Nggak rekomend novel ini, silahkan bisa baca yang deretan bawah, terimakasih 🙏
Masih tahap Revisi, jika ada typo atau pemakaian kata dan tanda baca yang salah mohon di maklumi, terima kasih.
Bagaimana caramu mendapatkan cinta dari masa lalumu?
"Baiklah! Aku beri kau dua pilihan. Pertama pergi dari sini dan jangan pernah menampakan wajahmu lagi dihadapanku, atau kedua tinggalah bersamaku akan kulupakan tentang masalalu, tapi tinggalkan ayahmu dan lupakan bahwa dia ayahmu!" ucap Jimmy memberi pilihan yang sulit untuk Michelle.
Lalu bagaimana akhir cerita cinta mereka? Baca selengkapnya disini.
Kisah yang dipenuhi cinta,tawa,dan airmata.
Cover from google,editing by din din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Semalaman Michell memikirkan apa yang dilakukan Nathan, dia benar-benar tidak tau bagaimana menghadapi Nathan, benar Nathan sudah mengejarnya lama, bahkan tidak pernah menyerah kepadanya, walaupun ditolak berkali-kali dia selalu berusaha mengejar dirinya, Nathan tau dia dan Michell terpaut umur yang tidak sedikit hampir 8tahun tapi kegigihan Nathan tidak pernah memudar sama sekali, bahkan sampai hari ini Nathan terus membuktikan bahwa dia masih benar-benar mencintai Michell.
Suara ponsel berdering, itu panggilan dari Livia.
"Halo Livia..." Michell menjawab panggilan itu.
"Hai... Bagaimana kabarmu,kamu balik kapan?" Livia sudah merindukan Michell.
"Aku baik-baik saja... Lusa baru pulang," suara Michell terdengar sedikit lemas, dia berbaring di temat tidurnya.
"Ah.. Baguslah... Aku sudah sangat merindukanmu," suara Livia terdengar manja.
"Ya.. Ya... Aku memang punya daya tarik yang membuat orang-orang merindukanku,hahahaha," Michell tertawa.
"Bagaimana dengan Nathan?" Livia tiba-tiba saja bertanya.
"Jangan membicarkannya, sepertinya aku benar-benar tidak bisa lepas darinya kali ini," Michell terlihat berfikir.
"Apa sudah terjadi sesuatu? Apa dia melakukan hal yang buruk kepadamum?" Livia penasaran.
Michell mengingat kejadian tadi, disaat Nathan menciumnya.
"Aku tidak mau mengingatnya," Michell nampak malu.
"Tidak mau mengingingatnya? Apa yang sudah terjadi? Kenapa tidak mau mengingatnya?" Livia semakin penasaran.
Michell bersembunyi didalam selimutnya.
"Aku benar-benar tidak mau mengingatnya, itu bukan kemauanku," Michell masih didalam selimut.
"Sepertinya aku tau," Livia menggodanya.
"Jangan bicara apa-apa lagi, aku mau tidur," Michell mematikan ponselnya.
KEESOKAN HARINYA,
michell terus memandangi ponselnya,dia mencoba menghubungi jimmy tp tidak diangkat
"apa yg dipirkirkan bocah ini,dia yg bilang hari ini mau mengajakku pergi,tp sampe siang jg tidak menghubungiku"michell nampak kesal
"apa ak coba kekamarnya saja ya"michell berdiri
"tapi kalo kesana..ak nampak seperti cewek murahan saja"michell duduk lagi
terdengar suara ketukan pintu
"ahhh..pasti dia..lihat saja bagaimana ak memarahinya"michell buru2 membukakan pintu
baru saja ingin marah..tp ternyata yg datang adalah orang lain
"eh..kenapa kamu kesini"michell terkejut
"hahaha...sepertinya kamu sedang menunggu orang lain ya?"leo tertawa didepan pintu
"ahh..tidak jg...omong2 ada apa kamu kesini"michell mengalihkan pembicaraan
"ak dan teman2 lain mau pergi,apa kamu bisa ikut,sebenarnya sebagai tanda perpisahan saja"leo tersenyum
"eh..tapi sepertinya ak tidak bisa"michell mencoba menolak
"ayolah...bukankah kau berhutang padaku,anggap saja ini untuk membayarnya"leo berharap
"bagaimana ini...tp bagaimana jimmy,ak sudha janji akan pergi dengannya,tp dia jg tidak muncul"michell bicara dalam hatii
"baiklah...ak akan pergi"michell akhirnya ikut leo
"baguslah...teman lain sudah berangkat,kita menyusul mereka"leo berjalan,michell tepat dibelakangnya
saat melewati kamar jimmy,michell berharap jimmu membuka pintu sehingga dia bisa mengajaknya,tp sepertinya itu tidak akan terjadi
***
sebuah club
michell memandangi club itu...
"michell ada apa ayo masuk"leo mengajaknya
"kalian yakin acaranya ditempat ini?"michell ragu2
"tentu saja...apa jangan2 kamu tidak bis minum ya...makanya kamu takut"leo tersenyum
"bukan2 itu...hanya saja..."michell belum selesai bicara sudah dipotong leo
"sudahlah...ayo masuk..ak yg traktir hari ini,lain kali kamu harus menggantinya"leo menarik tangan michell
"eh...kok gitu"michell berbisik
akhirnya mereka masuk,disana sudah ada teman2 lain dan jg jimmy
"bocah ini...ak menunggunya seharian ternyata dia malah disini,menyebalkan sekali"michell bicara dalam hati,wajahnya nampak tidak senang
"heh..ternyata ganti pria lagi,dasar gadis tidak bisa dipercaya"jimmy berbisik wajahnya namak muram
"ah..kalian sudah datang ayo duduk"silvia menyambut mereka
sialnya michell harus duduk disebelah jimmy,leo diseblah michell,michell merasa posisinya sangat tidak nyaman
"tadi ak melihat jimmy disini sendirian jadi ak mengajak dia bergabung"silvia fokus bicara pada michell
"oh..begitu ya..."michell tertawa terpaksa
"baiklah..karna kita sudah berkumpul,kita mulai saja..jadi jangan sungkan2 ya"silvia duduk dia mengambil gelasnya
"cheerss.."silvia mengangkat gelasnya
yg lain jg mengangkat gelas mereka...bersama2 bersulang bersama
"oh ya..kalo hanya minum sepertinya tidak seru,bagaimana kalau kita main kan sebuah permainan"silvia memberikan ide
"permainan apa..."leo bertanya
"bagaimana kalo kebenaran ato tantangan?"silvia memberi usul
"sepertinya menarik"dina bersemangat
"boleh tidak bila tidak ikut"michell mempunyai firasat buruk kalo ikut
"tidak boleh semua harus ikut"silvia menolak permintaan michell
"ya sudahlah..."michell merasa lesu
"baiklah...ini peraturannya,peserta yg tidak bisa menjawab kebenaran atau tantangan bisa mmilih hukuman yaitu minum segelas...ok"silvia semangat
"ayo mulai"semua semangat
botol pertama diputar,dan berhenti pas didepan michell
"benar2 firasat buruk"michell bicara dalam hati
"jadi michell..kebenaran atau tantangan"silvia bertanya
"kebenaran saja deh"michell tersenyum pahit
"apa hubunganmu dengan direktur nathan,kalian nampak akrab"tiba2 jimmy menyrobot pertanyaan
michell nampak terkejut
"ahh..benar..ak jg penasaran,sepertinya ada sesuatu,ak bisa melihat direktur nathan saat melihatmu tatapannya sedikit berbeda"silvia menambahkan
semua yg didlam ruangan menatap michell membuat dia sedikit tertekan