Dia adalah Kenan Arka Wijaya. lelaki tampan yang taruhan dengan sahabatnya untuk meniduri seorang mahasiswi cantik bernama Nadia Arista. karena kesalahan itulah Nadia harus menanggung beban yang sangat berat.
Season 1 ( Kisah Raka & Raina=> di Novel LELAKI TAMPAN ITU ATASANKU )
Season 2 ( Kisah Kenan & Nadia )
Season 3 ( kisah Kevin & Iis )
Season 2& 3 di Novel PLAYBOY TAMPAN IDAMAN
☆Tanpa membaca Season 1 kalian akan tetap nyambung kok gaess, karena ini hanya menceritakan kisah anak-anak mereka ketika dewasa.
Lanjut baca yukkkk🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kesempatan untuk pergi
Saat ini Kenan sudah sampai di Apartemennya. dia menarik Nadia hingga kedalam kamarnya.
Bugh
Kenan mendorong Nadia hingga tersungkur di atas ranjang. Nadia mengusap perutnya agar anaknya tidak kaget.
Kenan membuka kemejanya dan naik ke atas ranjang.
"Kamu mau ngapain?" Nadia takut saat Kenan mendekatinya.
"Tentu menghapus semua jejak lelaki brengsek itu sayang." ucapnya lalu Kenan menindih Nadia.
"Jangan Ken, aku mohon jangan!" Nadia berteriak dan meminta untuk melepaskan diri dari kungkungan Kenan.
Kenan tak menghiraukan teriakan Nadia. dia membungkam Nadia dengan ciumannya.
"Emmm" Nadia kesulitan bernafas dan meminta untuk di lepaskan.
Kenan hendak mendaratkan tangannya
di dada Nadia. namun belum sempat itu terjadi, terdengar bel Apartemennya berbunyi.
"Ssttt siapa sih mengganggu saja." Kenan bangkit dan berjalan menuju ke depan.
Nadia berusaha untuk duduk dan merapihkan jilbabnya yang sudah berantakan.
Kenan membuka pintu Apartemennya. dia melihat Bu Raina datang sendirian.
"Mamah, kok Mamah bisa tahu Apartemen Kenan?" tanya Kenan kepada Ibunya. karena Kenan sama sekali tidak memberitahukan kepada keluarganya jika dia memiliki Apartemen.
"Dasar anak nakal, beli Apartemen tidak bilang-bilang." Bu Raina menjewer telinga Kenan.
"Aduh sakit Mah" Kenan meringis karena merasa sakit.
Dari balik pintu Nadia melihat kejadian itu. dia melihat wanita paruh baya yang masih cantik. Nadia mulai memutar otaknya agar bisa menggunakan kesempatan itu. dia keluar dari kamar dengan penampilan yang sudah rapih.
Bu Raina melihat wanita cantik, berhijab, keluar dari kamar. lalu dia menatap tajam ke arah Kenan.
"Maaf Ken, aku pergi dulu. nanti kalau kamu butuh bimbingan dalam hal belajar, kamu bisa menghubungi aku lagi." ucap Nadia dengan raut wajah tampak tenang. padahal dapam hatinya dia merasa sangat takut.
"Ini maksudnya apa yah? Kenan, kenapa kamu membawa wanita kedalam Apartemenmu?" tanya Bu Raina
"Mah sebenarnya--"Kenan hendak berbicara namun terlebih dahulu Nadia memotong perkataanya.
"Sebenarnya saya itu Asisten Dosen yang membantu Kenan dalam hal belajar." ucap Nadia
"Benarkah itu?" Bu Raina tampak tak percaya.
"Benar Mah, kalau tidak percaya, Mamah bisa tanya kepada Nenek." printah Kenan kepada Ibunya.
"Hm baiklah Mamah percaya sama kamu."
Nadia berpamitan untuk pulang kepada Bu Raina. Kenan yang melihat itu ingin sekali menghentikannya, namun dia tidak bisa karena Ibunya pasti akan curiga. akhirnya dengan berat hati Kenan membiarkan Nadia pergi.
Tunggu saja sampai Mamah pulang, aku akan membawamu kembali." batin Kenan sambil menatap kepergian Nadia.
"Kamu kenapa Ken?" tanya Bu Rania yang melihat anaknya diam sambil menatap Nadia.
"Ah, tidak kok Mah" jawabnya
Bu Raina mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu. dia menatap semua penjuru ruangan Kenan yang tampak bersih dan rapih.
"Kamu mempekerjakan pembantu?" tanya Bu Raina
"Tidak kok Mah" ucap Kenan
"Tapi kok rumah kamu terlihat bersih. Mamah tidak yakin jika kamu yang membersihkan rumah sendiri." ucap Bu Raina penuh selidik.
"Hm itu" Kenan tampak berfikir untuk menjawab perkataan Ibunya.
Aduh, kenapa tadi tidak jawab IYA saja." batin Kenan
"Itu apa?" Bu Raina masih menunggu jawaban dari anaknya.
"Kenan sebenarnya mempekerjakan pembantu tapi untuk bersih-bersih kalau pagi dan menyiapkan makanan. sudah itu saja, dia pulang pergi jadi tidak menginap." ucap Kenan berbohong.
"Benarkah?"
"Benar Mah, masa Kenan yang bersihin Apartemen ini sendirian. itu sangat tidak mungkin." kata Kenan
"Oke, Mamah percaya sama kamu. Mamah kesini cuma mau ngajak kamu pulang. nanti malam ada makan malam keluarga kita dan keluarga Sintia."
"Malas sekali Mah, Kenan tidak usah ikut saja deh." tolak Kenan karena merasa malas.
"Aishh, kamu ini bagaimana sih? pokoknya harus ikut, tidak ada penolakan. awas saja kalau kamu tidak datang, Mamah akan menghentikan jatah bulanan kamu." ancam Bu Raina
"Jangan Mah, Kenan tidak punya uang dong kalau gitu. tidak bisa beli apapun yang Kenan mau."
"Makannya jadi anak itu harus nurut sama orangtua." pinta Raina
"Oke, nanti malam Kenan datang." ucap Kenan dengan terpaksa.
Bu Raina langsung berpamitan untuk pergi setelah mengatakan ajakan makan malam keluarga kepada anaknya.
Setelah kepergian Bu Raina, Kenan mengambil kunci mobilnya lalu pergi untuk membawa Nadia kembali.
Nadia yang baru sampai di kontrakannya segera membereskan barang-barang miliknya. dia yang akan pergi dicegat oleh Bu Parti dan anaknya.
"Hey, datang-datang langsung pergi saja. kayaknya nggak pulang-pulang karena ngejalang." kata Bu Parti
"Tidak, saya tidak seperti itu." bantah Nadia
"Mana ada ****** yang mau ngaku. bisa saja itu perut sudah ada hasil dari ngejalang." ucapnya lagi
Deg
Ucapan Bu Parti begitu dalam. Nadia semakin membenci dirinya yang memang sudah kotor. Nadia berjalan meninggalkan kedua orang itu tanpa mengatakan apa-apa lagi.
"Mah, apa tidak terlalu jahat Mamah mengatakan seperti itu kepada Kak Nadia." ucap Sisi
"Stt anak kecil diam saja" ucap Bu Parti lalu berlalu pergi.
Bagaimana jika di perut Sisi juga ada janin. apakah Mamah akan mengatakan jika ini hasil ngejalang juga." batin Sisi saat dia mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu dengan orang tak dikenalnya. yang tak lain adalah Reyhan.
Kenan sudah sampai di jalan yang pernah dilalui Nadia. Kenan bertanya kepada orang-orang sekitar. ternyata Nadia mengontrak di sekitar sana. setelah
di beritahu alamatnya, Kenan langsung pergi menuju alamat itu yang lokasinya tak jauh dari sana. tapi karena jalannya hanya gang kecil, dengan terpaksa Kenan tidak membawa mobil miliknya. dia meninggalkan mobilnya di depan mini market.
Tok tok
Kenan mengetuk pintu kontrakan Nadia namun tidak ada jawaban. Bu Parti sebagai tetangga mendengar suara ketukan pintu di sebelah. dia keluar dan melihat lelaki tampan sedang berdiri di depan pintu kontrakan Nadia.
"Maaf, Mas tampan cari siapa?" tanya Bu Parti
"Saya mencari Nadia, apakah benar ini kontrakannya?" tanya Kenan
"Benar, tapi Nadia baru pergi beberapa menit yang lalu dengan membawa semua barang-barangnya." kata Bu Parti
"Nadia pergi?" Kenan tampak terkejut mengetahui jika Nadia sudah pergi.
"Benar, tapi Maaf, Mas tampan ada keperluan apa yah mencari Nadia?" tanya Bu Parti
"Ada urusan penting, apa Ibu tahu kemana perginya Nadia?"
"Tidak, saya tidak tahu" jawab Bu Parti
"Oke, terimakasih infonya." Kenan langsung berlalu pergi setelah mengatakan itu.
"Dasar aneh" gumam Bu Parti saat melihat Kenan yang pergi begitu saja.
Sisi tadi mendengar Ibunya sedang berbicara dengan seseorang. dia melihat dari balik pintu yang tidak tertutup rapat. dia terkejut saat melihat lelaki yang pernah dia lihat di club, datang untuk mencari Nadia.
Dia kan temannya lelaki brengsek itu. ada apa dia mencari Kak Nadia? apa dia mengenal Kak Nadia dan begitupun sebaliknya." Sisi masih bergelut dengan pikirannya. tidak mungkin jika wanita sholehah seperti Nadia berteman dengan lelaki yang suka ke club." pikirnya
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. like dan komennya saya tunggu. 🤗
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.