- Lanjutan dari Novel My Possesive Husband
Awalnya rumah tangga Sean dan Dara berjalan dengan baik. Kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mereka setelah insiden penyerangan Mansion waktu itu. Namun seketika, semuanya berubah ketika datanglah sosok wanita dari masa lalu Sean dan Garvin. Dia datang dan menjalin hubungan tersembunyi dengan Sean Crishtian yang merupakan Ketua Geng Mafia Crowned Eagle sekaligus suami sah dari Andara Claire Crishtian.
Dara di hadapkan dengan dua pilihan terberat dalam hidupnya, yaitu bertahan dengan rasa sakit atau pergi menjemput kebahagiaan terbaru dengan sahabat Sean.
"Aku memang mencintai mu Sean. Bahkan sangat mencintai mu. Tapi maaf, aku tidak sekuat itu untuk bertahan dengan rasa sakit yang kamu berikan untuk ku. Tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi dengan laki-laki yang mencintai ku." - Andara Claire Crishtian.
"Bodoh. Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Dara. Jika kamu melakukan itu, maka bersiaplah, orang disekeliling mu yang akan menerima akibat atas apa yang kamu perbuat. Katakan saja aku gila. Tapi inilah cara ku mempertahankan wanita yang aku cinta." - Sean Crishtian
Jangan lupa klik tombol Love ❤️ agar tidak ketinggalan info Update terbarunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Eva Fullandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26. MALAM YANG INDAH
Happy Reading 🥳
"Hubby.." Suara yang terdengar lembut itu membuat sang empunya menoleh.
"Iya sayang?" Jawab Sean dengan menatap wajah cantik istrinya.
"Kita sudah lama tidak seperti ini ya. Kamu ingat tidak kapan terakhir kalinya kita seperti ini?" Kepalanya menoleh. Kedua iris bola matanya yang cantik langsung bertatapan dengan ke dua bola mata tajam milik seorang ketua Mafia Eropa.
Sean tertegun dengan tatapan itu. Tatapan dulu yang istrinya layangkan padanya. "Iya sayang. Aku masih mengingatnya." Jawab Sean. Kedua bola matanya menatap wajah istrinya yang perlahan berubah sedih.
Dara tersenyum. Lalu Dara kembali menatap ke langit. Begitu banyak taburan bintang di atas sana. Terpaan angin malam tidak membuatnya kedinginan. Semua itu berkat orang yang ia cintai duduk berada di sampingnya. "Aku juga masih mengingatnya Hubby. Kamu menyewa pasar malam buat ku. Kita juga membeli beberapa makanan pedas manis yang terasa lezat." Ujar Dara. Kejadian itu berputar di ingatannya. Terkesan lucu hingga membuatnya tertawa sendiri.
Sean melihat tawa itu. Tawa yang menyimpan sejuta rasa sakit yang istrinya pendam. "Dara.." Panggilnya. Entah kenapa hatinya terasa sakit melihat tawa itu. Salah satu tangannya tergerak untuk merangkul tubuh perempuan yang ia cintai.
Dara terdiam ketika merasakan rangkulan hangat di pundaknya. "Aku baik-baik saja Hubby. Aku hanya mengingat masa lalu." Ujarnya dengan suara yang terdengar rendah.
Tangannya mengepal. Penyesalan masa lalu menghampirinya. Namun, mau bagaimana lagi. Sosok Sean Crishtian memanglah seperti itu. Pengkhianat baginya sama saja dengan mati. Mau dia keluarga, saudara, sahabat atau orang terdekatnya, jika dia mengkhianatinya maka siap-siap saja menerima konsekuensinya yaitu mati di tangan Sean Crishtian.
Dara tersenyum tipis. "Ayah, bunda." Lirihnya pelan. "Aku rindu dengan mereka Sean. Aku sangat merindukan mereka." Ucapnya dengan suara yang bergetar. Kedua bola matanya mulai berkaca-kaca. Rasa rindu dengan kedua orangtuanya mulai membuncah.
Jemari Sean memegang rahang istrinya. "Lihat aku sayang." Ujar Sean dengan suaranya yang terdengar lembut. Pandangannya tidak lepas dari wajah Dara.
Dengan menurut Dara melakukannya. Wajahnya menoleh dan menatap wajah suaminya.
"There is no struggle without pain. There is no struggle without tears. But believe the pain we feel is only temporary and the happiness will be felt forever. Tidak ada perjuangan tanpa rasa sakit. Tidak ada perjuangan tanpa air mata. Tapi percayalah sakit yang kita rasakan hanya sementara dan bahagia akan terasa selamanya." Ujar Sean dengan lembut. Jemarinya dengan sayang mengusap surai rambut istrinya. "Dalam hidup memang kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, tapi dalam hidup kita pasti akan merasakan apa yang diinterpretasikan. Ingat sayang, never try to fix what made you regret in the past to be repeated. And don't face backwards so that your life won't be broken. But, look ahead and step forward so that you are more advanced than yesterday. Jangan pernah berusaha memperbaiki apa yang membuatmu menyesal di masa lalu untuk diulang kembali. Dan jangan menghadap kebelakang agar hidup mu tak patah. Tapi, tataplah ke depan dan melangkalah ke depan agar kamu lebih maju dari kemarin."
Tangis Dara langsung pecah begitu saja setelah mendengar dan mencerna perkataan suaminya tadi. Dipeluknya dengan erat tubuh tegap suaminya. "Kamu benar Hubby. Kamu benar. Hiks!" Ujar Dara di sela tangisnya. Kedua tangannya memeluk erat tubuh Sean.
Ya, memang benar apa yang dikatakan suaminya tadi. Harusnya Dara tidak selalu melihat dan menoleh ke belakang. Harusnya Dara menatap ke depan dan melaju selangkah lebih maju dari kemarin. Namun apa yang ia lakukan sekarang? Lagi dan lagi Dara menyesali masa lalu yang tidak akan ada habisnya.
Diusapnya punggung istrinya dengan sayang. Sesekali Sean mengecup puncak kepala istrinya dengan sayang. "Jangan sedih lagi sayang. Aku disini ada untuk mu." Bisik ya pelan.
Dara mengangguk. Wajahnya ia benamkan di dada bidang suaminya. Tubuhnya sesekali bergetar akibat tangisannya.
"Lihat, disana ada bintang. Apa kamu tidak ingin melihatnya sayang?" Tanya Sean dengan menatap ke langit. Sudah sekian lama Sean tidak pernah menikmati momen seperti ini.
Dengan perlahan Dara melepas pelukannya. Ingusnya telah ia bersihkan tadi di baju Sean. Kepalanya mendongak ke atas. "Sangat indah Hubby." Lirihnya pelan.
Sean tersenyum. Dirangkul tubuh istrinya. Lalu kepala Dara ia sandarkan di pundaknya. Sementara jemarinya megenggam tangan mungil milik istrinya. "Aku rasa bintangnya sekarang tengah malu sama kamu sayang." Ucap Sean sambil menoleh sekilas ke arah istrinya.
Kening Dara berkerut. Tidak mengerti dengan apa yang dimaksud suaminya. "Maksud Hubby?" Tanya Dara dengan ekspresi wajah yang polos.
"Maksud aku, bintangnya sekarang tengah malu sama kamu sayang. Soalnya mereka kalah cantik dengan dirimu." Ujar Sean dengan tersenyum.
Dara langsung menggelengkan kepalanya. Merasa lucu dengan perkataan suaminya yang terkesan menggombali nya. "Hahaha.." Suara gelak tawa terdengar. Dara reflek memukul lengan kekar Sean yang terasa keras. "Kamu diajari siapa berkata seperti itu Hubby." Disela tawanya Dara mengatakannya.
Sean yang melihat tawa itu otomatis langsung ikut tertawa. Entahlah. Tawa istrinya selalu menular ke dirinya. Dengan bangganya lantas Sean berkata "Aku tidak diajari siapapun sayang. Aku mengatakannya dengan tulus."
Alis Dara terangkat. Menatap suaminya dengan menahan tawanya. "Oh ya? Benarkah itu?"
"Tentu saja." Jawab Sean sambil memukul dadanya. Sean merasa bangga dengan dirinya sendiri.
Dara yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Suaminya memang ada-ada saja.
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
😭😭😭😭