Aku sadar siapa diriku karna dari itu biarlah rasa ini tetap di sini ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariz Kopi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PENGUMUMAN..
Hari Saptu ..
waktu masuk sekolah lagi sekaligus pengumuman hasil ujian pembagian rapoet dan lain sebagainya...
aku berangkat sekolah bareng dengan geng huru hara..seperti kebiasa'an geng huru hara selalu happy dan bercanda,cekikikan di sepanjang jalan..
"wiehh...Arjuna sudah nunggu tuh..."
kata mbak Arofah...yang tiba tiba nunjuk arah depan
dan langsung semua mengarah ke yang di tunjuk mbak Arofah termasuk aku.
dan tidak dapat ku sembunyikan wajah ku yang seperti tomat melihat siapa yang di tunjuk mbak Arofah...
"ahhh ... enak banget sihhh...jadi pengen Fikkk"
kata mbak Irma..
aku hanya diam seraya berhenti melangkah..
mbak Hanin yang lihat itu langsung menggandeng tangan ku
"hayuk... aman bersama kami.."
kata mbak Hanin..
kami terus melangkah hingga sampai di depan kang Farid yang sedang berdiri..
"Assalamu'alaikum..kang.."
sapa geng hiru hara bersama'an..
"nunggu pujaan hati lewat ya..??"
kata mbak Arofah dan di sambut dengan cekikikan mbak Irma dan mbak Hanin.... aku bagaimana aku ..tentu saja hanya menunduk malu..
"Wa'alaikumsalam...."
jawab kang Farid...
"makasih yang kemarin kang.."
kata mbak Hanin..
"iyya..kang sering sering aja.."
kata mbak Arofah..
"ingsaAlloh..."
kata kang Farid sambil terus memandang ke arah ku....
"maaf saya duluan.."
kata ku..
"ehh...Fik..jangan gitu donk tunggu bentar kita mau sarapan dulu"
kata mbak Hanin..
"iyya mbak sampean sarapan dulu... aku tak duluan aja.."
"mbak Afiqah... maaf atas kelancangan saya kemarin.."
kata kang Farid
tapi aku tk menghiraukanya...aku termemacu langkah ku agar cepat sampai di sekul..
setibanya di sekul aku lebih di buat heran lagi ..hampir setiap mata memandang ke arah ku
aku jadi berfikir apa yang salah dengan ku..
biasanya aku tak pernah jadi pusat perhatian seperti ini..
dan akupun langsung masuk ke kelas dan kulihat Suci juga sudah datang...
"Assalamu'alaikum...Ci'..."
Sapa ku ..
bukan nya menjawab salam ku Suci malah teriak sambil merangkul ku...
"Fikkkaaa..."
"jawab salam dulu kenap sih..."
"Wa'alaikumussalam..ehhh...selamat ya kamu bener bener hebat banget dehh Fikkk"
kata Suci sambil memeluk ku..
"wait...selamat buat apa'an..?
tanya ku bingung...
"kamu ga baca di mading tadi...??"
tanya Suci...
"baca apa...???"
"ahhh...kamu nih..ya...ayuk kita ke mading.."
Suci pun menyeret tangan ku mengajak ke mading...setibanya di mading Suci berteriak pada anak anak yang lain bahkan ada juga kakak kelas..
"permisi...boleh minta tempat nya bentar aja biar yang bersangkutan bisa baca.."
kata suci dan ku cubit pinggangnya..sambil berkata....
"Ci'... jangan gitu donk.."
"udah ga papa...kamu baca tuh...yang pengumuman dari Guru.."
kata Suci..
ku baca dengan seksama dan teliti..aku terkesiap dengan apa yang tertera di sana.. dan ku ulang ulang Suci yang menyaksikan itu bingung dengan expresiku..
"Fikkk..."
kata Suci..
"a..ku....a...ku...juara kelas secara pararel.."
kata ku lirih...masih tidak percaya..
"iyya..Fikk kamu...selamat ya..tidak sia sia kamu menghabiskan waktu di perpus.."
kata Suci..
air mata ku tiba tiba meleleh ..
"koq malah Nangis sih..."
kata Suci..
"aku masih ga nyangka... ini gak mimpi kan.."
kata ku..
"enggak lah .."
jawab Suci sambil mencubit tangan ku..
"aawwuu.. sakit.."
"benerkan ga mimpi.."
"Suci..aku juara kelas..aku..aku..."
kata ku ke Suci sambil terus menangis bahagia..
"iyya...Fikk...aku juga ikut bahagia untuk mu.."
"trimakasih Ci'.."
kami berangkulan...
"Fikk..."
panggil Ilham..
deg..tiba tiba Ilham bicara pada ku..aku tau pasti dia kecewa..dia yang biasanya juara umum kini posisinya tepat di bawah ku hanya selisih 5 angka saja..
"iyya..Ham.."
jawab ku..
"jangan terlalu senang dulu ..aku pasti akan menggambil lagi apa yang pernah jadi milik ku.."
kata Ilham..
"ohh..tentu saja aku sangat bahagia bila itu terjadi.."
jawab ku dengan senyum bahagia..aku bersyukur karna Ilham anak paling pintar juga pendiam di kelas ku mau ngomong gitu ..secara tidak langsung kan dia ngajak bersaing secara seportif dan ini membuat ku semakin bersemangat..
"kamu trima tantanganya ya.."
kata ilham lagi..
"ok..aku trima dengan senang hati.."
jawab ku...
semenjak sa'at itu aku dan Ilham jadi teman..dan sering belajar bersama ..meskipun dalam nilai kita saingan tapi urusan belajar kami selalu saling dukung dan membantu hingga dewan Guru pun heran dengan kami yang selalu belajar bersama..
hingga waktu kenaikan kelas aku tetap jadi juara kelas juga juara di kelas Dinniyah ....
tapi aku dan Ilham masih terus belajar bersama karna nilai kami tidak pernah beda jauh antara 3-5..saja dan Ilham masih saja penasaran dengan aku karna belum bisa menggeser posisi ku..dia berjanji harus bisa mengalahkan aku di kelas 2 nanti... tentu saja aku mempersilahkanya tapi bukan berarti aku juga tidak mempersiapkan semuanya...