NovelToon NovelToon
Legenda Naga Pemakan Langit 2

Legenda Naga Pemakan Langit 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2) Di benua baru ini, Alam Inti Emas hanyalah debu di bawah sepatu para bangsawan. Raja Fana menjadi prajurit biasa, dan monster-monster Alam Penyatuan Langit berjalan membelah gunung dan membelokkan bintang. Tidak ada sekte lemah di sini; yang ada hanyalah Kekaisaran Kuno dan Klan Dewa yang dihormati layaknya pencipta.

Membawa garis keturunan Dewa Naga Primordial yang diburu oleh surga, Chu Chen menolak untuk merunduk. Di tanah di mana naga hanya dianggap sebagai mitos yang telah punah, ia akan membangkitkan kembali era dominasi mutlak. Jika surga menghalanginya, ia akan menelan surga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Murka Pangeran

Angka tiga ratus ribu Batu Roh Tingkat Atas yang diucapkan dengan nada malas itu jatuh seperti godam tak kasat mata ke tengah-tengah aula Lelang Bayangan.

Selama lima tarikan napas, tidak ada satu pun yang berani menghirup udara. Suasana aula yang tadinya panas oleh persaingan kini membeku dalam ketidakpercayaan mutlak. Tiga ratus ribu! Bahkan jika seluruh klan kelas menengah seperti Klan Ba menjual tanah, pusaka, dan darah mereka, mereka tidak akan bisa mengumpulkan setengah dari jumlah itu!

Di Bilik Nomor Tiga, Pangeran Ketiga berdiri mematung. Wajah tampannya yang biasanya memancarkan keagungan kekaisaran kini berkerut hebat oleh amarah yang menggelegak.

"Kau..." Suara Pangeran Ketiga bergetar, Niat Membunuhnya tumpah dari balkon seperti air bah. "Seorang Tuan Muda dari klan rendahan berani bermain-main di hadapanku?! Tiga ratus ribu?! Bahkan pusat penyimpanan harta di Lingkar Tengah tidak memiliki Batu Roh sebanyak itu dalam satu malam! Kau sedang mencoba menipu Lelang Bayangan dan mempermalukan Kekaisaran sekaligus?!"

Pernyataan Pangeran Ketiga seketika menyadarkan para hadirin. Benar! Ba Tuo terkenal sebagai pemuda hidung belang yang menghamburkan uang ayahnya untuk wanita. Dari mana ia mendapatkan tiga ratus ribu Batu Roh Tingkat Atas?!

Ye Mo, yang duduk tak jauh dari Chu Chen, langsung berteriak menunjuknya. "Penatua Ye Ming! Orang ini gila! Dia pasti tidak punya harta dan hanya ingin membuat kegaduhan di lelang kita! Hukum mati dia sesuai aturan lelang!"

Di atas panggung pualam, Penatua Ye Ming, sang ahli Setengah Langkah Penyatuan Langit, mengerutkan keningnya dalam-dalam. Tekanan spiritualnya langsung mengunci tubuh Chu Chen yang masih duduk bersila dengan santai.

"Tuan Muda Ba," suara Ye Ming terdengar berat dan dipenuhi ancaman mematikan. "Lelang Bayangan Klan Ye bukanlah tempat untuk mencari keriuhan. Menawar tanpa memiliki kemampuan membayar adalah penghinaan terhadap darah Klan Ye. Tunjukkan bukti kekayaanmu sekarang, atau aku sendiri yang akan memenggal nyawamu dan mengirim kepalamu ke Ba Zhen malam ini juga."

Hawa membunuh dari ratusan penjaga bayangan di aula itu langsung diarahkan ke arah Chu Chen yang duduk menyendiri di barisannya.

Di bawah tekanan Setengah Langkah Penyatuan Langit dan tatapan ribuan bangsawan yang menginginkan kematiannya, Chu Chen hanya menghela napas bosan.

Ia tidak berdiri. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, dan dengan satu jentikan ibu jari, sebuah Cincin Penyimpanan berwarna emas dengan lambang sembilan matahari melesat membelah udara, mendarat tepat di atas meja giok di depan Penatua Ye Ming.

Ting.

"Periksa sendiri, Penatua," ucap Chu Chen datar. "Dan pastikan kau menghitungnya dengan benar. Aku tidak suka dicurangi."

Mata Ye Ming menyipit. Ia mengenali lambang sembilan matahari di cincin itu—itu adalah Cincin Kekaisaran tingkat tinggi! Bagaimana pemuda ini bisa memilikinya?

Dengan penuh kewaspadaan, Ye Ming mengalirkan seutas Niat Spiritualnya ke dalam cincin tersebut.

Detik berikutnya, wajah keriput Penatua Ye Ming memucat pasi. Matanya terbelalak lebar, tangannya yang memegang cincin itu bergetar hebat. Di dalam cincin itu, bukan hanya terdapat tiga ratus ribu Batu Roh Tingkat Atas, melainkan gunung-gunung Batu Roh yang jumlahnya nyaris tak terhitung, memancarkan kemurnian mutlak! Ini adalah perbendaharaan sekelas Jenderal Agung!

"I-Ini..." Ye Ming menelan ludah dengan susah payah. Ia menatap Chu Chen dengan pandangan yang sama sekali berbeda. Kengerian mulai merayap di hatinya. Pemuda di depannya ini... mengenakan wajah Ba Tuo, tetapi kekayaan dan aura ketiadaan yang memancar dari matanya sama sekali bukan milik seorang bangsawan menengah!

"Bagaimana, Penatua Ye Ming?" tegur Pangeran Ketiga dari balkonnya. "Dia berbohong, bukan? Penggal anjing itu sekarang!"

Penatua Ye Ming menarik napas dalam-dalam, menekan ketakutannya, lalu menundukkan kepalanya sedikit ke arah Chu Chen—sebuah gerak penghormatan yang membuat seluruh aula gempar.

"K-Kesiapan harta dipastikan sah," Ye Ming mengumumkan dengan suara yang sedikit parau, mengangkat kepalanya menatap ke arah balkon Pangeran Ketiga. "Yang Mulia Pangeran, Tuan di bawah sana memiliki dana yang lebih dari cukup. Tiga ratus ribu Batu Roh... sah!"

BUM!

Pernyataan itu meledak seperti guntur di siang bolong. Ba Tuo, si lelaki hidung belang, benar-benar memiliki tiga ratus ribu Batu Roh Tingkat Atas?!

Ye Mo jatuh kembali ke kursinya, wajahnya seputih kertas. Ia menyadari bahwa ia baru saja mencari masalah dengan sosok yang kekayaannya menyaingi kekaisaran.

"Keparat..." Pangeran Ketiga meremaskan tangannya pada pagar balkon hingga giok itu hancur. Ia tidak bisa menawar lebih tinggi. Membawa lebih dari dua ratus ribu Batu Roh tanpa izin Kaisar adalah hal yang mustahil baginya malam ini. "Klan Ba... aku akan memusnahkan klan kalian besok pagi!"

"Tiga ratus ribu, sekali... dua kali... tiga kali! Terjual!" Penatua Ye Ming dengan cepat mengetukkan palunya, ingin segera menyelesaikan kesepakatan jual beli yang mengerikan ini.

Seorang pelayan membawa kotak kaca berisi Teratai Jiwa Bintang Primordial turun dari panggung dan menyerahkannya dengan hormat kepada Chu Chen.

Chu Chen mengambil kotak kaca itu. Hawa dingin dan murni dari Teratai Jiwa langsung meresap ke dalam pori-porinya, membuat Istana Jiwa Naga di dalam Dantiannya bergemuruh kelaparan. Ia menyimpan kotak itu ke dalam cincinnya tanpa sedikit pun gejolak emosi di wajahnya.

"Lelang yang membosankan," Chu Chen berdiri, mengibaskan jubah sutra hijaunya.

Tanpa mempedulikan tatapan ribuan orang yang membeku, maupun tatapan membunuh dari Pangeran Ketiga, Chu Chen berbalik dan berjalan santai menyusuri lorong keluar dari aula bawah tanah tersebut.

...

Malam di luar Kediaman Klan Ye terasa sangat dingin. Angin musim dingin yang bercampur dengan hawa ketegangan menyapu jalanan sepi Lingkar Tengah.

Chu Chen baru saja mengambil sepuluh langkah keluar dari gerbang lorong bawah tanah, ketika empat sosok bayangan melesat turun dari atap bangunan di sekitarnya, memblokir jalan ke depan dan ke belakang.

Mereka mengenakan baju zirah emas gelap dengan topeng besi tanpa ekspresi. Keempatnya memancarkan gejolak Alam Raja Fana Tahap Awal! Ini adalah Pengawal Bayangan Kekaisaran, anjing pembunuh pribadi milik keluarga kerajaan.

Di atas tembok giok di depan Chu Chen, Pangeran Ketiga mendarat dengan anggun. Jubah keemasannya berkibar, matanya memancarkan kedengkian mutlak.

"Kau pikir kau bisa keluar dari sini hidup-hidup setelah mempermalukanku dan merampas barangku?" Pangeran Ketiga mendengus dingin. "Serahkan Teratai itu, serahkan cincin kekayaanmu, lalu berlutut dan potong nadimu sendiri. Jika kau melakukannya, aku mungkin akan menyisakan anjing-anjing di Klan Ba-mu tetap hidup."

Menghadapi empat Raja Fana Tahap Awal dan seorang Pangeran Istana Jiwa Puncak, Chu Chen tidak berhenti melangkah.

Ia terus berjalan maju dengan kecepatan yang stabil, wajahnya yang memakai topeng 'Ba Tuo' perlahan menyunggingkan senyum yang luar biasa kejam.

"Kalian keluarga kekaisaran benar-benar memiliki satu kesamaan," suara Chu Chen terdengar serak, Niat Membunuh murni dari Kaisar Naga mulai bocor ke udara, membekukan angin malam. "Kalian sangat suka menyuruh orang berlutut, sebelum akhirnya kalian sendiri yang mati merangkak di tanah."

"Bunuh dia!" perintah Pangeran Ketiga dengan murka.

Keempat Pengawal Bayangan Raja Fana melesat serempak. Empat tombak emas yang memancarkan Hukum Pemutus Ruang menusuk lurus ke arah jantung, leher, punggung, dan lutut Chu Chen. Tidak ada celah untuk lolos.

Namun, di mata naga vertikal Chu Chen, serangan empat Raja Fana ini hanyalah gerakan lambat yang menggelikan. Ia tidak lagi berada di Inti Emas. Ia kini memiliki Istana Jiwa Naga!

BUMMM!

Chu Chen melepaskan penindasan ranah Istana Jiwa Naganya. Bukan ranah fana, melainkan penolakan hukum alam mutlak.

Seketika, ujung keempat tombak emas itu terhenti satu cun dari kulit Chu Chen, tertahan oleh dinding energi merah darah yang tak kasat mata. Hukum Pemutus Ruang para pengawal itu hancur berantakan di hadapan penindasan naga.

"A-Apa?!" Keempat Raja Fana itu terbelalak.

"Terlalu lemah," bisik Chu Chen.

Tangan kanan dan kiri Chu Chen melesat bersamaan, mencengkeram leher dua pengawal di depannya. Dengan satu putaran brutal yang disokong tenaga fisik Lapis Kesembilan Puncak, ia meremukkan leher kedua Raja Fana itu hingga putus!

KRAAAK!

Di saat yang sama, Sayap Tulang Naga hitam legam menembus punggung jubah sutra Chu Chen, terkembang dengan lebar tiga tombak. Sayap itu mengepak keras ke belakang, mengirimkan dua bilah Niat Pedang Purba yang langsung membelah dua pengawal di belakangnya menjadi dua bagian yang terbelah sempurna!

Darah menghujani jalanan Lingkar Tengah. Empat Raja Fana Tahap Awal musnah dalam satu tarikan napas!

"TIDAK MUNGKIN!" Pangeran Ketiga menjerit histeris dari atas tembok. Kakinya gemetar hebat hingga ia hampir jatuh. Sayap tulang hitam? Niat pedang mengerikan? "K-Kau... KAU BUKAN BA TUO! Kau adalah iblis dari Puncak Luar Awan Suci yang sedang diburu Jenderal Agung!"

Wajah Chu Chen mulai berubah. Tulang rahangnya bergeser kembali, menyingkirkan topeng fana Ba Tuo dan menampilkan wajah aslinya yang sedingin dewa maut. Mata hitamnya menatap Pangeran Ketiga dengan tatapan yang menjanjikan ketiadaan.

"Benar sekali, Yang Mulia," Chu Chen melesat ke udara, sayap tulangnya membawanya muncul tepat di depan wajah sang Pangeran. Tangan kanannya mencengkeram wajah pangeran yang ketakutan itu dengan jepitan baja.

"Dan sebagai hadiah atas tebakanmu yang cerdas..." Pusaran hitam meledak di telapak tangan Chu Chen. "...aku akan mengabulkan permohonanmu untuk menyusul Jenderal kesayanganmu ke neraka."

Jeritan Pangeran Ketiga teredam oleh Pusaran Ketiadaan. Malam di Lingkar Tengah baru saja menjadi saksi lahirnya pemangsa mutlak yang tidak tunduk pada kedudukan mana pun di Ibukota Suci.

1
black swan
...
Nur Aini
Thor, yg kaisar abadi penentang surga 2 kok blm update juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!