisa menikahinya sesegera mungkin.
"Cepatlah tumbuh dan aku akan menjemputmu. Jangankan istana, Raja ini akan memberimu dunia," bisiknya lembut. Setelah itu ia pergi.
Kepergiannya membuat keempat makhluk suci ilahi kuno menghela napas. Mereka tidak percaya bahwa Fu Chan Yin akan memiliki hubungan dengan pria misterius itu. Jelas-jelas pria itu adalah iblis ... Tapi Whitely tampaknya merenungkan sesuatu.
Mungkinkah pria itu adalah kaisar iblis yang telah lama jatuh? Tapi penampilannya sangat berbeda.
"Sangat tidak mungkin," gumamnya.
𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭 𝐬𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮 😘😘😘😘😘😘