Dipertemukan lagi dengan mantan sugar daddy nya secara tidak terduga membuat Bryssa Kalysandra menginginkan laki-laki yang pernah dengan sengaja ia tinggalkan itu, untuk sekali lagi memilikinya.
Terdengar egois dan sangat tidak tahu diri memang, pasalnya laki-laki yang pernah dekat dan membiayai sekolah semasa SMA nya itu kini sudah menjadi pacar sang kaka.
Nyatanya, itu tidak menjadi penghalang bagi Bryssa, 2 Tahun tidak bertemu dengan Davion Sakya Maharu ternyata banyak yang berubah, laki-laki tampan, matang, dan mapan itu membuat Bryssa merasa sedikit gila, tidak rela sekalipun Davion bersama dengan kakanya. Tetapi Davion yang sekarang tidak semudah itu untuk ditaklukan. Bryssa harus berjuang lebih untuk mendapatkan cinta pertamanya lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hubungan Lebih Serius
Sarapan, makan siang, dan makan malam bersama sepertinya sudah menjadi rutinitas untuk Davion dan juga Amora, keduanya kerap menghabiskan istirahat bersama, apa lagi jika Yoshi datang ke kantor, sudah pasti makan siang bersama itu akan terjadi. Seperti halnya saat ini. Ketiganya sudah berada di restoran terdekat kantor.
"Bagaimana rapat tadi pagi? Lancar?"
Pertanyaan Yoshi seketika membuat Amora dan Davion saling melirik, meski sebenarnya terdapat banyak perbedaan pendapat tadi diantara keduanya, tetap saja pada akhirnya rapat selesai dengan lancar.
"Iya tante, lancar kok," balas Amora dengan seulas senyum.
Yoshi mengangguk disertai senyuman juga. Beliau lalu melirik keduanya secara bersamaan.
"Lalu, bagaimana dengan hubungan kalian?"
Pertanyaan dari sekian pertanyaan yang sangat Davion ataupun Amora hindari, sejujurnya Amora juga ingin kejelasan dengan hubungan mereka, tetapi entah kenapa Davion seperti mengulur, memang tidak ada kata jadian diantara keduanya, tetapi kedekatan mereka saat ini sudah lebih dari seorang yang berpacaran.
"Ma, jangan bahas itu dulu," peringat Davion tidak ingin membuat Amora merasa tidak nyaman, atau justru ia sendiri yang masih bimbang dengan perasaannya.
"Mama cuma ingin tahu aja Dav, lagian kalian ini dekat sudah cukup lama, sudah sama-sama dewasa juga, mama rasa mengulur waktu hanya akan membuang-buang waktu saja."
"Kalau kamu? Bagaimana Ra? apa kamu sudah siap jika tante dan Davion pergi ke rumahmu untuk menemui orang tuamu?"
Amora terkejut dengan pernyataan Yoshi, namun tidak dipungkiri ia juga sangat senang, sebagai wanita dewasa yang sudah cukup umur untuk menikah, tentu saja apa yang dikatakan oleh Yoshi tadi suatu kebahagiaan, namun saat melirik ke arah Davion yang tampak diam, seakan tidak senang dengan usulan Yoshi tadi, seketika rasa bahagia itu perlahan menghilang, berganti menjadi rasa penasaran juga bingung yang Amora rasakan saat ini.
"Dav," panggil Yoshi seketika membuat Davion menoleh.
Davion menatap Amora dengan wajah yang bisa dilihat ada raut kekecewaan, ia mengepalkan tangannya kuat, tidak seharusnya ia membuat Amora merasa sedih karena sikap dinginnya tadi, harusnya Davion merespon dengan baik keinginan mamanya, apa lagi keduanya memang sudah berada diusia matang dan siap untuk menjalin sebuah rumah tangga.
"Bagaimana dengan kamu Ara?"
Amora kembali dibuat terkejut. "A-aku? Kamu tanya aku mas?"
Davion menganggukan kepalanya, menatap wajah Amora yang kembali diliputi kebahagiaan lagi.
"Aku, terserah kamu saja mas, semua pilihan ditangan kamu, sebagai wanita aku tidak berhak menentukan terlebih dahulu."
Mendengar jawaban Amora membuat Yoshi tersenyum bangga, ia semakin yakin dengan wanita di depannya ini. Selain pintar, Amora juga sangat sopan sekali, bahkan untuk menentukan hal demikian saja Amora mengikuti Davion.
"Tidak salah memang tante menginginkan kamu jadi menantu tante, kamu sangat sopan sekali Ara, kamu benar-benar wanita berkelas yang tau bagaimana cara bersikap."
Amora hanya tersenyum saja, begitu juga dengan Davion yang menyunggingkan senyum tipisnya, ia sedang berusaha untuk fokus dengan wanita cantik dan dewasa di depannya, bukan terbayang-bayang dengan sosok gadis muda di masa lalunya yang tiba-tiba muncul.
"Kalau begitu, nunggu suami tante pulang dari london, kita ke rumahmu ya Ra, temui mamamu."
Amora tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya, tetapi ia menganggukan kepalanya dengan seulas senyum.
"Kalau mas Dav sudah bersedia, saya akan beritahu mama tante," ekor mata Amora melirik Davion yang tetap tenang.
Hampir saja ia ragu dengan ucapannya tadi jika saja Davion tidak segera membalas ucapannya.
"Kalau begitu beritahu tante Linda, kita akan ke sana."
Kata-kata Davion itu seperi sebuah pernyataan jika Davion menyetujuinya. Tanpa Davion sendiri ketahui, jika apa yang baru saja dikatakan itu akan menjadi bumerang untuk dirinya sendiri nanti.
"Makasih mas Dav, mampir dulu yuk," ajak Amora saat keluar dari mobil.
Setelah makan siang, dan kembali bekerja, Amora pulang bersama dengan Davion karena mobil miliknya tadi yang dikendarai Bryssa mogok. Bryssa sudah memberitahu dan meminta maaf karena tidak bisa menjemputnya.
"Sama-sama, aku langsung saja ya? Masih ada urusan," ujar Davion diangguki oleh Amora.
"Hati-hati mas Dav."
Mobil milik Davion semakin meninggalkan pelataran rumah Amora. Tangannya merogoh ponsel dan mengangkat sambungan telepon dari orang bengkel yang memberitahu jika mobil mogok tadi pagi sudah siap untuk dikemudikan kembali.
"Baik, hubungi nomor yang tadi untuk mengambil."
Sambungan telepon terputus, Davion langsung bergegas menuju ke bengkel besar tersebut, dengan hati yang entah kenapa kembali berdebar. Tahu jika ia akan kembali bertemu dengan gadis muda nakal di masa lalunya.
Sementara di lain tempat, Bryssa baru saja keluar dari kamar saat mendapat telepon daro orang bengkel yang mengurus mobilnya.
Saat ia baru saja turun, Bryssa dapat melihat Amora yang sedang mengobrol dengan Linda di sana, entah apa yang keduanya sedang bicarakan, tetapi dari raut wajah Linda terlihat sangat senang sekali, begitu juga dengan Amora yang terlihat bersemangat ketika membicarakan.
"Selamat ya sayang, pokoknya mama akan menjamu mereka sebaik mungkin."
"Ehem, lagi ngobrolin apa sih kak? Kayaknya seru dan serius banget," ujar Bryssa mendekat.
Melihat kedatangan Bryssa membuat Linda melirik malas, berbeda dengan Amora yang kembali memberikan senyum terbaiknya, dengan wajah khas orang sedang bahagia.
"Sini deh dek, kakak mau kasih tahu sesuatu sama kamu."
Baru saja akan melangkah untuk mendekat, ponsel milik Bryssa kembali bergetar yang ternyata dari orang bengkel, dengan berat hati ia harus memberitahu Amora untuk segera mengambil mobil.
"Yah, orang bengkel telpon lagi ka, nanti aja ya setelah gue balik."
"Udah jadi emangnya?" tanya Amora diangguki Bryssa.
"Udah, nih dari tadi udah telpon, ini juga gue mau ambil mobilnya, bye kaka, nanti jangan tidur dulu sampai gue balik dan wajib cerita."
"Temenin nggak nih?" tawar Amora basa-basi.
"Nggak perlu!" teriak Bryssa dari luar.
Taksi yang sudah Bryssa pesan sudah menunggu di depan, dan gadis itu segera masuk untuk mengambil mobil kakaknya yang mogok tadi.
"Ma, mama kok diam aja sih?" tanya Amora melihat gelagat Linda yang akhir-akhir ini bahkan sejak kedatangan Bryssa memang berbeda.
Linda semakin menunjukan rasa tidak sukanya terhadap Bryssa, dan Amora khawatir tentang itu.
"Memangnya mama harus ngomong apa? Tuh anak juga nggak ngajak mama ngomong kan? Semakin kurang ajar aja dia karena kamu selalu manjain Ra."
"Mama stop deh, manjain apa lagi sih Mora? Sasa itu sekarang nyari duit sendiri, aku udah lama banget nggak kasih uang ke dia, kalau aku mau kirim selalu ditolak sama Sasa, apa mama yang udah bikin Sasa nolak kiriman aku?"
"Eh? Ya enggak lah, kata kamu dia udah kerja kan? ya berati itu yang bikin dia nolak kiriman dari kamu, mama nggak tau apa-apa ya? Udah Ra, mending kamu istirahat, mama mau lihat-lihat toko kue yang enak buat jamu calon besan mama."
Amora menghela napas, namun ia juga tidak ingin memperpanjang, Amora menyayangi Bryssa lebih dari sekedar seorang adik, begitu juga rasa sayang Amora kepada Linda.
Jika harus memilih, tidak akan bisa Amora lakukan, keduanya memiliki rasa sayang yang sama di hatinya.
nunggu cerita yg baru , beralih ke alsa dan gerald lagi ahh . . ❤️