NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Duda Beranak Tiga

Terjerat Pesona Duda Beranak Tiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Nikahmuda / CEO / Pengantin Pengganti / Duda / Romansa
Popularitas:380.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Donacute

Blurb

Aurora Clarance Adelia, seorang perempuan yang diberi nama seperti salah satu tokoh putri di dunia Disney, tetapi kisah hidupnya justru tidak seindah cerita dongeng.

Aurora terpaksa menjadi pengantin pengganti dengan seorang pria yang telah memiliki anak untuk menutupi pelarian yang dilakukan oleh sang sepupu sebagai calon pengantin. Dia terpaksa harus menjadi istri dan ibu sambung dari seorang duda beranak tiga di umur yang masih cukup belia. Namun, ia tak memiliki pilihan lain karena ada 'sesuatu' yang harus ia pertahankan.

Niat hati ingin terbebas dari 'sesuatu' yang selalu membuatnya tertekan, menikah muda dan menjadi ibu sambung justru membuat kehidupan Aurora berubah. Hal tersebut justru seolah merampas seluruh kebebasan yang selalu dinanti. Akankah perempuan itu dapat menemukan kebahagiaannya sendiri di tengah-tengah kabut nelangsa yang menguasa?

© Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Donacute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

"Halo, Kak? Kenapa?"

"Lo di mana, Ken?" tanya Zelyla.

"Rumah sakit."

"Ha? Siapa yang sakit, Keenan?!"

Di seberang sana, Zelyla masih menunggu jawaban dari adiknya. Pikiran buruk menyerang, ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada adik atau keluarga adiknya.

"Aurora, Kak," jawab Keenan akhirnya.

Zelyla sedikit terkejut mendengar adik iparnya sampai masuk rumah sakit, pasti itu bukanlah sakit biasa.

"Aurora sakit apa, Ken? Kamu sama Aurora di rumah sakit mana? Biar Kakak nyusul."

"Nanti kalau Kakak udah di sini, gue ceritain deh. Sekarang gue share loc aja, ya, biar lo ke sini, Kak," ujar Keenan, lalu mematikan telepon secara sepihak.

"Kebiasaan! Orang belum selesai ngomong, udah dimatiin aja," kesal Zelyla karena teleponnya dimatikan sepihak oleh sang adik.

Tak ingin berlama-lama, Zelyla segera pergi ke rumah sakit. Dirinya merasa sangat penasaran apa yang terjadi pada adik iparnya

***

Setelah di periksa, Aurora sudah diperbolehkan pulang. Keenan membantu memapah istrinya.

"Kalian mau ke mana?" tanya Zelyla yang sudah ada di hadapan pasangan suami istri itu.

"Pulang, Kak," jawab Aurora dengan tersenyum, seolah tidak merasakan sakit lagi di kakinya.

"Kok langsung pulang? Emang kamu udah ngelakuin semua pemeriksaan, Ra?" tanya Zelyla sambil memerhatikan Aurora dari atas sampai bawah.

"Udah boleh pulang, Kak. Jadi, mau ngapain lagi di rumah sakit? Kasihan anak-anak nungguin di mobil kalau kelamaan." Keenan yang menjawab pertanyaan Zelyla dengan wajah datar.

"Lo gila ninggalin anak-anak di mobil tanpa ada orang lain?! Gimana kalau anak-anak lo sampai diculik orang? Lo enggak mikir apa?! Astaga!" marah Zelyla pada sang adik. Karena wanita itu sangat tahu bahwa semuanya adalah kelakuan Keenan, bukan Aurora. Jadi, Zelyla tidak akan menyalahkan Aurora.

"Enggak usah khawatir, Kak. Anak-anak enggak akan kenapa-napa, gue yakin kok. Lagian Kak Zel lebay banget," jawab Keenan dengan santai.

Zelyla mencubit perut Keenan hingga mengadu kesakitan. "Bisa banget jawabnya kalo dibilangin sama Kakaknya."

"Mas Keenan, Kak Zel. Maaf, mau sampai kapan ya di sini? Kasihan anak-anak nanti nunggu lama," ujar Aurora karena sudah sedikit jengah mendengar perdebatan adik-kakak itu. Apalagi ia begitu khawatir dengan keadaan ketiga anak sambungnya, terlebih Danisha yang masih bayi. Danisha pun terkadang suka rewel.

"Ah, iya. Maaf, Rora. Ya udah, ayo kita buruan ke mobil."

Keenan pun juga setuju dengan Zelyla, hingga mereka bertiga segera pergi ke parkiran.

Aurora kini dipapah oleh Zelyla dan Keenan. Zelyla sendiri masih belum bertanya apa pun tentang apa yang terjadi kepada Keenan maupun Aurora. Fokus ketiganya segera sampai di mobil, memastikan ketiga anak Keenan baik-baik saja.

Aurora tersenyum lega begitu melihat ketiga anak sambungnya sangat anteng. Arham benar-benar menjaga kedua adiknya dengan baik.

"Papa, Tante Aurora, Tante Zel!" panggil Arham kepada ketiga orang dewasa yang kini sudah ada di depannya.

"Hai, Ganteng!" sapa Zelyla sambil mencubit gemas pipi keponakannya.

"Gimana kedua adik kamu? Rewel enggak, Ar?" tanya Keenan kepada putranya.

Arham tersenyum. "Cal sama Danisha enggak rewel kok, Pa. Tadi emang Danisha kebangun, cuma langsung Ar kasih susu yang ada di botol aja. Ar pernah liat Tante Aurora kasih susu buat Danisha, jadi Arham coba aja. Eh, Danishanya langsung minum susu dan nggak rewel."

"Pinter banget sih, ponakan Tante Zel yang satu ini." Arham malu-malu mendengar pujian yang dilontarkan oleh Tantenya.

"Iya, Ar. Kamu pinter banget, Abang terbaik buat Cal sama Danisha. Kakak bangga banget sama kamu," puji Aurora.

"Terima kasih, Tante Zel, Tante Aurora. Arham cuma lakuin sesuai apa yang Papa minta kok." Keenan pun sebenarnya bangga kepada putra sulungnya, tetapi ia tidak ingin ikut memuji. Toh Arham sudah mendapatkan pujian dari dua orang, menurutnya itu sudah lebih dari cukup.

Arham melihat kaki Aurora yang terbalut perban elastis. "Tante Aurora, kakinya masih sakit? Tante tadi udah di periksa sama dokter, 'kan?"

Calysta sendiri hanya diam saja, tanpa mau berbicara sepatah kata pun. Padahal gadis kecil itu juga ingin menanyakan keadaan Tante Auroranya sekarang, tetapi gadis kecil itu terlalu gengsi melakukannya. Persis sekali dengan sang Papa.

Aurora tersenyum tulus, ia bisa merasakan perhatian dari Arham. "Sakit sedikit kok, Ar. Iya, tadi udah diperiksa."

"Ayo, masuk! Biar kita cepet pulang," ajak Keenan.

Zelyla dan Keenan membantu Aurora masuk dan duduk di mobil, karena dengan kakinya yang sakit. Tentu tidak akan mudah bagi Aurora melakukannya sendiri.

Semua sudah masuk mobil, Keenan mulai menjalankan mobilnya untuk pulang ke mansion.

"Ar, sebenarnya Tante Aurora itu kenapa? Kok bisa kakinya sampai kayak gitu?" Zelyla yang sangat penasaran memutuskan untuk bertanya kepada Arham yang duduk di sebelahnya.

Zelyla memang duduk di antara Arham dan Calysta, sedangkan Danisha digendong oleh wanita itu. Karena memang sudah tidak muat lagi, Aurora sendiri duduk di kursi depan tepat di samping Keenan.

Dengan bahasanya, Arham menceritakan kejadian beberapa jam lalu pada sang Tante. Zelyla menutup mulutnya tak percaya mendengar cerita dari Arham, ia begitu kasihan kepada Aurora.

Menjadi Aurora pasti tidak mudah, Zelyla tahu itu. Istri mana yang sanggup datang ke makam mantan istri suaminya, walau Bella sudah tiada sekalipun? Rasa cemburu di hati Aurora pasti ada, Zelyla yakin itu.

Belum lagi, Calysta yang justru menyalahkannya. Padahal memang bukan salah Aurora. Dari cerita Arham pun, Zelyla sudah bisa mengerti semuanya.

"Kaki kamu gimana rasanya sekarang, Rora?" tanya Zelyla perhatian.

"Udah enggak terlalu sakit kok, Kak."

"Tadi kamu udah ngelakuin MRI sekalian, 'kan?" Aurora menjawabnya dengan menggeleng pelan. "Loh, kok belum MRI? Kamu harus ngelakuin MRI tau, Rora. Biar bisa lihat sampai dalam-dalamnya. Kali aja ada syaraf kamu yang putus atau gimana," ujar Zelyla sedikit heboh.

"Aku udah baik-baik aja, Kak Zel. Kakak enggak usah khawatir," balas Aurora dengan lembut.

"Aku tau, tapi MRI itu penting. Biar nanti aku temenin kamu periksa lagi. Oke?"

Aurora terdiam, ia sangat merasa tidak enak jika harus merepotkan sang Kakak ipar. Setelah sejak tadi sudah sangat merepotkan Keenan, walau ia tahu itu memang kewajiban suami untuk merawat istrinya. Namun, posisinya mereka berbeda, ia dan Keenan bukan suami istri pada umumnya.

"Mau, ya?"

"Tapi, Kak ..."

"Enggak ada tapi-tapian, Aurora. Kamu itu harus periksa, Kakak enggak mau tau. Kamu itu nggak usah bandel, ini semua juga untuk diri kamu sendiri." Zelyla terus memaksa Aurora untuk mengikuti kemauannya.

"Kalo ngarepin Keenan, nggak bakal ada yang jadi, soalnya dia cuma sibuk sama pekerjaannya. Jadi, biar aku aja yang bantu kamu, ya?"

Zelyla sangat bersikeras, hingga Aurora mau tidak mau mengangguk setuju. Ia tidak enak jika terus-menerus menolak Kakak iparnya.

1
fanny tedjo pramono
semangat update ditunggu guys
Puri khusuma
kok cerita aurora ndak lanjut kak
Donacute: belum bisa lanjut kak gak ada idenya, kakak mampir aja ke ceritaku yang lain
total 1 replies
marti 123
Lumayan
marti 123
Kecewa
Novi Kristina
jgn PHP dong.....
Nikma: Permisi kak Author ...

Halo kak reader, kalau berkenan mampir juga di novel aku 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima kasih😊🙏
total 1 replies
bundha novita
Luar biasa
Falisha Azka
ceritanya seru
Falisha Azka
kak ini kapan update nya?
Falisha Azka
kapan update lagi thor
Apriliana Putri Kezia Sitepu
kapan update lagia thorr seru banget ceritanya...
Morina Simamora
nungguinnya setahun thorr😭😭
bunny_jeon.jk13.97.9707
kapan up nya thorr
uwuw
gk kerasa udah sampe sini, pdhl aku baru baca 2 hari. seru bgt ceritanya kak, ditunggu updatenya ya🤩
Donacute: terima kasih kak
total 1 replies
uwuw
Luar biasa
Rini AL
Semngt thor ,aku setia menunggu ,walau kadang masih baca yang lain hhe
Donacute: makasih Kak
total 1 replies
Rini AL
Jangan lama2 lagi ya thor ,hhh
Donacute: do'akan idenya ngalir terus
total 1 replies
Lussii Sihotang
untung ni aplikasih gak ku hapus
Donacute: hehehe untung ya kak, jadi nggak ketinggalan updatetan terbaru cerita ini
total 1 replies
bunny_jeon.jk13.97.9707
aa seneng banget, akhirnya up lagi 😭💗💗💗💗💗
Donacute: ikutin terus ya ceritanya, jangan sampai ketinggalan
total 1 replies
bembi septiani
Min udah setahun ni
Nurani Dwi Putri
thorr, ayoo up lagii huhuhuu🥹🙏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!