NovelToon NovelToon
PURA-PURA MISKIN

PURA-PURA MISKIN

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Ketos / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Konglomerat berpura-pura miskin / Teman lama bertemu kembali / Chicklit / Tamat
Popularitas:299.9k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

PUTRI VARELIA ALEZZANDER gadis cantik berusia 17 tahun yang terlahir dari keluarga kaya raya dan bergelimang harta. Putri perpura-perpura menjadi gadis miskin sekaligus merubah penampilannya menjadi anak culun untuk bisa masuk di SMA CANDERAWASIH agar dia bisa mendapatkan Teman dan juga kekasih yang benar-benar tulus, peduli sayang terhadap dirinya.

Hingga akhirnya dia dipertemukan dengan laki-laki tampan yaitu GIBRAN ROBERTO laki-laki yang yang memiliki sikap sangat dinggin dan juga cuek terhadap seorang wanita. Akankah Gibran adalah jodoh Putri, ataukah REZA ANTONIO laki-laki tampan yang diam-diam ternyata telah menaroh perasaan terhadap Putri.

Akan tetapi bagaimana jika Putri mencintai lelaki diantara salah satu dari mereka, tapi ia tidak mau menggungkap perasaanya itu lantaran menerima kenyataan jika laki-laki yang ia cintai ternyata sudah jadi kekasih dari wanita lain. sampai kapan ia akan mampu mencintai seseorang yang tidak mampu untuk d

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SALAH KAMAR

Kalau dilihat dari dekorasi kamar ini, sepertinya putra mereka cukup rajin?" ucap Putri yang kemudian dia pun tiba-tiba pandangan teralihkan setelah melihat sebuah seragam Sekolah berwarna merah maron telah terpampang didepan sebuah almari. yang dimana seragam itu sangat mirip dengan miliknya.

"Tunggu? Ini kan seragam anak Cenderawasih, jadi dia adalah anak sma Canderawasih. Dan kelas IPA Xll, berarti sekelas sama aku dong, tapi siapa laki-laki itu?" ucap Putri yang merasa bingung sekaligus penasaran

"Dahlah ngapain aku capek-capek mikirin masalah ini siapa pun dia, nanti juga akan tahu siapa pria itu?" ucapnya lagi yang kemudian Putri pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya diatas kasur itu. Dan kemudian dia yang melihat pintunya yang belum terkunci.

"Mendingan aku tidak kunci saja pintu itu, siapa tahu Om atau pun tante inggin menggambil sesuatu dikamar ini, aku kan hanya numpang di-Rumah ini, jadi aku juga harus jaga sikap!" ucapnya lagi yang kemudian dia mematikan lampu kamarnya.

DIRUANG TAMU

"Pa kenapa sampai sekarang Putra kita belum juga pulang sih, ini kan udah mau jam 11:00 malam? Kalau dijalan dia kenapa-kenapa gimana?" tanya Erika yang tak lain nama dari seorang wanita yang membawa Putri tadi.

"Sudahlah Ma! Putra kita itu sudah dewasa dia juga pasti bisa jaga dirinya sendiri. Mama kayak tidak kenal dia aja?" sahut Roland yang tak lain suami dari Erika.

"Iya juga sih Pa! Tapi tidak kaya biasanya dia seperti ini?"

"Sudahlah kita tunggu beberapa menit lagi, dia juga akan sampai?"

"Baiklah Pa!"

Dan ternyata memang benar baru aja di omonggin, Putra mereka pun akhirnya pulang juga kerumah, tidak terlihat dari raut wajah seperti anak brandalan, atau anak nakal yang suka keluyuran pada pertengahan malam. Dan tanpa disangka-sangka ternyata Putra dari mereka yang mereka maksud yang tak lain dia adalah Gibran.

"Ini semua gara-gara Verrel, gara-gara nemenin dia pergi kebengkel aku harus telat sampai selarut ini. Dan semoga aja Mama dan Papa sudah tertidur pulas didalam, karena kalau sampai mereka belum tidur, mungkin bakalan ada perdebatan lagi sekarang?" ucap Gibran yang kemudian tanpa berkat apa-apa lagi, ia pun langsung masuk kedalam rumahnya. Sesampainya dia didalam Ruang tamu, tak terlihat Papa dan Mamanya yang masih berkeliaran didalam ruangan ini. Karena yang ada hanyalah suasana hening karena lampu yang dalam keadaan mati.

"Huuu kayaknya mereka benar-benar sudah tidur, huu syukurlah aman!"ucap Gibran dengan meraba-raba tembok. Dan berjalan dengan melihat kanan kiri untuk mengecek suasana agar aman.

Akan tetapi pada saat Gibran yang hendak akan menutup pintunya, dia dibuat terkejut lantaran ada seseorang yang tiba-tiba nonggol dibelakang pintu dengan menggarahkan sebuah senter kearah tepat mengenai wajah orang itu yang membuat dia seperti penampakan hantu.

Gibran yang spontan langsung terkejut, dia pun sampai terjungkal dan jatuh kebelakang lantaran tidak bisa menduga jika ada seseorang dibelakangnya. Dan seseorang itu yang tak lain adalah kedua orang tuanya sendiri.

"Astaga Papa? Papa yang Papa lakukan? Melihat Papa seperti itu, Papa hampir saja bikin jantung Gibran rasanya mau copot seketika. Karena melihat wajah Papa yang sangat seram seperti itu!"ucap Gibran yang kemudian membuat Papanya bertanya balik.

"Darimana saja kamu? Apa kamu gak lihat ini jam berapa, sampai kapan kamu akan terus bersikap seperti ini Gibran. Kamu itu anak satu-satunya yang Papa miliki Gibran, jadi jangan bikin Papa marah-marah karena ulah kamu terus!"bentak Papanya yang kemudian membuat Gibran pun malas untuk berkata lagi.

"Sudahlah Pa! Lagian percuma juga Gibran jelasin ke Papa, Papa juga gak akan mungkin percaya sama aku, aku udah ngantuk aku mau tidur dah!"balas Gibran yang tanpa berkata lagi, dia langsung melambaikan tangannya.

"Astaga Gibran, Papa belum selesai ngomong? Gibran! Dasar anak itu memang tidak pernah berubah?" ucap Papanya yang merasa sangat kesal.

"Sudahlah Pa? Papa juga tahu kan seperti apa Gibran itu, jadi percuma saja Papa memarahinya seperti itu, ya sudah ayo kita masuk Pa?"ucap Erika yang kemudian mereka berdua yang baru aja mau masuk, mereka pun akhirnya tersadar.

"Astaga Pa? Dikamar Gibran kan ada Gadis itu, kenapa kita lupa tidak memberitahukan-nya tadi?" ucap Mamanya.

"Astaga iya Ma? Kenapa kita bisa sampai lupa, ayo kita kasih tahu Gibran!"balas Papanya yang kemudian berlari dan meneriakinya.

Akan tetapi Gibran yang mendengar teriakan mereka, Gibran tidak menghiraukannya dia malah putuskan untuk memasang Handset kekupingnya untuk dia gunakan mendengarkan sebuah lagu. Karena dia malas jika harus ribut-ribut ditengah malam seperti ini jadi hanya cara seperti inilah dia bisa bebas dari amarah mereka.

"Lagian aku juga tahu mereka meneriakiku seperti itu, juga hanya inggin memarahiku lagi, jadi hanya dengan cara seperti ini aku bisa terbebas dari amukan mereka.

Aku udah ngantuk banget lebih baik aku langsung tidur ajalah, tapi ngomong-ngomong ini kamarku kok mati ya lampunya ?Apa mungkin lampunya harus diganti? Sudahlah aku mau tidur dulu, soal lampu besok kan bisa diurus.

Ucap Gibran yang kemudian tanpa ada rasa curiga sama sekali, dia pun akhirnya memutuskan untuk merebahkan tubuhnya diatas kasur tersebut. Lampu yang dalam keadaan mati yang akhirnya membuat pandangan Gibran tidak bisa jelas sepenuhnya.

Merasa ada guling yang tertutup selimut disampingnya, dia pun sekejap langsung memeluknya dengan sangat erat. Karena bagi Gibran Guling bisa jadi teman untuk tidurnya.

Sedangkan Putri yang sedari tadi sudah mulai tertidur pulas, seketika matanya pun terbuka lebar setelah dia merasa ada seseorang yang sedang memeluknya dari belakangnya.

"Siapa ini yang memelukku?" batinnya yang merasa takut.

"Tunggu tapi kok ada yang aneh ya? Sejak kapan guling itu punya tangan ?" tanya Gibran yang kemudian dia pun akhirnya menyadarinya jika guling yang dia maksud tadi, bukanlah guling kesayangannya melainkan orang.

Sama terkejut akhirnya mereka pun sama-sama beranjak dari tempat tidur itu. Dan berteriak sekeras mungkin.

"Ah...

"Ah.....

"Kamu siapa? Apa jangan-jangan kamu hantu yang inggin tidur sama aku?" balas Gibran nyeleneh.

Mendengar ada suara teriakan yang sangat kencang, seketika orang tua Gibran pun masuk mengunakan kunci cadangan dan menyalakan lampu tersebut. Dan betapa terkejutnya mereka, setelah mereka saling bertatapan muka.

"Kamu?" ucap Gibran terkejut.

"Apa jadi kamu cowok mesum itu, dasar kurang ajar banget sih kamu? Beraninya kamu memelukku seperti itu tadi, dasar mesum!"ucap Putri yang terus menerus memukulnya menggunakan Bantal, yang akhirnya membuat Gibran seketika meraih kedua tangan Putri untuk mencegahnya untuk tidak memukulnya.

"Diam!"bentaknya yang kemudian membuat Putri pun seketika terkejut, dan terfokus menatap kearah Gibran.

Kedua orang tuanya yang melihat mereka malah melamun, Papanya pun berpura-pura batuk untuk membuyarkan lamunan mereka.

Uhuk..uhuk...uhuk..

"Kamu?" ucap Putri yang terkejut. Dan langsung menghempaskan tangan Gibran darinya.

"Pa? Ini apa maksudnya kenapa dia bisa ada dikamarku?" tanya Gibran yang seketika membuat Putri pun terkejut.

"Apa? Kamar kamu? Jadi kamu Putra yang mereka maksud?" tanya Putri dengan wajah sedikit tidak percaya.

"Iya ini kamarku, aku memang Putra mereka, terus kenapa?" balas Gibran dengan jutek.

"Sudah-sudah jangan bertengkar, kamu Gibran Papa tadi sudah berusaha untuk ngasih tahu kamu, tapi kamu malah berpura-pura tidak mendengarnya. Jadi Papa dan Mama tidak salah dong?"

Dan karena kamu pulangnya telat, kamu Papa hukum untuk tidur di sofa jadi cepat keluarlah!" perintah Papanya.

"Lah kok gitu sih, yang anak Papa itu siapa? Aku atau dia, kenapa malah aku yang harus keluar, harusnya kan dia yang keluar dari kamar ini. Dan kamu cepat kamu tinggalkan kamar aku ini!"perintah Gibran.

"Tidak! Apa kamu tidak mau mendengarkan perkataan Papa? Apa kamu inggin mendapat hukuman lebih berat lagi dari ini termasuk kehilangan semua fasilitas kamu?"

"Tidak Pa! Baiklah aku akan tidur di sofa,"balas Gibran dengan terpaksa yang kemudian dia pun akhirnya meninggalkan kamarnya sendiri.

" Ya sudah kamu tidurlah."

"Baik Tante,"balasnya.

"Kasihan juga ya dia?"batin Putri yang kemudian dia pun tersadar. dengan apa yang dia katakan tadi.

"Tunggu kasihan, yang benar saja ngapain aku harus kasihan padanya?" balasnya yang kemudian dia pun putuskan untuk tertidur lagi.

"Gila itu cewek berani sekali dia merebut kamarku. Dan kenapa aku harus terusir dari kamarku sendiri, dasar menyebalkan!" ucapnya yang kemudian dia pun putuskan untuk tidur.

Putri yang berusaha untuk tertidur kembali, tapi entah apa yang membuat dirinya tambah sulit untuk memejamkan matanya kembali. Dan tiba-tiba bayangan nama Gibran pun terus menerus terlintas dari pikirannya.

Merasa tidak tenang, akhirnya Putri pun memutuskan untuk terbangun dari tempat tidurnya. Dan membawa sebuah selimut yang kemudian dia pun berjalan menuju kesofa dimana Gibran tidur disana.

"Yahh dia rupanya sudah tertidur, baiklah biar aku sendiri yang memakaikan selimut ini?" ucap Putri yang kemudian tanpa berfikir dengan apa yang dia lakukan saat ini, dia pun memasangkan selimut ini untuk menutup tubuh Gibran agar tidak kedingginan, ataupun diganggu sama si nyamuk.

Merasa ada seseorang disampingnya, Gibran yang belum sepenuhnya tertidur pun seketika bangun. Dan mengagetkan Putri.

"Apa yang kamu lakukan?" ucap Gibran secara tiba-tiba.

"Astaga kamu mengagetkan aku saja,"balas Putri yang terkejut.

"Apa kamu khawatir sama aku?"

"Hhh khawatir, ya enggaklah gila kali, kamu jangan GR aku memasangkan selimut ini ke kamu. Karena ... Karena aku hanya sebatas rasa kasihan itu saja. Dan ti..tidak lebih ataupun kurang apa kamu mengerti?" balas Putri yang kemudian dia pun pergi. Karena merasa dirinya agak canggung.

"Kenapa dengan dia, kenapa dia malah canggung gitu setelah memasangkan selimut ini? Tunggu kenapa aku malah senyum sih, gila kali!"ucapnya yang kemudian memutuskan untuk tertidur kembali.

"Pa...apa Papa merasa ada yang aneh gak dengan mereka?" ucap Mamanya yang ternyata masih menjadi mata-mata.

" Mama tidak tahu, udah Papa ngantuk mau tidur!"balasnya yang kenudian dia lun putuskan untuk pergi.

"Papa..aku belum selesei ngomong?" ucapnya yang kemudian mengikuti langkah suaminya.

BERSAMBUNG...

1
Olive Ova Ambitan
tobat, rasain lo putri... balas lebih sakit lagi gibran, biar si putri yg egois itu nyesel sdh mencampakkan kamu dlu
Olive Ova Ambitan
yaaa koq ceritanya jd gini thor, sumpah jd males bacanya..koq gibran malah nikah 😭nyeselll ngikutin ceritanya
Siti Fatimah: Sabar ya kak Endingnya mereka bersama kok 😊
total 1 replies
Olive Ova Ambitan
yaa ngpain kamu pulang, sdh meninggalkan gibran seenaknya.. males bacanya
Hadimulya Mulya
org tua gila
Hadimulya Mulya
apa ini pengalaman zg nulis cerita pencundang
Hadimulya Mulya
lelaki pencundang
Hadimulya Mulya
ghh
Isabell Serinah
apa seasson2 ada untuk sambungan cerita ni
Siti Fatimah: Maaf tidak ada kak, soalnya ini sudah termasuk masuk ke Season 2 sekali lagi terima kasih atas dukungannya ya kak 😊🥰🥰
total 1 replies
Isabell Serinah
lanjut lagi plseeee 👍
Siti Fatimah: Siap kak lagi diusahakan soalnya lagi kehabisan ide 🥰🥰
total 1 replies
Isabell Serinah
gibran bodoh percaya sama revi. up lagi banyak 2 plseeee 👍
Siti Fatimah: Siap kak tapi aku cicil ya soalnya lagi kehabisan ide 😊😊
total 1 replies
Isabell Serinah
putri jangan lemah dan terlalu baik mudah orang pijak. sambung lagi plseeee 👍
Siti Fatimah: Nanti aku lanjut awal bulan ya kak soalnya sekarang lg tahap tamatkan yg judul satunya 🥰🥰
total 1 replies
Isabell Serinah
kenapa tak jujur saja put. sambung lagi plseeee 👍
Siti Fatimah: Siap kak nanti sore ya lanjutannya 🥰🥰
total 1 replies
Ipah
cerita yang bagus, semangat terus berkarya kak Fatim 💪🥰🥰
Isabell Serinah
cerita bagus. sambung lagi plseeee 👍
Siti Fatimah: Siap Kak nanti malam ya 😊
total 1 replies
Dewi Kijang
lanjut ni kayaknya tambah seru...
Siti Fatimah: Siap kak sekali lagi terima kasih atas dukungannya ya, maaf kalau masih banyak typo dan tanda baca masih berantakan karena aku blm sempat untuk revisi sekali lagi terima kasih kak 🥰🥰
total 1 replies
Dewi Kijang
semangat ya putri kamu yg tegar ya...
Dewi Kijang
lanjut
Siti Fatimah: Siap kak 😊
total 1 replies
Dewi Kijang
saya hadir thoor tetap semangat ya
Siti Fatimah: Siap Kak sekali lagi terima kasih atas dukungannya ya kak 😊🥰 🥰
total 1 replies
@Kristin
bagus Thor cerita nya aku suka orang kaya yang pura2 miskin terlihat rendah hati aja bagiku.
Siti Fatimah: Siap kak terima kasih atas kunjungannya 😊😊
total 1 replies
M Nijam Rozak
koq g lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!