NovelToon NovelToon
ARCANIST

ARCANIST

Status: tamat
Genre:Akademi Sihir / Epik Petualangan / Budidaya dan Peningkatan / Barat / Tamat
Popularitas:435.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kei L Wanderer

Di dunia baru yang terbentang begitu luas, banyak misteri tersembunyi dan perlu dijelajahi.

Makhluk-makhluk yang bersembunyi di balik kabut, dalam hutan luas, di pegunungan tak berujung, bahkan lautan tanpa batas.

Binatang sihir yang penuh pesona, atau makhluk mengerikan yang hanya dalam mimpi buruk. Bunga-bunga indah yang melambangkan duka, atau buah yang membawa keabadian bagi pemakannya.

Ini adalah cerita tentang sihir yang penuh misteri dan terus dijelajahi. Tentang cerita para Arcanist, orang-orang yang mempelajari sihir, mencoba melangkah ke tempat tinggi, dan mengungkapkan misteri dunia.

Ini adalah kisah Ethan, yang menjadi seorang bocah yang dijual oleh pedagang budak. Seorang yang melangkah ke jalur Arcanist, dan ...

Orang yang berkelana untuk menjelajahi misteri dunia dengan tangan dan kakinya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kei L Wanderer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Trap

Tiga hari berlalu begitu saja.

Jauh di dalam gua, semua orang melakukan pekerjaan mereka, Di tempat Ethan dan Valen berada, tampak pemandangan cukup luar biasa.

“Kamu benar-benar akan membuatku terbunuh di sini, Senior.” Ethan tersenyum masam.

Di bagian belakang mereka, tampak tujuh Candle Spider. Sementara itu, di depan mereka tampak sebuah lubang, lebih tepatnya sebuah kolam magma berwarna jingga kemerahan. Jelas terhubung ke dalam gunung berapi secara langsung.

Tujuh Candle Spider tampaknya tidak terlalu banyak, tetapi masih merepotkan bagi magang seperti mereka. Gigitan makhluk itu jelas beracun. Melawan satu atau dua secara langsung jelas tidak masalah, tetapi mereka pasti menyerang secara bersamaan.

Jangankan digigit, bahkan laba-laba dengan suhu lebih panas dari air mendidih yang melompat ke wajah secara langsung bisa menyebabkan luka fatal.

Sedangkan melewati kolam magma jelas pikiran lebih konyol. Ethan sadar kalau dirinya bukanlah kultivator sakti yang bisa berenang ke dalam magma tanpa merusak pakaiannya. Sekali melompat, dia akan langsung terpanggang begitu saja.

‘AIDA, periksa statistik dan perkembangan kemampuan.’

[ DING! ]

[ Ethan Waldstein. STR: 1,5 AGI: 1,5 VIT: 1,5 MP: 5,3 Kondisi: Kelelahan, gangguan pernapasan. ]

[ Peningkatan sihir api – fire ball: 253 jam ]

Melihat sedikit perkembangan dan kondisi tubuhnya, Ethan tersenyum masam. Dia sudah bertarung cukup lama sebelumnya. Suhu di tempat ini semakin tinggi. Bukan hanya membuat tubuh merasa tidak nyaman karena panas, tetapi kandungan oksigen yang kurang membuatnya sedikit kesulitan bernapas.

“Kamu bahkan belum menggunakan sihirmu, Junior. Aku tidak percaya kalau Lady Catherine mengirim mu tanpa memiliki kekuatan tertentu. Selain itu, bukankah kamu sudah cukup ahli dalam sihir kegelapan sebelum mengambil mantra fire ball dari Master?” ucap Valen dengan senyum sesantai biasanya.

“Bukankah aku hanya apprentice-rendah? Tentu saja perlu menghemat mana (energi sihir) untuk menghadapi situasi berbahaya!” balas Ethan dengan nada penuh keluhan.

“Kalau begitu aku akan menangani 4 dan-“

Sebelum Valen selesai bicara, Ethan menyela, “Kamu berada di puncak level apprentice dan seharusnya bisa melepaskan sekitar 8-9 mantra. Kamu menghadapi 5, dan aku akan mengurus 2!”

Sudut bibir Valen langsung berkedut. Jika itu junior lain, dia pasti percaya. Namun setelah melihat bagaimana Ethan bertarung seperti ksatria sebelumnya, lelaki itu tidak percaya dengan perkataan bocah itu. Bukan hanya memiliki keterampilan kuat, jelas fisik bocah itu tidak kalah darinya!

Valen tidak menolak, tetapi tidak bisa tidak bergumam, “Aku merasa telah membayar mu secara percuma.”

Melihat para laba-laba bergegas ke arah mereka, Ethan mengabaikan ucapan Valen dan langsung fokus. Dia memegang erat pedang di tangan kanan, jari telunjuk dan tengah di kanan kirinya diluruskan.

Ethan langsung membuat gerakan membidik dengan tangan kirinya, lalu berteriak, “Shadow hand!”

Lingkaran sihir hitam muncul dengan kecepatan luar biasa, lalu sebuah tangan hitam yang terbuat dari bayangan langsung melesat ke depan.

Kejadian yang begitu tiba-tiba membuat para Candle Spider terkejut dan melompat untuk menghindarinya. Saat itu Ethan berteriak, “Sekarang!”

Setelah mengatakan itu, Ethan bergegas maju dengan cepat lalu melompat. Dia kemudian menendang salah satu laba-laba ke arah laba-laba lain yang melompat. Keduanya langsung bertabrakan. Namun sebelum mereka bereaksi, suara Valen terdengar.

“Fire ball!”

Bola api seukuran bola voli melesat dengan garis lurus, langsung menabrak dua laba-laba lalu. Suara letupan terdengar, dan kedua laba-laba itu jatuh ke tanah bebatuan.

Ethan tidak memperhatikan itu. Dia langsung melesat menembus kerumunan laba-laba. Setelah itu barulah bocah itu berbalik dan menyerang dari belakang. Dengan begitu, sekarang mereka berdua yang mengepung lima laba-laba yang tersisa dari dua sisi.

BANG!

Pada saat Ethan berurusan dengan laba-laba, suara ledakan kembali terdengar. Setelah beberapa saat, dia menatap ke depan dengan ekspresi kosong.

Usai membunuh tiga Candle Spider, dia melihat tiga laba-laba yang diledakkan oleh Valen dan hanya satu yang dibunuh dengan pedang.

Melihat bagian perut Candle Spider rusak, bahkan ada taring yang patah, bocah itu bergumam, “Boros, benar-benar pemborosan.”

“Apakah ada yang salah, Ethan?” Valen memiringkan kepalanya.

“Kamu membunuh empat dan aku membunuh tiga. Tiga yang kamu rusak adalah milikmu sendiri, jangan mencoba menyentuh tiga laba-laba milikku!” ucap Ethan dengan ekspresi penuh peringatan.

Sudut bibir Valen berkedut. Jelas junior itu adalah orang yang enggan bertarung dengan lawan agak kuat, merasa akan membahayakan hidupnya. Namun sikapnya sangat berubah ketika menghitung harta benda. Bocah itu tampak tidak peduli dengan kekuatan lawannya, menjaga kekayaan kecilnya seperti induk ayam yang menjaga anak-anaknya!

“Tugas utama telah selesai sebelumnya. Sama yang aku katakan sebelumnya, keuntungan lain tergantung pada apa yang kamu perbuat. Kamu membunuh tiga, jadi itu adalah hak milikmu,” ucap Valen datar.

Benar. Dalam tiga hari ini misi mereka telah selesai. Bota bag untuk menampung minyak juga sudah penuh. Entah karena bersemangat atau ada tujuan lain, Valen menargetkan memburu sepuluh laba-laba per hari sehingga bisa menyelesaikan tugas dalam 3 hari.

Mereka memang bisa melakukannya, tetapi perburuan hari ini membuat mereka tanpa sengaja bertemu dengan tujuh laba-laba setelah membunuh beberapa laba-laba sebelumnya, jadi keduanya sudah sangat kelelahan.

Walau merasa lelah, tetapi Ethan masih cukup puas. Lagipula, setelah pekerjaan utama selesai, apa yang terjadi beberapa hari ke depan dianggap lembur. Banyak atau tidaknya hasil tergantung seberapa beruntung mereka.

Ethan menunggu tubuh ketiga laba-laba itu dingin. Setelah itu, barulah dia mulai memotong bagian perut, merusak sumbu, lalu mengambil minyak. Tidak lupa, cabut taring depan dan masukkan ke dalam tas kulit khusus.

Setelah melakukan semuanya dengan rapi, bocah itu mengangguk puas. Baru kemudian dia mulai membantu Valen mengemas minyak karena sedikit merepotkan jika hanya memakai satu tangan.

“Apakah kita akan kembali langsung dan beristirahat di sisa waktu, atau melanjutkan-“

Ekspresi Ethan langsung menjadi serius. Dia kembali menghunus pedangnya lalu menatap ke arah Valen.

“Apa maksud dari semua ini, Senior?”

Valen yang telah menghunus pedangnya diam saja. Namun ekspresinya tampak sangat dingin dibandingkan sebelumnya.

“Sampai kapan kalian bersembunyi? Jika tidak memanfaatkan waktu ini, apakah kalian akan menunggu sampai mana kami pulih?” ucapnya dengan ekspresi dingin.

Setelah beberapa saat, akhirnya terdengar suara langkah kaki. Dari sisi lain gua, dua orang muncul di hadapan Ethan dan Valen.

“Kalian melakukannya dengan baik. Biasanya hanya ada 3-4 Candle Spider yang bergerak dalam satu kelompok kecil. Sepertinya dugaanku benar, ada yang bermain trik dan mengirim laba-laba itu.” Setelah mengatakan itu, Valen menatap ke arah Ethan. “Apakah kamu ingat apa yang aku katakan sebelumnya, Ethan.”

“Musuh kita bukan hanya magical beast-“

Ethan menarik napas dalam-dalam, matanya menatap ke arah dua tamu yang tidak diundang.

“Tetapi juga manusia.”

>> Bersambung.

1
Kevin
siapa tau ada yg minat Baca karya pertama sy Sang Kilat Hantu
minak jinggo
semoga cwe itu mati karna kebaikan'nya. kwkwkw
Santy 2a
cerita bagus tapi banyak bab yg diposting ulang
Budi 130
kok ngulang isi bab lelang nya thor tolong di benerin kalau bisa
bakpao
/Good/
Muh Nasar
Luar biasa
Muh Nasar
Lumayan
Adryan Eko
kanna dan anya bukan nya juga orang terdekat nya MC apocalypse ya??
Adryan Eko
wkwkwkwk.. beneran ngakak
Adryan Eko
wkwkwkw.. gw ngakak beneran
Adryan Eko
udaah gass aja bro.. lumayan nambah anggota keluarga arcanist super kuat.. bayangin aja jendral warewolves kayak apa yg tercipta dari hasil mu nanam benih di chintya.. wkwkwk
Adryan Eko
House Of Wolves.. mantappp
Adryan Eko
yaa yaa yaa.. sangat sesederhana itu
Adryan Eko
emang niat ngerampok lu tong
Adryan Eko
Luar biasa
Adryan Eko
mencurigakan senyuman mu Valen
Adryan Eko
wkwkwk.. peliharaan mu pun dah mulai ke arah bengkok Ethan
Adryan Eko
wkwkwk.. sabar ya Ethan.. circle pertemanan mu memang agak bengkok
𝙿𝚎𝚊𝚗𝚞𝚝𝚜
Luar biasa
𝙿𝚎𝚊𝚗𝚞𝚝𝚜
mark
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!