Agnes Agatha Delano seorang gadis yang sangat cantik, baik hati dan sangat pintar karena kecantikannya membuat adik tirinya iri hati karena pria yang selama ini dikejarnya ternyata lebih memilih kakaknya dari pada dirinya.
Hingga adiknya mempunyai rencana licik dan kejam dengan cara mengajaknya pergi ke pesta ulang tahun temannya di sebuah hotel. Adiknya memberikan minuman yang sudah diberikan sesuatu, tanpa curiga kakaknya meminumnya hingga habis.
Di bawah pengaruh obat adiknya beserta teman - temannya membawa ke kamar dan diberikan ke pria yang sudah sangat berumur, keberuntungan menghampiri Agnes dirinya berhasil kabur dari kamar tersebut.
Agnes keluar dari hotel dan bertemu dengan sopir pribadinya hingga terjadilah cinta satu malam bersama sopir pribadinya.
Akankah mereka bersatu dalam pernikahan setelah mengetahui bahwa sopir pribadinya ternyata seorang mafia yang amat kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman Pertama
Malam berganti pagi seperti biasa Agnes mencuci wajah dan sikat gigi kemudian memasak untuk membuat sarapan pagi. Selesai memasak Agnes berjalan ke arah kamarnya untuk mandi, selesai mandi dan memakai pakaian kerja Agnes keluar dari kamarnya dan melihat Adrian sedang duduk di kursi sambil menatap Agnes.
" Ada apa kak?" Tanya Agnes
" Tidak ada apa - apa hanya saja kamu semakin bertambah cantik." Puji Adrian
" Terima kasih kak." Ucap Agnes sambil mengambil makanan dan diberikan ke Adrian.
" Makan kak." Ucap Agnes sambil tersenyum.
" Terima kasih." Jawab Adrian sambil membalas senyuman Agnes.
" Sama - sama." Jawab Agnes
Mereka pun makan dalam diam tidak ada yang bicara selesai makan Agnes mencuci piring sedangkan Adrian berjalan menuju ke ruang keluarga dan mengutak-atik ponselnya untuk melihat pekerjaannya. Agnes berjalan mendekati Adrian dan Adrian buru - buru menutup ponselnya.
" Pacaran ya?" Goda Agnes
" Kamu masih kecil memangnya tahu apa itu pacaran." Ucap Adrian sambil tersenyum
" Aish... Aish... aku bukan anak kecil kak, Agnes itu sudah besar dan aku mengerti apa itu pacaran." Ucap Agnes percaya diri.
" Memang pacaran itu apa?" Goda Adrian
" Pegangan tangan dan ciuman seperti cerita di televisi." Ucap Agnes
" Apakah kamu pernah berciuman?" Tanya Adrian
" Belum." Jawab Agnes polos
" Pffftttt... hahaha.... " Tawa Adrian pecah
" Ihh .. nyebelin." Ucap Agnes dengan wajah di tekuk.
Adrian masih tertawa dengan lepas melihat wajah Agnes yang cemberut sungguh sangat menggemaskan buat dirinya.
" Kenapa diketawain sich kak?" tanya Agnes dengan nada kesal
" Berarti kamu masih kecil kalau sudah dewasa itu sudah pernah berciuman." Ucap Adrian.
Agnes melepaskan sepatunya kemudian berdiri di sofa karena tubuh Adrian lebih tinggi. Agnes memeluk leher Adrian dan mengecup bibirnya dengan singkat.
cup
" Nah sekarang Agnes sudah dewasa." Ucap Agnes polos.
Adrian langsung terdiam dirinya baru kali ini merasakan ciuman pertama dari gadis yang sangat dicintainya hal itu membuat dirinya sangat bahagia. Adrian menarik tengkuk Agnes dan melu**t bibir Agnes membuat Agnes memejamkan matanya menikmati ciuman Adrian hingga keduanya kehabisan oksigen barulah ciumannya di lepas. Agnes membuka matanya dan menatap wajah tampan Adrian.
" Ciuman pertamaku." Pekik Agnes
" Kan yang mencium pertama kamu baru kakak." Ucap Adrian dengan nada santai.
Agnes hanya terdiam dan turun dari sofa kemudian memakai sepatunya kembali.
" Oh iya Agnes nanti kakak hanya bisa mengantar sampai depan kantor ya karena kakak ingin menemani orang tua kakak." Ucap Adrian berbohong
" Memangnya ke dua orang tua kakak kenapa?" Tanya Agnes
" Ke dua orang tua kakak mengajak kakak pergi ke rumah paman dan bibi." Jawab Adrian berbohong.
( " Maaf Agnes kakak terpaksa berbohong karena untuk sementara kamu tidak boleh tahu kalau kakak bekerja sebagai CEO di mana kamu akan melamar kerja dan apalagi belum saatnya kamu tahu kalau kakak adalah seorang mafia karena kakak takut kamu akan pergi dari kakak setelah mengetahui kalau kakak adalah ketua mafia yang ditakuti oleh semua orang dan juga kakak tidak ingin kamu disakiti oleh musuh - musuh kakak." Ucap Adrian dalam hati ).
" Pinjam mobil Agnes saja kak." Ucap Agnes
" Nanti kamu pulangnya bagaiamana?" Tanya Adrian
" Nanti bareng sahabat Agnes." Jawab Agnes
" Ok." Jawab Adrian singkat
Adrian sebenarnya ingin menolaknya karena dirinya juga mempunyai mobil yang lebih mewah dari pada punya Agnes tapi karena dirinya menyamar membuat Adrian terpaksa menyetujui usulan Agnes.
" Ayo kak kita berangkat." Ajak Agnes.
Adrian hanya menganggukkan kepalanya kemudian berjalan ke arah mobil. Adrian mengendarai mobil dengan kecepatan sedang selama dalam perjalanan tidak ada satupun yang berbicara masing - masing ingat akan ciuman pertama mereka.
Singkat cerita kini mereka sudah sampai di perusahaan besar Epifanius Co-op. Sebelum keluar Adrian memakai topi kemudian membuka pintu mobil untuk Agnes.
" Agnes kakak antar sampai sini ya?" Ucap Adrian
" Baik kak, hati - hati." Jawab Agnes sambil keluar dari mobil dan berjalan ke arah lobby.
Adrian kembali masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobil milik Agnes ke tempat parkiran mobil. Adrian menghubungi Johan untuk datang ke parkiran mobil selesai menghubungi Adrian memakai masker agar tidak dikenali oleh Agnes dan ke dua sahabatnya begitu pula dengan Johan.
Mereka memasuki pintu lift khusus petinggi CEO, Johan menekan tombol dua puluh dua tempat ruang kerja Adrian.
Di tempat yang sama hanya berbeda ruangan Agnes berjalan ke arah resepsionis.
" Pagi kak, saya mau melamar pekerjaan di lantai berapa ya?" Tanya Agnes
" Pagi nona, nona ke lantai lima belas di sana sudah ada banyak orang untuk mengikuti test lamaran kerja." ucap resepsionis dengan nada sopan.
" Baik, terima kasih kak." Jawab Agnes sambil tersenyum ramah.
" Sama - sama." Jawab resepsionis ikut tersenyum.
Agnes membalikkan badannya dan berjalan ke arah pintu lift bertepatan kedatangan ke dua sahabatnya.
" Claudia, Agatha." Panggil Agnes
" Hallo Agnes, kita bareng naik lift yuk." Ajak Claudia.
" Ayo." Jawab Agnes
Ke tiga gadis tersebut masuk ke dalam lift bersama para pelamar lainnya. Tiba - tiba tiga orang gadis yang juga pelamar kerja datang dan masuk ke dalam lift tapi baru satu orang yang masuk terdengar suara kalau bebannya berat.
" Hei sudah penuh, kamu keluar sana." usir salah satu dari mereka.
" Aku mohon, biarkan saya masuk kalau saya tidak masuk saya terlambat test." Mohon gadis itu.
" Tidak bisa, kamu tidak dengar apa kalau lift ini terdengar suara kalau kelebihan beban." Ucap salah satu pelamar kerja.
" Aku mohon." Pinta ke tiga gadis itu dengan wajah memelas.
Agnes, Claudia dan Agatha saling menatap kemudian menganggukkan kepalanya.
" Ya sudah biar kami saja yang keluar." Ucap ke tiga gadis itu
" Nona, kalau kalian keluar kalian bertiga akan terlambat." Ucap salah satu dari mereka.
" Memang benar, tapi kalau kami tidak mengalah ke tiga gadis ini tetap memaksa untuk masuk yang ada kalian semua terlambat biarkan saja kami yang mengalah." Ucap Claudia sambil keluar.
Diikuti oleh Agatha dan Agnes sedangkan kebtiga gadis itu sangat bahagia dan langsung masuk ke dalam lift tanpa mengucapkan terima kasih sedikitpun.
" Kamu tidak mengucapkan terima kasih?" tanya salah satu dari mereka sambil menekan tombol lift.
" Buat apa? salah sendiri kenapa mengalah." Ucap ke tiga gadis itu dengan nada sombong.
" Apalagi jika kami tidak masuk kalian semua juga terlambat seperti yang dikatakan oleh ke tiga gadis tadi." Ucap salah satu gadis itu dengan nada santai.
" Agnes, lift sebelah kosong kita pakai lift sebelah saja." Usul Claudia
" Kenapa orang - orang tidak memakai lift kosong ya?" Tanya Agnes
" Sudahlah jangan berfikir kita masuk saja dari pada kita telat." Ucap Agatha
" Baiklah." Ucap Agnes
Ke tiga gadis itu pun masuk ke dalam pintu lift tanpa mengetahui kalau lift itu adalah lift khusus petinggi.
Siapa dia
oleh pawang masing²🤭