Ini Lanjutan lanjutan cerita " Liontin" . Kisah ini adalah dari Putri Leana Anderson. Siapa Leana Anderson ?. kisahnya ada di Cerita Liontin.
Awal mulanya Putri dari Leana yg bernama Safira Anggraeni Anderson, atau sering hanya disebut Safira Anggraeni itu berlibur setelah menyelesaikan studinya. ia mendatangi pengasuhnya dahulu yg sudah mengundurkan diri. Mbak Watik lah yg merawat selama ini, selain kakak sepupunya Daniella serta keluarga engkong Pi'i. Ketika menginap di kos kosan milik mbak Watik di Jogja ia terjebak dengan seorang pemuda yg tak lain adalah Angga Wicaksono. Seorang pemuda dari kota Jakarta sama dengan Safira. Dengan kemampuan meretas dan mencari detail tentang suaminya ini, Safira menunggu kejujuran dari Angga nantinya. Dan menyerahkan semua jalan takdir kepada sang pencipta.
Sementara Angga sendiri sedang dilema dengan dirinya sendiri karena ia dipaksa untuk melanjutkan perusahaan papanya atau melanjutkan cita citanya sebagai Dokter.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita Bang Wandi
Malam sudah semakin larut. Safira dan Mita pun pamit undur diri. Sementara Ardi dan Zahra sudah pamit terlebih dahulu. Safira mengendarai motornya menuju kontrakan. Wajah lelah Shelomita tampak terlihat jelas. Ia menyandarkan tubuhnya di belakang Safira yg mengendarai motor sportnya. Fira tak ingin mengganggu momen Mita yg bersandar. Ia perlahan lahan membangunkan Mita, ketika sudah sampai di kontrakan. Di kontrakan sedang ramai entah ada kejadian apa. Membuat Mita mengerjabkan matanya dan terbangun karena tepukan dari Safira.
" Ada apa Fir ?, kok ramai banget...?" tanya Mita yg baru tersadar.. Safira hanya menghedikkan bahunya sebagai tanda tidak tahu.
Tampak di sebelah kontrakan Safira beberapa lelaki sedang beradu mulut. Dan tak lama kemudian terjadi perkelahian. Safira menyingkir bersama Mita. Mbak Fitri, istri dari lelaki yg berkelahi berteriak minta tolong, karena suaminya dikeroyok beberapa orang. Anak mbak Fitri juga ikut menangis dalam gendongannya. Mita segera meraih tangan mbak Fitri untuk menghindar.
Tampak beberapa orang mencoba melerai perkelahian itu. Dan untuk sementara perkelahian terhenti, karena kedatangan pak RT.
" Ada apa mbak...?" tanya Fira kepada mbak Fitri.
" hik, itu anak anak muda mabuk meminta sumbangan buat tahun baruan. Tapi suamiku menolak, hik..."
" Tapi malah berkelahi, hik...tolong mbak Fira...!"
" Sudah sudah, tenang dulu mbak. Itu sudah ada pak RT..." hibur Mita ke mbak Fitri.
Sementara Fira mendatangi orang orang yg masih tampak berkerumun. Beberapa orang yg dikatakan mabuk oleh mbak Fitri tampak masih marah marah. Fira mencoba menanyakan kepada mas Bambang suami mbak Fitri.
" Kenapa sih mas...?" tanya Fira.
" Ini lho mbak, masa mereka minta iuran buat tahun baruan. Tapi malam malam, gedor gedor rumah lagi...orang kan lagi pada istirahat. Mana dirumah ada anak kecil lagi..." jawab mas Bambang. Safira kemudian menelisik orang orang yg sedang di tahan oleh pak RT tersebut. Disana beberapa anak muda terlihat sempoyongan karena mabuk.
" Minta iuran cuma buat mabuk ini mbak, bukan buat di kontrakan sini. Mana maksa lagi..." lanjut kata mas Bambang.
Dan benar saja, 6 orang yg masih dalam keadaan mabuk itu mencoba memukul pak RT dan yg lainnya. Sehingga pak RT dan beberapa bapak bapak tampak kewalahan. Pak RT terluka bagian pelipisnya, karena sebuah bogeman dari benda tumpul yg digunakan salah satu pemuda yg mabuk itu. Safira mendatanginya. Kemudian mengarahkan kepalan tangannya ke arah pemuda yg mabuk itu, sehingga tersungkur. Temannya yg tidak terima pun menyerang Safira. Namun Safira dengan mudah berkelit dan membalikkan keadaan. Tiga orang diantaranya terkena bogeman mentah Safira. Sementara tiga orang lainnya masih di tahan oleh warga kontrakan itu.
Tiga orang yg terkena pukulan Safira pun tumbang, kemudian muntah muntah di tempat itu. Warga lain berdatangan untuk melihat kejadian itu. Tampak mereka bersorak karena 3 diantara enam pemuda mabuk itu muntah muntah. Dan tiga orang yg di tahan warga pun dilepaskan. Ketiganya pun berlutut dan kemudian memuntahkan isi perut mereka. Karena melihat teman temannya tersungkur dan mabuk. Salah satu ibu ibu yg merasa terganggu pun menyiram mereka dengan air. Sehingga ke enam pemuda mabuk itu basah kuyup. Sesaat keramaian pun terhenti. Karena kedatangan keamanan yg sedang patroli. Mereka pun dibawa kepos pol terdekat dibantu oleh warga menggunakan pick up.
Beberapa saat kemudian kontrakan tersebut menjadi tenang kembali. Hanya tinggal beberapa orang yg masih berkumpul dan membersihkan bekas muntahan dari pemabuk tadi.
" Ngopi mbak Fira, mbak Mita...?" tanya mbak Fitri ketika sudah mulai tenang. Walau masih sedikit sesenggukan karena menangis tadi. Anaknya sudah tidur kembali. Sementara mas Bambang dan yg lainnya membersihkan tempat itu.
" Boleh mbak, tapi gulanya dikit ya..." jawab Safira.
" Untung ada elu neng, kalau kaga, mereka kaga kelar kelar. Orang kaga ada yg berani adu jotos karena mereka orang sini..." Celetuk tetangga kontrakan yg lain bernama Irma. Biasa dipanggil mpok Irma, Wanita berusia 45 tahunan dan bertetangga dengan Safira.
" Eh iya pok, gemes gw kalo liat yg begituan..." jawab Fira.
" Kirain doyan mabuk ama maksa orang itu udah kebal. Tahan pukul atau bagaimana gitu Mpok. Apalagi badannya tatoan. Mana tato gambar cecek lagi...." lanjut kata Safira sambil terkekeh.
" Mereka mah kebal neng, kebal omongan tetangga...." jawab mas Bambang yg masih mengepel lantai tempat muntah pemabuk tadi. Jawaban mas Bambang membuat yg lain tertawa.
Mbak Fitri keluar membawa nampan berisi beberapa kopi dan cemilan. Beruntung Mita tadi dibawain kue oleh mbak Sari. Mita pun mengeluarkan semua kue itu untuk dinikmati bersama. Beberapa orang yg masih ditempat itupun berkumpul menikmati kopi dan cemilan yg dibawa mbak Fitri. Kue yg dibawa Mita pun langsung ludes diambil bapak bapak dan ibu ibu di tempat itu. Mas Bambang mengeluarkan rokok mild miliknya untuk bapak bapak yg biasa merokok. Fira mengambil satu batang kemudian menghisapnya.
" Lu ngrokok Fir....?" tegur Mita yg melihat Safira merokok.
" Yeee, baru tahu lu...!" jawab Fira santai.
" Neng Fira doyan rokok ternyata..." kata bang Wandi yg turut mengambil satu batang rokok milik mas Bambang.
" Iye bang..." jawab Fira.
Fira sebenarnya sudah lama merokok, terutama semenjak mengetahui masa lalu ayah ibunya dahulu. Hal itu sudah diketahui kakak sepupunya, Ella. Ella membiarkan saja namun menyarankan untuk tidak sering menggunakannya. Selain itu, Fira sering kali bersama sama dengan Devan dan Davin merokok jika sedang jenuh. Dan mereka selalu bersembunyi dari bunda dan kakak sepupunya itu.
" Neng, sepertinya neng Fira jago silat yah..." celetuk bang Wandi sambil menyulut rokoknya.
" Dikit..." jawab Safira sambil mengepulkan asap rokoknya. Mita hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Fira.
" Dulu Abang punya temen yg jago silat, tapi entah kemana dia sekarang...." kata bang Wandi disela sela obrolannya dengan yg lain. Fira hanya mengangguk angguk mendengarkan.
" Tapi sepertinya dia sedang stres kala itu. Karena setelah istrinya meninggal, ia merasa bersalah...." lanjut kata bang Wandi. Fira mengernyitkan keningnya, mendengar cerita bang Wandi.
Usia bang Wandi sekitar 50 tahunan. Namun masih terlihat gagah dan awet muda. Mungkin karena hobi olah raga, sehingga ia tampak masih terlihat segar bugar.
" Dia abang minta menginap dikontrakan abang neng, kalau ketemu orang mabuk dan suka maksa kaya tadi, langsung dihajar oleh temen abang itu...." lanjut cerita bang Wandi.
" Abang ngelihat dia sukanya ngelamun, makanya kalau disini sering Abang ajak main bulu tangkis. Biar tidak merasa bersalah terus ke almarhumah istrinya itu...." bang Wandi.
" Terus dimana orang itu bang...?" tanya Safira. Namun gelengan kepala bang Wandi sebagai jawabannya.
" Kejadian sudah lama bener neng, 15 tahun lebih kali ya ?, Abang udah kaga tahu kemana dia. Katanya mah mau ke Kalimantan gitu..." jawab bang Wandi. Fira mengangguk angguk memahami.
" Yg Abang heran mah, dia kaga kerja tapi duitnya ada terus. Pernah ye !, Abang tanyain duit dari mana gitu. Nyuri atau ngerampok, eh malah dia bilang, kalau dia punya perusahaan, milik istrinya gitu. Tapi dia kaga bisa megang , karena merasa bodo gitu neng. Karena hanya lulusan STM katanya. Orangnya bener bener baik neng. Kalau abang lagi ga dapet duit dari narik nih. Dia yg belanjain kebutuhan abang sama istri. ...?"
" Dan dia bilang , ia cuma ngambil di ATM jika butuh doang. Tadinya mah Abang ditawari kerja diperusahaannya gitu. Tapi kita yg disini kan ketawa doang, karena itu seperti candaan bagi kita kita disini neng...."
" Katanya perusahaan mah mau dikasih ke anak perempuannya gitu. Anaknya katanya sedang dididik oleh keponakan almarhumah istrinya itu , agar nantinya bisa memegang perusahaan. Tapi cerita itu bener atau kaga abang tidak tahu. Karena memang niat kita menolong orang itu tanpa memandang dia siapa. Dan tidak mengharapkan imbalan apa apa dari dia..." lanjut cerita bang Wandi.
" Menolong ?, maksudnya....?" tanya Fira kepada bang Wandi.
" Ya daripada dia tidur di emperan toko atau di pasar gitu neng. Abang minta dia tinggal di kontrakan sebelah abang yg kosong. Terlebih dia juga pernah menolong Abang sewaktu dijambret..." jawab bang Wandi menjelaskan temannya dulu itu.
" Nama orang itu siapa bang....?" tanya Safira sambil meneteskan air matanya, mendengar cerita bang Wandi.
" Wawan Rosadi..."
good job 👍👍👍👍❤❤❤❤❤
good thor👍👍👍👍❤❤❤❤