bacanya dari awal sampai akhirnya ya biar gak salah faham sama ceritanya😌
Vans pria kejam dipertemukan dengan Zahira seorang wanita yang dia anggap hanya sebagai pelacur yang dijual oleh keluarganya.
Tapi sedikitpun dia tak pernah anggap Zahira sebagai istrinya melainkan pembantu ( art )
Pernikahan yang di idamamkan oleh banyak wanita dengan seorang pangeran tampan sabar dan hubungan harmonis tidak didapatkan oleh Zahira.
Bak tinggal dineraka Zahira sedikitpun tak pernah merasakan apa itu cinta dari pernikahannya.
bagaimana kisah kehidupan mereka selanjutnya apakah akan tumbuh rasa cinta antara mereka ?
atau justru perpisahan akhir dari kisah cinta mereka ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea alexia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menerima syarat dari aditya
isak tangis terdengar dari hati Zahira seakan, air matanya ingin mengeluarkan air mata darah. Sungguh hatinya sakit ketika melihat Aditya mengirim vidio saat dimana Vans di siksa habis habisan olehnya.
Berjalan melewati satu persatu anak tangga sambil bergumam sendiri dalam hati.
Aku gak boleh egois Vans butuh aku. aku harus berkorban untuknya.
Ku hapus air mata ku yang sedari tadi malam menangis tanpa henti.
Kau biadab Aditya akhh.... Aku berteriak seraya memecahkan kaca rias yang baru saja pelayan ganti 5 menit yang lalu.
Seperti mau loncat dari atas jendela saja rasanya aku.
Mata Zahira sangat bengkak tapi tak membuatnya lemah dia harus berjuang jika tidak Vans akan di hukum mati.
Seketika sebuah usd card membuat dia lemah padahal dia sudah janji akan menjadi wanita kuat.
" 1 malam aku janji akan bebas kan Vans dan memberi usd itu untuk mu Zahira " tulis Aditya dalam sebuah chat wattsap.
" Aku akan ke sana tunggu " balas Zahira dan membanting ponselnya dan kembali terisak isak.
" Mas maafin aku. Aku lakuin ini untuk mu " ucap Zahira dan mengambil tasnya lalu pergi ke villa Aditya.
Sesampainya di sana Zahira membuka pintu kamar Aditya dan sangat terkejut melihat Aditya menabur bunga ke kepala Zahira.
Seraya menghapus air matanya ia berjalan memasuki kamar Aditya.
Dan selaku sahabatnya memfoto setiap adegannya dari belakang jendela
" Ini malam kita " ucap Aditya dan mendekati Zahira ( cup ) ciuman melesat ke bibir Zahira
Tubuh Zahira gemetar karna rasa takut yang amat teramat besar
" Berikan usd cardnya " tegas zahira sambil ke takutan
" Sabar " ucap Aditya dan langsung menggendong Zahira ke ranjang dan menidurkannya
" Aku mohon aku takut " ucap Zahira sambil menutup matanya
" Aku cuma mau ambil ini " ucap Aditya yang mengambil usd dan memberikannya pada Zahira
" Apa ini " tanya Zahira
" Usd card katamu!! Tenang aku tak bajingan seperti yang kau pikir. Pulang lah suami mu menunggu mu di rumah " tegas Aditya dan menjauhi Zahira
" Makasih " ucap Zahira dan pergi ke rumah sambil menghapus air matanya.
" Badai datang Vans musuh ku kau bukan dia untuk apa usd itu? jika kau tiada dendam ku akan berakhir!! Kau tak boleh tiada secepat itu " ucap Aditya sambil tidur di ranjang sendiri dan mengirim foto ke mesraannya dengan Zahira.
...****************...
Deg Vans seketika terjingkat ketika melihat Zahira sedang tidur dengan Aditya.
Pantas saja dia tak kunjung pulang. Emosi Vans membara mata melotot seakan mau copot. Vans berteriak sekencang kencangnya seraya membanting barang_barang yang sangat mahal tersebut.
" Aku dimana " tanya Zahira pada diri sendiri dan ternyata dia ada di pinggir jalan.
Sangat membuat Zahira bingung sejak kapan ia tertidur disini. Padahal tadi mau pulang ke Vmi Mancion
Jam menuju pukul 12 malam Zahira berlari secepat kilat agar cepat sampai ke rumah dan bertemu Vans.
Sesampainya disana Zahira melihat Vans berdiri di depan pintu dan langsung Zahira memeluk Vans
" Masuk masuk gimana malamnya indah? Jelas indah lah secara Aditya ganteng banget!! " ucap Vans ramah sambil mempersilahkan Zahira masuk
" Vans ini gak seperti yang kamu pikirin " ucap Zahira sambil memegang tangan Vans
" Enyahlah " bentak Vans sambil mendorong
Zahira begitu keras hingga kepalanya terbentur
" Mas aku dan dia tidak melakukan apapun, justru dia memberi ku usd card ini " ucap Zahira seraya memberikan memori itu pada Vans
" Waaw Katakan pada ku bagaimana kau menggodanya? hingga dia memberi usd card itu " ucap Vans sambil mengambil dan menyembunyikan usd itu di sakunya.
" Katakan Zahira " bentak vans seraya mencekram bahu Zahira begitu erat.
setidaknya kamu tak perlu melayani laki² hidung belang diluar sana😣😣