NovelToon NovelToon
Cinta Pertama CEO

Cinta Pertama CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:19.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: susi sartika

IG : Srt_tika92


Briano Al Nugroho pria tampan yg dingin dengan semua wanita, menganggap dirinya tidak membutuhkan yg namanya cinta. kehidupannya berubah seketika bertemu dengan Jiandra Aurora Mahess, gadis cantik, ceria nan manja. berbeda jauh dg kepribadian Brian yg dingin, tegas, tidak suka membuang2 waktu. Mereka bertemu ketika Kapten Brian yg sedang bertugas. gimana kelanjutannya??? apakah Jia dapat menaklukan hati Brian??f

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon susi sartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kopi

disarankan yang sedang puasa jangan dulu baca ya! bacanya setelah buka puasa.. hehehe

Setelah menemui pak Sam jia segera masuk ke dalam rumah.

" Jia.." panggil Renatta yang berada di dapur.

" iya mah " jia pun menghampiri Renatta dan mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamar.

" boleh mama Minta tolong buatkan kopi untuk Brian. mama mau nemenin Sean, kebetulan suster Lili ijin pulang cepat dan bi Santi sedang sibuk dengan pelayan yang baru bekerja di sini " ucap Renatta.

" baik mah.. " jawab jia.

" kalau gitu mama ke kamar Sean dulu yah.. Terima kasih sayang " Renatta mengelus pipi jia dan berlalu ke kamar Sean.

Jia pun segera mengambil sebuah cangkir dan menaruh bubuk kopi di dalam sana, tidak lupa Jia memanaskan air terlebih dahulu.

" dimana gulanya.. " lirih Jia sambil mencari letak gula dan mengecek beberapa toples yang berjejer rapih di dapur.

Jia menemukan dua toples yang isinya hampir sama.

" ah ini dia, tapi.. kenapa mirip sekali. kenapa tidak ada tulisannya.. aduh sungguh membingungkan " ucap Jia ketika melihat gula dan garam terlihat sama. " ah, sepertinya ini.. "

Setelah membuat kopi Jia memilih duduk di ruang keluarga untuk menonton televisi sambil memainkan ponsel cantiknya, bertukar kabar dengan sahabatnya, siapa lagi kalo bukan Alesya.

tak lama kemudian Renatta dan Sean ikut bergabung bersama Jia di ruang keluarga. Mereka terlihat sangat dekat, bermain bersama sesekali bercanda. Sean begitu manja kepada Jia, Renatta yang melihatnya sangat bahagia.

Brian yang sudah selesai membersihkan diri segera turun mencari wanita yang ia cintai. Brian dengan pakaian casual terlihat begitu tampan.

" daddy.. " ucap Sean yang melihat Brian berjalan menghampirinya. Jia dan Renatta mengalihkan pandangannya kepada Brian.

" Hai jagoan daddy.. " Brian memeluk dan mencium Sean.

" daddy, Sean senang sekali bisa bermain dengan moji. moji sangat baik dad, moji juga sangat cantik " ucap Sean.

" Oh ya.. apa Sean sangat menyukai moji? hm? " tanya Brian

" iya daddy, Sean suka moji. kalau Sean sudah besar, Sean ingin menikah dengan moji " kata Sean yang begitu polos keluar dari mulut mungil itu. Renatta dan Jia pun tertawa mendengarkan perkataan Sean tetapi tidak dengan Brian.

" tidak..tidak boleh, moji hanya untuk daddy. moji hanya menikah dengan daddy " jelas Brian.

" hiks.. hiks.. kenapa daddy? daddy jahat! " Sean menagis dalam gendongan segera melepaskan diri dan memeluk Jia. " moji.. moji mau menikah dengan Sean apa dengan daddy " tanya Sean.

" tentu saja moji memilih menikah dengan pria tampan ini " ucap Jia sambil mencubit puncak hidung Sean.

" benarkah? moji memilih Sean dari pada daddy "

" iya sayang.. " jawab Jia sembari memberikan kecupan yang bertubi-tubi di wajah Sean.

Melihat perlakuan Jia terhadap Sean membuat Brian sedikit cemburu. " ck, kau saja tidak pernah menciumku seperti itu " gumam Brian.

" sudah.. sudah.. kau ini dengan anakmu saja tidak mau mengalah! " ucap Renatta yang melihat ketidaksukaan di wajah Brian.

Brian berlalu menuju Dapur, yang dekat dengan ruang keluarga tanpa adanya skat di kedua ruangan tersebut, jadi walau di dapur Brian masih bisa melihat kegiatan Jia yang masih memanjakan putranya.

" puuufftttt " Brian menyemburkan kopi yang baru saja ia minum.

" bi.. bi Santi! " teriak Brian memanggil pelayannya yang membuat Renatta dan Jia ikut melihat kearahnya dan bi Santi pun bergegas menemui tuannya.

" iya tuan.. ada apa? " tanya bi Santi dengan sedikit cemas karena tuannya memanggil dengan nada yang terlihat sedikit marah.

" apa bibi mau meracuni ku! apa bibi tidak bisa membedakan mana gula mana garam! sudah berapa lama bibi bekerja di rumah ini! membuat kopi saja tidak becus! " umpat Brian.

" maaf tuan.. bukan bibi yang membuat kopi untuk tuan " jawab bi Santi.

" siapa lagi kalau bukan bibi! bibi kan yang bertugas di dapur! " ucap Brian, tetapi pandangannya teralihkan kepada isak tangisan yang terdengar.

Mendengar apa yang di katakan Brian, Jia yang sedari tadi berdiri dan melihat Brian dengan kemarahannya. Jia tiba-tiba terisak dalam tangisannya dan menghentakan kaki kemudian berlari ke kamarnya.

Brian yang menyadari hal itu, mengusap wajahnya dengan kasar " ****!!! " umpat nya.

" Brian, bukan bi Santi yang membuat kopi itu, tadi mama Minta tolong sama Jia untuk membuatkan kopi untukmu nak, maafkan mama " jelas Renatta penuh dengan penyesalan.

Tanpa menunggu lama Brian segera menyusul Jia.

" bodoh sekali! harusnya aku menyadarinya, mana mungkin bi Santi melakukan kesalahan hanya membuat kopi " umpat nya dalam hati.

Brian masuk kedalam kamar tetapi tidak menemukan keberadaan Jia. langkahnya menuju kamar mandi.

ceklek..

Pintu terbuka, Brian melihat Jia yang sedang berendam di dalam bathtub dipenuhi dengan busa-busa yang menutupi tupuhnya. terlihat air mata yang menetes di pipi mulusnya.

" sayang.. " ucap Brian dan mendekati Jia. Mendengar suara yang memanggilnya, Jia hanya memalingkan wajahnya enggan melihat Brian

" ah.. sial! aku lupa mengunci pintunya " batin Jia.

" sayang.. maafkan aku " kini Brian duduk di pinggiran bathtub.

"..... " Jia masih diam.

Brian meraih pipi Jia dengan kedua tangannya, mengusap air mata yang menggenang disana

" maafkan aku sayang " ucapnya lagi.

" hiks..hiks..kenapa kau sangat galak sekali! "

" maaf.. "

" kau sangat menyebalkan! "

" aku janji tidak akan marah lagi kepadamu "

" kau terlalu banyak janji! "

" apa kau tidak percaya? mm.. sebagai permintaan maaf aku akan memberikan apapun yang kau minta" ucap Brian

" benarkah? apapun? " Jia tersenyum penuh arti.

" iya apapun. kau mau tas? perhiasan atau mobil baru? akan aku belikan semua "

Jia menggeleng kan kepalanya " bukan itu "

" lalu " Brian mengernyitkan keningnya.

"aku sangat bosan,aku ingin bekerja di kantor kak Valent. hanya dua bulan saja.oke? "

" sayang.. kenapa harus bekerja! kau tidak perlu membuang tenagamu yang berharga itu. kalau kau bosan, kau bisa temani aku di kantor, tidak perlu bekerja " ucap Brian

" ck, aku hanya ingin bersenan-senang saja! ternyata janji mu itu palsu!! "

" oke.. oke.. hanya dua bulan saja " Brian menyetujui nya dengan berat hati. " sudahlah.. yang penting Jia tidak marah lagi denganku " bati Brian.

" terimakasih " ucap Jia.

" eiittss.. tunggu dulu. kau harus memberikan bonus padaku " Brian terseyum penuh arti.

" bonus? apa? " tanya Jia yang tidak mengerti ucapan Brian.

tanpa menjawab, Brian kembali menyentuh bibir mungil Jia dengan jemarinya. jia membelalakan matanya setelah mengerti apa yang Brian inginkan.

" tidak! tidak mau! kau ini mesum sekali! " seru Jia.

" ya sudah, kau tidak aku ijinkan untuk bekerja bahkan meninggalkan rumah sekalipun! " ucap Brian dengan seringai nakal di wajahnya.

" kau!!! " Jia

Brian tidak memperdulikan ucapan Jia. tanpa ba bi bu wajah Brian mendekat ke wajah Jia kemudian menyatukan kening mereka sehingga jarak mereka sangatlah dekat.

" aku mencintaimu " ucap Brian.

***

Maaf scene ini sudah di hapus...

Anda belum beruntung...

Maaf scene ini sudah di hapus...

Anda belum beruntung...

***

" sudah cukup! cukup Brian! ini berlebihan " ucap Jia sembari memalingkan wajahnya.

" maaf.. " hanya kata maaf yang keluar dari bibir Brian kemudian berlalu keluar dari kamar mandi meninggalkan Brian.

" ****!!! kau membuatku gila! benar-benar gila! " batin Brian. dengan sorot mata yang masih dipenuhi gairah, Brian menuju kamar mandi yang ada di kamar tamu untuk meredam kan hasratnya.

Sedangkan Jia masih mematung, merutuki dirinya yang lagi-lagi hanyut dalam rayuan Brian.

" hah, aku sangat bodoh hanya karena cinta! menyedihkan sekali!! " batin Jia ( hahaha Jia benci tapi mau )

-

-

-

-

-

Hai reader's mungkin author up episode selanjutnya setelah lebaran di karenakan author sedikit sibuk. tapi jika banyak yang like, author usahain dah..

jangan lupa like dan komennya ya

maaf kalau masih banyak typo

bye bye

1
euis halimah
ngapain juga di hapus Thor,JD kurang seru🤭
tompel pusi
gak pernah bosen dengan novel ini😍
Semua orang yang
emang benar nanti sean bukan anaknya brian
Semua orang yang
Sean bukan anak kandung brian
Farika Willesden
ih seru ceritanya suka
Ratu Baca
cerita arnaf dan sasa mana ya
bini PSJ
padahal pengen ada cerita valen sama tiara
bini PSJ
bukannya leo udah nikah dan punya anak
Penta Ning Thiyas
keren.. suka sekaleee
Ema Nadia Putrii
kaakkk aku Uda follow Ig Kaka,jangan lupa di fllobck ya kak
Arida Susida
Luar biasa
Sri Mulyani
semoga baik2 saja ya calon debaynyA
Sri Mulyani
mirgan ayah kandung sean kali ya
Sri Mulyani
icip-icip dulu donk
Siti Juariah
Luar biasa
Sri Hidayatullah
yuhuu Thor datang kembali , walaupun udah berkali2 membaca sampai habis tpi ttep aja kangen dan balik lagii 😁😁 thnks Thor uda bikin cerita yg bagussassa bg
Attul Aisyahrani: balik lagi aku Thor untuk kesekian nyaa kucari2 pake akun baru lupa namanya 😭😭 akhirnya ketemu juga
total 1 replies
Gina Taklasi
brian pertama
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
tadi dah seneng karena yang awal bukan anak Brian , eh ujung² nya malah bikin anak sendiri juga 😌 dan lahir lah sean
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kepo juga sih kenapa dulu Brian nikah duluan , terus bilang itu kesalahan
🍭ͪ ͩ𝕸y💞 |ㄚ卂卄 ʰⁱᵃᵗᵘˢ
kecewa sama Brian , masa Jia nya dapet bekas orang . ah nggak asik nih 🥴🏃🏼‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!