Seorang wanita cantik yang bernama Hellen Keller bercita-cita menjadi seorang dokter namun cita-citanya harus punah karena kejadian yang ia alami saat usianya berumur 13 tahun ...
Hellen menjadi saksi mata pembunuhan di salah satu gedung tua ..
apakah kehidupan Hellen akan tenang ...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka manga toon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penawaran...
Aku terus memohon maaf atas kesalahan yang telah aku lakukan namun dengan kasar Thomas melepaskan pelukanku darinya . Di tatapnya wajahku dengan garang lalu dia membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali kearah Dokter Charles yang saat itu sudah tidak berdaya .
Aku membulatkan mataku saat melihat sesuatu yang Thomas ambil dari saku celana yang dia kenakan . Sebuah pisau lipat yang jelas-jelas sangat tajam dan pisau itu dapat melukai siapapun .
" Tuan kau—tidak akan— " Ucapku terpotong dengan wajah yang sangat khawatir dan takut
" Sayangnya aku akan melakukan itu , Hellen " ucap Thomas datar memotong ucapanku
Aku menjerit saat tangan pria itu memegang pisau tersebut dan menusukkan nya pada perut Dokter Charles tanpa ampun.
Tubuhku seketika gemetar saat Thomas membalikkan badannya dan menggeser tubuhnya sedikit agar mataku bisa melihat Dokter Charles yang sudah tidak sadarkan diri dengan pisau yang masih tertusuk di bagian perut nya .
Belum cukup sampai disana , kini kulihat Thomas menarik pisau itu secara kasar sehingga dapat kulihat darah segara mengalir di pisau tersebut .
Aku menutup mulutku dengan kedua tanganku seketika tubuhku melemas dan terjatuh di lantai seolah kedua kakiku tak dapat lagi menopang berat badanku saat ini . Kulihat langkah kaki Thomas mendekat kearah ku dengan pisau yang masih ada di tangan nya .
" Kau kembali menjadi saksi kematian seseorang , Sayang " ucapnya santai dan terkesan polos
Kulihat tatapan tidak bersalah terpancar jelas di bola matanya namun tatapan polos itu tidak bertahan lama kini sebuah seringai mengerikan terpampang diwajah tampan pria itu .
Tubuh ku bergetar ketakutan kini pikiranku menjadi kosong dan aku tidak tau harus melakukan apa , rasa ketakutan dalam diriku lebih mendominasikan ku saat ini .
Thomas berjongkok dan menatapku yang masih pada posisi ku , aku memejamkan mataku saat pisau lipat yang Thomas pegang di arahkan ke pipi kananku . aku terdiam dan mulai terisak kini seluruh tubuhku gemetar ketakutan bahkan aku tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun sekalipun aku sangat ingin .
Thomas menggerakkan ujung pisau tersebut seolah tengah mengelus wajahku , aku yang merasa ketakutan hanya bisa terisak dan semakin memundurkan tubuhku yang sudah terjebak tidak bisa bergerak kemanapun .
" Memohon lah " ucap Thomas datar dan terkesan biasa saja namun aku masih terdiam dan terisak
" Apa Kau sangat ketakutan ?? " Tanya nya dengan senyum remeh
" HELLEN " panggil nya penuh penekanan
Kini suara pria itu sangat jelas terdengar di gendang telingaku bahkan hembusan hangat nafas Thomas mengenai telingaku .
" Apa kau ingin aku menusukmu seperti yang aku lakukan pada si tua bangka itu ?? " Tanyanya namun aku langsung menggelengkan kepalaku dengan kuat
Nyatanya saat ini aku masih memiliki rasa takut untuk mati .
" Jika tidak , bersuaralah dan memohonlah pada ku , berikan aku penawaran terbaik agar aku tidak menusukkan pisau ini di jantung mu yang sedang berdetak saat ini " ucapnya dingin dan datar.
" A—a—aa—ku m— "
" Oh , ayolah jangan tergagap dan gemetar seperti itu " ucap Thomas memotong ucapanku
Kini Nafas hangat Thomas tidak lagi mengenai telingaku dan aku mulai memberanikan diri untuk membuka pelan kedua mataku . Saat kedua mataku terbuka pemandangan pertama' yang kulihat adalah wajah dingin pria itu .
" Ku mo—hon J—angan B—unuh aku , Bi—arkan—aku hidup , Tuan " ucap ku dengan suara bergetar
Aku bahkan membiarkan lelehan air mataku keluar dari kedua mataku saat memohon pada pria dingin itu .
" Lalu apa yang akan aku dapatkan jika membiarkanmu tetep hidup ?? " Tanya Thomas kembali menyeringai saat aku tidak memiliki penawaran apapun
" Aku—aku akan menyembunyikan semua nya , apapun yang pernah aku lihat mengenai pembunuhan dan semua hal yang pernah aku ketahui tentangmu " ucapku membuat penawaran namun
Thomas hanya tertawa sumbang hingga membuat aku kembali ketakutan
" Aku tidak tertarik . aku bisa membayar mereka untuk menutup semua kasus-kasusku , lalu setelahnya aku akan membunuh sampah sepertimu " ucapnya datar
" Kumo— " ucapku terpotong saat pisau lipat yang Thomas pegang di arahkan tepat di jantungku yang berdetak sangat menggila karena ketakutan yang aku rasakan saat itu
Aku menjerit dan menangis seperti orang gila bahkan tubuh ku kembali bergetar hebat karena ketakutan .
" Kumohon Tuan , ampuni aku " ucap ku terus memohon dengan suara terisak
" Berikan aku satu penawaran yang menarik dan aku akan membiarkan mu tetap hidup " ucapnya berbisik di telingaku
" Aku tidak memiliki apapun , Tuan " ucapku jujur dengan suara serak
" Kau punya , Hellen " ucap Thomas
" Aku--- " Ucapku terputus
Aku benar-benar bingung apa yang di inginkan pria itu pasalnya aku benar-benar tidak memiliki apa pun untuk di jadikan penawaran .
" Hidupmu , jiwamu dan ragamu . aku menginginkan kau mengabdikan dirimu padaku " ucapnya Thomas di sela-sela pemikiran ku
Kedua telapak tanganku yang semula terkepal kini terbuka dan aku menatap wajah Thomas yang saat itu tengah menatapku dengan tatapan datarnya .
" Bagaimana jawabanmu ?? " Tanyanya
Aku memejamkan mataku sesaat dan kembali membukanya , aku memang takut untuk mati tapi saat mendengar penawaran yang diajukan oleh pria itu sama halnya dengan aku membunuh diriku sendiri .
" Kau menjebak ku " Ucapku pelan
" Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku , Tuan ?? " Ucapku memberanikan diri untuk bertanya namun tidak ada jawaban sama sekali yang aku terima dari mulut pria itu
Aku menarik nafasku dengan pelan dan membuangnya dengan kasar seolah menenangkan diri ku saat ini .
" Biarkan aku hidup , dan aku akan mengabdikan diriku padamu " ucapku pasrah karena tak memiliki pilihan lain
Thomas berdiri dari posisinya setelah mendengar ucapan ku , sedangkan aku masih terduduk tidak bergerak sedikitpun dari tempat ku .
" Itu pilihanmu , Hellen " ucap Thomas Namun aku hanya terdiam sambil menundukkan kepala ku , setelah itu tidak ada suara lain yang aku dengar
Thomas melangkahkan kakinya menjauh dan meninggalkanku bersama dengan Dokter Charles yang sudah terbaring kaku disana .
Aku pun menghampiri tubuh Dokter Charles dengan menggesot , aku bahkan sudah tidak mempunyai kekuatan lagi untuk sekedar berjalan .
" Dok " Panggilku pelan
Aku mengecek denyut nadi dan detak jantung Dokter Charles dan saat itu juga aku terisak dan membiarkan airmataku semakin tumpah .
Dokter Charles benar-benar sudah mati saat ini , aku benar-benar merasa sangat bersalah pada dokter Charles pasalnya karna ulahku Dokter Charles harus kehilangan nyawanya
.
.
.