Perkenalkan Nama ku BUMI, aku penulis pemula. Kebanyakan orang menulis itu membosankan tapi bagiku menulis adalah teman yang bijak, teman paling setia.
Tempat berbagi cerita setiap kisah yang di rasa oleh hati, yang bisa kita baca kemudian hari. Aku selalu memotivasi diriku sendiri dengan setiap tulisan yang ku buat. Menulis adalah terapi terbaik saat kita mulai lelah berbicara. Tulisan ku adalah nasehat terbaik untuk diriku sendiri, semoga tuhan menggerakan hati seseorang untuk mampir kenovel pertama yang ku tulis.
Ini pengalaman pertama aku menulis novel.
Cerita ini mengisahkan kisah cinta mafia cantik untuk Ceo tampan.
Novel ini juga menceritakan pembunuhan percintaan dan misteri.
Banyak misteri di masa lalu antara Mila Louise dan Patir Angkara.
Aku hanya bisa membuat cinderamata untuk semua orang dan menulis puisi untuk orang yang senantiasa mendukung aku untuk tetap menulis. Meski jauh dari kata bagus dan sempurna. Setidaknya aku berusaha membuat karya untuk ku ceritakan pada dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putih gelap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raka Dan Dokter Tiba Di Mansion
Setelah pasangan kekasih itu di dalam mansion. Mila Louise pun berkata kepada kekasihnya “Sayang aku akan kekamarku, bila Dokter itu sudah tiba di mansion kau bisa memanggilku sayang.”
Jawab Patir “Baiklah setelah Raka dan Dokter itu datang aku akan mengabarimu sayang.”
Mila Louise pun berkata lagi pada kekasihnya “Baiklah aku akan menunggu di kamarku sayang.”
“Sebelum Mila pergi kekamarnya Mila mencium pipi kekasihnya dan berkata terimakasih sayang kau sudah memperhatikan kekasihmu ini.”
Jawab Patir “Sama-sama sayang.”
Balas Mila Louise “Baiklah aku pergi dulu kekamarku sayang,” Mila pun meninggalkan Patir untuk pergi kekamarnya.
Setelah sampai di dalam kamarnya, Mila Louise mengambil buku dan pena yang di berikan Nisa.
Mila pun menuju sopa di dalam kamarnya, Mila pun duduk di atas sopa yang empuk itu.
Dan berkata dalam hatinya.
Aku sudah lama tidak menulis sebuah kata atau puisi, rasanya aku rindu dengan puisi-puisi yang ku buat.
Seperti biasa karena bobi Mila memang menulis, setiap tulisan yang ia buat selalu dengan hati yang Mila Louise rasakan.
Menulis di mulai.
Cinta . cinta itu begitu indah begitu tulus darimu sayang.
Cinta yang kau beri padaku begitu suci dan tulus, mungkin waktu yang mempertemukan kita berdua dan mungkin waktu juga yang akan jadi akhir kisah kita berdua. Entah kisah kita berakhir dengan bahagia atau sebaliknya sayang, kuharap kisah cinta kita berakhir dengan bahagia. engkau akan menjadi satu-satunya sosok suami bagiku yang akan menemaniku suka mau pun duka, akan kita lewati bersama dengan penuh cinta.
Aku akan selalu setia pada satu nama yang bernama Patir Angkara yang kinih menjadi kekasihku sekaligus malaikat penolongku.
Aku akan menyebut nama mu dalam setiap do'a-do'aku.
Kau akan jadi pelangi yang akan selalu memberi warna warni di hari-hariku. Biarlah bumi dan langit menjadi saksi cinta kita.
Dalam satu harapan.
Dalam satu impian.
Semoga tuhan mempermudah kisah cinta kita berdua dan berakhir dengan kebahagiaan.
“Catatan Untuk Kakak Senior”
...Wahai para kakak senior bagiku ketika bersamamu...
...Merupakan catatan terindah dalam hidupku...
...Engkau hiasi aku dengan Ilmu...
...Engkau ajarkan tatakrama padaku...
...Pelitaku adalah engkau...
...Aku senantiasa belajar darimu...
...Berlumur ilmu karenamu...
...Semua ini berkat jasa-jasamu...
...Terimakasih banyak para Author, Kakak senior...
...Engkau memberi banyak dari yang ku minta...
...Aku do’akan engkau...
...Selalu bahagia dimanapun engkau berada...
...Puisi di atas ku persembahkan untuk Kakak Arsy dan teman-teman penulis novel yang senantiasa memotivasi....
**************
Sesaat kemudian Raka dan Dokter sepesialis lupa ingatan tiba di mansion. Pak Maman pun langsung bergegas keruangan tamu untuk memberitahu Tuan Patir bahwa Raka dan Dokter sepesialis lupa inggatan telah tiba.
Tuan-taun maaf mengganggu tuan Raka sudah tiba di mansion, baiklah Kau suruh mereka keruangan tamu.
Aku akan menunggu di sini.
“Baik tuan,” ucap pak Maman kepala pelayan keluarga Angkara.
Pak Maman pun pamit pergi kepada Patir untuk menemui Raka, Pak Maman pun pergi meninggalkan Patir di ruangan tamu.
Sesampainya Pak Maman di hadapan Raka dan dokter sepesialis lupa inggatan, Pak Maman pun berkata pada Raka “Maaf tuan, tuan Patir sudah menunggu Anda di ruangan tamu dan menyuruh saya untuk memberitahu tuan untuk menemuinya.”
Raka pun berkata pada Pak Maman “Baiklah ayo kita kesana untuk menemui tuan Patir,” ucapan Raka.
Raka dan Dokter itu pun tiba di ruang tamu yang Patir tunggu, akhirnya mereka pun berbincang-bincang mengenai keadaan Mila.
Sebelumnya pelayan menanyakan mau minum apa tuan? Teh saja kata Dokter dan Raka.
Akhirnya pelayan itu datang kembali, membawa teh dan makanan ringan.
Perbincangan itu lumayan cukup lama, sampai pada akhirnya.
Dokter bertanya pada Patir “Apa ada sebuah ruangan aku akan menyiapkan alat-alat medis ku sebelum memeriksa keadaan Mila Louise.”
Balas Patir “Ada kau boleh mengunakan ruangan mana pun, pelayan akan mengantar mu.”
Akhirnya dokter itu pergi bersama pelayan kesebuah ruangan untuk menyiapkan alat-alat mendisnya dan tempat Untuk memeriksa Mila Louise.
Patir berkata pada pelayan “Kau panggil Mila Louise untuk turun kebawah karena Dokter sepesialis lupa inggatan sudah tiba di mansion.”
Balas pelayan itu “Baik tuan saya akan segera memanggilkan Nona Mila untuk turun kebawah.”
Pelayan itu pun bergegas kekamar Mila, untuk memberitahu Mila untuk turun kebawah karena Dokter sepesialis lupa inggatan sudah tiba di mansion.
Tok ... Tok ... Tok ...
Pelayan itu mengetuk pintu kamar Mila Louise, Mila yang mendengar ketukan pintu langsung melangkah dan membuka pintu kamarnya.
Setelah Mila membuka pintu kamarnya, Mila melihat seorang pelayan.
Pelayan itu berkata kepada Mila Louise “Maaf mengganggu Nona.
Tuan Patir menyuruh saya untuk memanggilkan Nona untuk turun kebawah karena Dokter sepesialis lupa inggatan sudah tiba di mansion.”
Baiklah kau turun duluan, aku akan segera menyusul sebentar lagi.
Mila pun masuk kedalam kamarnya, untuk menyimpan pena dan buku yang di berikan Nisa ketempat semula ia mengambilnya.
Dan Mila pun berdandan ala wanita pada umumnya, karena tidak mau kelihatan jelek di depan kekasihnya.
Setelah Mila selesai dengan semua ritualnya, Mila pun bergegas kebawah untuk menemui Patir kekasihnya.
Sesampainya Mila di ruangan tamu, Patir dan Raka menatapnya dengan begitu mengagumi kecantikan Mila Louise.
Raka pun berkata pada Patir '“Sungguh kekasih mu sangat cantik seperti bidadari.”
“Jika kau menyia-nyiakan gadis cantik seperti ini, aku akan merebutnya darimu sambil menggoda Patir.”
Karena Raka suka sekali menggoda Patir sahabatnya, Patir pun berkata pada Raka sahabatnya.
“Awas saja kau berani mendekati kekasihku yang cantik ini, aku akan benar-benar mematahkan kedua kaki mu sambil melotot kepada Raka sahabatnya.”
Patir pun berkata pada kekasihnya “Sayang kau sungguh sangat cantik, sampai-sampai sahabat ku ini melihatmu bagaikan bidadari yang turun dari surga, Sayang ayo sini kau duduk di sampingku, Dokter sepesialis lupa inggatan sudah tiba di sini untuk memeriksamu sayang.”
Mila pun tanpa menjawab, menghampiri Patir kekasihnya dan duduk di sampingnya.
Mila Louise pun berkata pada kekasihnya “Dokter itu kemana sayang aku tak melihatnya.”
Jawab Patir “Dokter itu sedang mempersiapkan alat-alat medisnya, untuk memeriksa dirimu sayang.
mungkin sebentar lagi Dokter itu akan kesini.”
Pasangan kekasih itu terus mengobrol.
Raka pun pura-pura batuk, karena di cuekin oleh pasangan kekasih itu.
Patir pun berkata pada Raka, “Kau kenapa batuk apa kau sakit, bukan kah kau Dokter.”
Balas Raka“Aku merasa di cuekin oleh pasangan kekasih ini”
“Salah mu sendiri kau ada di sini,” bentak Patir sambil tertawa hahaha.
“Baiklah-baikalah aku mengerti, aku pergi dulu ketempat makan, tadi aku belum sempat sarapan. Akhirnya Raka pun pergi meninggalkan pasangan kekasih itu.”
“Dalam hati Raka.”
“Awas saja jika nanti aku punya kekasih, aku merasa jadi kambing Conge untuk mereka berdua.”
...Seperti biasa Author buat puisi, kata-kata untuk para pembaca setia yang udah dukung Author....
...Semua Author-Author yang ada di muka bumi yang berniat membahagiakan orang tuanya....
...semoga di mudah oleh sang pencipta...
...Amin...
Pasti dia syok
Semoga terlaksana dengan lancar
Ngga papa, yang penting berakhir dengan bahagia huwaaaa
Wah ada yang bantuin, ngga sia sia didik kalian.. Hehe