NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Bulan?

Terpaksa Menikahi Bulan?

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:954.5k
Nilai: 5
Nama Author: irra

Sequel dari OH MY JENY


☘☘☘☘☘☘☘☘☘☘


" Kau selalu bilang padaku, apa yang harus kau lakukan untuk membalas semuanya Dean?"

" Aku akan melakukan apapun untukmu Tuan!"


" Kalau begitu menikahlah dengan putriku!"


Deg


Tubuh Dean menegang seketika



Kebohongan yang dilakukan Bulan membuat sang ayah murka. Hingga Ken memaksa putrinya untuk menikah bersama pria pilihannya yaitu Dean sebastian. Seorang pengusaha sukses yang sangat cerdas dari Paris


"Aku sungguh tidak menyukainya, dia terlalu pendiam dia bukan tipeku sama sekali Dad"


Baca selanjutnya ➡➡➡


Selalu tinggalkan Jejak, Like dan Vote 🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon irra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku sudah menikah sekarang

-

-

" Kau mencintai bocah ingusan itu?" bentak Rivana sampai terdengar ditelinga Bulan yang masih berdiri diluar pintu. Gadis itu malas melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam, ia tak ingin melihat sesuatu yang membuat hatinya kesal dan akan marah-marah pada Dean, Bulan mencoba bersikap dewasa dan mengerti. Toh dirinya pun masih menjalin hubungan bersama James

" Iva kau sedang mabuk."

" Kau mencintainya? kau tidur dengannya?" teriak Rivana memukuli dada bidang Dean

" Kau mabuk berat, aku akan mengantarmu pulang. " ucap Dean pelan mencoba menggandeng bahu wanita itu namun wanita itu meronta dengan menepis kedua tangan Dean

" Jadi benar kau tidur dengannya?" teriak Rivana kembali menangis meraung

" Tidak!. Dia masih kecil kau tahu aku tidak akan menyentuhnya!" bentak Dean geram

" Kumohon jangan berikan hatimu padanya, jangan tidur dengannya aku tidak rela sayang. " Rivana melunak dan kembali menghambur memeluk Dean

" Itu tidak akan terjadi!" saut Dean membalas pelukan Rivana yang masih tak menghentikan tangisannya

" Berhentilah menangis, nanti suaramu habis. " ucap Dean lembut membalas pelukan Rivana, Dean juga usapi rambut yang panjang pirang sebahu itu dengan lembut

Lama Dean harus menenangkan Rivana sampai wanita itu tidur dalam pelukannya, Dean mengurai pelukannya, wajah cantik itu sangat sembab dan sisa-sisa airmata masih menetes dari kedua sudut matanya. Dean mengusapnya dengan lembut dan ia juga kecup keningnya

" Apa dia akan menginap?" Dean tersentak mendengar suara Bulan dan langsung beralih menatap Bulan yang berdiri disamping sofa

" Tidak! aku akan mengantarnya pulang. " saut Dean

Bulan tak bergeming ia malah mengalihkan pandangannya pada Rivana, menatap lekat wajah sembab Rivana. Cantik dan dewasa, tidak seperti dirinya yang masih ingusan pantas saja Dean sangat mencintainya. begitulah pikiran Bulan saat ini

" Tidurlah duluan." perintah Dean

" Tidak! aku mau ikut mengantarnya pulang. " saut Bulan, ia tidak rela Dean terus berduaan dengan wanita itu apalagi mengantar kerumahnya. Bulan takut Dean tak pulang dan menginap di rumah wanita itu

" Ini sudah malam."

" Aku mau ikut. " kekeh Bulan dan Dean hanya bisa menghela nafasnya

Dean menggedong Rivana ala bridal diikuti Bulan dibelakang. Bulan tak henti menatap punggung Dean, ia merasa tak suka melihat Dean memperlakukan wanita lain lebih lembut ketimbang dirinya.

" Dean, apa rumahnya jauh dari sini?" tanya Bulan dari belakang

" Tidak! dia tinggal di gedung sebrang. "

" Kenapa dia tidak tinggal disini denganmu?"

" Kami belum menikah untuk apa tinggal serumah. "

" Jadi kau akan menikahinya suatu hari nantu?" tanya Bulan ragu

Dean tak berkutik ia membungkam, malah semakin mempercepat langkahnya agar cepat sampai ke Apartement Rivana

Nafas Dean tersengal, entah berapa meter ia berjalan sambil memangku tubuh Rivana yang tak ringan, hingga kini mereka sampai didepan pintu Apartment Rivana

" 01012020. " ucap Dean pada Bulan menunjuk dengan dagu passcode pintu Apartement Rivana

" Bahkan passkode mereka sama, apa itu hari jadi mereka. " gumam Bulan dalam hati sembari menekan nomer yang Dean sebutkan tadi

Dean membawa Rivana masuk kedalam dan langsung masuk kekamar, membaringkan dan menyelimuti tubuhnya. Sementara Bulan tampak celingukan melihat sekitar kamar Rivana, banyak sekali foto mesra wanita itu dan suaminya disana

" Ayo kita pulang. " ajak Dean

" Apa dia sendirian disini?"

" Adiknya akan datang sebentar lagi. " saut Dean menarik tangan Bulan untuk keluar dari Apartement Rivana

" Dean. "

" Dean. "

" Ada apa?" tanya Dean geram karena sedari tadi Bulan sangat cerewet dan banyak bertanya

" Kau belum menjawabku. " Dean kembali diam, pria itu tak berniat menjawab pertanyaan Bulan sedikitpun. Jalannya semakin tergesa hingga Bulan kewalahan untuk menyeimbanginya

" Dean, pelan-pelan. " ucap Bulan manja

" Ini sudah malam. Aku lelah. " sautnya lalu masuk kedalam lift tanpa melepaskan tuntunannya

" Kalau begitu lepaskan tanganmu aku bisa jalan sendiri. " seketika tangan itu Dean lepaskan begitu saja

" Cih dasar gila!" umpat Bulan mendelik sebal membuat Dean menatapnya, pria itu menatap lekat bocah ingusan disampingnya. Lalu Dean mundur selangkah kebelakang dan langsung mendekap pundak Bulan dari belakang,

" Apa yang kau lakummmpp. " Dean membungkan bibir Bulan dengan telapak tangannya yang lain

" Mulutmu sepertinya harus kuberi lakban. Selalu bicara tak sopan pada orang dewasa. " ucap Dean geram

Ting

Pintu lift terbuka. Dean segera menggeret Bulan keluar dari sana tanpa melepaskan dekapan dan bungkaman tangannya pada Bulan

" Mmmmmpp."

"Mmmmmpp."

" Mmmmmpp."

" Mmmmmpp. "

Bulan terus meronta sekuat tenaga namun Dean tak membiarkan itu, ia semakin mendekap dada itu erat. Ia juga tak menghiraukan tatapan aneh orang-orang pada keduanya

" Hey bung, apa yang kau lakukan jangan kasar pada wanita!" tegur seorang pria ditengah jalan saat mereka menyebrang menuju Apartement Dean

" Dia istriku! Dia ketahuan sedang selingkuh. " balas Dean asal tak mengentikan langkahnya malah semakin tergesa menyeret Bulan

Tiba di Apartment pun Dean tak melepaskan Bulan, pria itu terus menggeretnya masuk kedalam kamar dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang

" Dasar psikopat gila. " umpat Bulan berteriak

" Gila! kau bilang aku gila."

" Iya kau gila. " bentak Bulan sedetik kemudian gadis itu ketakutan saat Dean melepaskan satu per satu kancing kemeja yang membalut tubuhnya

" Kau mau apa?"

" Menurutmu?" Dean menaikan sebelah alisnya lalu menyeringai

" Tidak! kau bilang tidak bernafsu denganku. "

" Ahhh. " Bulan berteriak kencang saat Dean menarik kedua kaki mendekat padanya. Langsung tubuh kekar itu menin*ihnya

" Lepaskan aku. " Bulan meronta sekuat tenaganya dan itu semakin membuat Dean senang mengerjainya

" Kau galak seperti ini aku jadi bernafsu. Bagaimana kalau kita melakukan malam pertama kita."

" Tidak! aku tidak mau kumohon jangan. " Bulan mulai memelaskan wajahnya berharap Dean mengasihaninya

" Eiiiiyyy kau akan menikmatinya, aku yakin itu. " bisik Dean tepat ditelinga Bulan

Bulan menegang, wajahnya mendadak pucat dan ia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Kedua matanya mulai berkaca, Dean menunggu sejenak sambil tak henti menatap, Dean menunggu airmata itu jatuh merembes keluar

Dan akhirnya yang ditunggu Dean tiba, airmata itu meluncur deras dari pelupuk mata Bulan

" Momy. " isaknya

" Dasar kau ini. " ucap Dean dengan tawa kecil lolos dari bibirnya membuat Bulan terpaku, ini pertama kalinya ia melihat Dean tertawa

" Kau mengerjaiku?" tanya Bulan kembali terisak

" Menurutmu?"

Plak

Lagi telapak tangan Bulan mendarat di pipi Dean

" Kenapa kau selalu kdrt. " gerutu Dean

" Itu hukuman karena telah berani mengerjaiku. "

" Tapi kau sungguh tidak mau melakukannya denganku?"

" A..aku belum siap. " saut Bulan gugup

" Lalu kapan kau akan siap?" tanya Dean seperti tak ada puasnya mengerjai Bulan

" 4 tahun mungkin 5 tahun lagi. "

" Astaga, lebih baik aku menjadi duda dan menikahi Rivana." keluh Dean lalu turun dari tubuh Bulan

" Kau sungguh akan menikahi wanita itu?" pertanyaan yang belum mendapatkan jawaban Dean sedari tadi

Dean menggelengkan kepalanya pelan

" Aku sudah menikah sekarang. " saut Dean turun dari kasur berjalan menuju kamar mandi meninggalkan Bulan yang mematung ditempatnya

-

-

1
Deistya Nur
terbaik, sukses terus ka😊
HR_junior
duh delan km dah besar mlh gendong 2 wanita Lo ya..istri m Bella cinta monyet km yg JD kedua ...Pevita kok gak di lanjut LG ya kk
Novi Lyani
😭😭😭😭😭😭😭 udah baca berkalipun tetep part ini bikin sakit jati mata dan jantung ...
HR_junior
ni awal mula si Bryan ketemu ma jiana ya
HR_junior
bul bul...
HR_junior
Brati di sini si Dean lupa ingatan ya..seblm di buang ke jurang apa mn itu ya
Elfa Syam
belom mandi lagi langsung pergi
HR_junior
bulan =Jeni ya...sm2 gmpng di kibulin n dirayu
HR_junior
dasar Dean keterlaluan ya..bulan dah nikh SM km brapa bulan coba trs km dah nidurin bulan jg trs hp kan setiap hari km pegang Bakaln kebuka Walpeper toh mosok km GK ada niat ganti Poto kalian berdua ma si bulan..duh Dean..suka banget nglarang2 bulan tp km gak nyadar diri
HR_junior
maling triak maling ya ni si dean
HR_junior
duh Dean ni egois amat ya..la m seblm ketahuan aja sering cipukan ma Iva Lo Mash aja gak trima kalo bulan di peluka james
HR_junior
Ken km ni gimn sich..mng km gak tau klo mntumu itu Mash hub m mntanya..liatlah anakm di permainkan ma mantu pilihanmu..
HR_junior
Ken ganggu aja ya
HR_junior
eee Bryan pantesan aja klakunmu kek gitu 11:12 kek Daddy km
Endang Priya
Luar biasa
Leni Maria Ulfa
kok istrinya di panggil bitcg thor
wiwik lestari
Luar biasa
Widi Widurai
dia liat bulan di peluk aja marah minta ampun. tp ga ngaca klakuannya
Widi Widurai
ada masalah larinya club. nambah nambahi masalah aja
Widi Widurai
ga sadar dirii dia awal awal jg malah saling cumbu sama ivy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!