menceritakan tentang perjodohan seorang ceo dingin dengan gadis cantik anak tunggal di keluarga kaya raya, yaitu sahabat papanya sendiri. mampukah mereka menyatuhkan cinta mereka meskipun memiliki sifat yang sangat berbeda dari keduanya??
ini karya pertama ku,, 😊😊
maaf typo bertebaran guys
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fajra Ichi Ocha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Waktu sudah menunjukan jam 3:30 sore, setengah jam lagi adalah waktu janjian antara Risa dan Alex.
Risa dan Rya masih berada di perpustakaan kampus dan sedang mengerjakan tugas mereka.
"30 menit lagi ayo sekarang kita pergi." ajak Risa pada Rya yang masih konsentrasi pada buku-buku dan catatan di depannya.
"sebentar lagi, masih 30 menit lagi kan? kita tidak akan terlambat." jawab Rya
"ayolah Rya, nanti kak Alex lama menunggu kita di sana, nanti kak Alex juga tidak akan mau lagi bertemu dengan ku saat aku mengajaknya, terus kak Alex akan menghapus nomor ku dari ponselnya, kak Alex juga akan mengatakan bahwa aku seorang pembohong, lalu kak Alex..." ucap Risa panjang lebar
"Ayo pergi, aku sudah selesai. puas?" Rya langsung memotong ucapan Risa yang sangat mendramatisir keadaan kak Alex bila menunggu lama akan kedatangan mereka berdua
"yehhh akhirnya selesai juga. Ayo kita let's go." ucap Risa senang sambil berjingkrak-jingkrak
sementara Rya hanya menggeleng memperhatikan temannya yang seperti anak kecil mendapatkan sebuah permen kesukaannya.
mereka pun langsung menuju ke kafe tempat Risa dan Alex berjanji untuk bertemu.
sudah hampir 1 jam mereka menunggu, namun Alex belum juga menampakan dirinya.
"kenapa kak Alex belum datang yah, apa kak Alex lupa?" ucap Risa yang sedikit kecewa.
"kak Alex mungkin sedang ada urusan, tenanglah sebentar lagi kak Alex pasti datang." ucap Rya menenangkan Risa.
tadinya Rya ingin marah kepada sahabatnya itu karena menyuruh Rya menemaninya dan datang dengan terburu-buru tanpa menyelesaikan tugas mereka, namun melihat kesedihan Risa karena Alex belum juga datang membuat Rya merubah emosi marahnya menjadi mode sedih.
tak berselang lama datanglah sosok yang sedari tadi di tunggu. Alex datang dengan pesonanya menghampiri kedua wanita yang sudah lama menunggu kedatangannya.
"maaf aku terlambat tadi aku terjebak meeteing dengan klien, apa kalian marah?" ucap Alex merasa bersalah pada dua wanita di depannya.
"tidak masalah kak Alex, kami juga baru saja datang." ucap Risa pada Alex dengan senyumnya yang mengembang
"apa, baru saja datang? wanita ini benar-benar ratu akting, apa dia tidak menyadari gelas jus yang kini telah kosong di depannya akibat kelamaan menunggu Alex, yang benar saja. dan lihatlah senyumnya yang hampir merobek mulutnya his his" batin Rya memperhatikan Risa yang kini tengah tersenyum ceria setelah tadi seperti seorang yang kehilangan separuh jiwanya karena menunggu lama kedatangan Alex.
"baiklah mari kita mulai pelajarannya, yang mana yang tidak kau pahami Risa?" ucap Alex memulai pembahasan yang membuat ia datang ke kafe ini
"semuanya." jawab Risa yang membuat Rya tertunduk malu karena kebodohan sahabatnya itu.
"hah semuanya? baiklah aku akan mengajari mu dari awal." Alex yang berusaha menutupi keterkejutannya pada ucapan Risa.
lalu Alex mulai menerangkan satu per satu materi yang ia bawakan kemarin di kampus pada Risa.
sementara Rya hanya mendengar saja karena ia sudah memahami semua mteri Alex
"aku pernah mendengar, sebelum kau mendekati seseorang terlebih dahulu kau harus mendapatkan restu dari teman baiknya agar semuanya berjalan dengan baik." batin Alex
sebenarnya dari awal melihat Rya, Alex sudah menyimpan rasa pada Rya, namun terlalu cepat untuk mengungkapkan perasaannya pada Rya. Alex juga sebenarnya belum terlalu yakin pada perasaanya itu.
***
sementara di tempat lain Mahendra masih di dalam ruang kerjanya.
"Sudah waktunya menjemput Rya." ucap Mahendra memperhatikan jam di tangannya
Mahendra lalu bergegas untuk menghampiri Rya yang Mahendra yakini sedang berada di tempat kelas memasaknya.
tak berapa lama kemudian, Mahendra telah sampai di tempat Rya dan menunggu Rya di sana, lama menunggu akhirnya Mahendra melihat sekumpulan wanita telah keluar dari gedung itu, Mahendra yakin kini sudah waktunya untuk Rya juga keluar dari gedung itu,
namun lama Mahendra melihat-lihat dan memperhatikan wajah orang-orang yang keluar dari tempat itu, Rya belum juga terlihat batang hidungnya dan kini membuat Mahendra kesal.
tidak ada tanda-tanda keberadaan Rya, di mana wanita itu Mahendra kini tidak tau sama sekali, lalu Mahendra yang sudah mengetahui bahwa Rya tidak mengikuti kelas memasak hari ini langsung saja meninggalkan tempat itu dengan rasa kesal kepada Rya dan langsung pulang ke apartemennya.
setibanya di apartemen Mahendra juga tidak menemukan Rya, Mahendra lalu mengeluarkan ponselnya ingin menghubungi Rya.
"aahh sial, aku kan tidak punya nomor ponsel wanita itu." ucap Mahendra yang lupa meminta nomor ponsel Rya.
"Apa aku telfon mama Bianca saja yah? ohh tidak-tidak, mereka pasti curiga pada hubungan kami. siapa yang harus aku hubungi sekarang?" lanjut Mahendra berpikir, namun tidak mendapatkan jawaban, bahkan ia tidak punya nomor kontak satu pun yang dekat dengan Rya kecuali mama Bianca.
dengan terpaksa Mahendra hanya menunggu saja kedatangan Rya entah kapan Rya pulang, Mahendra terus menunggu di sofa dan sekali-kali menengok ke arah pintu apartemen.
***
sementara Rya masih menunggu Risa dan Alex yang masih berdiskusi tentang materi yang belum di pahami oleh Risa.
Rya lalu memberi kode pada Risa dengan menunjukan jam di tangannya, namun tidak di gubris oleh Risa
Kring-kring,,, bunyi ponsel Alex yang berdering menandakan panggilan masuk pada ponselnya.
"Tunggu sebentar, saya angkat panggilan di ponsel saya dulu!" ucap Alex lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Ayolah kita pulang sekarang, aku tidak punya waktu lagi bila berlama-lama di sini." ucap Rya pada Risa.
"sebentar lagi, kau ini!" tanggapan Risa yang tidak mau pulang segera.
"Bila kau masih ingin di sini ya sudah, aku ingin pulang duluan kau selesaikan lah urusan mu." ucap Rya lagi dan ingin beranjak dari tempat duduknya.
"Rya ayolah, sebentar lagi kita akan pulang, tunggu kak Alex selesai mengangkat telfonnya dulu." ucap Risa memohon.
"Baiklah hanya sampai kak Alex selesai mengangkat telfonnya, tapi bila kau tidak beranjak juga aku akan pulang terlebih dahulu." ujar Rya dengan wajah kesalnya.
"baiklah sahabat baik ku." ucap Risa sambil memeluk tubuh Rya namun langsung saja Rya memalingkan wajahnya pada Risa dan itu hanya membuat Risa tertawa.
selesai mengangkat ponselnya Alex langsung menghampiri Rya dan Risa lagi yang telah menunggu Alex selesai mengangkat telfonnya. namu wajah Alex kini terlihat khawatir.
"maafkan aku, sepertinya aku harus pergi dulu, ada sesuatu yang mendesak yang harus ku kerjakan sekarang, apa kalian tidak apa-apa?" ucap Alex yang kelihatan tergesa-gesa akan urusannya
"baiklah, tidak masalah, kami juga harus pergi ke suatu tempat sekarang." jawab Risa dengan senyum
"Lain kali kita akan bertemu lagi, dan hubungi aku jika kalian ingin bantuan dan ada yang kalian tidak mengerti mengenai bisnis." ucap Alex lagi.
"Baiklah kami akan menghubungi mu lagi nanti." ucap Rya menanggapi.
"sampai bertemu lagi." ucap Alex lalu beranjak pergi
Rya dan Risa juga langsung pulang ke rumah mereka masing-masing, Risa yang nampak sangat bahagia akan pertemuannya dengan Alex, lain dengan Rya yang kini takut bila ia terlambat pulang Mahendra pasti marah akibat belum menyiapkan makan malam untuk suami tukang perintahnya itu.
itulah di benak Rya sekarang, dan dengan tegesa-gesa Rya melajukan mobilnya menuju ke apartemen.