NovelToon NovelToon
Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Istri Pengeran Ke -7 Yang Idiot

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Balas Dendam
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Sebagai anak dari selir rendahan, Xiu Ying Nona Ke-9 dari Kediaman Utama selalu hidup tertindas, pasrah, dan dianggap sebagai "sampah" oleh ayah serta saudara-saudaranya. Namun, sebuah insiden di kolam teratai mengubah segalanya. Xiu Ying yang terperosok ke dalam air dingin bangkit sebagai sosok yang sama sekali baru: dingin, cerdik, dan tak lagi sudi diinjak-injak.

Guna menyingkirkan Xiu Ying yang mulai sulit dikendalikan dan demi menyelamatkan putri-putri kesayangannya dari pernikahan politik yang merugikan, sang ayah dengan tega menikahkan Xiu Ying dengan Zhen Yu—Pangeran Ke-7 yang dituduh "idiot" dan kerap dijadikan bahan tertawaan di seluruh istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27

Angin dingin membeku berhembus kencang dari puncak Pegunungan Salju Utara, menyapu gumpalan es tipis yang menutupi lebatnya Hutan Pinus Perbatasan. Kereta kencana mewah Istana Ke-7 berjalan tenang di barisan tengah, dikawal oleh puluhan pengawal berbaju besi serta rombongan kereta kayu yang mengangkut ton-tonan bibit herbal dan pasokan logistik.

Ini adalah perjalanan resmi pertama Xiu Ying dan Zhen Yu menuju Wilayah Utara setelah Kaisar menganugerahkan gelar Putri Dermawan Agung dan hak monopoli suplai obat utara kepada Istana Ke-7. Misi mereka tidak hanya untuk membuka Markas Besar Perdagangan Herbal, melainkan juga untuk mendirikan benteng pertahanan rahasia bagi Jaringan Bayangan Mistik.

Di dalam kabin kereta yang hangat oleh tungku arang, Xiu Ying duduk bersandar di dada bidang Zhen Yu. Jarinya teliti menelusuri lembaran peta geografi wilayah perbatasan.

"Jalur Perlintasan Lembah Tengkorak adalah satu-satunya jalan tercepat menuju Kota Perbatasan," ujar Xiu Ying, suaranya jernih nan tenang. "Tapi tebing-tebing batunya sangat curam. Tempat yang sempurna untuk sebuah penyergapan."

Zhen Yu yang mengenakan jubah hitam tebal berbordir perak mengecup pelan puncak kepala istrinya. Tangan kekarnya membelai pinggang ramping Xiu Ying dengan kelembutan yang kontras dengan bahaya di luar.

"Pangeran Ke-4 tidak akan membiarkan kita sampai di utara dengan selamat," sahut Zhen Yu dengan suara berat dan seksi. "Mata-mataku melaporkan bahwa dia telah menyewa 'Serigala Merah'—kelompok bandit perbatasan yang paling haus darah—untuk menghancurkan seluruh pasokan medis kita."

Xiu Ying memutar kepalanya, menyunggingkan senyum manis yang memikat. "Lalu... apa yang akan dilakukan oleh Pimpinan Jaringan Bayangan menghadapi kawanan serigala itu?"

Zhen Yu terkekeh rendah, suara beratnya menggetarkan dada bidangnya. "Aku akan memastikan salju utara mendapat warna merah yang sangat indah hari ini, Istriku."

Beberapa mil di depan rombongan, di celah sempit Lembah Tengkorak yang dihantam badai salju...

Dua ratus bandit bersenjata golok besar dan panah beracun bersembunyi di balik tebing es. Ketua bandit—seorang pria berwajah penuh luka parut bernama Ba Hu—menatap jalanan di bawah dengan seringai kejam.

"Ingat perintah Pangeran Ke-4!" gertak Ba Hu pada anak buahnya. "Bakar seluruh kereta obat! Bunuh Pangeran idiot itu dan bawa wanita cantiknya hidup-hidup! Emas melimpah menanti kita!"

Tiba-tiba, dari balik pusaran badai salju di puncak tebing tepat di belakang mereka, sosok berbusana serba hitam dengan topeng perak muncul tanpa suara sedikit pun.

TAP.

Langkah kaki itu begitu ringan hingga tak memecahkan es tipis di atas batu.

"Siapa di sana?!" teriak Ba Hu kaget, meraba gagang goloknya.

Sosok bertopeng perak itu tak lain adalah Zhen Yu dalam wujud Penguasa Jaringan Bayangan. Di sekelilingnya, puluhan prajurit bayangan melompat turun dari langit salju, mengurung dua ratus bandit perbatasan di atas tebing!

Udara di sekitar Zhen Yu mendadak membeku oleh aura pembunuh yang amat pekat.

"Kau bicara tentang membakar obat istriku?" buka Zhen Yu, suaranya dingin dan membeku laksana es di dasar telaga. "Dan kau berani menyebut berniat menyentuh wanitaku?"

Ba Hu menelan ludah kasar, bulu kuduknya berdiri. "J-Jaringan Bayangan Mistik?! Mengapa kalian berada di tempat ini?!"

Zhen Yu menyunggingkan senyum miring yang mematikan di balik topeng peraknya. Ia mencabut belati hitamnya yang berkilat tajam.

"Sapu bersih," perintah Zhen Yu datar. "Jangan tinggalkan satu pun dari mereka hidup."

SRRR! CRASH!

Pertumpahan darah pecah di atas tebing salju. Zhen Yu bergerak seperti kilat, menyusup di antara jajaran musuh. Setiap tebasan belatinya memotong leher dan dada para bandit dengan ketangkasan yang tak masuk akal. Jeritan histeris dan bau darah menyengat membubung di udara musim dingin.

Hanya dalam kurun waktu kurang dari lima menit, dua ratus bandit bentukan Pangeran Ke-4 tumbang bersimbah darah di atas salju putih. Ba Hu bersujud gemetaran di bawah telapak sepatu Zhen Yu, lehernya tertancap belati hingga tak bernyawa.

Zhen Yu menyapu bercak darah di topeng peraknya dengan sapu tangan sutra, menatap tumpukan mayat dengan pandangan dingin.

"Rapikan tempat ini. Pastikan tidak ada satu pun bukti yang mengarah pada Istana Ke-7," perintah Zhen Yu tegas pada Lu Feng.

"Baik, Yang Mulia!" jawab Lu Feng hormat.

Sementara di bawah lembah, rombongan kereta kencana terus melaju tanpa hambatan sedikit pun.

Satu jam kemudian, kereta tiba di pintu gerbang utama Kota Perbatasan Utara. Kedatangan Xiu Ying disambut oleh ribuan rakyat dan pejabat lokal yang telah berbaris di sepanjang jalanan karpet salju.

Xiu Ying melangkah turun dari kereta kencana dengan gaun sutra mewahnya, memancarkan aura keanggunan seorang Putri Dermawan Agung. Di sampingnya, Zhen Yu telah kembali mengenakan jubah birunya, berjalan tegap mendampingi istrinya dengan tatapan hangat.

Tetua Kota Perbatasan berlutut hormat. "Hamba menyambut kedatangan Putri Dermawan Agung dan Pangeran Ke-7! Seluruh rakyat Wilayah Utara siap mengabdi kepada Istana Ke-7!"

Xiu Ying menyunggingkan senyum anggun, suaranya jernih bergema menembus angin dingin. "Mulai hari ini, Wilayah Utara berada di bawah perlindungan Istana Ke-7! Kami tidak hanya membawa obat-obatan, tetapi juga akan membuka jalur perdagangan pangan murah dan lapangan kerja bagi seluruh rakyat perbatasan!"

Sorak-sorai gembira dan tangis haru pecah di seluruh penjuru kota perbatasan.

Hanya dalam kurun waktu tiga hari sejak kedatangan mereka, Xiu Ying dengan kejeniusan manajemen modernnya berhasil menguasai seluruh jalur distribusi pangan, herbal, dan kayu di Wilayah Utara. Sementara dari balik layar, Zhen Yu dan Jaringan Bayangan Mistik mengalihkan benteng militer tua di pegunungan menjadi benteng pertahanan rahasia tak tertembus yang dilengkapi ribuan prajurit elit.

Malam harinya, di dalam paviliun utama Markas Besar Wilayah Utara.

Pendar tungku arang memancarkan kehangatan yang meredam dinginnya angin es di luar. Xiu Ying berdiri di dekat jendela kayu, menatap pemandangan kota perbatasan yang kini dipenuhi cahaya lentera kedamaian.

Sepasang lengan kokoh melingkar erat di pinggangnya dari belakang. Zhen Yu menyandarkan dagunya di bahu mulus Xiu Ying, menghirup dalam-dalam aroma Bunga Melati dari leher istrinya.

"Pangeran Ke-4 pasti sedang memuntahkan darah di ibu kota saat mendengar berita ini," bisik Zhen Yu rendah dengan suara aslinya yang berat dan seksi.

Xiu Ying terkekeh manis, memiringkan kepalanya dan menyentuh rahang tegas suaminya. "Seluruh jalur ekonomi dan pasokan medis Utara kini sepenuhnya berada di tanganku. Dan benteng rahasiamu sudah berdiri kokoh di puncak pegunungan."

Zhen Yu membalikkan tubuh Xiu Ying, mengurung tubuh ramping istrinya di antara lengannya dan bingkai jendela. Manik mata pekatnya menatap Xiu Ying dengan pendar gairah dan pemujaan yang tiada tara.

"Wilayah Utara kini menjadi milik kita, Istriku..." bisik Zhen Yu parau, menundukkan kepalanya dan mengecup lembut bibir peach Xiu Ying. "Sebuah basis kekuatan yang tak akan pernah sanggup disentuh oleh Putra Mahkota atau siapa pun di istana itu."

Xiu Ying melingkarkan kedua tangannya di leher kokoh Zhen Yu, membalas ciuman panas suaminya dengan penuh kehangatan. "Dan kita akan menggunakannya untuk meruntuhkan sisa-sisa kekuasaan mereka hingga tak tersisa."

Istana Ke-7 resmi mendirikan basis militer dan ekonomi yang mandiri dan raksasa di Wilayah Utara. Bebas dari jangkauan pengaruh Putra Mahkota, pasangan penguasa ini kini siap melangkah menuju puncak kepemimpinan tertinggi kekaisaran.

( Bersambung)

1
Nurhasanah
tumben cuma 1 bab thor biasanya sekali up 2 bab
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
warina latip
👍
Quinza Azalea
terimakasih banyak banyaaak othor💕💕
Arix Zhufa
kasihannn 😅
Nurhasanah
seru 👍👍👍👍🥰🥰🥰
Arix Zhufa
keren banget
Arix Zhufa
aku suka model pangeran tancap gas begini
Arix Zhufa
visual nya thor
Quinza Azalea
next
merry
romantis bagi yg melihat nya
Pa Muhsid
pangeran edan gak tau tempat kan kasian tim jomblo 🙊
Nurhasanah
makin seru tapi sayang cuma 1 bab 😁😁😁 .. boleh tambah lagi nggak thor nanggung nih 👍👍👍👍
Nurhasanah: eh maaf cuma 2 bab 🤣🤣🤣 ... saking serunya sampe salah tulis 😁😁😁😁
total 1 replies
merry
belah duren kah mrkk 🤭🤭
Nurhasanah
masih kurang kak 🤣🤣🤣 ... tambah lagi kalau bisa 😁😁😁😁 seru bangett soalnya 👍👍👍👍
Apis
aku salfok sana kata " kain kafan di cerita tema kerajaan Tiongkok kuno thor
Anggye syahab
Sangat bagus..semoga sukses trus karya nya kak
Anggye syahab
wach kak..ceritamu sangat kerennn..jangan lupa jaga kesehatan yaaa..tetap semangat dengan karya nya🤗
Heresnanaa_: wahhh terimakasih banyak Kaka, Kaka juga jaga kesehatan selalu yaa🫶😚
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Nurhasanah
karya bagus yg wajib di baca 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!