NovelToon NovelToon
The CEO'S Secret Architect

The CEO'S Secret Architect

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Blaze Onyx

Aureline Vance mengira pernikahan kontrak dua tahun dengan Zayyan El-Ghazali—sang CEO berdarah dingin penguasa imperium bisnis terbesar—hanya sekadar transaksi demi keselamatan diri. Namun, yang tidak diketahui dunia adalah kehadiran Xavi, putra rahasia mereka yang berusia tujuh tahun dengan kecerdasan siber tingkat genius.
Saat ancaman dari kartel informasi global, *Valerius Syndicate*, dan intrik pengkhianatan dalam keluarga El-Ghazali mulai membidik Xavi sebagai target eliminasi, Zayyan dan Olin terpaksa meruntuhkan dinding pembatas di antara mereka. Di tengah desing peluru dan konspirasi tingkat tinggi, kertas kontrak dua tahun itu akhirnya dibakar menjadi abu. Kini, tidak ada lagi jalan mundur. Zayyan siap mengerahkan seluruh kekuatan imperiumnya demi melindungi takhta, wanita yang dicintainya, dan sang pewaris rahasia yang tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blaze Onyx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Kilau Menara Kaca

Gedung pusat El-Ghazali Corp menjulang setinggi lima puluh lantai di pusat distrik bisnis, sebuah menara megah dengan fasad kaca cermin yang memantulkan langit siang Pekanbaru yang berawan. Ketika iring-iringan tiga SUV hitam berbelok memasuki pelataran khusus eksekutif, belasan fotografer dari media finansial yang tertahan di balik barikade pengaman langsung mengarahkan lensa mereka. Kilatan lampu kilat menyambar-nyambar kaca jendela mobil yang gelap, memecah ketenangan kabin yang kedap.

Olin mencengkeram tas genggam berbahan kulit satin di pangkuannya. Di bawah balutan gaun hijau zamrudnya, lututnya terasa sedikit kaku saat merasakan mobil melambat hingga akhirnya berhenti sempurna di depan lobi privat.

"Tetap di belakangku, Aureline," suara bariton Zayyan mengalun rendah dari kursi depan, memutus keheningan tanpa menoleh. Pria itu membuka pintu mobilnya sendiri, melangkah keluar ke bawah naungan kanopi beton sebelum Malikh sempat memutari kap mobil.

Xavi yang duduk di sebelah Olin tidak menunjukkan riak kecemasan sama sekali. Jemari mungilnya bergerak cepat di atas layar gawai yang disembunyikan di balik lipatan jas kecilnya. "Mommy, intensitas sinyal nirkabel di lobi ini berada di tingkat maksimum. Ada tiga puluh dua perangkat pelacak aktif yang mencoba memindai manifes penumpang mobil ini. Semuanya kuberi umpan data kosong."

Olin mengembuskan napas perlahan melalui hidung, mencoba meredakan debar jantungnya sendiri yang kian memburu. Dia menggenggam tangan kecil Xavi, merasakan jemari anaknya yang hangat dan kokoh, lalu melangkah keluar memenuhi panggilan pintu mobil yang telah terbuka luas.

Lobi privat menara kaca itu didominasi oleh marmer putih Italia dan pilar-pilar baja tahan karat yang menjulang hingga ke langit-langit setinggi delapan meter. Begitu tumit sepatu beludru Olin mengetuk lantai mengilap tersebut, seluruh pergerakan di dalam ruangan seolah terhenti. Jajaran staf humas dan petugas pengamanan internal membungkuk dalam-dalam, membentuk lorong manusia yang mengarah langsung ke lift khusus jajaran direksi.

Zayyan memimpin di depan, langkah kakinya yang lebar dan berwibawa membelah keheningan lobi dengan otoritas yang mutlak. Olin berjalan satu tapak di belakangnya, dengan Xavi yang menyelaraskan langkah kecilnya di sisi kiri sang ibu. Kombi hijau zamrud dan abu-abu arang yang mereka kenakan menciptakan kontras yang tajam di bawah siraman lampu sorot LED yang putih bersih.

"Tuan Besar," sesosok pria paruh baya berambut perak dengan setelan jas formal abu-abu muda melangkah cepat menghampiri mereka dari arah meja resepsionis eksekutif. Itu adalah Hendra, kepala penasihat hukum faksi Kakek Albert. Matanya yang jeli langsung menyapu sosok Olin, sebelum akhirnya turun mengunci Xavi dengan tatapan penuh selidik yang tajam. "Dewan komisaris sudah berkumpul di lantai tertinggi sejak tiga puluh menit lalu. Kakek Anda... sedang tidak dalam suasana hati untuk menunggu lebih lama."

Zayyan menghentikan langkahnya tepat dua meter di depan Hendra. Postur tingginya membuat pengacara senior itu terpaksa mendongak. "Aku yang menentukan waktu di menara ini, Hendra. Katakan pada kakekku, aku membawa jawaban atas runtuhnya sistem Iron Sentry semalam."

Hendra beralih menatap Xavi, bibirnya menipis membentuk garis lurus yang sinis. "Apakah jawaban yang Anda maksud adalah membawa seorang wanita dari masa lalu dan... anak kecil ke dalam ruang sidang utama? Ini adalah rapat pleno direksi, Tuan Zayyan, bukan kunjungan keluarga."

Sebelum Zayyan sempat menyahut, Xavi mendongak, menyesuaikan letak kacamata bundarnya dengan santai. "Tuan Penasihat Hukum," cicit Xavi, suaranya yang jernih menggema di antara pilar marmer yang sunyi. "Jika Anda merujuk pada undang-undang perseroan terbatas pasal delapan puluh empat, pemegang saham pengendali berhak membawa konsultan teknis eksternal dalam pertemuan darurat yang melibatkan kegagalan infrastruktur kritis. Dan menurut log peladen pusat yang kubaca sepuluh menit lalu, posisi Anda sendiri terancam diganti karena gagal memitigasi kebocoran data vendor kemarin malam. Jadi, kurasa Anda yang tidak punya banyak waktu di sini."

Hendra tersedak ludahnya sendiri, wajahnya yang semula pucat mendadak memerah padam. Dia menatap Xavi dengan mata melebar, kehilangan seluruh kata-kata formal yang biasa dia susun di pengadilan korporasi.

Zayyan tidak tertawa, namun kilat kepuasan yang dingin kembali menyala di balik sepasang mata elangnya. Dia kembali melangkah mendahului Hendra, menuju pintu lift berlapis titanium yang terbuka otomatis. "Masuk, Olin. Kursi utama sudah menanti."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!