NovelToon NovelToon
Jatuh Cinta Padamu

Jatuh Cinta Padamu

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cut Ria

Zarulita Maya 26 tahun, seketika mematung ketika menangkap basah sang calon tunangan tengah bercumbu dengan seorang wanita di kantornya.

Demi untuk mengagalkan pernikahan, Maya pun harus memilih cara absur yaitu dengan menyewa jasa pengacara Ferdian Bastian.

"Bisakah mas Ferdian berpura-pura menjadi kekasih Maya??"

Berhasilkah usaha Maya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cut Ria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Dan tanpa terduga, jemari Erwin memberi kode pada telapak tangan Johan.

Kening Johan mencoba membaca isyarat tangan itu.

"F?" seru Johan pelan.

Namun lagi Erwin menulis huruf berikutnya hingga terbentuk sebuah nama.

"Fer-dian??" seru Johan bingung ketika nama putranya yang di tulis sang sahabat.

Dan lagi Erwin mengedipkan matanya.

"Ferdian?? untuk apa??" tanya Johan pelan.

Dan Erwin kembali menulis dengan bersusah payah di telapak tangan Johan.

Namun kali ini terlihat wajah terkejut Johan begitu syok.

"Menikah???"

Erwin pun kembali mengedipkan matanya.

"Ferdian menikah?? apa maksudmu??"

Erwin pun kembali menulis satu nama di telapak tangan sahabatnya.

"Ma-ya??" seru Johan syok.

Namun di akhir tulisan Erwin menulis hal yang tak terduga.

"To-long, jaga putri ku!!"

Johan terhenyak, ia benar-benar tak menyangka permintaan Erwin sungguh membuatnya bimbang.

Johan terlihat menimbang cukup lama di hadapan sang teman. Ada perang batin yang tak bisa ia jelaskan.

🍃🍃🍃

Setelah dokter dan perawat memeriksa kondisi Erwin Aritama. Dokter hanya menyimpulkan jika kondisi Direktur Aritama masih sama tidak ada perubahan yang signifikan.

Mama Marwah kian putus asa melihat perkembangan sang suami.

"Mah, istirahat dulu" pinta Maya mencoba membujuk sang mama yang terlihat letih.

"Enggak, mama mau di sini aja, kasian Papa sendiri"

"Mah??"

"Maya??" seru Paman Johan memanggil.

Maya menoleh.

"Bisa kah kamu tinggal kami??" pinta Paman Johan.

Maya sedikit ragu, namun sang mama memberi isyarat jika ia akan baik-baik saja.

Maya pun perlahan pergi meninggalkan ruangan itu.

***

Diluar ruangan Maya gelisah, ia merasa ada hal penting yang akan Paman Johan bahas dengan sang Mama.

Tak lama Marcel kembali dengan membawa kopi di tangannya lalu memberikannya pada sang kembaran.

Maya meraihnya dengan senyum. Lalu hendak menyerut kopi hangat itu.

Namun tanpa terduga sosok Ferdian muncul.

Maya dan Marcel terlihat kaget dengan kehadiran Ferdian.

"Mas Ferdian??" seru Maya.

"Bagaimana keadaan Direktur Erwin??" tanya Ferdian.

"Masih belum begitu baik" jawab Marcel.

Wajah Ferdian pun seketika ikut sedih. Ia yang sudah lama ikut menjadi pengacara keluarga Aritama pasti sangat mengenal sosok Direktur Erwin.

***

Berselang waktu, tiba-tiba Paman Johan manggil ketiga penerus mereka.

Maya, Marcel dan Ferdian.

Ketiganya masuk dengan wajah bingung dan ragu.

"Mah??" seru Maya dengan berjalan cepat mendekat pada sang mama.

"Ada apa?? apa kita mau bawa berobat Papa keluar negeri??" tanya Maya.

Namun sorot mata sang mama terlibat berbeda.

"Enggak sayang" sahut sang mama lirih.

Kening Maya berkenyit begitu pun dengan Marcel.

Paman Johan berdiri tepat di samping kiri sahabatnya.

Ia mencoba menenangkan diri sebelum berbicara.

"Mungkin, ini terkesan buru-buru, tapi... kami sebagai orang tua sudah memikirkan nya" ujar Johan dengan nada formal.

Ketiga anak muda itu mendengar denganencoba mencerna ucapan pengacara tenar itu.

Johan melihat pada wajah Maya dan kemudian melihat pada sang putra yang berdiri di samping Marcel.

"Menikah lah??" ucap Paman Johan tegas.

"APA??" sahut ketiganya hampir bersamaan.

Mama Marwah mengenggam jemari putrinya dengan wajah sedih.

"Papa meminta agar kamu menikah dengan Ferdian, saat ini juga" tutur sang mama dengan nada suara bergetar.

Sontak Maya dan Ferdian syok.

"Apa? Mah???" sangah Maya beraksi.

"Ah, ini pasti ada yang salah, May.."

"Papa mu yang meminta Paman melakukan hal ini"

"Pah???" sela Ferdian yang juga terdengar bereaksi.

"Ini tidak bisa di putuskan dengan terburu-buru!!" timpal Ferdian keras.

Johan menatap tajam sang putra.

"Ini permintaan terakhir Erwin!!" tutur sang Papa dengan penekanan.

Marcel terkaget, begitu juga dengan Maya.

"Permintaan terakhir??" seru keduanya hampir bersamaan.

"Sayang, lakukan tolong, buat papamu bahagia untuk terakhir kalinya" pinta mama Marwah dengan di tangis yang memilukan dihadapan sang putri.

"Mah!!" sela Marcel yang mendekat pada kedua wanita Aritama itu.

"Bagaimana mungkin kita menikah Maya di saat seperti ini??" seru Marcel keberatan.

Mama Marwah dengan cepat meraih jemari sangat putra.

"Tolong, Marcel.. mama mohon, jangan membuat Papa mu sedih, dia inginkan melihat Maya menikah sebelum.. sebelum.." ucap mama Marwah yang tak kuat ia lanjut kan.

Wajah Ferdian mengeras, ia tak bisa menerima ini dengan mudah.

Namun Paman Johan langsung mendekat dan membisikkan satu hal yang membuat Ferdian tak bisa berkutik.

"Aku beri kau satu kepercayaan, jika kau melewatkan kesempatan ini, maka.. jangan harap kau bisa dengan mudah untuk pergi ke luar negeri"

Deg...

Ferdian membeku, sungguh ia berada pada lingkaran yang membuatnya tak bisa berkutik. Seorang Johan B. Bastian bukan orang yang mudah untuk di kelabui. Entah bagaimana sosok Erwin Aritama dan putrinya bisa dengan mudah membuat pria berdarah dingin ini melunak.

Tatapan kesal Ferdian terlihat jelas di kedua matanya.

Maya masih tak bisa menerima ini dengan mudah, sungguh ia tak bisa membayangkan jika harus menikah di hadapan sang Papa yang tengah sakit parah.

"Maya, jika kau ingin melihat wajah bahagia Papa mu, maka lakukanlah permintaan nya" ucap sang mama yang terdengar berat.

"Mah!!" seru Maya tak bisa berpikir, otaknya seolah kosong ia di hadap kan satu dilema yang sangat merugikan.

Bagaimana tidak menikah dengan Ferdian Bastian tidak sekali pun terlintas di benaknya. Mereka hanya parter menipu. Namun nyatanya penipuan ini menjadi boomerang bagi dirinya sendiri.

"Pilihan terakhir ada ditangan kalian berdua" ujar Paman Johan.

Ferdian dan Maya saling menatap dengan sorot mata yang terlihat jelas rasa berat di bagi keduanya.

Dan entah bagaimana bermula, pada akhirnya keduanya pun menyerah dengan ego masing-masing.

Ferdian akhirnya menuruti hal itu. Begitu pun dengan Maya yang mengeyampingkan akal sehat ya demi sang Papa.

🌸🌸🌸

Dan beberapa jam kemudian, dengan keterbatasan yang ada. Seorang pemberi legal tentang pernikahan pun di hadirkan.

Marcel bertindak sebagai wali Maya.

Ia harus melakukan semua hal ini dengan hati berat.

Mama Marwah terus menangis di sisi Maya.

Maya hanya bisa pasrah ketika namanya di sambut dengan jawaban tegas oleh Ferdian Bastian.

Dan beberapa detik kemudian, keduanya pun sah menjadi suami dan istri.

Kedua pasangan pengantin baru itu pun bersalaman pada kedua orangtua masing-masing.

Namun ada satu moment yang begitu mengharukan. Ketika Maya bersalam dengan sang Papa.

"Pah, cepat sembuh pah" ucap Maya dengan derai air mata.

Tanpa terduga jemari sang Papa ingin mengapai sang mantu yang kaku di samping Maya.

Ketika jemari Ferdian menyentuh jemaei Erwin. Tanpa di duga wajah Direktur Erwin tersenyum dengan keterbatasan fisik.

Dan tak lama, terdengar suara mesin medis berbunyi nyaring.

Tiiiitttt....

"Papa!!"

"Pah!!"

Sontak Maya dan Mama Marwah panik. Keduanya terserang panik. Beberapa perawat dan dokter mendekat dengan cepat dan memeriksa sang pasien.

Namun nyatanya itu menjadi senyuman terakhir Direktur Erwin Aritama.

Dokter menyatakan jika pasien telah meninggal dunia.

1
Safitri Agus
baca novel ini sangat berkesan dan menguras emosi,sedih, bahagia,tangis,tawa, semua jadi satu dan akhirnya happy ending 😊
Safitri Agus
terimakasih kak Riya 🙏🥰🥰🥰
Safitri Agus
pengacara Topan ini suaminya Alia di novel pembantu hangat ya, kalau ga salah 🤭
Safitri Agus
😭😭😭😭😭😭
Safitri Agus
Maya Hamidun itu tanda²nya
Safitri Agus
akhirnya unboxing juga,papa Johan bentar lagi cucu mu otw🤭
Safitri Agus
butiknya Dinda
Safitri Agus
kok jadi sedih ya bacanya 🥹
Safitri Agus
ribet en belibet tuturannya
Safitri Agus
sedih bacanya knp tokoh Erwin dimatikan,kak mumy😭
Safitri Agus
apakah Dinda tidak bisa bertahan dgn jantungnya
Safitri Agus
mengulang kisah emak bapaknya🤭
Safitri Agus
bukannya menyelesaikan masalah malah party,yg ada nambah masalah nanti
Safitri Agus
Syahrini dan Nia Ramadhani jgn lupa
rinny
dari 9 karyamu tinggal satu yg belum AQ baca kak author dan semua the best 👍👍👍
rinny
karya yg luar biasa 👍👍👍
rinny
tegang banget bacanya.... semoga obatnya kalah dengan rasa cinta Ferdian
rinny
semoga maua tidak termakan hasutan lusya. jadi tegang bacanya kak author
rinny
semoga tidak jadi Bumerang untuk rumah tangga maua dan Ferdian
rinny
ayo maya buat si Ferdian panas karena cemburu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!