NovelToon NovelToon
THE DAY YOU WENT AWAY

THE DAY YOU WENT AWAY

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:387
Nilai: 5
Nama Author: Chikaku_chiko

Namanya Raisha, seorang karyawan korporat cantik dan terkesan cuek. Dia belum mengenal debaran cinta seperti apa. Banyak tuntutan orang disekitarnya untuk memulai suatu hubungan dengan seorang pria. Meskipun enggan, Raisha melakukan semua tuntutan itu meskipun tanpa menggunakan hati. Satu pria, gagal. Dua pria, gagal. Hingga tak terasa beberapa pria Raisha mencoba mencari debaran itu, tapi gagal.

Hingga julukan 'Playgirl' menempel padanya.

Hingga datang seorang Aldo. Pria tampan dan maskulin, membuat Raisha merasakan debaran itu. Tapi ketika Raisha mulai mendekati Aldo, ada sesuatu dari diri Aldo yang janggal. Yang membuat Raisha merasakan debaran yang melayang tapi menyakitkan.

Bagaimana kisah cinta Raisha dan Aldo kedepannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chikaku_chiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Riak Rumor dan Kebenaran yang Pahit

​Matahari pagi menyusup manis melalui celah tirai apartemen Raisha, membawa kehangatan yang tak biasa di dada gadis itu. Setelah sekian lama menjalani hari-hari yang datar, hampa, dan dipenuhi kecanggungan, pagi ini Raisha terbangun dengan perasaan yang begitu ringan.

Senyum tipis beberapa kali terukir di bibirnya tanpa alasan yang jelas atau lebih tepatnya, karena memori semalam yang enggan beranjak dari pikirannya.

​Bayangan deru halus mesin motor sport berwarna hitam, jemari Aldo yang mengusap lembut di bawah dagunya saat membantu mengancingkan tali helm, hingga wangi maskulin yang menempel di jaket kulit pria itu saat angin malam menerpa, semuanya berputar indah seperti tayangan ulang yang manis di dalam kepalanya.

Ada harapan sederhana yang tumbuh subur dan hijau di hati Raisha: mungkin saja Aldo benar-benar mulai membuka diri dan melepas topeng dinginnya.

​Namun, aura hangat itu menguap tanpa bekas begitu Raisha menginjakkan kaki di lantai lima gedung kantornya.

​Atmosfer pantry dan koridor utama terasa sangat berbeda pagi ini. Setiap kali Raisha melintas, bisikan-bisikan halus yang ditahan setengah berbisik langsung menyambutnya dari berbagai sudut.

Beberapa staf wanita dari divisi keuangan yang sedang menanti lift mendadak menghentikan obrolan mereka saat Raisha mendekat, lalu saling melempar lirikan penuh arti yang dipenuhi cengiran miring.

​Dengan bantuan Siska, teman sekubikelnya yang selalu menjadi pintu gerbang utama segala desas-desus kantor, Raisha akhirnya tahu apa yang sedang terjadi. Sebuah rumor baru telah meledak di seluruh lantai lima.

​Ironisnya, berita tentang pertengkaran hebat dan adegan penamparan antara Aldo dan Mita di dekat tangga darurat waktu itu sama sekali tak berembus. Mita tampaknya berhasil menutup rapat rahasianya. Narasi yang menyebar di antara para karyawan justru membalikkan fakta secara brutal dan menyudutkan Raisha: rumor itu mengatakan bahwa Raisha, sang playgirl kantor yang terkenal dingin, akhirnya bertekuk lutut dan mengejar-ngejar Aldo, tetapi cintanya ditolak mentah-mentah oleh karyawan baru tersebut.

​“Mereka bilang ini karma buat aku?” omel Raisha dengan nada sangat jengkel saat mereka duduk di sudut kedai kopi lantai dasar pada jam istirahat. Tangannya meremas tisu kertas di atas meja hingga hancur.

“Lah, kelakuan mereka sendiri yang suka ngomongin dan menghakimi orang dari belakang juga nggak jauh beda kok! Sok suci banget!”

​Di sebelahnya, Reno sedang duduk santai dengan satu kaki diangkat melipat ke atas kaki lainnya. Mulut sahabatnya dari divisi IT itu sibuk mengunyah biskuit cokelat cemilannya tanpa henti, membiarkan Raisha melepaskan seluruh lahar kekesalannya.

​“Tapi kok bisa sih ada rumor kalau aku ditolak Aldo?” lanjut Raisha lagi, jemarinya kini memilin sedotan di dalam cangkir plastiknya yang berembun.

Dahi Raisha berkerut dalam, mencoba mengingat-ingat siapa yang mungkin menangkap dan menyebarkan bualan tersebut.

​Reno melirik Raisha dari samping, menelan biskuitnya dengan santai sebelum berseloroh tanpa beban, “Tapi kan emang beneran ditolak.”

​Raisha seketika membalikkan badan dan mendelik kesal pada Reno. Mata jernihnya memancar tajam seolah ingin memakan sahabat cowoknya itu hidup-hidup detik itu juga.

“Reno! Kamu bisa nggak sih sekali aja berada di pihak aku?!”

​“Ya kan fakta, Mba Raisha,” balas Reno santai, mengangkat kedua tangannya membentuk tanda damai melihat ketajaman mata sahabatnya.

“Waktu kamu nanya status, dia dingin, waktu bawa aku ke pantry buat pembuktian dia makin dingin, terus pas di rooftop ngaku juga nggak direspons balik kan? Terus mau dibilang diterima dari mananya coba?”

​Raisha menghela napas panjang yang sarat akan rasa frustrasi, menepuk dahinya pelan.

“Bukan itu masalahnya, Ren... Apa waktu aku ngobrol sama dia di rooftop kemarin lusa, ada orang lain yang sengaja dengerin percakapan kita ya?”

​Mendengar kata ‘rooftop’, gerakan mengunyah Reno berhenti seketika. Pria itu menoleh penuh ke arah Raisha dengan mata membelalak heran.

“Kamu ketemuan diam-diam sama dia di rooftop?” tanya Reno curiga, nadanya mendadak berubah agak protektif.

​Raisha menggelengkan kepalanya cepat.

“Nggak! Nggak sengaja aja ketemu di sana. Gua Cuma mau minum kopi sore, eh dia udah berdiri di situ duluan.”

​“Terus-terus? Kalian ngomongin apa aja di sana sampai bisa bikin rumor baru?” cecar Reno penasaran, mendadak sangat tertarik dengan perkembangan drama sahabatnya.

​Dengan suara yang dipelankan agar tidak terdengar ke meja sebelah, Raisha akhirnya menceritakan seluruh kronologi pembicaraan mereka di atas rooftop sore itu.

Dia menceritakan bagaimana dia memberanikan diri menebak pola kelainan Aldo yang suka mengincar cewek berpasangan, bagaimana Aldo membalikkan pertanyaan soal julukan playgirl, hingga puncaknya, pengakuan jujur dari mulut Raisha sendiri bahwa Aldo adalah cinta pertamanya.

Raisha hanya menyimpannya sedikit tentang pengakuan Aldo waktu di kafe dan detail traumatis adegan Mita, demi menjaga batasan privasi orang lain.

​Reno mendengarkan setiap detail cerita itu tanpa menyela sedikit pun. Begitu cerita Raisha selesai, tidak ada lagi senyum lelucon, gurauan ngawur, atau ejekan di wajah Reno. Pria dari divisi IT itu menatap Raisha dengan pandangan yang dalam, tenang, dan dipenuhi rasa iba yang mendalam.

​“Wah... kamu beneran cinta ya sama si Aldo,” ujar Reno pelan. Suaranya yang biasa cempreng dan asbun kini berubah menjadi begitu hangat dan serius.

​Reno menyandarkan punggungnya ke kursi kayu kafe, menatap sahabatnya yang tampak begitu rentan di balik sikap cuek yang selama ini dipamerkannya ke seluruh dunia.

​“Dari sekian list panjang mantan-mantan kamu yang katanya ganteng atau kaya itu... yang dulu kamu jalanin tanpa hati sama sekali... akhirnya ada satu orang yang bener-bener bisa bikin kamu merasakan apa artinya cinta,” sambung Reno seraya menggelengkan kepala pelan.

“Tapi kenapa harus orang kayak Aldo, Ra?”

​Raisha hanya terdiam.

​Dia tidak membantah ucapan Reno, tidak juga mencoba tertawa untuk menutupinya seperti yang biasa dia lakukan ketika dipojokkan. Kalimat Reno menghantam lubuk hatinya yang paling jujur dan dalam.

"Lah, aku juga nggak tahu kalau Aldo karakternya kayak gitu. Tapi hati aku terlanjur dalem suka sama dia."

​Raisha menatap pantulan dirinya di permukaan kopi dingin yang mulai mencair. Kata-kata sahabatnya benar seratus persen. Di balik reputasi playgirl yang salah alamat, di balik tumpukan rasa sakit akibat penolakan yang membingungkan, dan di balik bahaya tersembunyi dari sosok Aldo, Raisha tidak bisa membuang kenyataan bahwa hatinya yang selama ini mati rasa kini telah benar-benar hidup, dan perasaan yang baru pertama kali Mekar itu seutuhnya milik Aldo Otavian.

'Apa jatuh cinta serumit ini, ya?' ucap batin Raisha.

Padahal, tadi malam Raisha baru saja merasakan perasaan yang membuncah karena kebersamaannya dengan Aldo. Tapi hari ini, kenapa ada rumor seperti itu?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!