Namaku rangga aku anak dari salah satu perusahaan terbesar,aku juga biasa di panggil doni di sekolah kenapa karena d sekolah tidak ada yang tau identitas asli ku.Di sekolah aku di kenal kutu buku dan tidak memeiliki teman dekat.Bukan aku tidak mau mengakui identitasku tapi kebanyakan yang dekat dengan ku hanya karena aku anak orang kaya.
Ini adalah kisah seorang tuan muda yang ingin memiliki cinta tanpa melihat status dan kekuasaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dede hisyam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali Sekolah
selama 3 hari tania di rawat dan hasil pemeriksaan menyatakan kalau tania mengidap penyakit yang sama dengan sang mamah yaitu kanker darah atau leukemia mendengar hasil itu ayah tania benar benar merasa hancur dia teringat kembali bagaimana sang istri dulu mencoba berjuang untuk kesembuhan nya tapi tuhan ternyata lebih menyayangi nya dan mengambilnya.
selama di rumah sakit tania tetep mengerjakan ujiannya wali kelasnya selalu datang ke rumah sakit untuk mengantarkan kertas ujian
"terima kasih bu selalu menyempatkan untuk datang " kata tania berusaha sopan pada wali kelas nya
"sama sama tania ini juga kewajiban ibu,jadi kapan kamu masuk sekolah lagi ?" kata bu guru sambil membereskan kertas ujian
"besok bu karena sekarang sudah di perbolehkan pulang" kata tania
"memangnya kamu sakit apa tania ?" bu guru sedikit khawatir
"tania cuma kelelahan bu mungkin terlau banyak belajar hehehe...." tania sedikit tertawa karena mendengar ucapannya sendiri
"kamu itu ada ada aja,ya udah ibu pulang dulu kamu cepat sembuh tapi jangan lupa kamu juga harus tetep belajar tapi jangan sampai kelelahan" mendengar perkatan sang guru tania kembali tertawa
rumah tania
"sayang bagaimana kalau kita pindah ke negara s katanya di sana ada rumah sakit bagus yang khusus nanganin penyakit kangker" papah mencoba membujuk sang anak karna dokter menyarankan untuk tania di bawa ke negara s
"tapi pah sekolah tania bagaimana apalagi bentar lagi kan selesai tanggung nanti aja kalau sudah kelulusan ya pah" tania sedikit memohon
"ya udah tapi besok di sekolah jangan kecapean ingat kesehatan kamu" sebenarnya ayah tania tadi di dalam mobil sedikit melarang tania untuk sekolah dulu tapi tania tetap ingin ke sekolah dia sudah sangat merindukan sahabatnya karena selama 3 hari ayah tania mengambil hpnya agar lebih fokus pada pengobatannya jadi tania sama sekali tidak bisa mengabari sahabat nya
ke esokan harinya di sekolah
tania sudah berada di sekolah bersama 2 sahabat nya di tambah rangga dan damar yang sedang mengintrogasi tania karena selama 3 hari sama sekali tidak ada kabar
"loe itu kemana aja kita semua khawatir tau untung aja gue masih bisa fokus sama ujian" reva yang bertanya lebih dulu karena dia yang paling cerewet di antara mereka bertiga
"gue kemarin ada keperluan yang gak bisa di tinggal jadi sory" tania mencoba berbohong karena takut mereka khawatir kalau harus berkata jujur
"begini aja sebagai permintaan maaf gue,gue bakalan teraktir kalian semua dan juga merayakan karena sudah selesai ujian itung itung ngilangin stress"
"boleh juga lumayan ada makanan gratis kalau gitu kita ke kafe rangga gimana udah lama juga kita gak ngumpul bareng di kafe" damar mencoba memberi saran sebenarnya sekalian menambah pendapatan nya karena semakin banyak yang datang ke kafe maka damar akan mendapatkan ke untungan dari rangga
rangga yang mendengar usulan damar hanya menggelengan kepala karena sempat sempatnya mengambil ke untungan
mendengar usulan damar reva sedikit tersenyum karena merasa akan ada kesempatan untuk mencoba mendekati damar karena damar seperti sedang menghindarinya, seperti sekarang biasanya damar akan langsung duduk dekat reva tapi sekarang dia lebih memilih duduk dekat lisa dan itu bersebrangan dengan reva
"ada apa sebenarnya dengan kamu damar kenapa kamu menghindari ku apa aku punya salah" kata reva di dalam hati nya