Kak.. ih dipeluk kek adeknya!"
"Enggak!"
"Kakak nyebelin!"
"Bodo!"
Apa yang sering kali diharapkan seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya?
Rasa ingin dilindungi, disayang bahkan dimanja. Itu sangat wajar bagi seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya.
Sama halnya dengan Binar yang selalu ingin dekat dan dimanja oleh Surya. Layaknya seorang adik kakak pada umumnya.
Namun Surya justru terkesan cuek dan enggan berdekatan dengan Binar, sampai-sampai Surya memilih untuk tinggal di apartemen dengan alasan ingin belajar mandiri.
Ingin belajar mandiri atau justru ingin menjauh dari Binar?
Sampai hari dimana Binar mulai dekat dengan seorang laki-laki, Surya yang awalnya cuek justru berubah posesive.
Hingga sampai pada hari dimana Binar mengetahui sebuah rahasia besar, benang kusut pun perlahan mulai terurai.
Bahkan tanpa disadari oleh keduanya, ada sebuah rasa yang seharusnya tidak pernah ada.
Lantas bagaimana, apakah keduanya akan bersama? Atau justru sebaliknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom alfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Langit kota Surabaya sudah terang saat Surya sampai di apartemenya. Pria itu menyempatkan diri untuk mengisi batrai ponselnya di rumah sakit sebelum ahirnya pulang ke apartemen.
Surya mendapati puluhan panggilan tidak terjawab dari Binar sejak kemarin sore, bahkan Wanita itu sudah mengirim lebih dari 30 pesan yang menanyakan keberadaan serta kondisi suaminya. Dan yang terahir, wanita itu mengatakan jika ia akan pulang ke apartemen dan meminta Surya agar menyusulnya kesana.
Masuk kedalam apartemen, Surya langsung bergegas menuju kamarnya. Dan benar saja wanita yang ia cari sedang tertidur merinkuk dengan ponsel di tanganya.
Surya mengambil ponsel dari genggaman tangan Binar lalu memandang lekat-lekat wajah wanita yang sedang tertidur pulas itu.
Surya merasa Allah begitu baik padanya, cinta yang telah ia pendam selama bertahun-tahun kepada seorang gadis bernama Embun Binar Arunika kini telah berubah menjadi cinta yang benar-benar halal. Bukan lagi sekedar mencintai dalam diam.
Dengan lembut Surya menyingkjrkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya, pria itu kemudian mencium kedua pipi serta kening istrinya, merasakan sesuatu yang lembab menyentuh pipi, Binar pun mulai mengerjapkan matanya.
"Assalamualaikum Sayang.." sapa Surya.
"Mas Surya? sudah pulang, mas dari mana aja? Ya Allah.. mas nggak apa-apa kan?" Binar langsung duduk dan mengecep tubuh suaminya dengan perasaan hawatir.
"Mas tidak apa-apa Sayang.. maafkan mas ya. Sudah membuatmu hawatir."
Binar menghambur memeluk Surya, gadis itupun menangis disana. Perlahan Surya membelai rambut serta punggung Binar. "Maafkan Mas ya Sayang.." ujarnya benar-benar menyesal.
"Mas tau gak? aku hawatir banget. Sampe-sampe aku mau lapor Polisi saking frustasinya." Surya tersenyum dan semakin mengeratkan pelukanya.
"Iya.. mas minta maaf.." ujarnya lagi-lagi hanya bisa meminta maaf.
"Mas semalem tidur diamana?" tanya Binar dengan rengekan manja yang terlihat begitu menggemaskan di mata Surya.
"Nanti mas ceritain, kamu uda sholat belum?" Surya menangkup kedua pipi Istrinya dan memandang manik mata hitam itu lekat-lekat.
"Ya Allah.. sudah jam berapa sekarang Mas? aku keaiangan." ujarnya panik.
"Tidak apa-apa Sayang.. Allah itu maha tau kok. Kamu pasti semaleman gak bisa tidur gara-gara nungguin Mas ya?"
Binar mengangguk. "Iya." lirihnga.
"Yasudah.. sekarang kamu bersih-bersih dulu. Ambil wudhu dan sholat subuh ya. Mas mau siapin sarapan dulu."
Binar mengembangkan senyum lebar, suaminya itu memang paling tau jika dirinya tidak pandai memasak, skilnya memaskanya terlalu jauh jika dibandingkan dengan Surya. Namun Binar bersyukur karena tidak sekalipun Surya mengungkit tentang kekurangan itu.
Setelah menyelesaikan sholat subuhnya, Binar bergegas menghampiri suaminya yang sedang sibuk di dapur.
Ternyata pria itu sudah mandi, penampilanya pun terlihat jauh lebih segar.
"Mas sudah mandi?" tanya nya saat sampai di dapur, pria itu mendongak dan tersenyum.
"Mas mandi dimana? kok aku gak tau?" Belum sempat menjawab, Kini Binar sudah kembali mengajukan pertanyaan.
"Mas mandi di kamar sebelah Sayang.."Jawab Surya dengan tersenyum begitu manis, ya.. pria itu jauh lebih terlihat wajar setelah minikah dengan Binar.
Yang awalnya hanya memiliki ekpresi datar, dingin serta marah. Kini wajah tempan itu sudah bertambah satu lagi ekpresi yaitu menggemaskan. Hahaha.. pria itu memang terlihat menggemaskan saat tersenyum.
"Ciye.. yang murah senyum sekarang.." goda Binar. sembari melingkarkan tangan di pinggang suaminya.
Surya terkekeh lalu berbalik badan dan mengecup bibir sang istri. Kecupan itu berubah menjadi ******* dan yang baru berakhir saat keduanya telah kehabisan nafas.
"Mas jadi murah senyum karena kamu Sayang.." Surya mencubit gemas hidung Binar. "Karena kamu adalah kebahagiaan Mas, pelengkap hidup mas. Yang akan selalu menemani mas sampai tua dan hanya maut yang akan memisahkan kita." Pipi Binar bersemu merah karena malu, wanita itu pun mengembunyikan senyumanya di balik dada bidang sang suami.
"Kita makan dulu yuk, Mas sudah selesai masaknya."
Binar mencoba mengurai pelukan itu namun Surya menahan tangannya.
"Katanya ngajakin makan Mas?..."
"Iya makan, tapi posisinya tetep gini aja, enak."
"Masa makan sambil pelukan kaya gini sih Mas, terus kita jalan ke meja makanya gimana dong? masa sambil pelukan kaya gini juga?" protes Binar.
"Hehehe.. iya enggak apa-apa Sayang..Emm.. atau gini aja." Surya langsung merubah posisi tanganya dan tiba-tiba menggendong tubuh Binar ke meja makan.
"Mas.. aku bisa jalan sendiri gak perlu di gendong."
"Biarin aja Sayang.."
Surya mendudukkan Binar di kursi meja makan lalu mengambilkan piring dan mulai mengisinya dengan nasi.
"Mas.. kok malah kamu yang ngelayani aku sih? kan harusnya aku yang ngelayani kamu Mas?"
"Kamu ngelayani nya nanti aja di kamar. " Bisik Surya tepat di telinga Binar, lagi-lagi membuat wanita itu tersipu malu.
karya nya bgs bgt sukses trs buat KK ny buat hasil karya yg lebih menarik dan semangat buat KK ny, pasti semua nya gemar cerita nya 👍👍