NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 28

****

Deru mesin sedan mewah yang berhenti di pelataran utama Mansion Soerjoatmodjo pagi itu menandai kedatangan sosok berwibawa yang selalu disegani. Raden Ajeng Gayatri Soerjoatmodjo melangkah turun dari mobil dengan keanggunan seorang matriark sejati. Namun, guratan di wajah mewahnya memancarkan kegelisahan yang tak mampu ditutupi. Desas-desus mengenai pemecatan mendadak Widya—kepala pelayan yang ia besarkan lewat Soerjo Foundation—serta kabar ketidakhadiran Arya Sena di kantor holding pagi ini telah memicu firasat kuat di dadanya.

Tanpa membuang waktu, Gayatri melangkah membelah lorong mansion. Para staf dan pelayan muda membungkuk dalam, tak berani menghalangi langkah sang nyonya besar yang langsung menuju sayap utama lantai dua.

Klek.

Gayatri mendorong pintu ganda kamar utama yang tak terkunci sepenuhnya. Pemandangan di dalam ruangan seketika membuat langkah kaki wanita paruh baya itu terhenti mutlak.

Di samping ranjang king size yang megah, putra tunggalnya—Presdir dingin yang ditakuti ribuan karyawan—tengah berlutut di atas marmer. Arya Sena, dengan kemeja hitam yang tergulung kaku dan dahi yang basah oleh peluh halus, sedang menyuapkan sendok berisi bubur hangat ke celah bibir Lilianne dengan kehati-hatian yang kelewat batas. Sementara itu, Lilianne bersandar anggun di tumpukan bantal sutra, tampak dipanjakan layaknya seorang ratu yang tak boleh menyentuh lantai.

"Arya?" sapa Gayatri, suaranya mengalun memecah keheningan kamar.

Arya dan Lilianne tersentak tipis. Arya refleks berdiri tegap, berusaha menguasai diri meski rona canggung berhembus tipis di wajah tegasnya.

"Ibu..." sahut Arya rendah seraya menunduk hormat. "Kenapa Ibu datang tanpa memberi kabar terlebih dahulu?"

Gayatri melangkah mendekat, matanya menyipit menatap putra tunggalnya penuh selidik. "Bagaimana Ibu bisa tenang di kediaman utama jika mendengar desas-desus bahwa kamu membatalkan seluruh rapat penting triliunan rupiah pagi ini? Dan lagi... ke mana Widya? Kenapa pelayan di bawah bilang Widya diseret oleh pihak kepolisian?"

Suhu di dalam kamar sempat membeku sejenak. Namun sebelum Gayatri melayangkan prasangka lebih jauh, Arya melangkah satu digit ke depan, pasang badan secara utuh di depan ranjang istrinya.

"Widya sudah dipecat dan ditahan di markas kepolisian sejak subuh tadi, Bu," pangkas Arya dengan nada suara yang begitu dingin dan tegas.

Gayatri terperanjat tipis. "Dipecat? Arya, wanita itu anak dari—"

"Wanita itu adalah ular berkepala dua, Ibu," potong Arya tak terbantahkan, memancarkan aura dominasi yang sukar dibantah. "Dia memanfaatkan belas kasihan keluarga kita selama bertahun-tahun untuk memupuk ambisi murahannya. Semalam... dia nekat memasukkan racun obat perangsang dosis tinggi ke dalam cangkir kopi saya demi mengarang skandal jebakan."

Wajah Gayatri seketika pucat pasi. "Apa?! Racun?!"

"Benar, Bu," lanjut Arya penuh penegasan. "Dia sengaja ingin merusak rumah tangga kami dan menjatuhkan posisi Lilianne. Saya sudah memegang seluruh bukti forensik dan rekaman CCTV. Mulai hari ini, saya memutus seluruh akses Widya dari dinasti Soerjoatmodjo. Di rumah ini... tidak ada permaisuri lain selain Lilianne Prameswari. Kata-katanya adalah hukum mutlak, dan wewenang rumah tangga ini sepenuhnya milik istri saya."

Gayatri terpaku. Penjelasan jujur dan pembelaan mutlak dari Arya membuat sang ibu terdiam. Rasa bersalah karena pernah memelihara Widya mendadak menguasai dada Gayatri. Namun, saat netranya bergulir menatap Lilianne yang duduk tenang di atas ranjang, pengamatan tajam seorang wanita berpengalaman menangkap hal lain.

Kerah gaun tidur satin berwarna soft champagne yang dikenakan Lilianne sedikit mengendur saat wanita muda itu membetulkan posisi duduknya. Di bawah pendar lampu kamar yang terang, Gayatri melihat bercak samar kemerahan dan lebam kebiruan yang tersebar nyata di ceruk leher mulus serta paha bahagianya. Ditambah lagi, cara Lilianne menyembunyikan kakinya di balik selimut tebal menunjukkan rasa kaku dan perih fisik yang teramat sangat.

Pandangan Gayatri beralih menatap putra tunggalnya yang kini berdiri kaku dengan raut wajah serba salah dan canggung.

Seketika itu juga, pemahaman intuitif melintas tajam di pikiran Gayatri. Raut cemas dan tegang di wajah sang Nyonya Besar meledak seketika, berganti menjadi ukiran senyum gemas yang teramat lebar.

Gayatri menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tertawa halus—sebuah tawa penuh godaan yang membuat atmosfer tegang di kamar utama mencair total.

"Astaga... Arya Sena..." tutur Gayatri gemas, menatap putranya seolah menatap seorang pria muda bodoh yang baru saja dimabuk asmara secara ugal-ugalan. "Pantas saja kamu bertingkah seperti pria hilang akal pagi ini dan berlutut memanjakan istrimu..."

Wajah tegas Arya yang biasanya tanpa ekspresi seketika menegang. Rona merah tipis merayap di telinga dan rahang tegas sang Presdir—sebuah reaksi salah tingkah yang teramat langka.

Lilianne pun tak kalah merona. Wajah mewahnya yang biasa dingin kini dihiasi rona merah jambu yang mempesona. Jemari lentiknya refleks menarik selimut lebih tinggi hingga batas dada, mencoba menyembunyikan jejak keposesifan suaminya dari tatapan sang ibu mertua.

"I-ibu... ini tidak seperti yang Ibu pikirkan," gumam Lilianne halus, suaranya sedikit serak dan canggung.

Gayatri melangkah mendekat ke tepi ranjang, merogoh tas tangan kulitnya dengan gestur yang teramat hangat. Dari dalam tas, ia mengeluarkan sebuah wadah porselen kecil berukir klasik yang memancarkan aroma herbal menenangkan.

"Tidak usah malu, Lilianne Sayang," tutur Gayatri lembut seraya duduk di tepi kasur dan menggenggam jemari dingin menantunya. "Ibu ini wanita... Ibu sangat paham."

Gayatri meletakkan wadah porselen itu tepat di telapak tangan Lilianne.

"Ini salep racikan khusus warisan turun-temurun keluarga keraton," bisik Gayatri dengan binar mata yang sarat akan kasih sayang dan candaan hangat. "Oleskan di area yang bengkak dan perih itu... Khasiatnya sangat cepat untuk meredakan rasa sakit dan rasa dinginnya akan membuatmu lebih nyaman. Dulu... waktu Ibu masih muda dan baru awal-awal menikah dengan ayahnya Arya, Ibu bahkan tidak bisa turun dari kasur selama dua hari penuh karena kelakuan pria Soerjoatmodjo yang kalau sudah mabuk kepayang tidak tahu aturan."

"Ibu..." potong Arya serak, memijat pelipisnya seraya memalingkan wajah karena canggung luar biasa dipojokkan oleh ibunya sendiri.

Lilianne menahan senyum mewahnya, merasakan kehangatan yang tulus melingkupi dadanya. Rasa cemas akan diterima atau tidaknya dirinya di keluarga ini perlahan luruh total.

Gayatri berdiri, merapikan selendang sutranya seraya menatap Lilianne penuh kelembutan. "Kalau begitu, Ibu pamit dulu ya, Sayang. Istirahat yang banyak... jangan banyak bergerak dulu. Kalau anak tidak berguna ini menyakitimu lagi atau bertingkah kaku lagi, langsung kabari Ibu, ya? Biar Ibu yang turun tangan memukul kepalanya."

"Terima kasih banyak, Ibu," jawab Lilianne tulus, menyunggingkan senyuman manis nan anggun yang tak lagi dilapisi benteng es.

Gayatri kemudian menoleh menatap Arya Sena dengan pandangan penuh perintah yang tak boleh dibantah.

"Dan kamu, Arya..." tegur Gayatri tegas namun diiringi sudut bibir yang terangkat. "Ingat... oleskan salep itu ke tubuh menantu kesayangan ibu secara perlahan. Lalu tiup pelan-pelan supaya perihnya hilang. Jangan bertindak kasar lagi!"

Arya menghembuskan napas panjang, menundukkan kepalanya pasrah di hadapan sang ibu. "Baik, Ibu. Saya mengerti."

**

Beberapa menit kemudian, Gayatri melangkah keluar dari pintu ganda mansion menuju sedan mewahnya yang telah menunggu di pelataran.

Sepanjang koridor hingga duduk di kursi belakang mobil, raut wajah Raden Ajeng Gayatri tidak berhenti menyunggingkan senyuman bahagia. Binar matanya berbinar-binar dipenuhi rasa syukur yang mendalam.

"Jalan, Pak," titah Gayatri halus pada sopir pribadinya.

Wanita bangsawan itu menyandarkan punggungnya di jok kulit yang empuk, menatap pepohonan rindang di sepanjang jalan kawasan perumahan elit tersebut. Bayangan raut merona Arya dan Lilianne di kamar tadi terus berputar di benaknya.

Pernikahan yang diawali dinginnya aliansi bisnis itu... kini telah menemukan apinya sendiri, batin Gayatri bersorak riang. Mungkin... tidak akan lama lagi suara tangis bayi dan kehadiran cucu pertama klan Soerjoatmodjo akan meramaikan mansion ini.

Senyuman manis sang Nyonya Besar kian mengembang sempurna seraya mobil terus melaju membelah hangatnya mentari pagi.

Bersambung....

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!