NovelToon NovelToon
(Not) Beautiful Marriage

(Not) Beautiful Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Saras Arindu

Nikah muda sesungguhnya tidak begitu masalah buat Arin, tapi kenapa harus mendadak? Tanpa pesta dan terkesan buru-buru. Apalagi calon suaminya yang tidak dikenalnya, ralat, tidak ia ketahui sama sekali, bahkan hanya untuk nama.

Dihari H, ia dikejutkan dengan satu hal bahwa suaminya adalah kakak dari mantan terindahnya. Kenyataan itu membuatnya merasa aneh dan berpikir bahwa ia sedang dipermainkan.

Tapi tanpa Arin sadari seiring berjalannya waktu, tingkahnyalah yang seakan mempermainkan kakak beradik itu.

Penasaran bagaimana kisahnya? Bagaimana Arin mempertahankan pernikahannya dan menyatukan dua bersaudara yang bersitegang karenanya? Jika ingin tahu jawabannya, mari baca dari awal sampai akhir.
***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saras Arindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Sesampainya di rumah sakit, tepatnya di ruangan dokter Evan, keduanya hanya duduk bersebelahan dengan waktu yang cukup lama. Karena orang yang mereka tunggu sedang menghadiri rapat. Entah rapat apa, yang Arin yakini pasti rapat itu dihadiri oleh petinggi-petinggi rumah sakit. Ah entahlah, Arin pusing.

"Lama ya?" Gumam Ryan pelan.

"Dokter lain?" Sahut Arin yang ternyata mendengar gumaman Ryan.

Ryan menggeleng. "Mama nggak pernah mau dokter lain, Mama cuma mau sama Om-" Ucapan Ryan terhenti ketika pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka dan muncullah sosok yang sedari tadi ditunggu-tunggu.

"Maaf ya, rapat tadi itu mendadak dan sebenarnya ini belum selesai. Hanya saja Om ada jadwal operasi." Kata Evan menjelaskan. "Hanna tadi sudah beritahu. Apa keluhanmu hanya mual dan muntah, Arin?"

Arin mengangguk. "Iya, dengan pusing sedikit sejak semalam. Eh, sudah beberapa hari sih. Hanya begitu saja bukan berarti ada apa-apakan? Mama saja yang-"

"Bisa jadi itu masalah serius Arin." Potong Evan. Dan perkataannya itu membuat mata Arin membola. "Kamu bisa memastikan ada apa dengan perutmu pada dokter kandungan. Maaf, Om buru-buru, permisi. Sampai jumpa, Arin." Katanya dengan diakhiri kedipan sebelah mata. Ryan tahu kode itu.

Tidak ingin membuang waktu, Arin segera menarik Ryan untuk pergi kedokter kandungan. Begitu sampai ditujuan, Arin menceritakan keluhanya dengan wajah panik tapi sedikit yakin bahwa ia tidak apa-apa.

"Kapan terakhir kamu menstruasi?" tanya sang dokter.

Dan Arin membalas dengan polos. "Menstruasi ada hubungannya dengan mual dan muntah kah, Dok?"

Dokter wanita itu tertawa pelan. "Saya tidak bisa memastikan karena gejala yang kamu alami baru hari ini. Untuk memastikan lebih jelasnya, kita perlu melakukan pemeriksaan lebih-"

"Iya, saya mau," potong Arin cepat. Ia tidak perduli dengan penjelasan dokter itu. Yang ia butuh adalah informasi bahwa ia baik-baik saja. Saat itu juga Arin disuruh bersiap, ia tidak tahu apa namanya dan apa tujuan, fungsi dan segala macamnya. Ia tidak mengerti dunia kedokteran. Dijelaskan seratus kali pun belum tentu ia ingat apalagi mengerti. Bagi Arin dunia kedokteran sepuluh kali lebih rumit dari rumus matematika. Sangat memusingkan. Dan mungkin pemikirannya itu termasuk pemikiran aneh.

"Selamat ya kamu hamil." Mata Arin membola seketika. "Prediksi saya sudah masuk tiga bulan."

"Serius? Kok bisa?" Pertanyaan yang terlontar begitu saja dengan nada terkejut dari bibir Arin membuat Ryan dan dokter Eka mengerutkan kening. "Bukan, maksudku begini, dokter bilang saya sudah hamil tiga bulan, tapi kenapa nggak ada tanda-tandanya?"

"Mungkin ada, hanya kamu saja yang tidak sadari. Bagaimana dengan suamimu, apa dia tidak pernah mengatakan sesuatu? Mungkin seperti kamu terlihat berbeda."

Arin menggeleng sambil mengingat. "Kenapa nggak dokter tanya langsung ke dia aja?" Tunjuk Arin pada Ryan.

Dokter wanita yang akrab disapa Eka itu tertawa diikuti dengan Ryan yang geleng-geleng kepala. "Saya tahu Ryan bukan suamimu. Kamu, Arin, istri Kenzi. Saya tahu."

Arin membuang muka dengan mulut yang membentuk huruf O. Merasa malu karena sudah bersikap seakan-akan Ryan adalah suaminya. Tapi hanya sepersekian detik ia menoleh lagi dan bertanya berbagai hal. Dari sekian pertanyaan yang ia ajukan hanya beberapa saja yang berkaitan dengan ibu hamil.

Menit demi menit berlalu, dengan terpaksa Ryan membujuk Arin agar mau pulang. Karena di luar ruangan masih banyak yang mengantri.

Arin keluar dengan senyum cerah menghias wajah. Tangan kanannya membelit lengan Ryan dengan manja. Baru dua langkah kaki bergerak menjauhi pintu mereka berpapasan dengan Galih, laki-laki yang berusaha dihindari oleh Ryan. Berusaha menghindarkan Arin dari pandangan Galih lebih tepatnya.

Dengan spontan Ryan menarik Arin kebelakang tubuhnya. Bersikap seakan ingin melindungi wanita itu.

"Wow," Mata Galih menatap tangannya Arin yang masih melingkari lengan Ryan. Lalu tatapan matanya naik melihat papan nama yang tertera dipintu ruangan dokter Eka. "Dokter kandungan? Lucu sekali." Galih mendesis, ia berucap dengan suara yang cukup lantang. "Luar biasa. Pacaran dengan adiknya tapi menikah dengan kakaknya, lalu pergi kedokter kandungan dengan adiknya. Entah si adik hanya berbaik hati mengantar kakak ipar atau memang mengantar calon ibu dari anak-"

"Bukan urusanmu!" Arin memotong dengan keras. Diliriknya ibu-ibu yang menunggu sedang berbisik-bisik dan mulai menatap sinis padanya karena ucapan Galih. "Dasar gila!" Bentaknya lalu menarik tangan Ryan untuk pergi menjauh dari sana. Arin tidak tahu bagaimana Ryan tengah menahan emosinya akan ucapan Galih. Bisa saja Ryan menonjok Galih saat itu juga tapi itu pasti akan menimbulkan keributan.

Galih menatap kepergian dua manusia itu dengan kedua tangan terkepal. "Arin tidak pantas untuk Kenzi. Aku harus segera menyingkirkan wanita ****** itu dari hidupnya," desisnya sangat pelan. Perlu diketahui, ia tidak menyukai Arin, tepatnya membenci Arin dari dulu sampai sekarang. Bukan hanya Arin, tapi siapa saja yang merebut Kenzi darinya.

***

Ryan menepihkan mobilnya saat berada dijalan yang sepi. Ditolehkan kepalanya menghadap Arin yang sudah berkeringat dingin sejak keluar dari rumah sakit. Ryan tidak tahu mengapa Arin terlihat begitu ketakutan melihat Galih.

"Kamu kenapa?" Ryan bertanya sedikit mencondongkan tubuhnya kearah Arin. Arin hanya membalas dengan gelengan beberapa kali. "Ucapan Galih tidak usah kamu pikirkan!"

Arin kembali menggeleng. "Dia... dia psikopat, kan? Dia orang jahat." Ia menoleh pada Ryan, bibirnya bergetar dengan kentara.

"Dia bukan orang jahat dan bukan psikopat. Kamu tenang saja ya." Ryan berusaha menenangkan Arin tapi tampaknya ucapannya itu tidak berpengaruh.

"Tapi dia-"

Tiba-tiba Ryan menarik Arin kedalam pelukannya. " Dia tidak akan menyakiti kamu. Dan tidak ada yang perlu kamu cemaskan. Sekarang kamu tidak boleh banyak pikiran, kasian bayi kamu." Sekali lagi Ryan berusaha menenangkan Arin. Tangannya bergerak mengelus punggung wanita itu. Perlahan deru nafas Arin yang cepat terdengar teratur. Wanita itu tertidur. Mungkin terlalu lelah.

Maafkan aku, Kak, karena melanggar janji.

***

1
💝🧚SHA_QUANDRA 😇
Kenzi pergi selama itu psti karena merasa sakit hati liat bininya yg msh bermanja2 ke mantan. Lagian si bini jg gk bs menempatkan diri dgn sewajarnya. Gak tahu batasan. Polos sih polos tp ini terkesan bodoh si arin. Mending kenzi cari bini aja lg.
fifid dwi ariani
trus bersyukur
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus berkarya
fifid dwi ariani
trus bahagia
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus sehat
Fitriyani Puji
ini crita nya galih sembuh dan menikah ama risda ato bagemana ini
Fitriyani Puji
kamu ngak tau aja di hamil pertama arin tidak tkut kluar mlm untuk cari makn ,jangn bilang erin di culik galih lagi
Fitriyani Puji
ini ank ngak ada dwasa nya ya ya jelas emosi kalo kerj d gangu mndeng kalo di sayang ini kaya ayam di cabuyi bulu nya kalo aku udah tk tendang
Fitriyani Puji
kenapa ngak lngsong aja ngak usah seassn 2
Fitriyani Puji
jangan lagi ada konflik ya seasen 2 biar kn mereka bahagia jangan ada lagi kemelut
Fitriyani Puji
trnyata kenzi suami pengertian semoga slalu tentram dan bahagia amiin
Fitriyani Puji
hhhhh gokil mereka
Fitriyani Puji
lsnjut thor jangan ada konflik baru lagi
Fitriyani Puji
kenapa mati thor dia belum menyesali perbuatan jahat nya pada ank sendiri hadeeeeh
Fitriyani Puji
bagemana bisa ank kandong berasa ank tiri ternyata kenzi sudah menderita sejk balita semoga kedepanya dia bahagia dengan kluarga kecil nya amiin
Fitriyani Puji
oalah ibu macam apa itu msak ngak merasa dia ank sendiri anh deh
Fitriyani Puji
ah rahasia apa lagi thor kenapa bnyak sekali teka teki nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!