NovelToon NovelToon
Bidadari Pilihan Mamah

Bidadari Pilihan Mamah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Spiritual / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:295.1k
Nilai: 5
Nama Author: @shinta_28

(Sedang dalam tahap revisi EYD dan mengganti kata-kata yang dinilai tidak layak dengan kata-kata yang lebih sopan supaya readers nyaman saat membaca. Revisi dari awal bab , jadi belum bisa update)

Leonardo Alvaro, CEO berumur 33 tahun harus menikahi gadis yang usiannya terpaut 15 tahun dengannya.

Awalnya Ia menolak, tapi mamanya memaksa dan mengancam akan menghapus Leo dari daftar ahli warisnya.

Namun siapa sangka jika Gadis pilihan Mamahnya adalah seorang Bidadari yang akan memberikan cahaya dalam kehidupan Leo yang kelam.

Jangan lupa Vote, Like n Commenya ya😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @shinta_28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BPM 29

Pukul 16.30 Leo telah sampai di rumahnya. Setelah mengetahui bahwa Mila tengah mengandung, Leo memutuskan untuk pulang kerja lebih awal dari jam biasanya.

" Mila sama Bryan dimana Bik? " Tanya Leo karna tak mendapati istri dan anaknya di ruang utama.

" Non Mila baru saja selesai menemani Tuan Kecil bermain. Sekarang Non Mila tengah membantu Tuan Kecil bersih-bersih di kamar Tuan Kecil " Jawab Maid sambil menunduk.

Setelah mendengar jawaban Maid Leo pun berlalu. Ia masuk ke kamarnya untuk bersih-bersih juga.

Kini ketiganya tengah berkumpul di ruang makan untuk makan malam.

" ekhem... " Dehem Leo memecah keheningan. Mila pun menoleh ke arah Leo sembari mengulurkan air putih ke Leo.

" Makasih. Perihal kemarin malam saat di restoran Aku minta maaf Mil. Aku gak tau kalau kamu alergi sama udang" Ucap Leo dengan tatapan penuh menyesalan.

" gakpapa Mas, yang penting sekarang Aku juga udah sembuh. Makasih juga Mas, udah ngerawat Aku semalem "

" Tapi beneran kan Kamu udah sembuh? ada yang masih sakit nggak? atau ada yang gatal-gatal mungki. soalnya Alergi kan banyak malemnya " Ucap Leo khawatir sekaligus memastikan kesembuhan Mila.

" Alhamdulillah gak ada Mas. Cuman masih agak lemes aja " Ucap Mila dengan menampilkan senyum cerahnya.

Setelah Mereka menyelesaikan makan malam. Kini mereka tengah menemani Bryan menonton kartun di ruang keluarga, dengan posisi Bryan duduk melantai diatas karpet bulu, sementara orang tuanya duduk berjejeran di atas sofa di belakan Bryan.

" Gimana persiapan ujian lusa? " Tanya Leo. Mila yang tengah fokus ikut menonton kartun di TV seketika mengalihkan atensinya ke arah suaminya.

" InsyaAllah udah siap " Jawab Mila yakin.

" Kamu jangan terlalu Menforsir tubuh kamu buat belajar. Walaupun dalam belajar itu wajib bersungguh-sungguh, tapi Kamu juga harus tetep jaga kesehatan. Kalo cape istirahat aja. Jangan terlalu dipaksa " Ucap Leo sambil menatap Mila dalam.

" Shappp, Pak Bos " Balas Mila sambil mengangkat tangan hormat.

" Kamu ini bisa aja " Ucap Leo terkekeh sambil mengacak rambut Mila lembut.

Tiba-tiba salah satu tangan Leo merengkuh bahu Mila dari belakang. Mila pun hanya diam saja. Karna jujur Mila merasakan kenyamanan saat tangan kekar suaminya merengkuh bahunya.

Pukul 21.00

" Adek, udah dulu ya nonton kartunya. Sekarang udah waktunya Adek tidur " Ucap Mila sambil beranjak ke arah Bryan.

" Tapi lagi asik Mah. Kan besok Adek gak sekolah, jadi bisa bangun siangan " Ucap Bryan sambil mengerucutkan bibirnya.

" Memangnya Adek belum ngantuk? " Tanya Mila sembari mengelus lembut kepada Bryan yang hanya dibalas gelengan oleh Bryan.

" Hoam,,,,Padahal Papa sama Mama udah ngantuk loh. Adek mau nonton sendirian? " Ucap Leo ikut beranjak dari sofa.

" Gak mau. Yaudah Tapi sebelum tidur Ian mau dibacain dongen sama Mama ".

" Baikla.... ".

" Sama Papa aja ya. Kayaknya Mama udah ngatuk berat jadi gabisa bacain cerita Ian " Ucap Leo memotong ucapan Mila. Ia masih tega membiarkan Mila tidur larut karna wajah Mila masih pucat.

Keesokan harinya.....

Untuk membunuh rasa ngantuknya usai menunaikan shalat shubuh Leo mencoba membuka-buka majalah dan artikel seputar bisnis. Semua itu Ia lakukan karna tidur setelah shalat shubuh tidaklah baik.

Karna rasa ngantuk yang tak tertahan kan akhirnya Leo memutuskan pergi ke dapur untuk meminta Maid membuatkan kopi.

" Huek... huek... " Samar-samar Leo mendengar suara orang muntah saat melewati kamar istrinya. Lansung saja Leo masuk ke dalam kamar Mila.

" Mila!!! " Ucap Leo panik saat mendapati Mila tengah muntah-muntah hebat di wastafel.

Leo lansung merengkuh tubuh lemas Mila sambil membantu memijat leher belangan Mila.

" Mual... Mas " Ucap Mila pelan sambil berusaha mengeluarkan isi perutnya.

" Iya, sabar sayang. Tenang ada Mas " Ucap Leo khawatir dan tanpa sengaja Ia memanggil Mila dengan kata sayang.

Setelah dirasa mualnya reda, Leo menggendong Mila keluar dari kamar mandi. Lalu Leo menyuruh Maid untuk membawakan teh hangat ke kamar Mila.

" Apa masih mual? " Tanya Leo sambil memperbaiki selimut di tubuh Mila.

" udah lumayan reda, tapi masih pusing. Duh kalo gini gimana ujianku besok ya? " Ucap Mila sambil berkaca-kaca.

" Habis ini kamu sarapan lalu minum vitamin dari Bara ya biar Kamu cepet pulih " Ucap Leo sambil merengkuh tubuh Mila ke dalam dekapannya.

" Maafkan aku Sayang, karna ulahku Kamu harus menanggung derita di usiamu yang masih sangat belia " Ucap Leo yang hanya mampu Ia ucapkan di dalam hati.

Saat Mila mengucapkan perihal ujian seketika Leo merasa bersalah karna telah merusak masa remaja seorang gadis yang selama ini Ia cari.

" Kalau besok masih belom enakan mending izin aja, gak usah ikut ujian " Leo melepas pelukannya pada Mila.

Mendengar ucapan suaminya yang seolah menganggap jika ujian Mila tidak penting membuat Mila seketika menatap Leo dengan tatapan shade eyes. Sedang Leo yang ditatap hanya terseyum kikuk.

Detik berikutnya...

" jahat Kamu Mas! Kamu nggak tau seberapa pentingya ujian kali ini buat Aku " Ucap Mila sambil berkaca-kaca.

" Eh bukan gitu maksudnya " Ucap Leo bingung.

" Hiks,,, hiks,,, hiks,,, " Mila menangis sesenggukan.

" Udah berhenti nangisnya, aku cuma khawa... bercanda aja. Jangan dibawa baper dong ". Ucap Leo menenangkan Mila. Sebenarnya Ia ingin berkata kalau Ia khawatir tapi Ia masih gengsi.

" Hiks,,, jahat kamu Mas " Ucap Mila marah lalu membalikan tubuhnya membelakangi Leo. Mila tidak tahu mengapa Ia bisa se baperan itu. Padahal dulu saat Leo berkata yang lebih kasar Ia tidak sampai menangis.

Sementara itu Leo menyugar kasar rambutnya. Ia merasa bersalah karna telah membuat Mila menangis. Harusnya Ia ingat kalau ibu hamil itu perasaanya sangat sensitif.

*

*

*

Hay,,, hay jumpa lagi sama Author. Jangan lupa dukungan Like, comment n Vote nya ya supaya Author tambah semangat Up nya.

HAPPY READING GUYS.

1
MySeAn
ktanya mau rajin up thore
Eriani Eriani
lanjut
MySeAn
entah dri thn kpn yg jelas udh bermain taun aku nunggu crta ini dri blm pnya akun smpe pnya akun skrg bru up ckck ckckckck smga rajin lgi upnya klo bsa tiap hari😊
Maizuki Bintang
bgs
Putri Novitasari
bagus
Desy Lindawati
namanya mila apa mula Thor?
Putri Novitasari
lanjut
Reni Anjarwani
hy lama bgt upnya
Umi Nur Qasamah
terimakasih thor...tpi h kok lm banget update nya
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
Sampek lupa aku cerita nya sangking lama nya si Author Hiat 😁🙈
Moga aja kali ini rutin Up nya kak 😁
Liem Eva
lanjut
Le_0n
Jangan lupa tinggalin jejak kalian disini ya😊✨
Le_0n
sekarang author masih tahap revisi bab" awal. Author mau ngilangin kata" kasar. karna author pengen karya author bersih dari kata" yang kurang sopan. makasih buat para pembaca setia karya" author
🦋⃟ℛ★🦂⃟ᴀsᷤᴍᷤᴀᷫ ★ᴬ∙ᴴ࿐❤️💚
sekian lama nya aku nunggu kak,, sampek lupa akuh Alur cerita nya 🙈 pakek ulang lagi lah aku kak biar tau alaur cerita nya 🙈🙈
MySeAn
MasyaAllah sekian thn menunggu akhirnya mau update lagi😭😭 aku tunggu bab barunya ya bun🤭
Arghan Fauzan
lanjut kk
Arghan Fauzan
bgus
Reni Anjarwani
doubel up thor
Rita Apri Yanti
lanjut
Riska Wawan
Lanjut kk suka banget ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!