Di dunia ini, kenapa selalu wanita yang di anggap mandul jika tak kunjung memiliki anak. Apakah laki-laki tak bisa mandul?
" Cantik saja tak cukup kalau tidak bisa memberikan keturunan!"
" Percuma cantik kalau kenyataannya Mandul!"
Begitu banyak Makian yang sering Ayyara Nisaka terima hanya karena ia tak kunjung hamil di usia pernikahannya yang menginjak empat tahun. Usia pernikahan yang tak terbilang lama atau sebentar.
Selama empat tahun menikah, begitu banyak luka yang Ayyara dapatkan, tetapi Ia selalu berusaha untuk mempertahankannya. Ayyara juga terus berusaha melakukan banyak cara agar bisa hamil. Namun, ketika berhasil hamil ia justru mengalami keguguran akibat pertengkaran bersama suaminya.
Bagaimana kisah kehidupan pernikahan Ayyara Nisaka selanjutnya?
Follow ig Author : Novi_Rahajeng08
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi rahajeng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Ancaman Argi
Sepeninggal Ayyara, Argi sangat kacau. Ia pun mencoba melihat apa yang sebenarnya Ayyara lihat sampai membuatnya searah itu. Dan... Lagi... Lagi semuanya karena Bila.
Tanpa berpikir panjang, Argi segera mengambil kunci motor dan bergegas pergi dengan perasaan penuh amarah. Bahkan, panggilan dari sang Ibu dan adik pun sampai tak ia hiraukan.
" Bu, sebenarnya ada masalah apa antara Mas Argi dan Mbak Yara?" tanya Flo yang masih belum paham dengan apa yang telah terjadi.
Bu Atmariani menghembuskan nafas panjangnya. Apa yang ia takutkan ternyata terjadi juga. Awalnya, dia sudah sangat senang saat melihat hubungan anak dan menantunya kembali akur. Namun, tanpa terduga tiba-tiba kembali berantakan.
" Buk..." Panggil Floella yang terlihat sangat penasaran.
" Masmu selingkuh!" jawab Bu Atmariani yang akhirnya memberitahukan pada putri bungsunya apa yang sebenarnya terjadi di antara Kakak dan Kakak iparnya.
Mulut Flo menganga, pupil matanya melebar. Saat ini, dia sedang berada pada mode terkejut sekaligus tak percaya. Pasalnya, Ia tahu betul bagaimana posesif dan cintanya Kakaknya ke istrinya. Jadi, seakan ada rasa shock ketika mendengar sang Kakak berselingkuh.
BERSELINGKUH!
Satu kata yang mempunyai arti sangat menyakitkan dan menyesakkan dada bagi seseorang yang di selingkuhi. Namun, berarti sebuah kepuasan dan kesenangan bagi yang berselingkuh.
" Ibu seriusan? Mas Argi selingkuh?" Floella kembali bertanya untuk memastikan kalau apa yang ia dengar itu tidak salah.
" Serius lah! Kamu kira Ibu Bu Mimin yang suka bergosip dan menyebar fitnah kemana-mana," terang Bu Atmariani yang tiba-tiba membawa-bawa nama tetangganya yang memang sangat julid, banyak bicara, suka bergosip, ngurusin hidup orang lain, dan masih banyak lagi.
Andai bukan tetangga, mungkin sudah ia lakban mulutnya yang sering berkata tidak-tidak tentang keluarganya.
"Kenapa Mas sekarang berubah jadi bodoh ya, bu?" cibir Floella yang justru menghina kakaknya sendiri.
" Bodoh kenapa?" tanya Bu Atmariani yang bingung dengan tanggapan dari putrinya setelah mengetahui Kakaknya berselingkuh.
" Ya bodoh karena menyelingkuhi Mbak Yara, "terang Floella.
" Oh, kalau itu Ibu setuju. Tapi, namanya setan ya tentu sangat suka dengan pria yang imannya tipis. Makanya besok kamu kalau nikah, cari suami yang imannya kuat dari godaan wanita, "nasehat bu Atmariani.
" Kalau gitu gay dong, Buk. Gak mau ah, masak nikah sama terong makan terong! Ibh nih ada-ada saja! "timpapl Flo yang membuat bu Atmariani menjadi bingung.
Ia terlihat berpikir sejenak, dan ternyata baru sadar kalau ucapannya itu memang salah. Seorang laki-laki memang sudah kodratnya memiliki sifat yang lemah akan godaan wanita. Hanya saja, seorang laki-laki yang takut akan Tuhan-Nya, maka dia akan lebih hati-hati dan bisa menahan diri dari jebakan setan yang terkutuk..
Sedangkan wanita, Ia akan di coba lewat harta. Jadi, ketika wanita tetap bertahan dan terus menemani dirimu memulai semuanya dari nol. Maka jangan sia-siakan dia, karena yang ia butuhkan hanya kesetiaan dan cintamu padanya. Karena baginya, materi bisa di cari. Sementara kesetiaan, sekarang sudah mulai sulit di cari.
***
Sesampainya di rumah, Ayyara langsung berjalan memasuki kamarnya untuk meluapkan rasa sedihnya. Sejak tadi ia mencoba menahan diri untuk tidak menangis, tapi sekarang ... Genangan yang sejak tadi ia tahan seakan tumpah sudah tanpa bisa di bendung lagi.
Hati Ayyara benar-benar sakit ketika mengetahui kebenaran tentang suaminya yang selingkuh. Ayyara memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak bagaikan tertindih batu besar. Ia seakan sedang kehabisan oksigen untuk bernafas.
" Kenapa rasanya sesakit ini?" isak Ayyara sambil memegangi dadanya.
*
*
Jika Ayyara tengah meluapkan rasa kecewa dan sakitnya, lain halnya dengan Argi yang mendatangi Bila.
" Abila!" teriak Argi seraya menggedor pintu rumah Bila.
Mendengar ada suara Argi yang teriak-teriak, membuat Bila langsung berjalan ke depan untuk membuka pintu.
" Mas Argi sudah___" Abila spontan memundurkan tubuhnya tatkala melihat wajah penuh amarah pada diri Argi.
" Mas kenapa? Jika asa masalah, kita bicarakan baik-baik," terang Abila yang tiba-tiba menjadi ketakutan.
Argi mencengkram dagu Bila dan mendorongnya hingga ke tembok. Rasa trauma akan kekerasan yang dulu sering ia dapatkan dari sang pacar tiba-tiba terlintas kembali.
Tubuh Bila bergetar, keringat dingin mulai bermunculan di keningnya.
" Kurang ajar kamu!" sarkas Argi.
" A-pa mak-sud Mas?"tanya Abila yang masih belum mengerti.
Argi melepaskan cengkramannya, lalu melemparkan lingerie warna merah yang ia bawa ke muka Abila.
" Apa maksud kamu memasukkan barang-barang sialan itu ke koper ku, huh? "bentak Argi dengan wajah bengis layaknya orang kesetanan.
" Bila gak ada maksud apa-apa, "elak Bila yang membuat Argi semakin murka.
Argi kembali mendekat, membuat Bila semakin ketakutan. Ia tak pernah mengira bahwa Argi ternyata bisa menjadi orang yang sangat menakutkan seperti ini ketika marah.
" Aku peringatkan kamu baik-baik Abila. Kalau sampai hubunganku dengan Ayyara berakhir, maka kamu orang pertama yang akan aku cari dan hancurkan. Camkan itu!" ancam Argi penuh penegasan dan keseriusan.
Setelahnya, pria itu pergi meninggalkan Abila yang masih bergetar di tempatnya.
...****************...