NovelToon NovelToon
Pria Lumpuh Itu, Suamiku

Pria Lumpuh Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Persahabatan / Pengantin Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Erna Surliandari

Elvira Pranata berada dalam situasi yang sulit. Ia baru saja kehilangan saahabatnya yang meninggal menjelang hari pernikahan, namun Ia juga harus menjalankan wasiat sang sahabat untuk menjaga keluarganya saat itu.

Bahkan tak hanya itu. Calon suami dari Mita_sahabat Elvira pun menjadi begitu bergantung padanya untuk segala hal.

Bayu 25tahun. Saat itu divonis lumpuh akibat kecelakaannya bersama sang calon istri. Ia terngiang ucapan terakhir Mita agar Bayu menjaga Elvira, hingga apapun yang terjadi hanya Elvira yang selalu ada dalam memorinya.

Hingga akhirnya dengan segala perjuangan, pihak keluarga menikahkan mereka berdua. Tak hanya karena wasiat, tapi karena Bayu begitu membutuhkan El saat itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PLIS 29

Sore ini cukup cerah dengan matahari yang indah. El mengingatkan Bayu dengan keinginannya mengunjungi makam Mita, dan ia memandikan serta merapikannya segera. El naik ke kamar atas yang tak lain adalah kamar lama Bayu untuk mencari kemeja hitam miliknya disaa. Kemudian ia turun lagi tanpa banyak yang ia cari.

“Dapat?” tanya Bayu yang menyambut istrinya kembali masuk ke dalam kamar mereka saat itu.

“Ini…” Elvira langsung memakaiannya pada tubuh Bayu saat itu juga. Yang entah kenapa El gemas dengan cetaka di perut Bayu dan menggelitiknya beberapa kali lalu tertawa sendiri. Sementara Bayu hanya menatapnya tajam dengan kelakuan absurd istrinya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Bayu datar, lantas Elvira mengangkat kepala padanya.

“Ngga ada, El Cuma mau gelitik aja. Kerasa ngga?”

“Diperut… terasa,” balas Bayu.

“Di perut aja? Yang lain, engga?” Bayu paham pertanyaan Elvira menjurus kemana, dan ia hanya menggelengkan kepala menjawabnya. Karena dibagian itu, rasa geli biasanya menjadi dua kali lipat dan akan menjalar hingga ke bawah pusarnya.

Elvira hanya ingat pertanyaan terapis saat itu yang mempertanyakan mengenai hubungan suami istri mereka berdua. Dan saat itu, mereka membahas bagaimana cara agar Elvira memancing Bayu dengan cara apapun demi memastikan milik Bayu tak ikut lumpuh.

Elvira belum bisa memancing dengan cara lain karena suaminya masih mengenakan kateter saat ini. menunggu kontrol berikutnya, baru itu akan bisa dilepas atau bertahan disana demi pemeriksaan selanjutnya. Bayu yang sudah rapi lantas duduk manis di ranjang saat itu menunggu Elvira mandi, dan itu juga termasuk salah satu terapi indahnya saat ini.

Istrinya yang masih gadis itu keluar kembali dengan handuk yang melilit tubuh, memperlihatkan Pundak indah yang mulus serta leher jenjangnya yang begitu menggoda. Ada saja kekaguman Bayu pada tubuh indah itu.

“Bisa, Sayang? Sini, abang pakaikan.” Bayu mengulurkan tangan membawa El duduk disampingnya saat itu dan menarik naik resleting yang Elvira pakai pada dresnya. Elvira memang gadis yang feminim bahkan dalam berpakaian saja ia begitu elegan meski bukan pakaian mahal.

Usai El mengenakan make up tipisnya, ia segera meraih Bayu untuk duduk diatas kursi roda dan merapikan posisi duduknya, tak lupa dengan kain yang harus menutup kaki karena kateternya ada disana. Lalu membawa Bayu keluar dan mencari pak Tomo untuk mengantar mereka berdua.

“Kalian mau kemana?” tanya mam Lita yang baru keluar dari kamarnya.

“Ma, Abang ajak El ke makam Mita. Boleh kan?”

“Ngapain? Ngga boleh, kamu ngga boleh ke makam MIta. Nanti kamu drop lagi gimana? Kamu gampang syok kalau inget Mita. Ngga boleh!” tegas mama Lita pada putranya. Tak terbantahkan meski beberapa kali Bayu membujuk dan meyakinkan jika ia baik-baik saja bersama Elvira.

“Ma, Bayu belum ziarah sama sekali kesana. El jaga Bayu, dan kami tak mampir kemana-mana nanti.”

“Sekali mama bilang engga, tetep enga. El, jangan kamu bawa Bayu kesana tanpa izin!” Elvira menggigit bibir sembari menggaruk lehernya yang tak gatal saat itu, ia bingung harus menjawab apa saat ini karena ia sama sekali tak mau bertengkar dengan mama mertuanya itu. Ia tahu jika semua akan panjang urusannya.

“Ma_”

“Bang, udah lah. Masuk ke kamar lagi aja yuk, kita terapi aja di kamar. Nanti El bilang sama pak Tomo kalau ngga jadi pergi,” potong El pada ucapan suaminya saat itu. Ia melihat wajah Bayu yang sudah tak mood saat ini dengan mamanya yang kembali menggila dan membuatnya tertekan.

“Mama lakuin ini demi kebaikan kamu, Sayang. Mama takut kamu kepikiran Mita lagi nanti. Ingat kondisi kamu, ingat kalau_”

“Sudah, Ma. El, masuk.” Bayu menarik tuas kursi roda itu sendiri untuk berjalan menuju masuk ke kamar mereka dengan cepat. Elvira ditinggalnya saat itu dan langsung berlari menyusul sang suami kemudian membukakan pintu untuknya.

Mama Lita menarik napas dan memijat kepala melihat itu semua. Ia hanya ingin anaknya tak sedih lagi dan tertekan dengan masa lalunya, tapi kenapa sulit sekali untuk mengerti saat ini seolah ia tak lagi bisa dihargai.

“Abang ngga boleh gitu sama mama,” ucap El membujuk ego suaminya.

“Aku tahu kau saja tengah menghindari untuk melawan ucapan mama kan, El?”

“Iya, tap ikan ini Elvira. Abang bisa dicap durhaka sama mama kalau begini.” El kemudian duduk diranjang dan memutar kursi roda Bayu agar berhadapan dengannya saat itu.

Ia mengulurkan tangan untuk membuka jas hitam yang Bayu pakai dan mengantinya dengan kaos dalam berlengan pendek agar lebih lega. “Mau pindah ke ranjang ngga?” tanya EL tapi Bayu menggelengkan kepalanya saat itu.

Bayu malah menatap El dan menepuk paha dan meminta El duduk diatas pangkuannya saat itu. “Jangan iih, El berat.” Elvira berusaha menolak permintaan suaminya saat itu, tapi Bayu memaksa dan menarik tangan Elvira hingga benar-benar duduk diatas pangkuannya.

Elvira duduk miring diatas pangkuan Bayu saat itu, dan kursi roda berjalan maju menuju pinggiran jendela dengan segala pemandangan indahnya. Awalnya sedikit canggung, tapi genggaman tangan Bayu menenagkannya saat itu dan ia berusaha santai dengan tingkah suaminya. Mungkin Bayu tengah mencoba mesra sebisanya.

“Kau lihat itu, El? Itu pot bunga yang sempat ditanami oleh Mita. Dia suka mawar putih kan?”

“Iya, kesukaan Mita mawar putih. Tapi itu udah tumbuh dan cantik,” puji El pada karya sahabatnya itu. Mereka sudah berjanji agar tak saling canggung membahas Mita ketika berdua asal bukan sesuatu yang sensitive. “Tapi El ngga bisa tanem bunga,” balasnya.

“Tidak… Kau hanya harus menumbuhkan rasa dihatimu untukku.”

“IIiih, Abang sendiri gimana? Emang rasanya udah tumbuh sama El?” Bayu hanya tersenyum saat itu, melingkarkan tangan dipinggang El dan mengeratkan keduanya hingga tanpa jarak. Tangan El mengalung ke leher Bayu dan menyandarkan kepala dibahunya dengan mesra. Mesra menurut mereka saat itu dengan segala keterbatasan yang ada.

“Aku ingin membawamu pindah ke rumah baru, bagaimana?” tawar Bayu. El langsung mengangkat kepalanya lagi dan mentapnya dengan penuh tanya saat itu. Sebegitu serius Bayu dengan dirinya hingga mengajak untuk berpisah dengan mama.

“Bang_”

“Kau belum siap?”

“Bukan… Tapi kan, untuk tinggal Di rumah baru tandanya kita harus pindahan. Banyak alat dari sini harus dibawa kesana, Abang ngga lelah???”

“Kau akan lelah dengan mama nanti, aku tak mau jika itu akan menyiksamu.” El lantas menatapnya sendu saat itu , ia sedih karena Bayu ternyata begitu perduli pada perasaannya.

“El ngga papa. Kita sembuhin Abang dulu, sabar ya?” bujuk El menempelkan dahi mereka berdua. Padahal harusnya Bayu lah yang meminta untuk El sabar saat ini dengan sang mama, tapi yang terjadi justru sebaliknya.

Kedua dahi yang saling bertautan saat itu membuat bibir indah Elvira tepat didepan mata Bayu. Tangan dari pinggang El terlepas, ia meraih kepala belakang Elvira dan mendorongnya kedepn hingga kedua bibir mereka bertautan kemudian Bayu mengecupnya dengan mesra.

Sedikit kaget, tapi Elvira tak melawannya, ia justru mulai membalas panguutan Bayu dan menyeimbangan diri dengan suaminya saat itu.

“My First Kiss,” bisik Elvira padanya setelah melepaskan pangutan mereka berdua yang singkat. Tapi Bayu menengelamkan wajah mereka lagi dan memangutnya kembali dengan lebih intens saat ini. Tangan El spontan meremaas apapun yang ia temukan meski hanya ada pundah Bayu saat itu.

“Bayu!” panggil Mama yang mendadak masuk dan mendapati keuwuan mereka berdua disana, tapi Bayu tak menghiraukannya sama sekali meski pangutaan keduanya terlepas dan tetap menahan Elvira dipangkuannya.

“Abang_” lirih Elvira berusaha melepaskan diri, tapi Bayu tak mengizinkannya.

1
Dayu Dayu
boleh nggak sih ngatain mak lita seperti ....
Borahe 🍉🧡
mampir
Cha Cha
pengen ulekk emmaknya bayu deh.. gemes jahat bnget jadi ibu
herself_22
Luar biasa
Mimi Sanah
jadi inget Bagas dan Shifa 🙂
Fi Fin
suka ceritanya bagus biasanya orang yg di vonis lumpuh akan stres ngamukan kyk cerita novel2 lain , tapi ini ga Bayu mslah bisa meberima kondisinya dan akan berjuang unyuk kesembuhanbya
Ayuna Kamelia
astagaaa el
ttep ya
gabisa laper sebentar🤣🤣
mana abang iam comel banget
Ayuna Kamelia
huwaaa iam kesayangan akoohhh🤣🤣
pinter banget cuma melototin aja mewek anak orang
Ayuna Kamelia
nguwakak bgt ama tingkah si el
mana sekarang jd pawang mama lita🤣🤣🤣
Ayuna Kamelia
hhhhh
si bayu sm el ini umurnya brp si
kok gemes banget🤣🤣
penasaran d dagu el ada apa
Ayuna Kamelia
si el terlalu yuyur🤣
Ayuna Kamelia
aku juga penasaran banget knp cepet banget move on nya
Ayuna Kamelia
uuu gemes banget bukan kamu tp el manggilnya bayu
co cwit bgt😍😍😍😍😍
Ayuna Kamelia
nah iya
aku juga merasa bayu cepet move on ke El
keknya perna suka deh
eka wati
apa itu si papa ketemu Naomi?
Bundana Irpan Sareng Faizal
part paling bikin mewek😭😭😭
Bundana Irpan Sareng Faizal
kya'y si aina calon ulat bulu
Bundana Irpan Sareng Faizal
kaya'y nanti si ibu lita bakal gila lg pas si bayu'y udah sembuh
Aisyah Isyah66
Luar biasa
Via
lah terlalu berlarut larut Roy sama Aina najis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!