NovelToon NovelToon
Dinikahi Sugar Daddy

Dinikahi Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:37.1M
Nilai: 4.5
Nama Author: Kim99

'MASIH DALAM TAHAP REVISI'

Bocil menyingkir dulu ya! Karena di novel ini mengandung unsur perbucinan dan perbelutan seAsia. 🤣

Kisah cinta seorang gadis SMA yang dijodohkan dengan seorang CEO dingin dan bengis. Bian Anandita Putri harus rela menikah dengan seorang pria yang usianya terpaut 12 tahun lebih tua darinya.

Pria itu bernama Brian Cahyo Nugroho, dia merupakan seorang bisnisman dibidang kecantikan dan juga merupakan seorang pewaris dari perusahan kosmetik terbesar di Indonesia.

Karena sebuah hutang, ayah Bian rela menukar anaknya sendiri demi melunasi hutang yang dia miliki. Bian tidak diberi pilihan, dia mau tidak mau harus menerima perjodohan itu karena dia tidak mau ayahnya masuk ke penjara.

Banyak pertanyaan dalam drama yang akan terjadi di novel ini.

Kenapa Ayah Bian rela menukar Bian dengan uang?

Apakah Brian akan memperlakukan Bian dengan baik?

Apakah akan ada cinta yang tumbuh di antara Bian dan Brian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sirkuit

Setelah mendesak Brian untuk berbicara, Bian akhirnya tahu, kalau sebenarnya dia tidak mirip ondel-ondel. Entah apa yang laki-laki itu pikirkan, namun, dia mengatakan kalau Bian tidak seperti ondel-ondel. Jadi itu saja sudah cukup untuk Bian.

Mereka sudah sarapan di sebuah restoran bintang lima di kota itu. Setelah selesai sarapan, Brian membawa Bian ke suatu tempat, namun selama dalam perjalanan, Bian terus mengoceh menanyakan tentang Sisil. Siapa wanita itu dan dari mana dia berasal.

"Om, Om jawab Bian dengan jujur dong, Tante itu siapa? Dia pacarnya Om? Om beneran selingkuh dari Bian? Om tahu gak Om, selingkuh itu gak baik. Om gak pernah nonton sinetron terbang ikan ya, kalau Om nonton, Om pasti takut, nanti Om kena Azab lho kalau selingkuh dari Bian."

Kitttt!

Brian menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia menoleh lalu menatap Bian tajam. Ternyata hanya tampilannya saja yang terlihat dewasa. Otaknya masih sama. Sama-sama bontot kayak otak anak TK.

"Kamu itu ngomong apa sih? Dari tadi nyerocos terus. Emang kenapa kalau aku punya pacar, aku kenal sama Sisil sebelum kita menikah. Aku gak selingkuh, yang ada itu kamu jadi Pelakor gara-gara muncul di kehidupan aku dan Sisil."

Bian melongo. Pelakor, dia, dia jadi seorang Pelakor? Tidak mungkin kan? Bian bukan gadis seperti itu. Kalau dia memang benar-benar jadi Pelakor, nanti dia yang akan kena Azab.

"Apa benar yang Om bilang itu? Kalau gitu nanti Bian tanyain aja ke Ayah Nugroho, kenapa dia nikahin Bian sama Om padahal Om udah punya pacar."

Brian membulatkan matanya tidak percaya. "Bian, kalau kau berani mengatakan ini kepada Ayah atau Ibu, aku janji aku akan hukum kamu dan kamu akan menyesal seumur hidup."

Bian mengangguk. "Okh, Bian mengerti sekarang. Om pacaran sembunyi-sembunyi kan dari Ayah sama Ibu, baiklah, Bian gak akan bilang sama mereka, tapi janji, Om harus nurutin semua yang Bian bilang, apapun yang Bian mau, Om harus turutin."

Bian tersenyum cerah ke arah suaminya. Namun berbeda dengan Brian. Laki-laki malah terlihat prustasi. Dia menghembuskan napas kasar. Niat hati ingin mengancam bocah tengil itu, malah dia yang di ancam. Situasi macam apa ini.

"Okelah, Bian anggap Om setuju. Sekarang jalan! Om harus bisa ngajarin Bian nyetir mobil dengan cepat."

Bian kembali menghembuskan napas. Mau tidak mau dia menjalankan mobilnya seperti apa yang di minta oleh Bian.

Beberapa menit kemudian. Mereka sampai di depan sebuah sirkuit yang sangat besar. Bian pada awalnya sedikit heran kenapa dia di bawa ke tempat seperti ini, namun ketika Bian ingat kalau suaminya adalah orang berduit, Bian hanya mengangguk mengerti.

Dengan cepat mobil itu masuk ke dalam sirkuit. Bian menempelkan kedua tangannya di jendela kaca mobil. Gadis itu di buat kagum melihat sirkuit untuk balap mobil dari dekat seperti sekarang.

"Turun!" Bian menoleh ketika suaminya sudah menyuruhnya untuk keluar dari dalam mobil. Kenapa juga dia harus turun, bukannya dia mau belajar nyetir.

Brian turun dari dalam mobil, dia tersenyum menyapa beberapa temannya yang kala itu sudah berdiri menunggu kedatangan Brian. Brian memang tidak memiliki banyak teman. Namun dia mengikuti satu club' balap mobil yang di buat oleh teman semasa dia kuliah dulu.

"Hei Bro, kenapa lama? Gak biasanya Lo kayak gini?" Seseorang tersenyum ke arah Brian sembari mengacungkan tangan.

"Dia kan sibuk sekarang, jadi gak salah kalau dia telat mulu." Seseorang yang lain ikut berbicara.

Mereka sibuk berkomunikasi dengan Bian. Namun ketiga sahabat Brian langsung mengalihkan perhatiannya ketika mereka melihat pintu mobil Brian terbuka. Seorang gadis cantik keluar dari mobil itu membuat para sahabat Brian tertegun menatap Bian dengan tatapan kagum.

Bian melihat ke arah Brian dan teman-temannya sembari tersenyum. Dan senyum Bian sukses membuat sahabat Brian riuh kegirangan. Mereka terlihat sangat antusias ketika melihat gadis yang sangat cantik ada di depan mereka.

"Bi, kok elo gak bilang-bilang sih kalau punya barang bagus. Kayaknya dia daun muda ya, cantik banget, wajahnya masih imut gitu."

"Ekh Reno, sadar Lo, Lo itu udah punya pacar, jangan lah ambil-ambil jatah orang. Dia buat Gue aja." Rendi yang memang sejenis dengan Reno terus berdebat memperebutkan Bian. Sementara Brian dan Alex, mereka hanya diam sembari memijat pelipisnya.

"Siapa dia Bi, Lo jarang banget bawa cewe, malah gak pernah. Lo kan biasa mangkal di club malam atau di hotel. Anak siapa yang Lo bawa ini?"

Brian menghembuskan napas kasar. "Dia sodaranya Ayah gue. Katanya mau belajar nyetir mobil, jadi gue ajak ke sini."

Alex mengangguk mengerti. Sebenarnya Alex adalah orang paling kalem di antara semua teman-teman Brian. Ya, hampir sejenis lah sama Brian.

Sementara Brian dan Alex sibuk mengobrol, Reno dan Rendi malah sudah berlari mendekati Bian. Mereka berdua sama-sama tersenyum sembari mengulurkan tangan. Bian tersenyum. Dia hendak mengulurkan tangannya untuk menjabat salah satu tangan dari dua orang yang menyodorkan tangan kepadanya. Namun kedua orang itu malah berselisih dan ribut karena sama-sama ingin menjabat tangan Bian lebih dulu. Bian hanya tersenyum menyaksikan kekonyolan yang ada di depan matanya.

"Aku dulu Reno, aku yang duluan liat dia."

"Apa-apaan kamu Rendi, aku duluan lah. Aku kok yang duluan nyampe di sini."

"Pokonya aku yang lebih dulu!"

"Aku!"

"Sebaiknya kalian teruskan perkelahian kalian di atas ring."

Sura Brian yang berat dan agak sedikit serak itu sukses membuat Reno dan Rendi menghentikan perseteruan mereka. Mereka di buat melongo lantaran Brian malah menuntun Bian dan memasukan gadis cantik itu ke dalam mobil.

"Dia bukan orang yang bisa kalian sentuh. Sebaiknya kalian cari gadis lain."

Brian langsung pergi meninggalkannya Reno dan Rendi yang masih terdiam di tempat mereka. Brian masuk ke dalam mobil dan memulai kelas mengemudi khususnya untuk Bian. Jujur saja, tadi Brian ingin meminta sahabatnya untuk menggantikan dia mengajari Bian, namun ketika melihat respon teman-temannya, Brian tidak jadi melakukan itu.

Brian menolehkan kepalanya. Dia mendengus pelan. Kenapa juga bocah tengil itu harus berdandan secantik ini. Dia sengaja ingin menggoda orang lain atau bagaimana?

"Aku akan mulai mengajarimu. Sebaiknya kau perhatikan baik-baik karena aku tidak mau terus mengulangnya."

Bian mengangguk dengan mantap. Dia tersenyum sembari terus memperhatikan tangan Brian yang menunjukkan berbagai hal di dalam mobil itu. Sesekali Bian memperhatikan wajah suaminya. Brian benar-benar sangat tampan. Apalagi jika sedang serius seperti ini, tanpa sadar, Bian terus mengagumi suaminya lagi dan lagi.

Sementara di luar mobil, Rendi dan Reno terus berteriak meminta Brian untuk mengenalkan gadis itu kepada mereka.

"Sudahlah Bro, dia saudaranya Brian. Kalian gak mungkin bisa nyentuh gadis itu." Alex berbicara sembari merangkul bahu Reno dan Rendi. Kedua orang itu terlihat lesu. Mereka menurunkan bahu seperti orang yang tidak punya semangat hidup.

"Enggak, aku gak boleh nyerah, siapapun dia, aku pasti akan mendapatkannya." Rendi yang tadinya sudah lesu kini kembali bersemangat.

To Be Continued.

1
ida wati
kecambah muku dah 🤣🤣🤣🤣🤣 sekali2 daon bawang lah 😄
ida wati
ngakak 🤣🤣🤣🤣🤣
Jamaliah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jamaliah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jamaliah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Jamaliah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Danny Muliawati
nah ini yg di tunggu Agnes kena baru nya
Danny Muliawati
sisil emang enak di cuekin mk nya punya malu d harga diri jangan jd lubang wc siapa aza boleh msk
Danny Muliawati
pengen ngetweet ke mulut agnes
Danny Muliawati
smga Brian bs liat kelakuan sisil dg mata nya lgsg
Danny Muliawati
haha ada yg cemburu
Danny Muliawati
smga cpt ketahuan kelakuan sisil cmn mo morotin
Danny Muliawati
ada2 aza yah kasian Byan
Danny Muliawati
hajar om Nug 😄😄
Danny Muliawati
Bian ternyata sdh ada cewe nya ya ampun kasian Byan yah Thor
Danny Muliawati
oon d lucu yah saking lucu byan 😄😍
Danny Muliawati
😃 ada monyet bergelsntung
Zakia Ulfa
sukanya bian yg badass g letoy begitu, jadi pas tau kebejatan Brian yg menjijikkan, bian g bakal kena mental, kayaknya aku loncat bab aja bacanya. baca part bian tau Brian suka celup celup sama sisi
Zakia Ulfa
Biyan ini bukanya di awal bab cewek Badas ya, knapa makin kesini makin letoy
Zakia Ulfa
iuuuhhhh g banget kalau biyan anak imut sama Brian si celap celup thoor,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!