Dua golongan ini terus bermusuhan tetapi akhirnya mereka bisa berdamai karena seorang gadis bernama Maya.
Maya yang harus jadi bahan berbagi ke dua raja ini dan anehnya Maya mencintai mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TERIMAKASIH
" wah banyak sekali, hmm sepertinya enak "
Rangga menyiapkan makanan yang banyak untuk merayakan karena kaumnya telah selamat dari ancaman iblis dan ucapan terimakasih pada Lord.
Maya sangat antusias melihat makanan yang terlihat enak di depannya tapi Lord hanya terdiam melihat makanan itu, wajahnya tetap saja dingin.
" hei.. pak tua makanlah " Rangga meminta pada Lord.
" aku tidak mau.. " ucap Lord ketus.
" he..?! apakah makanan ini kurang mewah bagimu.. ?? " ucap Rangga.
" tidak "
" lalu.. ?? "
" apa kau lupa jika aku vampir.. ? " ucap Lord dengan melirik Rangga.
" oh ya aku lupa... " ucap Rangga dengan menepuk jidatnya.
Rangga benar- benar lupa jika Lord hanya minum darah, dia pun merasa canggung.
" kalau begitu kau bisa minum darahku " Maya langsung berdiri dan mendekatkan lehernya pada Lord.
Lord tercengang dan hanya terpaku.
" ak.. aku tidak suka di lihat orang lain saat makan " Lord memalingkan wajahnya.
" kau ini pak tua merepotkan sekali.. " ucap Rangga.
" kalian makanlah sepuasnya, aku akan berkeliling saja.. " ucap Lord.
Lord berdiri dan beranjak pergi, Maya yang melihatnya tidak mungkin membiarkannya, dia langsung membisiki Rangga dan Rangga mengangguk.
Lord berjalan dan semua kaum werewolf langsung melihat Lord sembari mereka saling berbisik.
" hei lihat itu, itulah raja vampir.. " ucap kaum Rangga.
" dia yang menyelamatkan kita.. ? "
" yaa.. "
" pakaiannya berkelas.. hmm dia benar- benar punya aura kuat.. "
" eemm ya, ku dengar dia sangat hebat.. "
" yah benar- benar.. "
Mereka tersenyum pada Lord dan memberi hormat padanya, Lord langsung merasa canggung lalu mereka menghampiri Lord.
" tuan vampir, kami mengucapkan terimakasih karena telah menolong kami semua.. "
Lord tersentak kaget karena kaum Rangga bisa berbuat baik padanya.
" eem yah.. " ucapnya lirih.
Dalam hati Lord dia merasa senang karena dia di sambut dengan sangat baik, ada senyum kecil di bibirnya.
Paak
Maya memegang tangan Lord, Lord langsung menengok ke arah Maya.
" Maya kenapa kau tidak makan.. ?? "
" bisa kau ikut aku.. "
" hnn.. ?? " Lord menjadi bingung bercampur penasaran.
Maya menarik tangan Lord, Lord pun hanya diam saja menuruti langkah Maya, Maya membawanya masuk ke dalam istana Rangga.
" Maya kenapa kau ajak aku kesini.. ?? " tanya Lord sembari melihat sekelilingnya.
Maya berhenti dan menghadap Lord, Lord menunjukan wajah bingung lalu tiba-tiba Maya membuka sebagian bajunya.
" Lord minumlah darahku.. "
Sontak wajah Lord merona.
" kenapa tiba- tiba kau.. ?? " Lord tercengang.
" aku tidak mungkin makan sementara kau tidak, kau bahkan selama ini juga tidak pernah minum darahku lagi.. "
" apa kau mengizinkannya.. ?? "
" yaaa.. aku mengizinkannya, tak apa Lord, kau pantas mendapatkannya.. "
" baiklah.. "
Lord mendekat dan memeluk Maya dan akhirnya taring Lord menembus leher Maya, sekian lama Lord menahan diri untuk tidak melakukannya tanpa izin dari Maya.
Darah Maya mengalir dari sela bibir Lord, dia meminum darah Maya cukup lama, Maya sudah mulai merasa lemas.
" eemm Lord.. "
Maya tidak bisa, dia mau pingsan, Maya mencoba bertahan tapi dia sudah mulai merasa pusing.
" Lord.....? "
Maya berharap Lord berhenti, dia meremas jubah Lord.
" Lord kepala ku mulai pusing.. " rintih Maya.
Seakan tersadar, Lord langsung tersentak kaget dan melepaskan gigitannya, darah Maya berlumuran di mulut Lord.
" maaf Maya aku minum terlalu banyak.. "
" sepertinya kau sangat lapar.. ? "
Lord menunduk.
" belakangan ini aku menggunakan kekuatanku melebihi batasannya, itu menyebabkan aku harus minum darah lebih banyak.. "
Lord mengangkat kepalanya dan menatap Maya seketika Maya merasa kasihan pada Lord.
" mata dan tubuhku juga mulai terasa lelah.. " ucap Lord dengan mata yang sayup.
Maya memang mengakui Lord beberapa minggu ini istirahatnya terganggu, itu sangat tidak baik untuknya, dia juga mengeluarkan kekuatannya begitu besar akhir- akhir ini.
Maya langsung memeluk Lord dan mengelus kepalanya.
" tak apa.. kau bisa istirahat dulu disini. "
Maya menyuruh Lord berbaring di tempat tidur Rangga, dia terlihat sangat lelah, perlahan Maya usap rambut Lord.
" tidurlah.. "
Dan tak lama kemudian Lord langsung memejamkan matanya, Maya mencium kening Lord, dia terlihat tidur sangat pulas.
" Maya.. ! kenapa kau lama sekali..!! " Rangga yang masuk sambil bicara kencang membuat Maya terkaget.
" Sssstttt.... " ucap Maya dengan isyarat tangan yang menyuruh Rangga diam.
" jangan berisik " ucap Maya pada Rangga.
" apa dia tertidur.. ?? "
" ya " Maya mengangguk.
" hah.. pak tua ini tidur saja kerjanya.. " Rangga menggerutu.
" Rangga kau tidak mengerti, Lord harus istirahat, itu sangat penting baginya "
" lalu.. ?? "
" hah.. percuma jelasinnya yang penting kita jangan ganggu dia, biarkan dia istirahat.. "
" baik.. baik "